
Dara, Kai dan Baby Langit sekarang sudah berada di acara pernikahan Flo dan Lingga. Itu merupakan pernikahan Akbar yang kedua tahun ini.
Kini dua putra terbaik Keluarga Narendra sudah menikah, identitas pasangan keduanya juga tidak biasa. Tuan muda pertama berhasil mengikat nona muda dari keluarga Adi Raharjo dari kota S.
Adapun tuan muda kedua yang mana menikah hari ini, berhasil menikahi seorang gadis yang juga dari keluarga yang tidak biasa. Putri keluarga Uchiha dari negara J yang merupakan keluarga terkaya di negara bunga sakura tersebut.
Semua orang menatap ngeri dengan keluarga Narendra saat ini, bagaimana bisa mereka mengikat keluarga besar dan luar biasa seperti Keluarga Narendra dan Uchiha?
Pernikahan antara putra dan putri orang terhebat dari dua negara itu, yang juga memiliki tema dua adat yang berbeda. Setelah pernikahan sudah SAH dan keduanya kini sudah resmi menjadi suami istri.
Setelah selesai acara pernikahan mereka, kini di lanjut dengan acara resepsi. Kehadiran Dara dan Kai sangat mencolok di antara para tamu undangan, begitu juga dengan sosok menggemaskan Baby Langit di antara mereka yang berada di gendongan Kai.
Entah kenapa wajah baby langit justru sedikit mirip dengan Dara, dia sama sekali tidak mirip dengan kedua orang tua kandungnya. Mungkin karena sebuah ikatan samar yang sudah dara tanamkan pada bayi menggemaskan itu sejak dalam kandungan, atau entah karena faktor lainnya.
Meskipun merasa aneh dengan pengantin yang baru itu sudah memiliki anak sebesar Baby Langit, namun tidak ada yang berani menggosip di luar. Bahkan dia keluarga menekan jika Baby Langit adalah anggota keluarga mereka, jadi semua orang tidak ingin menyinggung tentang itu.
Mereka pikir kalau Baby Langit adalah anak Dari dan Kai di luar nikah, Lalu apa? Toh bukankah mereka kini sudah sah menjadi suami istri.
Terlebih mereka fokus pada penampilan Dara yang sedikit berbeda hari ini. Aura Dara tidak main-main apalagi aura ibu hamil itu makin bercahaya.
Mereka semua tidak memperhatikan jika perut Dara sedikit menyembul saat ini. Karena pakaian yang di pakai Dara tidak ketat dan sedikit longgar, jadi tidak terlihat.
"Selamat menempuh hidup baru, ini hadiah untuk kalian" ucap Kai pada kedua mempelai itu. Ia juga memberikan sebuah kotak berisi kunci pada sepupunya itu.
"Apa ini?" tanya Lingga menatap kotak yang berisi kunci yang sekarang berada di tangannya.
"Buka saja!" ucap Kai, Lingga pun membuka kotak itu, matanya membola nyaris keluar saat tahu itu adalah sebuah kunci yang Lingga yakin terbuat dari emas murni.
"Ini..." ucap Lingga sedikit linglung.
Apa sepupunya itu memberikan perhiasan dengan bentuk kunci? Begitu yang terlintas di pikiran polos Lingga.
"Sebuah mansion di Ocean Park" ucap Kai
"Apa??? I-ini serius??" tanya Lingga dengan terkejut.
Namun matanya tidak bisa berbohong, ia berbinar senang dengan tangan gemetar memegang kunci itu.
Mansion di Ocean Park, adalah kawasan hunian mewah di barat ibukota. Lingga sangat menyukai Laut dan di sana menyediakan spot pemandangan laut yang langsung terhampar di depan mata. Yang bisa di nikmati dari mansion itu.
Bagaimana pun itu adalah tempat tinggal idamannya. Dulu ia pernah bermimpi tinggal di sana bersama keluarga kecilnya suatu hari nanti. Maka dari itu ia mengumpulkan uang untuk membeli mansion idamannya itu. Tapi sayangnya saat uangnya sudah terkumpul, mansion itu sudah di beli orang lain.
Dan ia tidak percaya, ternyata orang yang membeli mansion itu adalah sepupunya sendiri. Dan sekarang sepupunya itu memberikan itu sebagai hadiah pernikahan itu untuknya. Sungguh saat ini Lingga kehabisan kata-kata.
"Ya, aku membelinya beberapa tahun lalu dan sengaja menyimpannya untuk hadiah pernikahan kamu suatu hari nanti dan ini adalah waktunya" ucap Kai tersenyum tipis dengan sorot mata tulusnya.
"Te-terimakasih kak, ini adalah hadiah yang sangat berharga bagiku" ucap Lingga dengan mata berkaca. Ia sangat terharu dengan apa yang sudah sepupunya itu berikan padanya.
Sepupunya itu sangat kaku dan dingin, meskipun semenjak mengenal Dara sifat dinginnya perlahan mencair. Tapi sejak dulu Lingga yakin, di balik sifat kaku sepupunya itu. Dia adalah orang sangat mempedulikan orang-orang di sekitarnya, apalagi itu adalah Keluarga nya.
"Santai saja, ini sesuatu yang kecil. Aku harap kamu bisa nyaman tinggal di sana bersama dengan Flo dan keluarga kecil kalian kelak" ucap Kai dengan tulus.
"Lalu ini giliranku memberikan hadiah" ucap Dara memecahkan percakapan mereka.
"Kakak ipar, itu tidak perlu repot-repot. Hadiah kak Kai saja sudah begitu besar, aku sampai tidak tahu harus membalas nya dengan cara apa. Saat kalian menikah saja aku hanya memberikan hadiah kecil, aku sangat malu saat menerima ini" ucap Lingga.
Memang saat pernikahan Dara dan Kai, Lingga hanya memberikan hadiah kecil dan juga tips menyenangkan istri di atas tempat tidur untuk Kai.
Tapi Lingga tidak tahu, jika tips yang ia berikan selalu Kai gunakan. Jadi itu sangat berharga bagi Kai, terlebih ia sangat bahagia bisa memuaskan sang istri yang selalu lemas setelah permainan mereka yang tidak cukup sekali dalam satu malam.
"Itu benar Ra, eh kakak ipar. Tidak usah repot-repot" ucap Flo agak sedikit kaku saat panggilannya pada Dara berubah lagi.
"Sama sekali tidak repot, ini ambilah dan bukalah" ucap Dara menyodorkan amplop coklat.
Flo dan Lingga pikir itu adalah uang tunai dan tidak masalah dengan itu. Tapi sangat tipis, jadi mereka ragu jika itu adalah uang dan saat tahu tebakan mereka salah. Mereka terkejut saat melihat isinya adalah tidak terduga.
"Ini...." ucap Flo dan Lingga.
"Itu adalah tiket wisata honey moon kalian ke Raja Ampat. Aku juga sudah memesan dan membooking tempat terbaik di Resort Cendrawasih Hall selama seminggu, Abang Kai juga sudah menyediakan pesawat jet pribadi untuk ke sana" ucap Dara tersenyum
Cendrawasih Hall adalah Resort bintang 7 yang sangat mahal dan juga sulit mendapatkan kamar di sana. Karena resort itu selalu penuh dengan para pendatang, karena selain tempat yang strategis.
Resort itu memiliki pelayanan yang terbaik, makanan terbaik dan juga pemandangan yang sangat-sangat indah. Dan tidak akan mengecewakan setiap orang yang menginap di sana.
"Bagaimana bisa kakak ipar tahu, kita mau ke sana?" tanya Lingga
"Apa yang tidak aku tahu? Kau lupa Flo dan aku sangat terikat. Aku tahu Flo sangat menginginkan pergi ke sana, entah itu liburan atau honeymoon, jadi aku memberikan hadiah ini sekarang.
Aku juga akan memberikan peringatan dini padamu Lingga. Jangan pernah kamu menyakiti dan menyia-nyiakan Flo, dia adalah orang penting dan berarti bagiku. Aku sangat menyayangi dia seperti saudariku sendiri, jadi jaga dia dengan baik, kamu paham" ucap Dara dengan tegas
"Aku mengerti dan aku akan membuktikannya janjiku yang akan menjaga dan melindungi Flo dan keluarga kecilku kelak" ucap Lingga dengan yakin.
"Dara..." ucap Flo dengan mata berkaca-kaca, mendengar ucapan Flo.
"Eiitttss, jangan biarkan air matamu jatuh Flo. Nanti make up mu cetar membahana inj akan rusak" ucap Dara dengan terkekeh dan memeluk sahabat sekaligus orang terpercayanya itu.
"Jangan pikirkan yang lain, fokus pada keluarga kecil mu yang baru. Bersenang-senang lah di sana dan buat keponakan-keponakan yang lucu untukku, jika memang bisa pulang pada saat itu itu lebih baik. Kalau tidak maka tidak masalah, yang lain bisa mengatasinya" ucap Dara
"Aku akan pulang saat itu, untuk keponakan aku tidak janji... Tapi jika di berikan kepercayaan, aku akan menjaganya dengan baik" janji Flo melepaskan pelukan itu dengan wajah memerah malu
"Ti... Bi mu acih ni" ucap Langit yang berada di gendongan Kai, menyodorkan sesuatu di tangannya.
(Aunty, baby mau kasih ini)
"Apa ini sayang, ini buat aunty?" tanya Flo dengan senyum manisnya pada keponakannya itu dan Baby Langit mengangguk dengan semangat.
Ia memberikan sebuah kotak berisi hiasan lampu dengan wajah Flo dan Lingga, juga ada mana mereka di sana.
"Bi nta ti Ine, beli ni... Bi mu acih uwat ti Fo" ucap Baby langit
(Baby minta aunty Shine, beli ini... Baby mau kasih buat aunty Flo).
"Makasih sayang Aunty suka, tapi sayang, kamu sebentar lagi jadi Abang. Jangan panggil baby lagi dong, aunty panggil kamu Abang Langit ya" ucap Flo tersenyum
"Bi Adi Aban?" ucap Baby langit mengedipkan matanya menggemaskan.
(Bi jadi Abang?)
"Ya, jadi jangan panggil baby lagi ya. Sekarang kamu di panggil Abang" ucap Flo mencium pipi Baby langit yang akan berubah panggilan jadi Abang Langit. Yang jelas bukan anak langit ya🤪 nanti saingan sama yang di TV.
"Yes, ti Fo" ucap lucu Langit.
(Yes, Aunty Flo)
Mereka pun mengambil foto bersama sebelum mereka bertiga turun dan memberikan kesempatan yang lain untuk memberikan ucapan selamat.
...••••••••...