The Greatest Female Soul

The Greatest Female Soul
149. Tergoda



Kai dan Dara kini sudah sampai di apartemen milik Kai, Kai memaksa Dara untuk menginap karena hari sudah sangat larut. Sekarang saja sudah jam dua pagi, tidak mungkin Kai membiarkan Dara pulang.


"Mandilah, lalu istirahat!" ucap Kai setelah sampai di ruang keluarga


"Hmm, aku tidur di mana?" tanya Dara


"Di kamarku! Hanya ada satu kamar di sini, kamar lain aku jadiin gudang dan ruang kerja" ucap Kai.


"Baiklah aku tidur di kamar, tapi kamu ingat jangan macem-macem!" ucap Dara mengingatkan kekasihnya.


"Tidak sayang, tenang aku hanya satu macem doang kok" ucap Kai


"Kaaaiii!!!" ucap Dara kesal karena kekasih dinginnya itu sudah mulai jahil padanya.


Kemana kekasih dinginnya? kekasih datarnya? Semua menghilang saat berhadapan dengan Dara tentunya.


"He-he iya sayang, nggak. Ya sudah sana mandi, pakaianmu ada di walk on closed" ucap Kai.


Dara mengangguk kemudian masuk ke kamar Kai dan mulai mandi. Peralatan mandi di sana semuanya masih baru, Bahkan Kai sudah menyiapkan Bathrobe baru juga untuknya.


Saat selesai mandi, Dara juga terkejut dengan pakaian wanita baru di walk on closed di sana. Meskipun sebelumnya Dara sudah mengetahuinya sejak awal datang ke sana. Yang memang di sediakan oleh Kai khusus untuk dirinya.


Dara membuka pintu kamar dan melihat Kai tengah rebahan di sofa tamu. Dara melihatnya merasa kasihan jika Kai tidur di sana, pasti akan sangat sakit jika tidur di sofa saat bangun nanti.


Jadi ia memutuskan untuk mengajak Kai tidur bersama di kamar. Hanya tidur, tidak dengan yang lain


Kai yang mendengarnya tentu saja senang, ia langsung masuk dengan semangat empat lima dan naik ke tempat tidur di samping Dara. Dara hanya menggelengkan kepalanya saat melihat tingkah Kai.


Kai menepuk kasur di sebelahnya meminta Dara mendekat dan tidur. Kai pun membawa Dara ke dalam pelukannya dan mencium kening Dara. Lalu meminta gadisnya itu untuk istirahat.


Tak butuh waktu lama, Dara sudah terlelap dalam tidurnya yang berada di pelukan dan elusan ringan Kai. Sedangkan Kai merutuki dirinya dalam hati atas keputusannya memeluk sang kekasih.


Bukan karena pegal, tapi karena adiknya menggeliat saat keduanya tidur dalam posisi sangat dekat.


"Sepertinya aku akan begadang sampai pagi" gumam Kai dalam hati.


Dan benar saja Kai begadang sampai pagi dan terus memandangi wajah cantik sang kekasih yang berada di pulukannya.


Jika sebelum menjadi kultivator ia akan merasa pusing jika tidak tidur, namun saat ini ia terkejut karena stamina dan vitalitas nya tetap on meskipun ia tidak tidur.


....


"Uugghhh...." Dara bangun dari tidurnya, ia terkejut saat mendapati Kai tengah tersenyum menatapnya.


"Pagi Eneng calon istri abang, morning kiss" ucap Kai mencium bibir Dara singkat.


"Pagi Abang pacar..." jawab Dara membuat Kai gemas sendiri dengan sebutan Dara.


"Apa sejak tadi aku tidur seperti ini?" tanya Dara, Kai hanya mengangguk.


"Maaf, pasti kamu pegal ya" ucap Dara segera bangun namun di tarik kembali oleh Kai hingga ia jatuh di pelukan dada bidang nan hangat milik Kai.


"Aku tidak pegal sama sekali" ucap Kai mengecup kening Dara


"Jam berapa sekarang?" tanya Dara


"Masih jam 6 pagi" ucap Kai


"Aku harus mandi dan pulang" ucap Dara


"Kenapa buru-buru Hmm?" tanya Kai


"Aku harus ke sekolah Dimas dan Ryan untuk rapat wali murid" ucap Dara


"Baiklah, kamu mandi aja dulu nanti aku antar" ucap Kai


"Hmm" Dara langsung bergegas menuju kamar mandi.


Kai juga sama menuju kamar mandi di ruang kerjanya. Saat ia masuk ke dalam ke walk in closed setelah mandi, Dara baru aja selesai berpakaian.


"Terpesona hmm?" tanya Kai, tanpa sadar Dara mengangguk


"Mau pegang?" tanya Kai, Dara kembali mengangguk tanpa sadar.


Kai meletakkan tangan Dara di dada dan perutnya. Kai terkekeh melihat ekspresi Dara, namun ia mengumpat saat gerakan tangan Dara membuat sesuatu yang tidur terbangun.


"****!!" umpat Kai yang membuat Dara terkejut dan juga sadar.


Dara merutuki keberanian dirinya memegang tubuh Kai yang hot itu, dengan malu ia langsung menarik tangannya dengan wajah merah ia langsung berbalik pergi.


"Maaf" ucap Dara sebelum ia lari keluar dari walk in closed.


Kai yang melihatnya terkekeh, ia juga menghela nafas dan mencoba menenangkan kembali anak macan yang tengah terusik itu.


"***Kenapa kamu jadi sangat manja, kesentuh dikit udah bangun" ucap Kai dalam hati.


"Dara memang sangat menggoda, aku tidak bisa menunggu lama, aku harus menikahinya dalam waktu dekat. Oh Tuhan, godaan ini sangat berat" ucap Kai lagi dalam hati***.


....


Sebelum Dara pulang, ia Ingat belum memberikan memori tentang Kultivasi pada Kai. Jadi ia memberikan memori itu dan juga cincin ruang yang sama seperti milik Flo. Hanya saja ukuran ruang dan bentuk cincin yang berbeda.


Dara saat ini sudah berada di Star mansion, Kai langsung pulang menggunakan taksi ke Manor setelah mengantar Dara.


Dara juga sudah bersiap-siap pergi ke Teranish School, ia juga memakai kacamata untuk menutupi sebagian wajahnya. Sedangkan Dimas dan Ryan sudah berangkat terlebih dulu karena para murid wajib sudah berada di sekolah sebelum jam 7 pagi.


Alan sudah menunggunya di ruang tamu dan sudah bersiap. Karena keduanya akan datang ke rapat sebagai wali kedua adiknya.


Kedatangan Dara dan yang menggunakan Lamborghini Veneno membuat seluruh orang di sekolah gempar. Mereka tidak menyangka ada wali murid yang datang menggunakan mobil mewah yang harganya hampir mendekati 100 milyar itu.


Mereka sudah bisa menebak jika pemilik mobil pastilah dari keluarga kaya raya. Saat Dara keluar, semua orang seperti terhipnotis dengan kecantikan dan keanggunannya.


Meskipun Wajah Dara tidak telihat sepenuhnya, mereka yakin kalau Dara sangatlah cantik.


Para siswi juga berteriak heboh saat melihat betapa tampan dan luar biasanya seorang Alan. Yang terlihat tampan dan Cool secara bersamaan, jangan lupakan penampilan Alan yang sangat keren dan tampan.


"Kakak.....!!!!" teriak Dimas dan Ryan yang mendekati kedua kakaknya itu.


Mendengar panggilan itu membuat semuanya makin heboh, karena melihat pangeran sekolah mereka memanggil kedua orang yang baru keluar dari Lamborghini Veneno itu dengan sebutan kakak.


Banyak orang yang ingat jika kakak dari prince sekolah mereka yakni Dimas adalah adik dari bos A.A Entertainment, yang di sebut Dewi nasional.


Mereka bersorak saat mengingat dan kini mereka melihat secara langsung Dewi nasional itu.


"Dewiii.... aku mencintaimu, tolong lepas kacamata mu!!!" teriakan para siswa di sana yang penasaran dengan rupa Dara.


Dara menoleh ke Dimas dan Ryan saat mendengar teriakan itu.


"Apa kakak harus membuka kacamata?" tanya Dara pada kedua adiknya.


"Kalau kakak mau, buka aja! Paling bakal bengong masal!" ucap Dimas cuek.


"Mungkin juga banjir darah mimisan!" lanjut Ryan.


"Ha-ha kalian ini bisa aja" ucap Dara terkekeh.


"Coba aja kakak buka kalau tidak percaya. Pasti di jamin yang deketin Dimas makin banyak" ucap Ryan.


"Fans kamu juga banyak kalau kamu lupa" ucap Dimas


"Woooow, adik-adik kakak ternyata terkenal juga. Tidak perlu buka deh, kakak takut sekolah kalian tiba-tiba masuk dateline di berita utama Nasional karena banjir mimisan" ucap Dara terkekeh.


Ke empat kakak beradik itu pun masuk ke dalam seklilah membeoah kerumunan yang ada di sana.


...••••••...