The Greatest Female Soul

The Greatest Female Soul
389.



Keesokan paginya, Dara masih tertidur, ia berada di dalam pelukan Kai dan masih bergulung selimut. Entah sudah berapa ronde olah raga yang mereka lakukan semalam.


Ternyata setelah berpuasa lama, Kai tidak memberikan nafas sedikit dan terus menggempur sang istri tanpa ampun. Dara sendiri sedikit kualahan menghadapi stamina sang suami yang full terus sampai pagi tidak ada lowbath nya, sampai keduanya lupa untuk makan malam. Bisa di bayangkan berapa lama mereka bergelut bersama.


Kai bangun lebih dulu, ia menatap wajah cantik sang istri yang tidak pernah bosan untuk ia lihat setiap hari. Nikmat mana lagi yang kau dustakan? Setiap bangun tidur, pemandangan indah sang istri yang terlelap dalam pelukannya.


Kai mencium wajah Dara, ia sangat gemas sekali. Hanya melihatnya saja, Kai ingin sekali mengulang kegiatan panas beberapa jam lalu. Namun mengingat waktu sudah siang dan juga istrinya yang lelah setelah menjerit nikmat semalaman, membuat Kai mengurungkan niatnya untuk menggarap nya lagi.


"Ughhh..." lengguh Dara yang merasa terusik saat Kai terus menerus menciumi wajahnya.


"Abang.." ucap Dara dengan suara khas bangun tidurnya.


"Pagi sayang ku..." ucap Kai mengecup kembali bibir istrinya singkat.


"Pagi juga Abang, ini jam berapa?" tanya Dara


"Jam 8 lewat kayanya" ucap Kai dengan santainya.


"Oh astaga aku telat...." ucap Dara terkejut dan langsung terduduk.


"Kenapa nggak di bangunin sih Yang, kamu juga kenapa belum mandi aja. Kamu jam beraka berangkat ke pangkalan nya?" tanta Dara misuh-misuh sendiri.


"Lalu lupa kalau hari ini, hari libur sayang ku" ucap gemas Kai.


"Oh iya juga ya, syukurlah..... aku pikir Abang kerja hari ini, aku lupa kalau hari ini weekend. Ya udah aku siapin air hangat dulu buat Abang mandi bentar" ucap Dara


"Nggak usah sayang, Abang mau mandi langsung dari standing shower aja. Mau ikut mandi bareng?" tawar Kai menarik turunkan alisnya.


"Nggak, makasih Abang sayang. Mending Abang cepetan mandi nua, biar aku siapin bajunya" ucap Dara bergidik ngeri membuat Kai tertawa melihat reaksi sang istri..


Gila aja semalam Dara merasa syok suaminya begitu buas, lepas puasa lamanya dan langsung menggarap tak memberikan ampun. Meskipun begitu, tidak bisa Dara tampik jika dirinya juga menyukai aktivitas semalam mereka berdua lakukan. Membayangkan nya saja membuat wajah Dara langsung memerah malu mengingat betapa hebat dan kuatnya sang suami.


....


Star mansion sangat ramai hari ini, apalagi hari ini Alan pulang dari akademi. Ia sangat antusias melihat keempat ponakannya yang sangat lucu itu, yang baru sempat ia lihat. Bagaimana pun saat itu ia masih di akademi.


Kini ruang keluarga ramai dengan suara obrolan dan tawa dari penghuni mansion. Dara yang baru turun mengeryitkan keningnya melihat adiknya yang paling besar pulang.


"Alan, kamu udah pulang kok nggak ngabarin kakak?" ucap Dara cemberut mendekati sang adiknya berada.


Sontak Alan menoleh dan tersenyum manis melihat kakak dan Kaka iparnya yang baru keluar dari kamar.


"Surprise kak, he-he... Bagaimana kabar kakak dan kakak ipar?" tanya Alan dengan senyum di wajah tampannya itu. Tubuhnya kini semakin berisi dan kekar, mungkin saat ini orang yang melihat Alan akan berteriak karena banyak yang mengidolakan.


"Kita semua baik, kamu bagaimana? Nggak ada kendala kan di akademi? Tanya Kai perhatian dengan adik ipar angkatnya itu.


"Nggak kak, semuanya lancar kok" ucap Alan tersenyum.


"Pulang-pulang makin ganteng aja kamu, bisa-bisa itu para emak-emak kompleks nyerbu kesini nawarin anak gadisnya minta di nikahin" ucap Dara terkekeh.


"Kakak bisa aja" ucap Alan tertawa.


"Kalian udah sarapan?" tanya Dara lagi


"Udah kak, tadi kita nungguin kakak sama kak Kaisar turun lama banget. Ya udah kita duluan" ucap Dimas.


"Dah Da, Adi Aban mam tendili adi" ucap Langit


"Wuah Abang pinter, keren..."Ucap Dara mengacungkan jempol ke putra sulungnya itu


Langit yang di puji hanya tersenyum dengan pipi merona merah, ia sangat senang jika di puji oleh bundanya.


"Ya sudah kalian lanjutin lagi aja mainnya, kakak sama kakak ipar kalian mau sarapan dulu" ucap Dara


"Iya kak" jawab ketiga adiknya itu.


Dara dan Kai pun langsung ke meja makan, ART yang di sana cekatan sudah menyiapkan sarapan untuk majikan mereka. Keduanya pun sarapan dengan khidmat, mengisi perut dan tenaga mereka yang terkuras semalaman.


....


Saat sore hari Flo dan Lingga datang ke Star Mansion, mereka berdua, khususnya Flo sudah siap untuk menjalani pengobatan bersama Dara.


Dara dan Flo pun masuk ke dalam kamar khusus untuk melakukan pengobatan itu. Sedangkan Lingga di temani Kai di ruang keluarga.


"Mau di sini saja atau di taman aja Ga?" tanya Kai yang menyadari jika adik sepupunya itu tengah gugup dan takut, saat sang istri sudah beranjak pergi bersama Dara untuk melakukan pengobatan.


"Ke taman belakang aja ya kak" ucap Lingga


Kai hanya mengangguk dan menuruti kemauan Lingga. Keduanya pun berpindah ke taman belakang, Kai juga meminta maid untuk menyiapkan kopi dan juga cemilan dan tak lama semuanya pun sudah di sajikan di atas meja.


"Jangan tegang gitu Ga" ucap Kai menepuk pundak Lingga.


"Gimana nggak tegang kak, aku kepikiran terus. A-apa Flo akan bisa di selamatkan? Kalaupun bayinya tidak bisa selamat, aku harap Flo selamat saja sudah cukup" ucap Lingga


"Jangan pesimis begitu, ucapan adalah Do'a Lingga. Do'akan saja yang terbaik untuk istri dan anak kamu, semoga keduanya selamat" ucap Kai.


"Aku percaya dengan kakak ipar, tapi aku tetap saja takut" ucap Lingga yang tidak bisa menyembunyikan rasa cemas yang begitu besar dalam dirinya pada kakak sepupu nya itu.


"Aku paham, tapi percayalah semuanya akan baik-baik saja" ucap Kai bijak


"Semoga saja..." ucap Lingga berharap.


"Orang tua Flo bagaimana Ga?" tanya Kai


Meskipun tidak ada yang tahu tentang apa yang terjadi pada Flo kecuali Dara, Kai, Flo dan Lingga. Namun mereka juga harus menyiapkan alasan bagi dua keluarga setelah kurang lebih satu Minggu Flo menghilang untuk melakukan pengobatan.


"Aku mengatakan pada mereka kalau kita masih liburan di kota Y dan setelah pulang ke ibukota kita akan lanjut honey moon lagi pulau LB. Jadi Kak bisakah aku pinjam salah satu apartemen untuk aku tinggal sementara. Aku nggak mau yang lain curiga dan khawatir" ucap Lingga


"Pakailah, nih ambil. Itu apartemen punyaku yang tak jauh dari sini, apartemen itu sudah lama kosong. Aku akan menelepon orang untuk membersihkan nya dulu" ucap Kai


"Makasih kak" ucap Lingga tulus.


"Jangan di pikirkan, ingat kataku. Berpikir positif thinking dan berdoa yang terbaik" ucap Kai


"Iya kak" ucap Lingga.


...••••••...