
Semua orang terkejut dengan yang di lakukan Dara, dia terlalu Badas untuk ukuran seorang perempuan. Terlalu ngeri-ngeri sedap melihat Dara dengan keras menghukum mereka berempat tanpa ampun.
Bagaimana bisa dia mempunyai kekuatan sebesar itu sebagai seorang perempuan? Semua orang tidak mempercayai mata mereka.
Terlebih lagi mereka takut dengan identitas Romeo, selain sebagai salah satu Prince kampus. Ia juga merupakan anggota keluarga Pramana yang merupakan keluarga besar di ibukota.
"Aaakkkhhhh...." teriak Romeo merasakan sakit yang luar biasa di perut dan juga punggungnya. Ia bangkit dari tempat sampah dan terduduk karena merasa sakit yang luar biasa, sepertinya rusuknya patah.
"Huuueeekkkk" Dia tidak kuat menahan gejolak di perutnya dan mengeluarkan semua isi perutnya.
Orang yang melihatnya langsung memalingkan muka dengan jijik.
Dara diam saja menatap Romeo, ia tidak jijik sama sekali. Mental Liu Annchi sudah benar-benar menyatu padanya. Jangankan melihat mu*tahan itu, melihat darah atau isi perut orang berceceran saja Dara mungkin akan biasa saja.
"Kurang ajar, kau tidak tahu siapa aku? Berani sekali kamu menghajarku!!!" Teriak Romeo, ia masih merasakan sakit di perutnya jadi teriakannya tidak begitu keras.
"Oh memang siapa kamu?" ucap Dara datar
"Aku adalah anggota keluarga Pramana, salah satu dari tiga keluarga besar di ibukota" ucap Romeo dengan bangga.
Dara hanya diam, ia justru melangkahkan kakinya mendekati Romeo yang masih terduduk di sana.
"Kenapa, kamu takut? Ingin minta maaf? Heh, bersujudlah di depanku dan menggonggong seperti anjing! Maka aku akan mempertimbangkannya he-he" ucap Romeo terkekeh.
"Sudah selesai?" tanya Dara dengan tatapan tajam dan nada yang datar.
PLAK!!!
Tanpa ba-bi-bu sebuah tamparan mendarat di pipi kanan Romeo, tapi tidak sekeras tamparan untuk rekan Romeo sebelumnya.
"Si*lan, Jal...." ucap Romeo
Blup!!!
Belum selesai Romeo mengumpat, Dara menekan kepala Romeo ke mu*tahan nya sendiri.
"Kamu masih terlalu dini untuk berurusan denganku! Aku tidak peduli kamu dari keluarga konglomerat mana. Selama kamu menyinggungku, aku tidak akan segan membalasnya" Ucap Dara dengan dingin.
Ia mengangkat kepala Romeo yang sudah berlumuran mu*tahannya sendiri, bahkan Romeo terbatuk-batuk dan merasa mual lagi. Keningnya juga terluka karena benturan dengan tanah.
"Kau...." ucap Romeo
Blup!!!
Kembali dara menekannya lagi.
"Kau terlalu membanggakan keluargamu sendiri, Kau bahkan tidak punya apa-apa jika tidak ada keluarga yang kau banggakan itu. Kau boleh berurusan denganku jika kau sudah bisa menghasilkan uang lebih baik dariku. Tapi tentu saja aku juga akan melawan" ucap Dara.
"A-ampun! Maaf-kan aku! ma-af!" ucap Romeo terbata, ia sudah tidak kuat dan hampir pingsan karena mencium mu*tahannya sendiri
"Dua hari! Aku ingin Motorku kembali seperti semula bagaimanapun caranya. Kalau tidak, kau tinggal pilih, bagian tubuh mana yang ingin kubuat cacat" ucap Dara kemudian berdiri.
"Aku akan bertanggung jawab biaya rumah sakit teman-teman mu. Kau tidak akan lari dari tanggung jawab" ucap Dara Kemudian pergi.
Semua orang melihat aksi Dara dengan menahan nafas. Itu terlalu brutal, dan mereka tidak menyangka Dara sekejam ini. Tapi itu terlihat sangat keren.
Daffa melihat itu dari kejauhan, matanya sangat berbinar melihat aksi Dara. Di matanya Dara terlihat sangat keren dan mempesona. Tapi ia juga khawatir Romeo akan membalasnya, ia tidak bisa membantunya karena keluarga Pramana sangat kuat.
Di sisi lain, Celine dan Samuel juga melihat adegan di mana Dara memberikan pelajaran yang epik pada kelompok Romeo. Keduanya sangat kagum dengan kekuatan Dara yang luar biasa. Namun mereka juga khawatir, jadi Samuel memutuskan untuk menelepon ayahnya, namun nomor ayahnya masih sibuk karena menerima panggilan lain.
Kejadian Dara yang memukuli Romeo dan ketiga rekannya sampai ke telinga dosen dan Rektor. Semuanya terkejut saat mendengarnya.
Mereka tahu jika Dara adalah tamu kehormatan keluarga Rukmana, namun mereka juga tidak bisa menyinggung keluarga Pramana.
Meskipun Romeo hanya keluarga cabang, tapi tetap saja statusnya lebih tinggi dari keluarga Kelas satu seperti Keluarga Rukmana.
"Pak Galih, bagaimana ini?" tanya Sugeng pada Galih yang merupakan Rektor di kampus URC. Ia tidak tahu harus bersikap seperti apa.
"Saya akan membicarakannya pada Tuan Emir lebih dulu" ucap Galih.
Ia langsung menghubungi Emir setelahnya. Setelah beberapa kali berdering, Emir pun menjawab telepon itu.
"Hallo, ada apa Pak Galih?" Ucap Emir saat menjawab teleponnya.
"Hallo Tuan Emir, maafkan saya menganggu. Ada hal penting yang harus saya bahas, ini soal Addara Azalea" ucap Galih.
"Ada apa dengan Nona Dara? Apa kalian membuat masalah dengannya? Saya mengatakan untuk tidak membuat masalah dengannya atau membuatnya marah bukan?" ucap Emir sedikit takut jika ada yang membuat masalah pada Dara.
"Bu-bukan begitu tuan. Masalahnya sekarang Addara sudah menyinggung anggota keluarga Pramana" ucap Galih dengan takut.
"Kenapa bisa? Ceritakan apa yang terjadi!" ucap Emir sedikit gelisah.
"Baik Tuan, jadi......" Galih mulai menceritakan semuanya tanpa ada yang kurang sedikitpun.
Emir mendengarkannya sampai selesai, ia menghela nafas mendengarnya. Meskipun ia tidak bisa menyinggung keluarga Pramana, tapi ini menyangkut Dara. Selain Dara adalah penyelamat keluarganya, Dara juga merupakan cucu konglomerat Gusti Adi Raharjo.
Jika di minta untuk memilih, jelas Emir akan membela Dara. Walaupun keluarga Permana salah satu keluarga besar di ibukota dan memiliki kekuasaan besar. Namun lawannya tidak bisa di anggap remeh.
Secara kekuasaan mereka sama-sama kuat, tapi jika dari segi finansial jelas Adi Raharjo lebih unggul. Itu yang membuat keluarga Adi Raharjo sangat besar dan sejajar dengan keluarga besar di ibukota. Bahkan di gadang-gadang menjadi keluarga terkuat kedua di negeri ini.
"Tidak perlu takut, aku akan tetap membela nona Dara" ucap Emir
"Tapi tuan, bagaimana jika keluarga Pramana menuntut kita?" tanya Galih terkejut dengan apa yang di katakan Emir dan tetap mendukung Dara.
"Katakan pada keluarga Pramana kejadian yang sebenarnya, jika mereka masih bersikeras. Katakan untuk menghubungiku!" ucap Emir
"Bagaimana kalau terjadi sesuatu yang buruk pada anda dan keluarga Rukmana setelah?" tanya Galih khawatir. Bagaimanapun ia bekerja di bawah keluarga Rukmana.
"Tidak akan, aku percaya keluarga Pramana tidak akan berani melawan Nona Dara hanya untuk seorang anak dari keluarga cabang" ucap Emir.
Setelah mematikan telepon, Galih merenungi ucapan Emir. Dalam benaknya ia bertanya-tanya, siapa sebenarnya Dara? Apakah ia memiliki identitas yang hebat?
Tapi siapa yang bisa bersaing dengan keluarga besar Pramana? Tidak akan ada yang bisa melawan keluarga Pramana, kecuali keluarga besar yang lain atau keluarga Adi Raharjo dari kota S.
Memikirkan itu, Galih menebak jika Dara bisa jadi anak dari salah satu keluarga tersebut.
"Bagaimana Pak?" tanya Sugeng dan Dosen yang lain.
"Kalian tidak perlu khawatir, Tuan Emir sendiri yang akan mengurusnya. Tuan Emir tetap membela Addara, ia mengatakan jika keluarga Pramana tidak akan bisa menyentuhnya. Lebih baik kalian lebih berhati-hati dengan gadis itu, sepertinya ia memiliki identitas yang tidak biasa" ucap Galih.
Semua orang yang mendengarnya tentu saja terkejut. Bagaimana pun itu Emir yang mengatakannya, itu berarti Dara memang memiliki identitas yang lebih mengerikan dari Romeo.
Siapa dara sebenernya?
Mereka hanya diam dan mengangguk paham, dan mengikuti saran dari Galih.
...••••••...