
Dara saat ini memasuki villa dengan berjalan sangat tenang, waktu yang ia miliki tidaklah banyak. Karena saat fajar nanti ia harus kembali ke kota S untuk bekerja kembali.
Ia mengetahui kekuatan Mr.D walaupun kekuatannya saat ini di bawah Mr.D. Tapi karena jiwa Liu Annchi dan juga memori membuat mental spiritualnya sangat luas. Bahkan mental spiritualnya lebih luas dari pada kultivator manapun.
Dara masuk ke villa tanpa menahan nafasnya, ia membiarkan Mr.D menyadari kehadirannya dan menghampirinya. Ia sengaja mengambil jalan memutar melalui pintu belakang. Karena Flo dan Kai akan masuk lewat pintu depan.
Benar saja dugaan Dara, Mr.D mencium keberadaan seorang manusia lain di area Villa. Ia langsung bangun dari duduknya.
"Mr. Anda mau kemana?" tanya Sanim terkejut saat melihat Mr.D berdiri.
"Jangan banyak tanya! Diam saja di sini dan jangan pernah keluar dari ruangan. Apa kamu mengerti?!" ucap Mr.D menatap Sanim.
"A-apakah ada orang yang datang?" ucap Sanim dengan nada bergetar ketakutan.
"Ya, ada orang yang datang. Aku akan keluar mengeceknya. Ingat untuk tidak keluar dari ruangan apapun yang terjadi. Aku akan melihat siapa yang datang dan mengurusnya" ucap Mr.D
"Ba-baik!" ucap Sanim mengangguk.
Meskipun takut, ia tidak memiliki pilihan lain selain menurut. Ia duduk meringkuk dan mencoba menghilangkan ketakutannya.
Mr.D kini keluar sendirian dari ruangan bawah tanah di mana Sanim berada dan mendekat ke arah orang yang sudah berada di dalam Villa. Meskipun usianya sudah lebih dari 200 tahun, tapi Mr.D terlihat sangat bugar dan juga penglihatannya masih sangat tajam.
Saat ia sampai di ruang belakang ia mengerutkan kening saat ia melihat seorang gadis muda yang berjalan mendekat ke arahnya.
"Siapa kamu? Kenapa kamu ada di sini?" tanya Mr.D dengan Datar menggunakan bahasa Negara A.
Pasalnya ia tidak berpikir jika gadis semuda itu yang mencoba menangkap Sanim. Bagaimana pun Dara terlihat seperti gadis rapuh yang butuh kasih sayang dan pengertian.
"Apakah anda Mr.D? Hallo tuan, salam kenal. Tidak menyangka saya beruntung bisa bertemu dengan orang paling kuat di negara V" ucap Dara
"Kau tahu aku?" tanya Mr.D mengeryitkan kening tidak menyangka jika gadis di depannya tahu nama panggilannya.
"Tentu, anda pengawal yang di bayar oleh si bajingan Sanim, bukan? Bisakah anda berbaik hati memberikan Sanim padaku Mr?" ucap Dara dengan tenang tanpa takut sama sekali.
"Siapa kamu bisa meminta dariku, apa kau sedang mencari kematian?? Apa keuntungan yang aku dapatkan?" ucap Mr.D
"Aku akan memberikan sepuluh kali lipat yang di berikan bajingan itu padamu" ucap Dara.
"Aku tidak akan luluh hanya karena kau memberikan nominal yang lebih besar dari Sanim. Pulanglah nona, aku tidak ingin menyakiti seorang gadis kecil seperti mu" ucap Mr.D
Dara melihat dengan jelas Mr.D Ia seperti pernah melihatnya entah di mana. Namun bukan itu yang menjadi perhatiannya, itu karena tidak adanya niat membunuh sama sekali dalam diri Mr.D.
Hal itu menimbulkan pertanyaan dalam diri Dara, sebenarnya apa yang membuat Mr.D mau menjadi pengawal Sanim. Tidak mungkin hanya sekedar uang. Kalau tidak dia akan mengambil uang dariku.
"Mr. Apa anda tahu kalau Sanim adalah seorang penjahat kelas kakap yang tengah menjadi buronan? Jika membiarkan Sanim selamat dan berkeliaran, maka jutaan bahkan milyaran manusia di muka bumi akan dalam bahaya hanya karena keserakahannya membuat senjata pemusnah masal dan juga virus penyakit" ucap Dara
Dara mengatakan hal itu untuk memastikan suatu hal, dan ternyata tebakannya benar. Mr.D terdiam beberapa detik sebelum mengatakan sesuatu.
"Aku tidak peduli dengan itu, aku akan mengurusnya jika yang aku inginkan sudah aku dapatkan. Pergilah gadis kecil, aku sungguh tidak ingin menyakiti kamu" ucap Mr.D mengatakan seolah tidak peduli, namun Dara merasa Mr.D juga membenci Sanim.
"Kalau begitu, aku minta maaf lebih dulu pada anda Mr." ucap Dara
BUGH!!!
Dengan cepat Dara melayangkan pukulannya ke arah dada Mr.D. Dengan cepat pula Mr.D menghindar, hal itu membuat Dara melengkungkan senyum tipis di bibirnya. Karena jarang sekali ada kultivator yang bisa menghindar dari serangan dadakan yang ia layangkan.
Meskipun Dara hanya menggunakan kekuatan fisiknya tanpa menggunakan Chi. Namun ia masih bisa melawan Mr.D.
BUGH!!!
Wuusshhh!!!
BRAK!!!
Dara terus melancarkan serangannya, memukul dan menendang. Mr.D masih menghindar dari serangan Dara, seolah serangan dara tidak ada apa-apanya.
Melihat lawannya terus menghindar, Dara menambahkan intensitas pukulannya. Hal itu membuat Mr.D mau tidak mau menangkis serangan Dara yang semakin cepat.
"Hiyaaaa...."
BAK!!! BUK!!!
BLAM!!!
Wuusshh!!!!
Dara semakin semangat, karena sekarang Mr.D mau tidak mau melawannya karena terus di serang tanpa henti. Meskipun ia belum menggunakan Chi/Qi miliknya, namun Mr.D sudah mulai menganggap pertarungan ini.
Di lain sisi Dara senang karena ia mendapatkan lawan yang baik, keduanya terus saling melancarkan serang satu sama lain. Tanpa sadar sudah membuat barang-barang di dalam ruangan itu berantakan seperti kapal pecah.
BLAM!!!
"Ssshhh..." Mr.D meringis merasakan sedikit rasa sakit. Meskipun itu tidak berefek apa-apa pada tubuhnya, tapi ia terkejut mendapati Dara sangat baik dalam ilmu bela diri. Baik pembawaannya maupun cara mengatur tenaga yang ia keluarkan.
"Beladiri yang bagus gadis kecil" puji Mr.D, tidak ada nada mengejek yang ia keluarkan, itu benar-benar pujian yang tulus.
"Anda juga Mr, kekuatan anda bisa mengimbangiku" ucap Dara yang kembali melancarkan serangannya. Kali ini ia menggunakan kekuatan yang lebih besar lagi.
BRAK!!!
Mr.D yang terkejut dengan ledakan besar dari tendangan Dara pun dengan cepat menghindar, hingga tendangan Dara mengenai meja di belakang Mr.D. Meja itu kini hancur berkeping-keping. Pemandangan yang membuat Mr.D terkejut.
"Keluarkan kekuatan anda Mr" ucap Dara
Mr.D yang merasa tertantang sekaligus penasaran, ia pun mulai mengeluarkan Chi/Qi-nya meskipun dalam intensitas yang cukup kecil.
Wuusshhh!!!
Wuusshhh!!!
BLAM!!!
Pukulan Mr.D di tangkis oleh tangan kosong Dara. Dara mendorong dengan kencang dan mendapat kesempatan untuk memukul balik.
DUAR!!!
Mendapati dirinya lagi-lagi terkena pukulan gadis kecil di depannya, membuat Mr.D menambah kekuatan terus menerus hingga hampir setengah kekuatan yang ia keluarkan hanya untuk menghadapi gadis kecil di depannya.
Wuuusshhh!!!
BLAM!!!
DUAAARRRR!!!!
Ledakan dari pukulan mereka membuat Dara terdorong dan menabrak kursi di belakangnya.
"Aaahhh....!!!" teriak Dara. Saat dirinya terjatuh di lantai.
Pukulan Mr.D terasa sangat kuat, hal itu membuatnya terdorong dan jatuh. Ini kali pertama Dara di robohkan oleh seseorang selama ia menjadi kultivator.
"Gadis kecil, apa kau tidak apa-apa??" tanya Mr.D khawatir.
Pasalnya ia sangat tertarik dengan Dara, dan ingin sekali mengangkat Dara menjadi muridnya karena ia pikir Dara memiliki tubuh fisik yang kuat. Yang sudah pasti akan menjadi kultivator yang kuat jika ia bisa mengubahnya.
"Ha-ha-ha-ha...." Dara bangkit dan juga tertawa dengan begitu keras.
Ia tidak pernah merasa sesenang ini sebelumnya, kini ia bisa mengukur kekuatannya. Ia mengetahui jika kekuatan fisiknya saat ini sebanding dengan setengah kekuatan kultivator tingkat delapan atau Origin level menengah. Sungguh bakat yang sangat mengerikan.
Bukan Hanya Dara, tapi juga Mr.D sangat terkejut dan juga kagum. Bagaimana mungkin ada seorang gadis kecil berusia sekitar 20 tahun memiliki tubuh fisik yang menyamai setengah kekuatan kultivator tingkat delapan atau Origin level menengah. Fakta yang sangat luar biasa dan di luar nalar.
Mr.D juga mengerutkan kening melihat Dara tidak mengalami luka apa-apa, tidak mengalami luka dalam sama sekali. Hanya bibirnya saja yang sedikit berdarah. Padahal kekuatan yang ia keluarkan sudah bisa menghancurkan puluhan bahkan ratusan anggota militer terkuat yang sudah terlatih secara profesional.
"Mari kita bertarung lagi Mr!" ucap Dara
"Gadis kecil, sebaiknya jangan di teruskan. Aku tidak ingin menyakitimu. Bagaimana dengan menjadi murid ku? Aku akan memberikan seluruh pengalaman hidupku dan mewariskannya padamu. Tentang Sanim, kau tenang saja, aku akan mengurus Sanim setelah urusanku selesai. Aku tidak akan mengecewakanmu" ucap Mr.D benar-benar tulus.
"Maaf aku harus menolak, aku tidak ingin berguru pada siapapun. Kecuali guru ku satu-satunya saat ini" ucap Dara dengan tenang menolak tawaran Mr.D. Orang yang di kenal sebagai orang terkuat di Negara V.
Yang di maksud guru Dara adalah Liu Annchi, yang akan menjadi guru satu-satunya bagi seorang Addara Azalea Adi Raharjo. Meskipun gurunya itu hanya berupa jiwa dan memori saja, namun ia menghormatinya dan sangat berterimakasih padanya.
"Sebenarnya apa yang anda inginkan dari Sanim Mr? Barangkali aku bisa membantumu untuk mendapatkannya, tapi serahkan Sanim padaku untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya" tanya Dara
"Maaf gadis kecil aku tidak bisa mengatakannya. Kecuali jika kau menjadi muridku, aku akan mengatakannya" ucap Mr.D
"Kalau begitu, maaf aku tidak bisa berhenti sebelum berhasil membawa Sanim dan menghukumnya sesuai hukum yang berlaku ,atas kejahatan yang sudah ia lakukan" ucap Dara.
Wuuusshhh!!!!
Tiba-tiba Dara mengeluarkan kekuatannya, hal itu membuat Mr.D teramat sangat terkejut. Ia terkejut saat menyadari jika Dara juga sama seperti dirinya yang tak lain adalah Seorang kultivator.
Terlebih Dara adalah seorang kultivator muda dengan bakat yang sangat mengerikan, bahkan bisa di sebut bakat monster. Di usianya yang baru 20 tahun, Dara sudah menembus tingkat tujuh atau Saint level atas atau senior.
Yang bahkan kultibator sendiri harus mengolahnya selama puluhan bahkan ratusan tahun untuk mencapai posisi itu.
Mr.D sendiri berada di level Saint adalah 20 tahun lalu saat ia, baru memasuki usia dua ratus tahun.
Yang sama sekali tidak di ketahui Mr.D adalah Dara meningkatkan kekuatan itu hanya dalam waktu kurang dari satu tahun. Entah di sebut bakat monster atau apa, yang jelas Dara akan menjadi legenda hidup perjalanan seorang kultivator.
...••••••••...