
Setelah keluar dari kamar rawat inap, pria itu kemudian langsung ke area parkir dan segera mengeluarkan ponsel di sakunya.
"Hallo Coach, saya sudah selesaikan tugas dari anda" ucap pria yang tak lain adalah salah satu anggota GOD di tim Beta bernama Bastian atau biasa di panggil Tian oleh rekannya yang lain.
Tian adalah salah satu orang yang di utus Flo untuk mengawasi gerak-gerik dari Megan di negara K.
"Sudah Kau pastikan jika semuanya bersih?" tanya Flo
"Anda tidak perlu khawatir, coach. Semuanya bersih tanpa jejak. CCTV di rumah sakit juga sudah di rekayasa oleh Tuan Theo, yang pasti tidak bisa di pulihkan lagi. Perawat itu juga sudah saya berikan Chip, jika ia berkhianat dan hendak memberi tahu kebenarannya pada orang lain. Mungkin detik itu juga ia tidak akan sempat berpamitan pada dunia" ucap Tian
"Bagus! terus awasi Hama itu, laporkan semua yang ia lakukan. Terutama jika ia berniat yang tidak-tidak pada Nona Dara" ucap Flo
"Siap Coach! Saya tidak akan mengecewakan anda" ucap Tian.
"Ya, sekarang kau tahu apa yang harus kau lakukan bukan?" ucap Flo
"Saya mengerti coach" ucap Tian
Setelahnya ponsel di tutup, Tian berkata pada rekannya yang mengambil dus berisi dua kepala orang suruhan Megan itu.
"Bakar itu dan buang abunya ke tempat pembuangan sampah!" ucap Tian
"Baik" ucap rekan sesama anggota GOD.
Mobil itu pun melaju dengan kecepatan sedang menuju ke sebuah tempat.
Megan? Wanita itu masih tidak sadarkan diri. Meskipun begitu Tian tetap menyuruh rekan yang lain untuk memantau Megan tanpa ada yang terlewat sedetikpun.
....
Setengah jam kemudian pasien dengan wajah penuh perban yang baru di ganti itu membuka matanya. Perawat yang kebetulan tengah mengecek keadaan Megan, melihat pasien sadar langsung memanggil dokter jaga.
"Kenapa aku ada di sini?" gumam Megan dengan bahasa yang tidak di mengerti oleh dokter ataupun perawat.
"Nona, apa yang anda rasakan sekarang? Apa ada yang terasa sakit?" tanya perawat itu
"Ah sus apa yang terjadi pada saya?" tanya Megan dengan suara sepelan mungkin
"Nona kami temukan tergeletak di lantai dan tidak sadarkan diri" ucap Perawat
"Ap-apa? Saya pingsan? kok bis...." Megan menghentikan kata-katanya, kilasan bayangan dua kepala manusia yang berada di dus itu membuat tubuhnya tiba-tiba bergetar ketakutan.
"Aaaakkhhhhh...." teriak Megan sekeras-kerasnya secara tiba-tiba kala mengingat kejadian barusan.
Hal itu membuat dokter yang baru datang dan perawat terkejut, dokter berusaha menenangkan pasiennya itu dengan obat bius.
Setelah satu jam Megan kembali membuka matanya sadar, sangat mengingat kejadian itu tubuhnya kembali bergetar.
Megan dengan takut menceritakan apa yang terjadi dengannya, dokter dan perawat saling pandang saat mendengar ucapan dalam versi Megan.
Dokter Pun langsung menelepon pihak rumah sakit dan segera ia meminta perawat untuk mengecek CCTV setelah kepala rumah sakit pun mengizinkannya.
Namun ternyata hasil tangkapan video yang dokter dan security dapatkan, tidak menunjukan adanya Megan menerima paket seperti yang Megan katakan.
Ruangan itu tidak ada yang memasuki selain perawat sendirian tanpa membawa apa-apa.
Dokter kemudian menyimpulkan jika itu adalah halusinasi yang di hasilkan dari efek operasi. Megan terdiam mencerna semuanya, ia yakin jika kejadian itu benar adanya. Namun setelah melihat rekaman CCTV ia menjadi ragu pada dirinya sendiri.
"Nona anda tidak perlu khawatir tentang halusinasi yang anda alami, itu akan menghilang setelah beberapa hari. Yang harusnya anda khawatirkan adalah kondisi wajah anda saat ini" ucap Dokter
"Ada apa dengan wajah saya Dok?" tanya Megan pelan namun ada sedikit kekhawatiran di dalam dirinya.
Operasi wajah anda baru saja di lakukan, tapi anda menggerakkan wajah anda terlalu sering. Bahkan anda berteriak kencang, itu berdampak besar pada operasi di wajah apalagi di hidung anda. Bentuknya jauh melenceng dari posisi awal" ucap Dokter
"Buka perbannya dan bawa cermin!!" perintah Megan.
Dokter dan perawat hanya mengabulkan permintaan Megan, karena bagaimana pun Megan adalah pasien VIP di rumah sakit mereka.
"Aaaaaaaaa!!!!!!!!" teriak kencang Megan saat melihat bentuk wajahnya.
"Nona, tolong jangan berteriak! Itu akan lebih memperburuk struktur wajahmu!" ucap Dokter memperingati.
"Hiks... Dokter, apa yang terjadi pada wajah cantikku?" ucap Megan histeris melihat wajahnya yang sudah tidak jelas bentuknya.
Wajahnya bengkak, ada beberapa lipatan di area dagu, pipi, mata, dahi dan yang lebih parah adalah hidung yang menjadi bengkok dan bergelombang.
Sungguh Megan saat ini seperti tengah melakukan cosplay film animasi Hollywood dan menjadi monster.
"Kembalikan wajah cantikku dokter hiks!" ucap Megan menangis.
Bahkan ia nyaris tidak sadarkan diri saat melihat wajahnya sendiri yang bentukannya aneh.
"Kami akan berusaha memperbaikinya, mungkin membutuhkan beberapa kali operasi. Tapi untuk kembali ke wajah semula mungkin ada sedikit perubahan nona" ucap Dokter itu.
"Pokoknya lakukan yang terbaik dok, uang tidak masalah bagiku!" ucap Megan.
"Baik" sahut Dokter.
....
Di ibukota, tepatnya di ruangan kantor sementara Star Corp. suara tawa membahana terdengar renyah dari dalam ruangan.
"Ha-ha-ha.... Semoga kamu menyukainya Hama! Ini hanya hadiah kecil dariku untuk wanita busuk seperti kamu! Aku pastikan kamu tidak akan pernah tenang di sana dan menu utama akan aku hidangkan saat sudah waktunya" ucap Flo menyeringai saat melihat rekaman CCTV yang di pasang anak buahnya di kamar rawat inap Megan.
Setelah nllnya Flo beranjak dari tempat duduknya, ia melakukan pekerjaan di kantor dengan sangat baik. Pekerjaannya tidak banyak, karena memang lebih dari tujuh puluh persen sudah di tangani oleh Ferdi, jadi ia hanya mengurus sisanya.
"Pulang Flo, mau bareng?" tanya Ferdi yang tiba-tiba muncul karena ruangan mereka memang berada di satu lantai yang sama.
"Tidak perlu, aku bawa mobil sendiri" ucap Flo.
"Oke, kalau begitu hati-hati" ucap Ferdi yang di angguki Flo.
Flo kemudian pulang ke Star Mansion. Awalnya ia ingin kembali ke Goddess Villa, hanya saja waktu sudah malam dan ia putuskan akan ke sana besok pagi dan mengecek keadaan mansion.
Setelah hampir satu jam di perjalanan karena jalanan ibukota sangat padat merayap di jam pulang kantor, Flo turun dari mobilnya.
"Nona Flo, anda sudah pulang?" ucap Agam menyapa Flo seperti biasanya.
"Sudah Pak Agam, bagaimana dengan situasi di mansion dan tuan muda?" tanya Flo
"Semuanya baik nona, Nona Flo di dalam ada tamu yang mencari anda" ucap Agam
"Siapa?" tanya Flo
"Nyonya Narendra" ucap Agam mengenal siapa tamu yang ada di dalam karena sering melihatnya muncul di majalah bisnis mendampingi suami.
Kening Flo mengerut, ia pikir kenapa calon mertua nonanya datang ingin bertemu dengannya. Namun ternyata salah, itu bukan calon mertua nonanya melainkan yang datang adalah Sarah. Ibu dari pria yang saat ini mengejarnya, Lingga.
Tentu saja Flo sangat di kejutkan dengan kedatangan Sarah malam-malam di Star mansion.
"Apa ini akan terjadi seperti di sinetron-sinetron? Calon mertua tidak merestui dan melabrak kekasih anaknya lalu memberikan segepok uang untuk meninggalkan anaknya? ha-ha apa yang kamu pikirkan Flo? Orang kamu saja bukan siapa-siapa Lingga. Mungkin ada kepentingan lain Nyonya kedua Narendra ingin bertemu denganmu" ucap Flo dalam hati.
...••••••...