The Greatest Female Soul

The Greatest Female Soul
305. Memberikan pelajaran



Dara terharu mendengar ucapan semua orang, ia tidak menyangka jika keluarga Narendra masih mau menerimanya, bahkan membelanya di depan Megan. Meskipun apa yang ia lakukan adalah suatu hal yang di luar kebiasaan orang pada umumnya.


Namun itu tidak berlaku bagi Megan, jelas saat ini dirinya sangat marah mendengar semua orang justru membela Dara, bukan membela dirinya yang jelas-jelas menjadi korban di sini.


"Kaisar, Tante, semuanya, kenapa kalian malah membela wanita ja*ang yang sangat kasar dan tidak tahu adab seperti ini?" ucap Megan dengan penuh kebencian dan menunjukkan jarinya ke arah Dara.


PLAK!!!


Sebuah tamparan keras di terima di pipi kanan Megan, hingga membuatnya tertoleh.


Megan memegang pipinya yang terasa panas dan juga sakit itu. Ia tidak menyangka jika Hesti tega menampar dirinya di depan semua orang. Ya, yang menamparnya dengan kencang barusan adalah Hesti.


"Tan...Tante... Tante menamparku..." ucap Megan tertegun tidak percaya sekaligus merasakan sakit di pipinya.


"Jangan pernah menyebut menantuku dengan sebutan yang harusnya lebih pantas di sematkan padamu Bi*ch!!!" ucap Hesti dengan keras dan nada yang tinggi.


Jangankan Megan, semua orang termasuk Galuh sendiri terkejut. Ini pertama kalinya seorang Hesti berbicara seperti ini, emosinya kali ini benar-benar meledak.


"Tan...te..." ucap Megan sama sekali tidak mempercayai telinganya.


"Panggil aku Nyonya! Aku tidak sedekat itu dengan mu! Mulai detik ini, Keluargamu bukan lagi kerabat dari keluarga Brigez ataupun Narendra! Aku tidak peduli jika ibumu adalah teman ku, aku tidak akan membiarkan orang luar menghina menantu kesayanganku! Kau dengar itu, ja*ang?!!" ucap Hesti menggelegar.


"Cih, muka plastik lima ribuan aja berlagak... Kamu pikir dengan tampangmu yang seperti jalan Pantura itu layak buat jadi calon menantuku? Mimpimu terlalu ketinggian! Harusnya kamu berkaca. Seharusnya jika wajahmu tidak cantik, hatimu yang cantik. Namun sayang kau adalah orang yang paling buruk, tidak hanya wajahmu tapi juga hatimu" ucap Hesti pedas.


Megan terdiam saking syok nya mendengar ucapan Hesti yang terkenal dengan sosok lemah lembutnya. Sedangkan Sarah sudah tertawa melihat ekspresi Megan saat ini yang terkena mental.


"Haduh, muka tembok tetap aja muka tembok. Eh salah, muka plastik kiloan maksudnya!!" ucap Sarah menyindir Megan, karena meskipun di Hina begitu jelas dan keras. Namun tetap saja Megan bergeming di sana.


"K-Ka-Kaisar..." ucap Megan yang kini berbalik justru menginginkan bantuan dari Kai.


"Jangan dekat-dekat denganku bi*ch!!!" ucap Kai menghindar saat tangan Megan justru hendak menggapai tangannya.


PLAK!!!


Tamparan keras lagi-lagi mengenai Megan, kali ini pelakunya adalah Dara. Maha karya Dara kini terlihat jelas di pipi kiri Megan, membuat cap lima jari keunguan hingga membuat sudut bibir Megan robek dan berdarah.


Bukan itu saja, lihat saja sudut hidung Megan kini kembali bengkok, karena tamparan keras Dara barusan.


"Sepertinya urat malu mu sudah putus dan membuatmu buta akan segalanya" ucap Dara geram saat tahu Megan tidak kapok dan masih berusaha menarik simpati Kai.


"Dark!!!" panggil Dara sedikit keras, hingga yang lain masih bisa mendengarnya.


Wuuusshhh!!!


"Saya Queen..." ucap Dark yang tiba-tiba saja datang.


Kedatangan Dark yang tiba-tiba mengejutkan semua orang, kecuali Dara, Kai dan Flo. Karena bagaimana bisa seseorang dalam sekejap sudah berdiri di sana. Bahkan Dierja dan Tirta tidak menyadaribya, sungguh Dark benar-benar seorang pengawal bayangan.


"Bawa perempuan tidak tahu diri ini ke Goddess Hill Villa. Bawa juga White ke sana, biarkan White bermain-main dengannya. Tentunya White sangat tahu apa yang harus ia lakukan" ucap Dara dengan datar dan tegasnya.


"Ah, beritahu Via dan Theo, untuk membongkar semua kebusukan Keluarganya di depan publik. Runtuhkan kerajaan bisnisnya dan tutup semua akses keluarga manapun yang ingin membantu mereka" ucap Dara


"Baik Queen...." ucap Dark langsung mendekati Megan.


"Jangan mendekat!!! Aaahh Kaisar tolong akuuuu!!!" teriak Megan meronta saat Dark menariknya pergi dengan kasar dari sana.


Lagi-lagi, kecepatan Dark pergi membawa Megan membuat semuanya terkejut lagi dan lagi.


Setelah kepergian Dark dan Megan, suasana di sana sempat hening sejenak. Mereka masih terkejut dengan apa yang terjadi di sini.


"Maaf membuat kalian tidak nyaman atas ulahku yang membuat keributan di sini" ucap Dara membungkukkan badannya, dan meminta maaf dengan tulus.


"Sayang, tidak perlu begitu. Kami semua tidak menyalahkan kamu" ucap Hesti menghampiri calon menantunya itu dan memeluknya dengan sayang.


"Hesti benar Dara, tidak perlu di pikirkan" ucap Dierja.


"Tapi kalau boleh papa tahu, apa yang sebenarnya terjadi? Kenapa kamu terlihat sangat membenci wanita itu?" tanya Galuh yang sejak tadi hanya diam saja.


"Maaf pah dan semuanya, Dara melakukan ini karena memang Dara sudah di liputi oleh emosi. Begitu melihat dia di sini, emosi Dara terpancing, karena mengingat apa yang sudah ia lakukan pada keluargaku" ucap Dara menunduk kan kepalanya.


"Memang ada apa sayang?" tanya Hesti dengan lembut.


"Boleh Flo yang menjawab tante?" tanya Flo, ia melihat Dara merasa kesulitan menjelaskan semuanya. Jadi ia berinisiatif untuk memberi tahu semuanya.


"Hmm..." Galuh mengangguk


Flo kini menatap Dara untuk meminta izin dan Dara menatap balik dan tersenyum tipis dan bergumam kecil, ia berterima kasih pada Flo yang mengerti dirinya dan mewakilinya untuk bercerita.


"Jadi apa yang sebenarnya terjadi? Opah jadi penasaran" ucap Dierja.


"Jadi di saat Flo mengalami kecelakaan pesawat. Saat itu juga Bara, kakaknya Dara mengalami kecelakaan beruntun di ruas jalan tol menuju kota M dari kota S" ucap Flo


Semuanya terkejut mendengar hal yang baru mereka tahu itu, karena memang kecelakaan yang menimpa Bara tidak di beritakan di televisi.


Kalaupun di siarkan, saat itu tidak ada yang tahu jika salah satu korban adalah anak dari keluarga paling berpengaruh di sana.


Tapi mereka hanya diam dan menunggu Flo melanjutkan ucapannya. Mereka penasan dengan cerita lengkapnya.


"Bara mengalami luka yang sangat serius dan beberapa organ Vitalnya rusak, hingga kemungkinan selamat kurang dari lima persen. Beruntung saat itu Dara masih bisa menyelamatkannya dan membuat Bara yang saat itu di ambang kematian menjadi stabil, pulih dan sehat kembali" ucap Flo.


Mereka menghela nafas lega saat mendengar kondisi bara kini sudah Stabil dan baik-baik saja berkat Dara. Mereka tahu Dara adalah seorang dokter paling kompeten di negaranya.


"Setelah di selidiki, ternyata kecalakaan itu bukanlah kecelakaan lalu lintas biasa. Itu kecelakaan rekayasa dan mobil yang di kendarai Bara waktu itu adalah mobil milik Dara yang sebelumnya sudah di sabotase oleh orang suruhan dari Megan. Dan memang awalnya skema itu di buat dengan menargetkan Dara, hanya saja mereka salah sasaran dan yang menjadi korban justru adalah Bara" ucap Flo membuat semua nya terkejut dan juga sangat marah saat mengetahui cerita sebenarnya dan ingin sekali mereka memakai Megan saat ini juga dengan kata-kata kasar.


"Hal itu yang membuat Dara menjadi marah dan dendam pada Megan saat melihatnya, karena Megan sudah berani menargetkan dirinya dan membuat nyawa Bara hampir terenggut. Di tambah saat itu Dara tengah kalut dan bingung, karena saat itu Flo juga kecelakaan dan dia bingung menyelamatkan yang mana lebih dulu. Bahkan Dara sempat pingsan tidak sadarkan diri karena kelelahan dan kehabisan tenaga. Untung saja, baik Bara maupun Flo selamat dan sehat sampai detik ini" ucap Flo.


Tentu saja saat ini semua orang menatap Dara dengan khawatir. Keluarga uchiha dan juga Keluarga Narendra juga sangat berterima kasih karena Dara, Flo bisa selamat dan masih bisa berkumpul bersama mereka saat ini.


"Sayang, apa benar kamu sempat pingsan? Kapan? Kok aku nggak tahu? Kamu nggak apa-apa, apa sekarang masih merasa tidak enak?" tanya Kai dengan khawatir, hatinya tercekat saat mendengar sang pujaan hati sempat jatuh sakit karena hal ini, dan parahnya ia tidak tahu itu.


"Tidak apa-apa, itu sudah berlalu dan aku baik-baik saja. Itu karena aku terlalu banyak mengeluarkan tenaga, jadi aku pingsan karena lelah. Maaf aku tidak memberi tahumu, aku tidak ingin kamu khawatir. Lagian aku benar-benar sudah tidak apa-apa" ucap Dara


"Tapi tetap saja aku khawatir sayang, aku juga minta maaf. Kalau bukan karena wanita gila itu yang sangat terobsesi padaku, kamu tidak akan mengalami hal seperti ini" ucap Kai sembari meremas lembut tangan Dara. Ia benar-benar merasa bersalah.


"Bukan kamu yang salah, salahkan saja wanita gila itu. Sungguh aku tidak habis pikir, dia di kasih makan apa, atau pernah jatuh dari mana. Hingga otaknya geser sampai ke telapak kaki dan tidak bisa berpikir dengan benar" ucap Dara mengelus tangan Kai dan tersenyum lembut padanya.


"Lalu, kamu ingin menghukum wanita itu seperti apa, Ra?" tanya Flo.


"Aku akan membiarkan White yang bermain-main dengannya, pasti sangat menyenangkan" ucap Dara tersenyum tipis dan sedikit menyeringai.


...•••••••...