
Mobil Kai sudah sampai di Manor Keluarga Narendra, Kai dengan sigap turun lebih dulu dan membuka pintu untuk Dara.
Dara sudah terbiasa dengan sikap manis Kai sekarang, lihatlah sekarang Kai menunggu untuk di gandeng sudah seperti truk saja. Dara hanya tersenyum menyambutnya dengan melingkarkan tangannya di lengan Kai.
Para pekerja di Manor masih saja terkejut dengan tingkah tuan mudanya yang tidak biasa itu. Meskipun rasa terkejut mereka tidak seperti awal-awal yang bahkan membuat mereka mengira jika Kai kerasukan, hingga Kai si kutub berubah menjadi manis dan hangat.
Para pekerja juga sudah mulai terbiasa melihat wajah cantik Dara yang tidak ada obat. Jadi tidak ada tragedi mimisan masal lagi
"Dara!!! Aaahh, mantu mama udah datang..!!!" ucap heboh Hesti saat ia melihat anak dan calon menantu nya itu berjalan masuk ke dalam Manor.
Dara yang mendengar panggilan mantu oleh Hesti tentu saja memerah malu, ada perasaan menggelitik di hatinya. Ia sangat senang dengan sambutan hangat Keluarga Narendra padanya.
Dengan sigap Hesti menghampiri Dara, mencium kedua pipi kekasih putranya itu dan menggandengnya lalu menarik Dara duduk di sofa tamu di sampingnya.
"Cih!..." Kai mendengus kesal karena mamanya sudah mulai menyabotase sang kekasih dan memonopoli Dara untuk diri sendiri. Padahal ia yang lebih awal menggandeng kekasihnya, tapi sekarang sudah di ambil alih seketika oleh mamanya.
"Bagaimana kabar kamu cantik?" tanya Hesti menepuk telapak tangan Dara pelan yang di genggam kedua tangannya.
"Baik mah, mama sendiri dan yang lain bagaimana kabarnya?" tanya Dara.
"Kami semua sehat" ucap yang lain
Mereka pun mengobrol ringan di ruang tamu, semua orang berkumpul di sana kecuali Galuh dan Genta sudah berangkat ke kantor. Sedangkan Lintang sedang keluar menemui teman-temannya.
"Sayang, mama dan yang lain hari Minggu akan ke kota S untuk menemui keluargamu. Mama ingin melamar kamu untuk jadi istri Kai" ucap Hesti dengan lembut namun antusias.
Mendengar kata lamaran Dara terkejut, Kai tidak mengatakan apa-apa padanya selama di jalan tadi. Dara berusaha tenang, ia juga ingat sudah menyetujui jika ia akan bertunangan dengan kekasihnya itu.
"Nanti Dara sampein ke Kakek, papa Adnan dan Mama Ellena, mah" ucap Dara
"Terimakasih sayang, tapi mama datang buat lamar kamu untuk menentukan tanggal pernikahan kalian. Gimana menurut kamu?" tanya Hesti
"Uhuuukkkk.... Uhuuukkk...." Dara tidak bisa tidak terkejut mendengar hal yang tiba-tiba itu.
Bukankah hanya akan membahas soal pertunangan? Kenapa jadi pernikahan?
"Mah..." ucap Dara
"Mama tahu apa yang ingin kamu bilang, Kai sudah bilang sama mama kalau kamu ingin tunangan dulu kan?" ucap Hesti, Dara mengangguk saat mendengarnya.
"Tapi mama pikir kalian lebih baik menikah saja. Kalian sudah sama-sama dewasa, lihat umur Kai, yang sebentar lagi sudah 26 tahun, dia sudah semakin tua" ucap Hesti yang di jawab tatapan tajam putranya yang tidak terima di katakan tua. Namun Hesti tidak tergoyahkan dan biasa saja menanggapinya dengan sedikit terkekeh.
"Dara sayang, tidak baik pacaran lama-lama. Lebih baik kalian menikah biar melakukan apapun juga SAH tidak ada larangan dan tidak ada bisikan setan yang menyesatkan" ucap Hesti yang di sahuti kekehan Ajeng dan Sarah.
Dara sendiri memerah malu mendengar itu, karena memang ia sadar dan tahu jika Kai sangat berusaha menahan hasratnya saat bersama dengannya.
Namun tetap saja yang namanya orang tua pasti khawatir. Biasanya orang tua pihak perempuan yang khawatir, tapi tidak menutup kemungkinan orang tua laki-laki juga khawatir.
Keluarga yang menjunjung asas menghormati pihak perempuan dan menjaga kehormatannya, akan khawatir jika anak laki-lakinya melakukan tindakan keluar jalur.
"Banyak godaan loh, bukan hanya godaan syaiton. Tapi juga para ulat bulu, ular, terong ungu dan lain-lain. Karena pada dasarnya orang yang satu spesies dengan mereka tidak akan puas sebelum berhasil mendapatkan apa yang mereka mau. Terlebih mama tidak mau, calon menantu kesayangan mama kenapa-kenapa. Apalagi sampai di gondol kucing garong dengan cepat, jika putra mama Meleng sedikit karena kesibukannya yang tidak bisa di prediksi" ucap Hesti
Kai juga memikirkan yang di ucapkan mama-nya, Dara begitu istimewa. Meleng sedikit, yang ngantri di belakang Dara sangat banyak. Jadi ia tidak ingin keduluan oleh pria lain dan ingin menjadikan Dara wanita satu-satunya di hati dan kehidupan percintaan nya.
Kai tidak sadar jika dirinya juga demikian, Di luar sana para wanita banyak yang menunggu dirinya dan berharap bisa masuk ke dalam kehidupannya. Namun sayangnya si kutub Antartika itu terlalu acuh dengan sekelilingnya.
"Dara paham mah, tapi Dara ingin lulus kuliah dulu sebelum menikah" ucap Dara
"Kan bisa setelah menikah lanjut lagi sayang. Terlebih bukannya kamu baru semester empat, butuh minimal dua tahun atau tiga tahun lagi untuk kamu lulus dengan gelar kedokteran" ucap Hesti.
"Dara sudah memutuskan mengajukan proposal judul skripsi nanti setelah masuk kuliah mah. Jika tidak ada halangan, mungkin tahun ini Dara sudah bisa menyelesaikan kuliah Dara" ucap Dara.
"Wah, benarkah?" tanya Ajeng, Dara mengangguk.
"Itu mudah bagi Dara, bahkan ia sudah lama ia mendapat predikat Dokter ajaib meskipun belum memiliki lisensi kedokterannya" ucap Kai
"Waaahhh hebat" ucap Ajeng dengan mata berbinar penuh kekaguman pada Dara. Ia sama sekali tidak meragukan ucapan Kai.
Baginya, apapun yang di ucapkan Kai adalah kenyataan. Ia sangat mempercayai kakaknya itu.
"Kalau begitu kami ke sana untuk melamarmu dan menentukan tangan pertunangan kalian. Untuk tanggal pernikahan kita tentukan setelah kamu lulus. Bagaimana sayang? Tentu saja itu harus persetujuan keluarga kamu" ucap Hesti pada Dara
"Hm, Da-Dara ikut saja Mah" ucap Dara dengan wajah memerah.
Kai? Jangan di tanya bagaimana perasaan ia saat ini, ia sangat senang mendengar itu. Hubungannya dengan sang kekasih akan naik satu tingkat lagi.
Namun ia juga sadar jika perjuangannya masih panjang, ia harus mendapatkan restu dan persetujuan keluarga Adi Raharjo terlebih dulu. Ia berharap semuanya akan berjalan dengan lancar dan ia bisa menikahi gadis yang ia cintai.
"Okeh, kalau begitu kita putuskan, hari Minggu pagi kita berangkat ke kota S" putus Hesti yang di angguki yang lain.
Hesti sudah membicarakan hal ini sebelumnya dengan suami, putra dan mertuanya. Jadi mereka memutuskan akan berangkat hari Minggu pagi dengan pesawat jet pribadi milik Kai.
Milik Kai?
Ya, Kai memiliki pesawat jet pribadi, hanya saja ia jarang menggunakannya jika bukan untuk hal darurat. Ia lebih sering menggunakan pesawat komersial untuk berpergian.
Selain pesawat, Kai juga memiliki kapal pesiar. Namun Kai memilih membiarkan kapal pesiar itu untuk di jadikan usaha.
Tentu saja Keluarga Narendra juga memiliki hal yang sama, setidaknya keluarga Narendra memiliki tiga pesawat jet pribadi.
.....
Di kediaman Brigez, Kedua orang tua Ivone datang menemui Alice di sana. Mereka menanyakan keberadaan Ivone yang tidak pulang sejak kemarin pada Alice.
Karena sepengetahuan mereka Ivone kemarin izin untuk pergi ke rumah Alice.
Alice yang mendengar itu pun mengernyitkan keningnya, saat ia mendengar Ivone belum pulang sejak kemarin.
"Ivone memang ke sini kemarin pagi Tan, Om, tapi cuma sebentar lalu pergi lagi" ucap Alice bicara apa adanya.
"Ya Tuhan, itu anak sebenarnya kemana sih? Nggak biasa-biasa nya nggak kasih kabar! Apa kamu dengar dia mau kemana gitu, Lice? Tante khawatir karena nomor ponselnya juga tidak bisa di hubungi" ucap Mia, ibu Ivone merasakan khawatir dengan putri sulungnya itu.
"Ivone tidak mengatakan mau kemana Tante" ucap Alice
"Dia datang ngomongin apa Lice?" tanya Mia penasaran kenapa anaknya datang ke mansion Brigez.
"Cuma ngobrol biasa Tan. Tidak ada hal aneh, seperti yang Tante tahu, Ivone datang menanyakan tentang kak Kaisar ini dan itu" ucap Alice menutupi jika Ivone mengatakan soal ingin bertemu dengan tantenya, Hesti.
Alice bukan orang bodoh, ia tidak ingin terlibat lebih jauh meskipun itu menyangkut sepupunya. Lagian ia tidak sedekat itu dengan Ivone.
Meskipun ia menebak sesuatu terjadi pada Ivone, tapi ia hanya berdo'a semoga Ivone tidak benar-benar nekat pergi ke keluarga Narendra dan mengatakan hal yang tidak-tidak tentang Dara di sana.
Walaupun ia baru sekali bertemu Dara, tapi ia sangat peka jika kakak sepupunya Kai, sangat mencintai Dara dan pastinya tidak akan membiarkan orang lain merusak nama baik kekasihnya, meskipun Ivone yang memiliki hubungan keluarga dengan dirinya.
Keluarga Narendra tidak terlihat sesederhana di permukaan yang terlihat tenang, baik, sopan. Tapi mereka juga bisa berubah sangat berbahaya jika hal berharga mereka di usik.
...•••••••...
Hai Guys, maaf author lagi sibuk jadi update nya satu bab dulu hari ini. Tapi tiap jati author tetap update kok tenang aja😁
Kalau ada waktu luang author bakal crazy up.
Terimakasih sudah membaca karya Author 😘