
"Ya ada apa Firly?" tanya Ferdi
"Itu pak, Bu Dara... haaahhh" ucap Firly masih mengatur nafasnya.
Mendengar itu tentu saja Ferdi panik, ia yakin terjadi sesuatu pada nonanya itu. Jadi ia segera bertanya pada Firly.
"Nona kenapa?" tanya Ferdi dengan cemas...
"Bu Dara tadi hah lari..." ucap Firly
"Coba tenang dulu" ucap Ferdi karena Firly berbicara tidak jelas.
Firly mencoba menarik nafas dan menghembuskannya berapa kali, setelah cukup tenang ia mulai menjelaskan pada Ferdi tentang apa yang terjadi pada bosnya itu.
"Tadi saat kita keluar dari pertemuan meeting Bu Dara tiba-tiba oleng kaya mau pingsan di depan Hotel, pak. Tapi sedetik kemudian Bu Dara menyebut nama tuan muda lalu berlari. Saya udah coba mengejar, namun Bu Dara larinya sangat kencang dan saya sekarang tidak tahu di mana Bu Dara. Saya khawatir pak, Bu Dara kan sedang hamil. Bagaimana kalau ada apa-apa dengan Bu Dara dan bayinya" ucap Firly menggigit kuku jempolnya karena panik dan cemas, lutut nya sampai terasa lemas hingga ia kini terduduk di trotoar jalan.
"Kamu tenangin diri dulu, biar saya akan memanggil bantuan untuk menemukan nona. Sebaiknya kamu kembali ke kantor saja, masalah nona Dara biar aku yang urus" ucap Ferdi.
"Baik Pak" ucap Firly.
Firly kemudian bangun dari duduknya setelah cukup kuat berdiri dari lemasnya, untungnya di sana tidak ada orang yang lewat. Kalau tidak mungkin ia di sangka kenapa-kenapa atau sedang terkena masalah, karena tergeletak duduk di trotoar.
....
Di sisi lain Ferdi, memiliki dugaan jika kemungkinan besar terjadi sesuatu pada tuan mudanya itu, hingga membuat Nona-nya langsung lari begitu saja.
Ia sangat mengenal nonanya, nonanya itu sangat tenang dan juga bisa mengontrol emosinya. Kecuali jika yang terjadi menyangkut orang-orang terdekatnya.
Ferdi bergegas menelepon Kai namun setelah beberapa kali ia telepon tidak di angkat. Ferdi pun langsung menelepon Flo, setelah menunggu lama langsung di angkat membuat.
"Hallo Fer, ada apa?" tanya Flo.
Sebenarnya Flo juga tidak bisa menerima telepon saat ini, karena tengah membahas hal penting dengan Kai dan juga para pimpinan divisi GOD terkait kedatangan Ki Rawa. Namun saat melihat Ferdi yang menelepon, entah mengapa Flo menduga ada sesuatu yang darurat terjadi.
Karena biasanya sepenting apapun hal itu, Ferdi selalu keep dan berusaha menyelesaikannya sendiri. Jadi Flo memutuskan mengangkatnya dan meminta izin pada Kai untuk mengangkat telepon.
Flo pun keluar ruangan untuk menerima telepon itu.
"Flo ada di mana?" tanya Ferdi dengan suara bergetar. Flo yang mendengar suara bergetar Ferdi mengeryitkan keningnya merasa ada yang salah, tidak biasanya Ferdi panik.
"Aku di markas Kuning, bukannya Dara sudah bilang kalau ada misi tingkat tinggi tanggal 4 sampai 8 bulan ini? Ada apa? Kamu terdengar panik" ucap Flo
Dara memang mengatakan hal itu pada Ferdi, saat itu Ferdi ingin ikut dalam misi. Hanya saja dengan kekuatan nya saat ini dan juga kesibukan di perusahaan, Dara memintanya untuk tidak ikut dan tetap bekerja di perusahaan. Karena tidak mungkin Perusahaan di biarkan kosong tanpa pemimpin di sana selama beberapa hari.
"Flo, tadi sekretaris Nona bilang......." Ferdi kemudian menjelaskan semuanya pada Flo apa yang di sampaikan Firly padanya.
Tentu Flo yang mendengar kabar itu terkejut, ia segera mengakhiri telepon itu dan kembali masuk ke dalam ruangan.
BRAK!!!
"Flo, kenapa kamu terlihat panik, ada apa?" tanya Kai karena melihat ada yang tidak biasa di wajah Flo.
"Kakak ipar, Dara dan Langit..." ucap Flo
"Ada apa?" tanya Kai dingin dan cemas saat mendengar nama istri dan anaknya di sebut. Terlebih Flo memanggilnya kakak ipar bukan King.
"Tadi Ferdi telepon. Kata Sekretaris Dara tiba-tiba Dara hampir pingsan dan menyebut nama Langit, lalu setelah itu ia lari dengan cepat. Aku pikir kemungkinan besar ada hal yang terjadi pada Langit" ucap Flo
BRAK!!!
Kai menggebrak meja di depannya hingga terbelah dua dan semua sisi retak, ia langsung keluar dari markas tanpa kata. Hatinya merasa tidak tenang sekarang saat mendengar kabar itu, ia berharap semuanya baik-baik saja. Ia harap istri dan anak-anaknya tidak kenapa-napa.
"Via, lacak keberadaan Queen!" perintah Flo
"Baik Coach!" ucap Via langsung mengambil laptop miliknya.
"Dark, kamu ambil alih rapatnya. Aku akan menyusul King. Via nanti kirim lokasinya jika sudah ketemu" ucap Flo.
"Baik Coach" ucap Dark dan Via.
Mereka sebenarnya khawatir dengan Queen dan Prince mereka, hanya saja mereka tidak bisa meninggalkan markas saat ini sebelum ada instruksi lanjutan dari Queen, King atau Coach mereka.
Segera setelah itu Flo menyusul Kai menggunakan kendaraan masing-masing, menuju ke hotel imperial. Karena mereka menebak Dara tidak jauh dari sana.
...
Di sebuah jalan dekat taman yang tak jauh dari Hotel Imperial. Dara yang berlari seketika menghentikan langkahnya, ia melihat Shine tergeletak bersimbah darah dan tidak sadarkan diri.
Jantungnya berdetak kencang, berbagai kemungkinan pun masuk ke dalam pikirannya. Ia saat ini di panda kebingungan dan panik, karena Shine tengah terluka dan ia juga tidak melihat keberadaan putranya.
Segera Dara menghampiri Shine, ia memeriksa kondisi calon kakak iparnya itu. Karena saat ini Shine lebih membutuhkan bantuannya.
Shine mengalami luka yang parah, tapi Dara yakin Shine sudah meminum pil penyembuh miliknya sebelum ia tak sadarkan diri. Tapi kondisinya masih terluka bahkan setelah mengkonsumsi pil penyembuh, terutama di bagian vital dekat dengan pusat energi Qi-nya.
Beruntung itu tidak sampai membuat rusak pusat energinya. Dara juga bisa merasakan bekas pertarungan, dan itu jejak aura aliran hitam yang begitu kuat di sana.
Sudah sangat jelas jika kultivator jahat itu sangat kuat, bahkan Shine yang berada di tingkat Saint tidak bisa melawannya bahkan terluka parah.
Dara mencoba mengalirkan Chi miliknya ke tubuh Shine untuk menyembuhkan calon kakak ipar nya itu, perlahan namun pasti Shine menjadi lebih baik.
Namun sebagai gantinya Dara hampir kehabisan energinya, wajahnya pucat. Semenjak hamil memang ia tidak bisa mengeluarkan kekuatan sedikit lebih besar, padahal untuk mengobati Shine tidak terlalu memakan banyak energi.
Ia pernah mencari tahu tentang hal itu dan itu ada hubungannya dengan ketiga bayi di dalam perutnya. Chi yang ia miliki ikut terserap pada ketiga anaknya.
Itu sudah sangat jelas jika anak-anaknya di masa depan akan memiliki bakat yang sama besar dengan dirinya. Entah itu harus di syukuri atau tidak, karena keadaan sekarang tidak bisa membuatnya mengeluarkan kekuatan penuhnya. Padahal musuh yang lebih kuat kini datang menghampiri mereka.
...••••••••...