
Dara langsung mentransfer 2 triliun ke rekening Theo. Theo yang menerima SMS dari Bank terkejut melihat nominal yang bosnya kirim.
"Bos ini...." ucap Theo
"Sisanya gunakan untuk memperbaiki fasilitas yang di perlukan dan sebagai Kass cadangan saha" ucap Dara, mengerti apa yang di maksud Theo.
"Baik bos!" ucap Theo
"Ferdi setelah akuisisi hotel itu, benahi semua yang ada di hotel. Buang semua hama! Nilai kinerja semua karyawan, pecat jika ada yang melakukan hal kotor sekecil apapun itu! Rekrut karyawan yang berpotensial, dahulukan yang atitude-nya bagus. Dan ganti hotel itu menjadi Star Hotel" ucap Dara lagi
"Baik nona" ucap Ferdi.
"Apa kalian berdua memiliki rekomendasi kuasa hukum untuk menjadi kuasa hukum perusahaan?" tanya Dara.
"Kuasa hukum? Apa nona ingin mengakuisisi perusahaan lain? Atau membuat perusahaan baru?" tanya Theo
"Ya, mungkin di masa depan aku akan membuat kerajaan Bisnisku sendiri" ucap Dara. Membuat keduanya tertegun setelah mendengar betapa ambisius nya seorang Dara.
"Aku memiliki kenalan seorang pengacara hebat, dia salah satu seniorku satu tingkat saat kuliah namanya Hanna. Meskipun ia perempuan dan masih muda dia adalah seorang pengacara yang kompeten dan juga belum pernah kalah dalam menangani suatu kasus. Hana juga lulus dengan nilai tertinggi seangkatannya saat itu" ucap Ferdi.
"Baik kamu atur saja, jika dia bersedia maka ajak ia gabung dengan perusahaan. Aku percaya padamu" ucap Dara.
"Terimakasih Nona, saya tidak akan mengecewakan anda" ucap Ferdi.
.....
Awal pekan cepat sekali datangnya, hari ini adalah hari pertama Dara masuk kuliah. Sedangkan Alan, ia sudah berangkat kemarin ke akademi kepolisian.
Dara sudah siap dengan penampilannya yang casual, meskipun memakai masker tidak mengurangi aura keanggunan yang ia miliki. Dara berangkat menggunakan motor sport miliknya.
Di area parkir kampus semua orang terkejut melihat Dara datang. Bukan hanya karena motor Dara yang bernilai fantastis, tapi juga semuanya terkejut saat tahu yang mengemudikan nya adalah seorang perempuan.
"Huaaahhh, keren banget sumpah. Cewek cuuuyyy"
"Mulus, bening, sayang nggak bisa lihat wajahnya karena tertutup masker"
"Dia mahasiswi baru tahun ini atau mahasiswi pindahan?"
"Kayanya mahasiswi pindahan deh, lihat aja dia pakai casual bukan seragam SMA seperti mahasiswa baru"
Begitu bisik-bisik mahasiswa dan mahasiswi yang ada di sana. Dara mengabaikan tatapan mereka dan menghampiri salah satu mahasiswi yang ada di lewatinya.
"Maaf, ruangan Dosen sebelah mana ya?" tanya Dara lembut.
"Mahasiswi baru pindahan ya?" tanya gadis itu, Dara mengangguk
"Sebelah sana. lurus aja gedung ke dua sebelah kanan" ucapnya lagi.
"Makasih ya" ucap Dara, setelah berterima kasih Dara pun pergi menuju gedung Dosen.
"Gila, kau dengar tadi. Suaranya lembut tapi tegas dan sopan banget nggak sih?" ucap gadis yang di tanyai tadi.
"Iya, kalian cium wanginya nggak? Badannya wangi banget, pake parfum apa ya dia kira-kira? Kok aku belum pernah cium wangi seenak itu" ucap kawan di sampingnya.
"Iya benar, wangi banget" seru yang lain.
....
Setelah mencarinya dia akhirnya menemukan ruangan dosen itu, ia langsung masuk ke dalam setelah ia mengetuk pintu dan di izinkan masuk.
"Mencari siapa ya?" tanya salah satu orang di sana.
"Pagi Pak, saya ingin bertemu dengan Pak Sugeng" ucap Dara dengan sopan ke arah orang itu.
"Ya sudah, ikuti saya" ucapnya lagi berjalan menuju meja di sudut kiri. Di sana ada nama Sugeng beserta jalabatamnya sebagai Dokter
Ruangan Dosen sangat luas, di sana meja dosen hanya di halangi sekat saja. Jadi semua dosen bisa melihat siapa saja yang keluar masuk ke ruangan itu.
"Pak, ada mahasiswi cari bapak" ucap orang itu.
Sugeng adalah seorang dosen paruh baya berusia 40 tahun-an, yang mengajar sebagai Dosen di fakultas kedokteran. Ia sedang duduk melihat kertas di mejanya mendongak. Ia mengerutkan kening saat melihat Dara, ia tidak mengenalinya karena Dara masih menggunakan masker.
"Siapa ya?" tanya Sugeng mengerutkan keningnya.
"Nama saya Addara Azzalea" ucap Dara
Mendengar nama itu, sontak Sugeng terkejut, bahkan dosen yang lain juga terkejut. Pasalnya Rektor sudah mengirimi mereka pesan di group Dosen URC, bahwa akan ada mahasiswi pindahan dari luar kota bernama Addara Azalea.
Rektor mengatakan jika itu perintah langsung dari pemilik yayasan, yaitu keluarga Rukmana. Yang mengatakan jika mahasiswi ini bernama Addara Azalea yang merupakan dermawan keluarga Rukmana, dan meminta semuanya untuk menjaga dan menghormati nya.
Tersiar kabar jika Dermawan yang di maksud adalah seorang Dokter ajaib yang sudah menyembuhkan mantan patriak keluarga Rukmana, yaitu Tuan besar Rustam Rukmana.
Rektor menunjuk Sugeng menjadi Dosen yang akan menjadi Dosen dari Dokter Ajaib itu. Tentu saja Sugeng sangat bangga di berikan kepercayaan itu. Karena menjadi guru dari sang dermawan keluarga kelas satu itu, siapa yang tidak bangga?
"Oh silahkan duduk Addara" ucap Sugeng antusias.
"Terimakasih Pak, tolong panggil Dara aja" ucap Dara kemudian ia duduk di kursi di seberang meja Sugeng.
"Baik nak Dara" ucap Sugeng mengangguk dan membaca identitas Dara, meskipun ia sudah tahu jika Dara tinggal di Luxury mansion, tapi tetap saja saat membacanya lagi ia masih di buat terkejut.
Semua dosen memasang telinganya juga terkejut saat tahu Dara tinggal di Luxury Mansion, bahkan tinggal di salah satu Mansion terbesar di antara 3 mansion yang ada di sana.
"Mulai saat ini, kamu akan menjadi mahasiswi di bawah bimbingan saya, saya harap kamu tidak akan mengecewakan saya dan belajar dengan giat" ucap Sugeng.
"Baik Pak, saya akan mengusahakannya" ucap Dara sopan.
"Anak yang sopan. Sekarang bisa buka masker kamu? Bapak hanya ingin konfirmasikan jika kamu benar-benar Addara atau bukan" ucap Sugeng ingin mencocokan dengan yang di pas foto di dokumen.
Sugeng benar-benar hanya ingin mencocokan saja, siapa tahu Dara yang di depannya bukan Dara yang di maksud. Semua orang juga penasaran dengan wajah Dara, karena ia tidak ingin menyinggungnya saat bertemu.
Dara mengangguk, ia kemudian membuka maskernya. Dan kejadian familiar pun kembali terjadi, semua dosen di sana tertegun, sampai ada yang sedang menuangkan air ke gelas sampai meluber kemana-mana.
"Ekhmmmm.... Pak saya pake lagi maskernya ya" ucap Dara menyadarkan semua orang di sana.
"Ah ya, pa-pake maskernu. Jangan pernah lepas apalagi di kelas, bahaya kalau semua orang kehilangan fokus karena melihat wajah kamu, ekhhhmmm" ucap Sugeng berdeham mencoba menenangkan nya. Dara pun memakai maskernya lagi.
...••••••...