The Greatest Female Soul

The Greatest Female Soul
74. Dara yang semakin terkenal



Setelah mengantar kedua adiknya ke sekolah, Sandi membawa nonanya ke Star Hotel. Setelah sampai di sana, Dara langsung membawa motornya menuju ke kampus.


Setelah belasan menit Dara sudah sampai di kampusnya, ia heran mengapa banyak orang yang berada di area parkiran dan menatapnya. Namun sedetik kemudian, ia tahu pasti itu karena video live streaming adiknya yang viral itu. Apalagi di tambah kejadian maskernya terlepas dan beberapa orang di kampus melihatnya.


Dara mengabaikan tatapan mereka dan masuk ke dalam kampus menuju kelas. Semua orang di kelas juga menatapnya, namun saat suara dehaman terdengar semua orang berpura-pura tidak melihat Dara.


Orang yang berdeham itu tidak lain dan tak bukan adalah Daffa. Daffa sudah mendengar gosip itu, ia sebenarnya penasaran ingin melihat wajah Dara dengan mata kepalanya sendiri.


Meskipun susah juga, karena Dara selalu memakai maskernya meskipun di dalam kelas.


"Hai Ra, kamu sudah datang?" sapa Daffa dengan senyumnya semenawan mungkin.


Dara tidak menggubris itu, bukankah dia memang sudah datang, lalu kenapa di pertanyakan? Apa Daffa buta atau bodoh? Pikirnya.


Dara fokus mendengar pelajaran hingga selesai, Daffa juga sebisa mungkin menatap ke arah depan karena Sugeng yang menjelaskan materi. Kalau tidak dia bisa di keluarkan dari dalam kelas.


Saat kelas selesai, sebagian orang di kelas pergi ke kantin. Hanya saja Daffa masih di sana dan ingin mengajak Dara keluar ke kantin atau makan di restoran.


Namun tiba-tiba Celine dan Samuel datang mengajak Dara makan di restoran depan kampus lebih dulu, tentu hal itu membuat Daffa kesal karena sudah keduluan.


Dara mengangguk dan ikut dengan keduanya untuk makan di restoran depan, Celine langsung menggandeng tangan Dara membuat semua orang menoleh ke arah mereka.


Samuel sangat gugup saat duduk di depan Dara. Padahal Dara bersikap biasa saja dan tidak merasa terganggu sama sekali.


"Ra, kamu sangat terkenal sekarang!" ucap Celine dengan senyum lebar.


"Ya, aku tidak bisa berbuat apa-apa" ucap Dara


"Kamu memang sangat menakjubkan Ra" ucap Celine dengan mengangkat kedua jempolnya.


"Apa kamu nggak apa-apa?" tanya Samuel.


Sebenarnya pertanyaan itu lebih pas ke dirinya sendiri, karena ia tidak suka melihat orang lain menikmati wajah cantik Dara. Ia merasa saingan cintanya akan bertambah banyak.


"Aku tidak apa-apa, ini semua karena aku tidak tahu adikku yang tengah melakukan siaran dan aku datang. Tapi aku tidak peduli juga jika orang lain tahu" ucap Dara mengendikkan bahunya.


"Lalu kenapa kamu menutupi wajahmu dengan masker jika kamu tidak peduli orang lain tahu?" tanya Celine.


"Karena aku belum terbiasa saja, lagian aku nggak mau membuat kehebohan yang tidak perlu, apalagi para dosen juga khawatir kalau aku buka masker akan mempengaruhi fokus semua orang" ucap Dara.


"Ah, kau benar juga. Akan sulit orang mengalihkan tatapannya dari wajahmu" ucap Celine.


Ketiganya kemudian makan dan menikmati makanan dan bergegas keluar dari restoran. Celine dan Samuel masih memiliki kelas setelah ini, tapi Dara memilih pulang ke kediaman miliknya.


Meskipun begitu Samuel ingin sekali mengantar Dara pulang. Namun Dara menolak karena ia membawa motornya, sebenarnya alasan utama ia menolak adalah karena janjinya pada Kai.


Entah mengapa pria itu selalu mewanti-wanti dirinya untuk tidak dekat dengan pria lain. Meskipun begitu Dara tetap berteman dengan Samuel karena mereka seorang kerabat.


Sejak pagi tadi Kai tidak menghubunginya, namun malam tadi ia mengatakan jika ia ada tugas dan akan pulang sekitar tiga atau paling lama seminggu mendatang, dan akan sulit di hubungi. Dia akan menghubunginya jika ia memiliki waktu bebas.


....


Saat sampai di rumah, Dimas dan Ryan belum pulang. Dara langsung ke kamarnya berganti pakaian dengan pakaiannya yang lebih santai.


Ia sudah meminta Theo dan juga Ferdi untuk datang. Dara akan membahas banyak hal, termasuk tentang rencana pembangunan Perusahaan yang ia rencanakan.


"Nona, ini laporan semua hal tentang A.A Entertainment dan juga Star Hotel" ucap Ferdi menyerahkan laporan pada nonanya itu.


Dara langsung mengeceknya satu persatu, dan tidak ada masalah dengan kedua perusahaannya itu.


"Bagaimana dengan laporan yang aku minta?" tanya nya pada Ferdi.


"Aku akan mentransfer uangnya. Lalu apa sudah ketemu dengan rumah sakit yang aku inginkan?" tanya Dara


"Belum, tapi Theo sudah menemukannya" ucap Ferdi


"Oh, ya? Theo jelaskan!" ucap Dara lagi.


"Ada rumah sakit swasta di pusat ibukota perbatasan dengan Utara, rumah sakit itu sudah hampir bangkrut karena terlilit hutang. Jika bos bersedia, kita bisa membeli rumah sakit itu. Kita tidak perlu membangun dari awal untuk gedungnya, hanya perlu sedikit renovasi melakukan pemutihan seperti di Star Hotel" ucap Theo


"Biarkan Hanna yang melakukan kontrak jual beli itu! Seperti yang saya mau, buat rumah sakit yang bagus dengan peralatan dan tenaga medis yang baik. Untuk keluarga miskin biarkan mereka berobat dan bebaskan biayanya. Jika butuh dana yang besar, aku akan menutupinya dengan dana pribadi" ucap Dara.


"Baik Bos!" ucap Theo


"Baik Nona!" ucap Ferdi


"Lalu bagaimana yang aku minta Theo?" tanya Dara


"Keluarga itu sekarang sudah bangkrut bos, tuan Adnan melakukannya dengan sangat rapih. Bukan hanya keluarga itu saja, tapi juga keluarga dari istrinya juga gulung tikar" ucap Theo.


"Oh, sebuah permulaan yang sangat bagus" ucap Dara menyeringai.


.....


Setelah beberapa hari, berita tentang Dara di internet tidak juga surut, justru para netizen meminta pihak dari A.A Entertainment untuk mengklarifikasi berita tentang itu.


Lucas mau tidak mau menelepon Bos-nya untuk itu, ia harus meminta izin padanya jika ingin mengambil keputusan yang sulit, yang mana melibatkan Bos-nya itu.


Dara menghela nafas, sepertinya ia tidak bisa menyembunyikan diri lagi sebagai ketua dari A.A Entertainment. Jadi ia membiarkan Lucas mengklarifikasi kebenaran berita itu


Benar saja, setelah pihak A.A Entertainment mengonfirmasi jika memang benar Ketua mereka ada adalah kakak kandung dari selebgram bernama Adimas-AR. Membuat berita itu semakin heboh, bahkan akun Dimas semakin bertambah pengikutnya.


Semua netizen semakin memuji betapa cantik dan kayanya seorang Dara, yang saat ini di sebut Dewi Nasional.


Nilai pasar saham A.A Entertainment sekarang sudah naik menjadi 350 Milyar, meskipun itu jauh lebih rendah di bandingkan agensi besar lainnya. Namun itu sudah sangat banyak untuk perusahaan menengah seperti ini.


"Bagaimana hasilnya?" tanya Dara lewat sambungan telepon.


"Hasilnya malah lebih heboh, sepertinya penampilan anda sangat memukau penggemar. Anda sangat luar biasa ketua" ucap Lucas.


"Baiklah biarkan saja semua orang heboh, aku tidak bisa berkata apa-apa lagi" ucap Dara pasrah.


"Ada berita bagus lainnya Nona, saham kita naik hingga menembus 350 Milyar" ucap Lucas sangat antusias.


"Kerja bagus! Jika ada perlu apa-apa telepon saja" ucap Dara lagi.


"Tentu, ah iya ketua. Ada beberapa stasiun televisi ingin mengundang anda dalam acara mereka. Dan juga ada beberapa majalah ingin mewawancarai anda" ucap Lucas.


"Tolak semuanya, bilang saja saat ini aku sibuk dengan kuliah dan juga pekerjaanku yang lain, aku tidak memiliki waktu untuk hal lain" ucap Dara


"Baik" ucap Lucas.


...••••••...



Nama : Xavier Nugraha


Usia : 24 tahun


Pekerjaan : The king of Actor, generasi kedua keluarga besar Nugraha.