
Seseorang yang menonton pertarungan di balik pohon merasa kesal, karena orang yang ia bayar justru gagal menghabisi Lingga. Dengan amarah nya, ia menyerang Lingga dari belakang menggunakan Chi milik nya.
Wuusshhh!!!!
Lingga entah mengapa merasakan ada sesuatu yang mengarah padanya dari arah belakang. Feelingnya mengatakan ada orang yang mengincarnya dari belakang. Reflek kakinya kini bergeser tubuhnya berbalik dengan cepat.
BOOM!!!
Ledakan terjadi begitu tiba-tiba, saat tangan pria itu berhasil di tangkap oleh tangan kosong Lingga.
SREK!!
Pria itu terdorong mundur beberapa langkah, ia menatap tidak percaya dengan apa yang baru saja terjadi. Pukulannya dapat di tangkis oleh Lingga dengan tangan kosong, bagaimana itu mungkin?
Lingga masih berdiri tegak di tempatnya tanpa tergeser seinci pun, ia menajamkan penglihatannya dan melihat dengan jelas siapa orang yang baru saja menyerangnya secara diam-diam dari belakang.
"Kau!!!" Ucap Lingga dingin saat tahu orang yang berusaha menyerangnya itu adalah Zayn, pria yang selama ini menganggu dan berusaha mendekati calon istrinya.
Tentu saja Lingga marah melihat pria itu ada di depannya saat ini.
"Selamat malam tuan muda kedua" ucap Zayn setelah mendapatkan kembali kesadarannya. Ia mencoba berdiri tegak seolah tidak terjadi apa-apa pada dirinya, yang pada kenyataannya tangannya terasa kebas karena benturan tadi.
"Kenapa kau menyerangku? Atau jangan-jangan semua yang terjadi di sini ada sangkut pautnya denganmu" tebak Lingga menatap tajam Lingga.
"Ternyata kau cukup pintar tuan muda kedua" ejek Zayn dan tertawa dengan renyahnya seolah mengejek Lingga.
"Kai benar, aku yang membayar mereka untuk membunuhmu malam ini, sayang sekali mereka mengecewakanku. Aku pikir menyewa pembunuh bayaran seperti mereka lebih dari satu orang, bisa membunuh mu dengan cepat. Ternyata hasilnya Zonk, sungguh mengecewakan" ucap Zayn kesal mengingat orang yang ia bayar gagal melakukan tugasnya.
"Kau pikir aku dengan mudah bisa di bunuh oleh orang bayaranmu tadi? Kau dan mereka terlalu lemah di mataku!" ucap Lingga menatap remeh ke arah Zayn.
Ia tahu jika Zayn adalah seorang kultivator, namun auranya terasa samar ada aura jahat di dalamnya. Kemungkinan besar di masa lalu, Zayn menggunakan kekuatannya untuk membunuh banyak orang.
Dan tebakan Zayn memang benar adanya, karena Zayn pernah bergabung di organisasi pembunuh bayaran, yang sama seperti Flo masuki. Sayang nya Flo saat itu tidak menyadarinya jika mantan sahabatnya itu ikut masuk dan menjadi anggota di organisasi dan hanya tahu Zayn pernah bekerja sama dengan organisasi untuk membunuhnya.
Meskipun begitu, Zayn setahun ini sudah tidak bergabung dengan organisasi dan sibuk mengurus perusahaan keluarga nya. Dan akhirnya takdir membawanya bertemu kembali dengan Flo, tapi ia sama sekali tidak mengenali Flo yang sekarang.
"Kau benar, aku terlalu meremehkan kamu dan berfikir mereka saja cukup untuk membunuhmu orang seperti mu. Jika mereka tidak bisa membunuhmu, maka aku sendiri yang akan melenyapkanmu dengan tanganku" ucap Zayn.
Setelah mengatakan itu, Zayn langsung bergerak menyerang Lingga dengan cepat.
Wuuusshhh!!!!
BLAM!!!
Serangan Zayn meleset dan mengenai pohon di pinggir jalan hingga membuat pohon itu memiliki lubang seukuran telapak tangan di sana.
Lingga terus menghindar dan mencari kesempatan untuk menyerang balik Zayn. Ia akui meskipun tingkat kekuatan Zayn masih berada di bawahnya, tapi pengalaman bertarung Zayn tidak lah main-main. Setiap Lingga menyerang, selalu bisa di hindari oleh Zayn, bahkan Zayn mengerang balik.
"Kau seorang kultivator juga?" ucap Zayn terkejut dan melangkah mundur setelah yakin jika Lingga bukanlah orang biasa.
"Apa maksudmu?" tanya Lingga berpura-pura bodohdan tida mengerti maksud ucapan Zayn.
"Aku tidak bodoh, kamu pasti memiliki alat sihir atau harta surgawi untuk menghilangkan aura kultivasi mu itu bukan?" ucap Zayn mancoba menebak.
"Ha-ha kamu benar, aku memang sama sepertimu yang juga seorang kultivator" ucap Lingga dan mengeluarkan aura kekuatannya, hal itu membuat Zayn sedikit tertekan karena aura kultivasi Lingga lebih tinggi darinya.
Zayn kini tahu kenapa orang-orang itu kalah dan juga dirinya di desak mundur. Itu karena Lingga sama seperti dirinya yang juga seorang kultivator. Dan orang yang ia bayar tidak menyadari itu dan juga lengah saat menghadapinya.
"Tapi sayangnya aku tidak memiliki harta atau alat apapun yang menyembunyikan auraku, seperti yang kau katakan. Aku hanya cukup mengendalikannya, apa ingin terlihat atau tidak. Melihat itu saja kau bisa membandingkan kekuatanku dengan mu, kau tahu kalau kekuatan ku berada dia atasmu bukan" ucap Lingga terkekeh.
"Kau benar, tapi melihat cara bertarungmu, aku yakin masih bisa mengalahkanmu. Kau terlalu amatir dalam pertarungan yang sebenarnya tuan muda, biar aku tunjukan apa itu pertarungan" ucap Zayn menarik sudut bibirnya dan dengan cepat ia melancarkan kembali serangannya.
Wuuusshhh!!!
Wuuusshhh!!!
BLAM!!!
BRAK!!!
Kembali dengan cepat Zayn menyerang Lingga dengan kecepatan dan kekuatan penuh yang ia miliki, tanpa belas kasihan sama sekali.
BUGH!!!
DUAR!!!
"Aaakkhhhh!!!" teriak Lingga yang berhasil di pukul dengan keras oleh Zayn hingga menabrak pohon dan mengalami luka dalam.
Zayn menyunggingkan senyumnya saat pukulannya tepat sasaran dan juga tebakannya benar. Kalau Lingga masih amatir dalam pertarungan, meskipun kekuatannya berada di atasnya. Namun Zayn masih percaya diri dengan kekuatan fisik dan pengalaman yang ia miliki, bisa mengalahkan Lingga dengan sedikit trik.
"Apa itu sakit tuan muda?" ucap Zayn mengejek dan tertawa keras melihat kondisi Lingga saat ini.
"Salahkan dirimu karena berani mengambil gadis yang aku sukai, aku akan melenyapkan apapun yang menjadi penghalang tujuanku" ucap Zayn
"Ha-ha, kau pikir setelah melenyapkan aku, Flo masih mau dengan pria macam kamu? Mimpimu terlalu tinggi Bung" ucap Lingga terkekeh di sela rasa sakit di dadanya yang terasa seperti menghancurkan organ vitalnya.
"Kau yang terlalu percaya diri dengan perasaan Flo padamu, tuan muda. Kamu pikir ia kan terus terbayang dirimu saat kamu sudah tidak ada di dunia ini lagi? Aku pastikan aku akan memiliki Flo di masa depan" Ucap Zayn penuh percaya diri.
Lingga hanya tertawa mendengar betapa percaya dirinya Zayn mengatakan kalau Flo akan memilihnya jika ia mati. Lingga yakin kalaupun sudah tidak ada orang lain dan hanya tinggal Zayn di dunia ini, Flo tidak akan pernah memilihnya! Karena ia tahu, betapa bencinya Flo pada pria di depannya ini.
"Sayang sekali, kamu harus mengucapkan selamat tinggal untuk dunia ini tuan muda. Kau tidak perlu khawatir, setelah ini aku yang yang akan menjaga wanita yang kamu cintai dengan segenap jiwa ku" ucap Zayn yang sudah mengambil sebuah pistol berlaras pendek dari pinggangnya.
Dengan tersenyum mengejek Zayn tanpa ragu menekan pelatuk itu.
DOR!!!
KRAK!!!
Mata Zayn membelak saat ia menarik pelatuk, Flo tiba-tiba saja berada di depannya dan memegang pistol miliknya itu. Meskipun pelatuk berhasil di tarik dan berhasil menembak.
Hanya saja entah mengapa hanya suaranya saja yang terdengar, sedangkan tangan Flo tidak terluka sama sekali yang menutupi lubang peluru itu. Dan lagi pistol miliknya langsung remuk seketika saat di remas oleh Flo.
Pistol miliknya dapat di remukan dengan begitu mudahnya dengan tangan kosong oleh Flo? Betapa kuat dan menakutkannya seorang Flower?
"F-Flo..." ucap Zayn
Flo menatap tajam ke arah Zayn dan langsung menendangnya dengan kuat dada Zayn. Hingga Zayn terdorong sejauh delapan meter dan menghantam pohon, Flo melakukan hal yang sama seperti yang di lakukan pria itu pada Lingga.
"Aakkkhhh,,, uhuuuukkk..." Zayn merasakan sakit di dadanya dan mengeluarkan seteguk darah.
Flo berjalan menghampiri Zayn yang tengah terluka itu dan menatapnya datar.
"F-Flo..." ucap Zayn melihat Flo datang menghampirinya.
"Punya keberanian dan nyawa berapa kamu berani menyakiti kekasihku!!" ucap Flo dengan datar, dingin dan jufa menusuk.
Rasa sakit di hati Zayn melebihi rasa sakit sari luka dalam yang di sebabkan oleh tendangan Flo.
Apalagi dengan jelas ia mendengar gadis yang ia sukai itu, justru membela laki-laki lain dan membalaskan perlakuan yang ia lakukan pada prianya itu.
"Flo, aku melakukan ini karena aku mencintaimu. Tidak bisa kah kamu melihat kalau aku menyimpan rasa cinta yang besar untukmu, aku akan melakukan apapun untuk memilikimu Flo. Katakan apa yang harus aku lakukan agar kamu juga memberikan perasaan yang sama padaku" ucap Zayn di sela rasa sakit di dadanya itu.
"Cinta? Bulsyit!!" ucap Flo jijik mendengar ucapan Zayn.
"Aku bersungguh-sungguh mencintai mu Flo. Aku tidak pernah merasakan hal ini sebelumnya pada wanita lain. Aku mohon beri aku kesempatan untuk masuk ke dalam hidupmu dan juga membuktikan perasaanku padamu. Aku janji akan memperlakukan kamu dengan baik dan penuh cinta, aku akan bekerja lebih keras untuk memenuhi segala keinginan kamu" ucap Zayn bersungguh-sungguh.
Ia tidak peduli saat ini Flo sudah memukulnya demi laki-laki lain, yang penting Flo mau memberikan kesempatan sekali saja padanya.
Pikiran dan hati Zayn saat ini hanya di penuhi dengan nama Flo di sana dan tidak bisa berpikir jernih. Ia tidak peduli tentang apapun selama ia bisa memiliki Flo dalam hidupnya.
"Perasaan mu padaku bukan cinta!" ucap Flo
"Itu Cinta, aku yakin itu! Aku tidak pernah sedalam ini menginginkan seseorang" ucap Zayn dengan yakin.
"Menyerahlah, lupakan aku dan jauhi aku, jangan pernah muncul di depanku lagi. Maka aku akan memberikan kamu kesempatan untuk tetap hidup setelah ini" ucap Flo masih dengan nada yang sangat datar itu.
Ia sungguh serius dengan kata-katanya, ia masih mengingat dulu ia pernah dekat dengan pria itu, dan mencoba menekan rasa benci dan dendam dalam hatinya.
"Tidak! Sampai kapan pun aku tidak akan menyerah untuk mendapatkan kamu Flo!!" ucap Zayn keras kepala.
"Sudah ku bilang, perasaan yang kamu miliki saat ini padaku bukanlah cinta, tapi perasaan bersalah" ucap Flo
"Apa maksudmu? Perasaan bersalah apa?" ucap Zayn tidak mengerti dengan ucapan Flo.
"Haaahh" Flo mengambil nafas.
"Apa kau sama sekali tidak mengenalku Zayn?" Tanya Flo.
"Tentu aku tahu, kamu adalah Flower asisten pribadi dan orang kepercayaan nona Addara Azalea Adi Raharjo, ah mungkin aku harus menyebutnya nyonya muda Narendra. Aku jelas tahu, karena kau adalah gadis yang aku cintai" ucap Zayn denga tersenyum
Mungkin saat ini Zayn tengah gila karena rasa cintanya itu. Mendengar itu Flo tidak bisa tidak mencibir pria yang tengah terluka di depannya dan menatap jijik.
"Kamu sama sekali tidak mengenali ku? Hah, tapi aku yakin hati kecilmu pasti mengenaliku. Benarkah Iyan, mantan sahabatku" ucap Flo menatap Ekspresi Zayn.
Mendengar nama panggilan itu, tentu Zayn terkejut. Karena panggilan itu adalah panggilan khusus dari Puspa.
"Puspa..." ucap Zayn tanpa sadar.
"Ha-ha, benar bukan kau masih mengingatku. Sudah ku bilang itu bukan perasaan cinta, melainkan perasaan bersalah mu padaku Zayn. Perasaan bersalah karena kau sudah mengkhianatiku di masa lalu" ucap Flo datar.
"K-kau Puspa?" tanya Zayn tidak percaya.
"Ya, aku mantan sahabat yang kau khianati. Jadi sebaiknya kau pergi sebelum rasa benci dalam diriku meledak dan membunuhmu di sini saat ini juga" ucap Flo.
Ia tidak berbohong, ia berusaha menekan rasa benci pada Zayn Setiap kali melihat pria itu. Dan kini kesabarannya sudah tidak bisa terbendung lagi, ia takut rasa benci dan dendam menguasai dirinya saat ini dan melukai orang lain.
"Tidak mungkin! Flo... Bagaimana kau menjadi Puspa, Puspa sudah meninggal. Kau dan dia adalah orang yang berbeda" ucap Zayn dengan suara bergetar.
"Ya, Puspa sudah meninggal dan sekarang yang ada di hadapanmu adalah Flo. Puspa yang dulu sudah MATI!!!" ucap Flo menekankan mati.
"Aku tidak percaya, kamu pasti menyelidiki masa laluku kan? Dan kau menggunakan tentang Puspa agar aku menyerah padamu, TIDAK! Aku tidak akan menyerah, aku tetap ingin kamu berada di sisiku Flo apapun itu. Aku tidak peduli kamu Flo atau Puspa" ucap Zayn.
Jlep!!!
SREEK!!!
"Aaaakkkkhhhhh....!!!!" teriak Zayn membahana, saat tiba-tiba saja Flo menancapkan pisau di Wajah Zayn dan menggoresnya dengan memanjang, sama seperti wajah Flo dulu.
"Kau mengingat nya sekarang? Aku sudah mengatakan untuk pergi tapi kau tetap bebal dan keras kepala. Jadi terima ini" ucap Flo yang tidak bisa lagi membendung rasa benci di dadanya itu.
"Aaakkhhhh,,, sakiittt..." ucap Zayn
"Sakit hmm?" ucap Flo.
"Rasa sakit itu juga yang aku rasakan saat kau buat aku cacat Iyaaann!!!! Sekarang rasakan apa yang pernah kamu lakukan padaku dulu" ucap Flo" ucap Flo hampir menikam Zayn yang kini masih terlihat kesakitan, karena luka yang Flo buat di wajahnya.
Mukanya kini di penuhi dengan darah dengan luka yang menganga panjang di sepanjang wajahnya.
GREP!!!
"Sayang sadar, jangan bunuh dia. Jangan kotori tanganmu dengan darah Flo" ucap Lingga memeluk calon istrinya itu dari belakang.
Flo sedikit memberontak, namun Lingga tetap memeluknya dan coba menyadarkan Flo yang kini sudah di liputi oleh rasa dendam di dalam dirinya. Hingga tidak sadar melampiaskannya pada semua orang yang ada di sekelilingnya dan dirinya sendiri.
"Sayang, sadar sayang! Jangan ikuti dendam yang membuat iblis hatimu muncul. Tolong jangan sakiti diri kamu sendiri" ucap Lingga.
Perlahan namun pasti Flo mulai tenang, ia melihat Lingga yang sedang berusaha menenangkannya meskipun dalam keadaan terluka dalam yang pastinya menyakitkan.
"Lingga..." ucap Lirih Flo
"Ya, ini aku sayang" ucap Lingga mencoba tersenyum ke arah Flo menahan rasa sakitnya.
"Maaf, apa aku menyakitimu?" ucap Flo dengan raut wajah yang bersalah.
"Kamu tidak menyakitiku sama sekali" ucap Lingga menahan rasa sakit di dadanya, agar Flo tidak menyalahkan dirinya sendiri.
"Minum ini dulu,bini akan menyembuhkan kamu" ucap Flo mengeluarkan pil penyembuh dari cincin ruang miliknya.
"Makasih sayang" ucap Lingga langsung meminumnya dan beberapa saat kemudian ia merasa sangat baik.
Setelahnya, Flo memutuskan untuk membawa Zayn dan menyimpannya di cincin ruang miliknya. Ia akan memikirkan dengan cara apa ia membalaskan dendam pada pria itu.
Untuk kelima orang pembunuh bayaran yang di bayar Zayn juga dia simpan di cincin ruang.
Lingga kemudian mengajak Flo pergi dari sana, tak lama kemudian orang bengkel datang mengambil mobil milik Lingga tanpa mengetahui di sana baru saja terjadi pertempuran.
...•••••••...