
Hai Guys, satu bab dulu ya, lagi ada acara Bukber😁
Besok sore author update tiga BAB ya😉
...••••××××ו•••...
Deg!
Jantung Dara bedegub kencang, bukan karena jatuh cinta. Namun karena terkejut dan jiwa Liu Annchi di dalam tubuhnya seperti ingin memberontak keluar.
Seseorang yang ia lihat saat ini tengah menatap ke arahnya dan Kai, juga dua orang lain yang tengah duduk dan satu berdiri di belakangnya. Keempat orang itu sungguh membuat Dara syok.
Yang ia lihat saat ini adalah Galuh Raka Narendra, ayah dari Kai. Siapa yang menyangka jika Galuh sangat mirip dengan Kaisar dari Kekaisaran Bintang, yang tak lain ayah dari Liu Annchi.
Sedangkan dua orang yang duduk yang pertama adalah Lingga yang wajahnya mirip dengan kakak Liu Annchi yang tak lain adalah putra mahkota kekaisaran Bintang.
Yang kedua adalah Dierja dan yang berdiri adalah penjaga khusus Keluarga, yang bernama Tirta, seorang pensiunan militer senior berusia 40 tahunan, namun siapa sangka ia dan Dierja hanya selisih 2 tahun saja. Tirta memutuskan pensiun dini dan mengabdi pada keluarga Narendra.
Siapa yang akan mengira jika Dara merasakan Nafas seorang pembudidaya atau kultivator pada penjaga khusus itu dan juga Dierja. Meskipun Dierja hanya berada di tingkat 2 level awal dan Tirta yang sudah di tingkat 2 level atas.
Dara menemukan hal yang membuatnya keget, itu karena Dierja memiliki luka dalam yang cukup serius yang menekan kultivasinya, bahkan beresiko membahayakan nyawanya jika tidak segera di tindak.
Kalau tidak, di usia Dierja yang kemungkinan 70 tahun an itu bisa saja terlihat seperti usia awal 50 tahunan jika ia dalam keadaan sehat. Sedangkan saat ini Dierja meskipun terlihat lebih muda dari sang istri yakni terlihat berusia 60 Tahunan.
"Mah, Pah, Opa, Oma, Om, Tante, Lingga, Ajeng. Kenalin ini Dara, pacar Kai" ucap Kai dengan senyum di wajahnya yang terlihat bahagia sekali.
Mendengar ucapan Kai, Dara seperti tersadar karena keterkejutannya dan memberikan salam pada semuanya. Untungnya semua orang juga baru sadar dari keterkejutan mereka juga melihat kecantikan Dara, namun tidak sampai mimisan, hanya Lingga yang sedikit mengeluarkan darah dan langsung menyekanya sebelum keluar.
"Hallo, perkenalkan nama saya Dara" ucap Dara lembut dan sopan, meskipun ia sangat gugup.
Mendengar itu, Hesti dan yang lain tersadar. Hesti bahkan sudah bangun dari duduknya dan menghampiri Dara dan memegang tangannya.
"Ya Tuhan, kamu cantik sekali nak, lebih cantik dari pada yang di foto. Perkenalkan saya Hesti mamanya Kai" ucap Hesti dengan heboh.
"Terimakasih tante, Tante juga cantik" ucap Dara tersenyum tulus.
Ia tidak berbohong, karena memang Hesti sangat cantik di usianya yang sudah tidak lagi muda, namun hanya ada sedikit kerutan di wajahnya seperti wanita berusia 30 an akhir.
"No Tante, Please call me mama, oke honey. Sama kaya putra mama yang dingin itu" ucap Hesti yang di angguki dengan ragu oleh Dara.
"I-iya m-mah" ucap Dara
"Good Girls" ucap Hesti memeluk sebentar kekasih anaknya itu
Pluk!
Hesti menepuk pundak putranya pelan.
"Hmm, Diam-diam kamu sangat pintar mencari pasangan juga Kai" ucap Hesti membuat yang lain terkekeh, sedangkan anaknya yang di goda justru memerah malu danum juga bangga karena sudah mendapatkan Dara sebagai kekasihnya.
"Hes, biarkan Dara duduk dulu" ucap Dian
"Ah mama lupa, ayo sayang duduk dulu. Sini duduk di samping mama" ucap Hesti dengan penuh suka cita meminta Dara duduk di sofa yang cukup untuk tiga orang itu.
"Mah, Dara biar duduk sama Kai di sini" ucap Kai Kesal karena mamanya langsung menarik Dara ke sofa samping mamanya.
"No! Biar Dara sama mama, kan mama juga mau pendekatan dengan calon mantu mama, Kai" ucap Hesti, membuat Dara meniadi malu karena sudah langsung di cap calon menantu.
Kai mendengus kesal, namun ia tidak berani melawan perintah mamanya itu. Dia sangat tahu mamanya pasti tidak akan mau mengalah padanya tentang hal yang di sukai wanita paruh baya itu.
Semua orang memperkenal dirinya masing-masing pada Dara, mereka menyambut dengan hangat kedatangan Dara yang sudah menjadi kekasih dari pria hebat kesayangan Keluarga Narendra.
Dara kini tahu jika Galuh yang mirip dengan ayah Liu Annchi adalah ayah dari kekasihnya. Sedangkan Lingga adalah sepupu Kai dan Dierja adalah Opah Kai.
"Usia kamu berapa cantik?" tanya Sarah tersenyum ramah.
"20 tahun sebentar lagi Nyonya" ucap Dara
"Panggil Tante saja" ucap Sarah dan di angguki Dara.
Dara yang mendengar suara familiar Lingga yang sama dengan putra mahkota membuat jiwa Liu Annchi hingga Dara hampir saja menangis. Beruntung Dara berhasil mengendalikannya sebelum itu terjadi. Dara menganggukan kepala menjawab pertanyaan Lingga.
"Kuliah di mana? Ambil fakultas apa?" tanya Lingga
"Di URC, aku ambil fakultas kedokteran" jawab Dara.
"Oh calon dokter" ucap Lingga mengangguk.
"Ih, kakak kepo, jangan naksir loh awas, pawangnya galak" celetuk Ajeng menggoda kakaknya itu.
"Cuma nanya dek, Astaga, kan Dara terlihat masih muda jadi penasaran. Nggak mungkin kakak suka sama calon kakak ipar. Dasar kau ini" ucap Lingga mengacak rambut Ajeng dengan Gemas.
"Ih kakak rambut ku berantakan" ucap Ajeng cemberut.
Lingga tertawa gemas karena senang menjahili adik satu-satunya itu. Beruntung nya Kai tidak menggubris ucapan Ajeng yang memang suka blak-blakan itu. Meskipun dalam hati ia was-was juga jika adik sepupunya itu juga naksir Dara.
Dara tersenyum melihat kehangatan keluarga Narendra, di sini ia tidak merasa tertekan sama sekali. Keluarga mereka sama seperti keluarga pada umumnya yang sangat hangat.
Tapi ia sedikit memikirkan mengapa ia terus melihat orang-orang yang sama seperti di kehidupan Liu Annchi. Di mulai dari dirinya sendiri yang sama persis seperti Liu Annchi dan juga memiliki jiwa dan memorinya.
Maria yang terlihat seperti penghianat Fang Yue, Galuh yang sama seperti yang mulia kaisar kekaisaran Bintang dan Lingga yang sama seperti putra mahkota.
Dara berpikir apakah masa sekarang adalah masa reinkarnasi mereka? Atau apakah mereka memang hanya dirinya yang reinkarnasi, sedangkan mereka adalah keturunan dari orang-orang Kekaisaran Bintang.
Entahlah, Dara tidak bisa menebak-nebak.
"Sayang, boleh mama tanya sesuatu?" tanya Hesti memecah pikiran Dara.
"Tentu, tanyakan saja mah" ucap Dara berusaha setenang mungkin
"Jangan tegang, mama cuma mau tahu nama lengkap kamu, boleh?" ucap Hesti
"Addara Azalea Adi Raharjo, itu nama lengkap Dara mah" ucap Dara jujur.
"Adi Raharjo? keluarga Adi Raharjo yang mana?" tanya Dian
"Kota S, nyonya besar" jawab Dara
"Oma" ucap Dian
"Hah?" ucap Dara bingung
"Panggil Oma jangan Nyonya besar, kamu kekasih Kai, jadi kamu juga calon cucu menantuku" ucap Dian sambil tersenyum lembut.
"I-iya O-omah" ucap Dara gugup dan belum terbiasa.
"Jadi kamu benar cucu Gusti?" sekarang yang bertanya adalah Dierja.
"Iya tu..." ucap Dara terpotong
"Opa... Masa kamu panggil Dian omah, sedangkan aku tuan besar" ucap Dierja cemberut dan merajuk.
Membuat Dara terkejut dengan sifat keluarga kekasihnya itu. Karena mereka para laki-laki terlihat datar dan dingin namun ternyata hangat di dalam. Dara menoleh ke arah Kai dan kekasihnya itu mengangguk.
"Iya Opah, Dara cucu perempuan Kakek Gusti dari mendiang ibu Nayla Adi Raharjo, putri perempuan Kakek yang sudah lama pergi" ucap Dara.
"Jangan sedih Hmm... kamu masih memiliki Keluarga Adi Raharjo dan kami semua di sini. Sejujurnya kita sudah tahu sedikit tentang kamu dari Kai dan hanya ingin memastikan. Kami bangga padamu karena sudah menjadi seorang gadis yang kuat dan mandiri.
Kai sudah tepat memilih kamu yang bahkan ratusan kali lebih baik dari gadis-gadis yang dulu sering ingin mama kenalkan pada Kai. Untungnya Kai datar, dingin dan keras kepala selalu menolak dan kabur sebelum mama bawa untuk berkenalan waktu itu ha-ha" ucap Hesti kemudian tertawa.
Mereka semua berbicara dengan bergembira dan menerima Dara dengan hangat. Membuat Dara tidak lagi gugup dan ikut mengobrol bersama mereka.
Benar kata Kai, Dara di Manor di sabotase oleh sang mama. Membuat Kai kesal namun tidak bisa berbuat apa-apa. Dara sendiri hanya terkekeh melihat kekasihnya tidak bisa membantah ucapan ibunya.
Dalam hati ia bersyukur Keluarga besar Narendra menerima dirinya sebagai kekasih Kai, yang merupakan kebanggaan keluarga mereka.
...•••••••...