
Dara duduk santai di balkon kamar, ia tidak memiliki kelas hari ini. Jadi ia hanya menikmati hari-harinya di rumah sendiri an saja, karena kedua adiknya masih masuk sekolah.
Namun terdengar suara kendaraan berhenti di depan mansion, Dara langsung berdiri terkejut melihat mobil yang datang, itu adalah mobil land Rover milik Kai.
Dara langsung bergegas masuk kedalam kamarnya, ia langsung bergegas berganti pakaian rumahannya dengan pakaian keluar. Bukan karena apa-apa, tapi karena yang di pakainya saat ini adalah pakaian rumahan yang biasa dia pakai di kamar dan cukup tipis.
Tok! Tok! Tok!
Pintu kamarnya di ketuk, ia yakin itu adalah Agam.
"Ada apa Pak agam?" tanya Dara yang membuka pintu kamarnya.
"Maaf menganggu nona, di luar ada seorang pria bernama Kai. Dia ingin menemui anda" ucap Agam.
"Ah baiklah, tolong biarkan dia menunggu sebentar Pak, nanti aku turun sebentar lagi" ucap Dara
"Baik nona" ucap Agam
Dara bergegas masuk ke kamarnya lagi, ia memegang dadanya. Entah kenapa semenjak Kai menembaknya dan juga rutin menghubungi dan mengiriminya Foto ia tengah tersenyum, membuat jantung Dara sering berdetak kencang tanpa permisi lebih dulu.
"Hah..." Dara menghela nafas, ia mengambil ponselnya dan berjalan keluar dari kamarnya dan turun ke lantai satu menuju ruang tamu.
"Hai..." sapa Kai dengan tersenyum manis ke arah Dara.
Astaga, Dara sempat terpaku selama sepersekian detik melihat laki-laki di depannya menyapa dengan senyum yang sangat manis.
"Ini untukmu, semoga kamu suka" ucap Kai memberikan buket mawar merah yang cantik dan juga satu paper bag kecil berisi coklat.
Agam yang melihat dari kejauhan hanya tersenyum tipis, ia mengira jika yang datang adalah kekasih dari nonanya itu. Ia menyimpulkan hal itu karena selain keduanya terlihat cocok, wajah Dara juga memerah saat menerima bunga dan coklat itu.
"Ah, terimakasih, aku menyukainya. Ayo duduk dulu!" ucap Dara mencoba menenangkan diri.
Kai hampir saja salah tanggap, ia mengharapkan Dara mengatakan aku menyukaimu. Tapi perjuangannya untuk mendapatkan Dara masih butuh waktu, dia tidak masalah dengan itu.
"Tumben datang ke sini, kapan pulang dari bertugas?" tanya Dara setelah keduanya duduk.
"Dua jam yang lalu" ucap Kai
"Hah? Kamu langsung ke sini?" tanya Dara terkejut mendengar Kai baru pulang dua jam yang lalu.
"Hmm, aku pulang dulu mandi dan ganti baju, dan membeli buah tangan untukmu lalu ke sini. Aku sudah merindukanmu, ingin melihatmu secara langsung" ucap Kai
Wajah Dara semakin memerah mendengar itu, jantungnya berdetak kencang. Sungguh ucapan Kai terdengar sangat manis sekali.
"Jadi ke tempat menembak?" tanya Kai lagi
"Kau serius mengajakku ke sana?" tanya balik Dara
"Jika kau mau, tentu aku akan membawamu ke sana" ucap Kai.
"Kalau begitu bisakah kau menungguku sebentar? Aku akan mengganti pakaianku dulu" ucap Dara
"Tentu" ucap Kai
Dara bergegas ke kamarnya dan mengganti pakaiannya dengan pakaian casual dan juga ia memakai sneakers. Lalu ia kembali turun dan menemui Kai.
"Pak Agam, kalau Dimas dan Ryan sudah pulang, katakan kalau aku pergi keluar ya" ucap Dara
"Baik nona" ucap Agam
Dara dan Kai kemudian berangkat menggunakan Land Rover milik Kai. Keduanya melaju ke arah selatan ibukota.
.....
Di kampus unggulan kota S.
Ia tidak menyembunyikan identitasnya, namun semua teman-temannya hanya sedikit yang tahu jika ia adalah anak orang terkaya di kota itu. Hanya 7 orang yang tahu Bara adalah cucu dari orang terkaya keluarga Adi Raharjo. Dan yang sekarang berkumpul hanya 5 orang termasuk dirinya.
Teman-temannya juga tidak ada yang suka berkoar tentang keluarganya dan juga keluarganya temannya meskipun tahu. Karena mereka berteman tidak memandang latar belakang dan pertemanan mereka sangat baik.
Mereka tidak pernah membahas soal kekayaan karena 2 di antara temannya adalah dari kalangan menengah dan 1 adalah orang yang tidak punya. Dan mereka saling menghargai satu sama lain, maka dari itu pertemanan mereka berdelapan sangat erat.
"Bar, jujur deh sama kita. kamu emang punya Adik?" tanya yang lain.
"Kenapa tanya begitu? Tapi emang benar sih aku punya dua adik dan dua adik angkat. Jadi total 4 tuh" ucap Bara blak-blakan.
"Serius?" tanya yang lain kompak, Bara hanya mengangguk saja.
"Tapi setahuku kamu hanya punya kakak aja dan nggak punya adik, kok sekarang adik kamu ada dua, empat lagi sama dua adik angkat" ucap Vicky salah satu sahabat Bara yang dekat.
"Hmm dua adikku itu sebenarnya adik sepupuku, dia anak dari adiknya papa" ucap Bara.
"Apa nama adikmu itu Adimas?" tanya Vicky
"Loh kok tahu?" tanya Bara terkejut.
"Adik yang satunya lagi cewek ya" ucap Vicky lagi.
"Wah bener, kamu udah alih profesi jadi cenayang ya Ki. Pantas nggak mau di panggil Vik, maunya Ki aja. Ternyata kamu jadi aki dukun... Adawwwwsss.." teriak Bara karena di geplak oleh Vicky.
"Sembarangan kalau ngomong ya. Ogah jadi dukun, emang aku cowok apaan! Nggak ada bakat aku begituan" ucap Vicky kesal.
Teman-temannya nya yang lain hanya tertawa saja melihat tingkah keduanya. Memang ada saja kelakuan keduanya kalau bertemu atau ngobrol, kalau nggak ribut nggak asik kata mereka. Tapi bukan ribut baku hantam ya.
"Lah, tapi itu buktinya kamu bisa menerawang gitu" ucap Bara.
"Semprul! Aku lihat di vlog nya adik kamu, nama akunnya Adimas AR. Aku lihat di Vlog itu kamu ke ibukota, terus jalan-jalan ke kota lama dan ke pasar malam bareng adik-adik kamu. Itu bener kan?" ucap Vicky.
"Vlog?" beo Bara
"Iya Vlog! Nih lihat" ucap Vicky memberikan ponselnya di mana itu adalah video vlog Dimas di YouTube. Yang lain juga lihat dan mereka juga terkejut saat melihatnya.
"Wah, aku baru tahu kalau Dimas jadi Youtuber. Gila subscribe nya udah banyak juga" ucap Bara terkejut dan juga bangga.
"Jadi bener ini adik sepupu kamu?" tanya Vicky.
"Hmm... Tapi aku lebih suka kalian sebut mereka adikku saja, karena mama dan papa juga sudah menganggap dua keponakannya itu anaknya sendiri" ucap Bara, semuanya mengangguk mengerti.
"Ya yang perempuan itu adikku yang paling tua, namanya Addara kita di rumah biasanya panggil dia Dara. Yang jadi Youtuber adik laki-laki biasa aku panggil dia Dimas. Dua adik angkat ku, ada di dalam video namanya Ryan dan yang satunya lagi di akademi kepolisian namanya Alan" jelas Bara.
"Waahhh...." ucap yang lain saat mendengarnya dengan seksama.
"Boleh aku bertemu adikmu? Aku mau foto bareng kalau bisa" tanya Vicky semangat saat mendengar ucapan bara.
"Kau mengidolakan Dimas?" tanya Bara, Vicky menggelengkan kepalanya.
"Aku mau foto sama Dewi Nasional, siapa tadi nama adik perempuanmu, Dara ya?" ucap Vicky
"Kok, malah minta foto sama Dara, kan yang jadi seleb Dimas Ki" ucap Bara bingung.
"Kamu nggak tahu aja, kalau Adik perempuankamu pagi Viral. Dia cantik banget..." ucap Vicky dengan senyum-senyum sendiri.
...•••••...
Nama : Carmila Paramita Rudianto
Umur : 34 Tahun
Pekerjaan : Pemilik Red Jewelry/ ibu rumah tangga (Nyonya Rudianto/Istri Yogi Rudianto)