The Greatest Female Soul

The Greatest Female Soul
291.



Di dalam mobil Ellena gelisah tidak mendapati Dara kembali. Namun ia tetap mengikuti ucapan pria misterius yang mengatakan jika ia anak buah putrinya.


Pria yang mengatakan padanya jika ia di larang keluar oleh Dara sampai bantuan datang. Jadi Ellena tetap stay di mobil menunggu orang-orang dari calon mantu nya datang.


Drrrrtttt!!!


Ponsel Ellena bergetar, di lihatnya nama My Hubby di layar ponsel.


"Cih tadi aja begitu syulit di telepon, ini udah kelar baku hantamnya malah nelepon balik. Dasar polisi India, telat mulu datangnya" gerutu Ellena.


Dirman yang mendengarnya hanya tertawa dalam hati saat majikannya menistakan suaminya sendiri. Dalam hati ia bertanya-tanya, apa hubungannya majikan laki-laki nya itu dengan polisi India?


"Hallo sayang, tadi aku lihat ponsel kamu nelepon aku beberapa kali ada apa?" tanya Adnan.


"Nggak usah pakek sayang sayang an segala ya, kemana kamu mas di telepon nggak di angkat-angkat? Lagi di mana kamu sampe istri sendiri telepon malah ngilang" ucap Ellena


"Maaf sayang, tadi mas lagi mandi. Tadi sampai rumah kemaleman abis pertemuan buat Teken kontrak kerjasama sama klien luar negeri. Jangan marah ya" ucap Adnan merasa tidak enak tidak angkat telepon istrinya itu.


"Hmm, mas tahu nggak tadi aku dan Dara dalam bahaya. Kita di cegat di jalan sama puluhan orang? Aku mau minta tolong eh mas malah susah di hubunginya" ucap Ellena.


"APA??? Kalian di cegat? Kalian baik-baik aja kan? Ada di mana sekarang, papa ke situ sekarang juga" ucap Adnan panik dan cemas terjadi sesuatu pada anak dan istrinya.


"Ya haruslah, cepet kesini! Mana ban mobil kempes semua lagi" ucap Ellena lagi


"Ya udah papa berangkat sekarang, kirim lokasinya mah" ucap Adnan.


"Hmm, bawa juga itu tiga curut di mansion. Di teleponin pada susah banget, heran. Kalian pas di butuhin pada ngilang" ucap Ellena masih mengomel


"Iya mah..." jawab Adnan menerima jika nanti istrinya mengamuk padanya.


Salahnya mengapa tidak membawa serta itu telepon ke kamar mandi. Ia tidak akan memaafkan dirinya sendiri jika terjadi sesuatu yang tidak di inginkan pada anak dan istrinya.


Adnan menutup teleponnya langsung bergegas keluar kamar dan memanggil anak-anaknya supaya ikut ke tempat Ellena dan Dara berada. Tidak lupa Adnan juga meminta Jefrey untuk membawa serta anak buahnya.


.....


Beberapa menit kemudian, sekitar belasan anggota kemiliteran kota S datang dan terkejut melihat puluhan orang mengerang di tanah dan tidak bisa bangun lagi. Mereka menerka-nerka siapa yang berhasil menumbangkan mereka.


Kemudian mata mereka menangkap sosok pakaian hitam-hitam seperti ninja dengan wah tertutup masker hitam, berdiri di samping sebuah mobil sedan mewah. Segera saja pasukan pemimpin militer itu datang dan menodongkan pistol untuk berjaga-jaga, karena curiga orang itu salah satu dari orang yang mencegat tunangan Kaisar.


Orang yang berdiri di samping mobil itu tak lain adalah Dark, ia tetap tenang tidak merasa terintimidasi sama sekali saat ia di todong senjata api.


"Siapa kamu? Kamu salah satu komplotan penjahat itu?" tanya pemimpin bernama Eliot


"Turunkan senjata kalian!!!" ucap Dara yang baru saja sampai beberapa langkah dari tempat di mana mobil Ellena berada.


"Nona..."ucap Eliot ragu jika gadis di depannya adalah tunangan yang di maksud Kai. Eliot juga tidak bisa melihat dengan jelas wajah Dara, karena di sana gelap dan jarak keduanya cukup jauh.


"Kalian di minta Kai kesini bukan? Aku tunangannya" ucap Dara langsung menebak.


Siapa lagi yang memiliki akses di kemiliteran, yang bisa membuat perwira berpangkat tinggi rela malam-malam datang menyelamatkan mereka. Ya meskipun misi mereka sudah terlambat untuk di tangani.


"Nona Dara?" ucap Eliot.


"Hmm, ini aku" ucap Dara berjalan makin dekat.


Semua yang melihat Dara dengan jelas kini kagum dan terpesona melihat betapa cantik, anggun dan mempesonanya seorang dara. Tidak heran seorang Kaisar yang terkenal dingin dan tak tersentuh oleh wanita, luluh dan sangat mencintai Dara.


Namun mereka masih bisa mengendalikan diri untuk tidak larut dalam pesona Dara, karena semuanya mengingat perintah Kai. Jika tidak ada yang boleh memandang tunangannya lebih dari tiga detik, kalau tidak entah apa yang akan terjadi.


"Apa yang terjadi nona?" tanya Eliot agak bergetar karena gugup. Karena ia berhadapan dengan calon nyonya dari keluarga Narendra.


"Sepertinya mereka tengah melakukan transaksi narkoba dan mereka semua merupakan jaringan pengedar narkoba kelas internasional. Yang tergeletak di sana adalah ketua mereka" ucap Dara menunjuk seseorang yang memang Dara ketahui sebagai tangan kanan di bisnis ilegal milik Arvin itu sekaligus pengkhianat yang ingin membunuh Arvin dan merebut kekuasaannya.


Sejujurnya apa yang di lakukan Arvin tidak bisa di maafkan terlepas dia di khianati atau tidak oleh bawahannya sendiri. Karena Arvin merupakan ketua dan pendiri bisnis ilegal ini, yang mana itu adalah tindakan kriminal besar.


Hanya saja demi persahabatan antara ibu dan Rose Ephraim, hubungan Revan dan Arra, Hubungan dua keluarga besar dan juga pertemanan antara dirinya dan Arvin. Ia melepaskan Arvin untuk kali ini saja.


Dara berharap Arvin akan bertobat dan tidak lagi terlibat dalam bisnis ilegal itu. Namun jika ia mendapati Arvin masih melakukan hal yang sama, Dara sendiri yang akan menangkap dan menjebloskannya dalam penjara.


"Lalu siapa yang mengalahkan mereka?" tanya Eliot


"Itu...Dark... Tak perlu aku jelaskan kenapa bisa ia seorang diri bisa mengalahkan puluhan orang dengan mudah Bukan? Kau pasti bisa mengenali ciri-ciri siapa Dark? Dia tidak ada hubungannya dengan ini, ia hanya menyelamatkan ku dan membekuk semua penjahat kriminal itu" jawab Dara


Eliot dan rekannya terkejut saat mengetahui puluhan orang yang tergeletak itu di kalahkan oleh Dark seorang.


Kemudian Eliot memperhatikan dengan seksama siapa Dark, bagaimana bisa ia mengenal Dark seperti yang di ucapkan calon nyonya Kaisar itu.


Tiba-tiba mata Eliot membola saat memperhatikan dengan teliti penampilan dan apa saja yang di pakai Dark saat ini.


"Dark? Organisasi GOD? Salah satu orang terkuat dari lima orang terkuat di organisasi GOD?" pekik Eliot tidak percaya jika yang di hadapannya adalah salah satu orang berpengaruh di dalam organisasi yang tengah naik daun itu.


Ya, siapa yang tidak mengenal GOD? Hampir setiap penjuru negara ini pernah mendengar nama organisasi ini.


Sampai sejauh ini tidak ada yang tahu arti lambang mahkota dan bintang itu. Hanya saja di ketahui oleh publik jika ada Empat lambang yang menentukan posisi di organisasi itu. Dan lambang itu tidak bisa di tiru atu di duplikat.


Ada keanehan yang terjadi saat ada beberapa oknum nakal yang ingin mencoba membuat tanda yang sama di sebuah kain. Seketika tanda yang mereka buat hilang dengan sendirinya. Itulah mengapa Organisasi GOD sangat misterius dan juga terkenal dengan Magic nya.


Keempat tanda itu, yang pertama adalah bentuk mahkota yang lebih besar dengan warna Gold dan sebuah bintang kecil berwarna silver di pojok kanan atasnya. Lambang itu hanya ada satu dan di gunakan oleh Star Queen, pimpinan atau ketua dari organisasi GOD yang terkenal misterius dan kuat meskipun dia adalah seorang perempuan.


Yang kedua adalah Bentuk Bunga mawar berwarna merah darah dengan Bintang yang berwarna silver. Itu adalah simbol yang hanya di pakai oleh tangan kanan Queen yang di sebut Blume (Flower).


Yang ketiga adalah simbol mahkota kecil berwarna kuning dengan bintang yang lebih besar berwarna silver di sudut yang berbeda, itu adalah simbol yang di pakai Pimpinan divisi atau lima orang terkuat di GOD.


Yang terakhir adalah simbol bintang berwarna Biru, merupakan simbol anggota GOD.


"Mohon maaf tidak mengenali anda Tuan Dark" ucap Eliot sopan.


Dark hanya mengangguk saja, kemudian menoleh ke arah Dara dan mengodenya untuk segera pergi.


Wuuusshhh....


Eliot yang melihat kecepatan Dark hingga nyaris tidak terlihat hanya di buat semuanya menganga terkejut. Sungguh dalam hati ia sangat kagum dengan organisasi yang sangat misterius itu dan mereka beruntung bisa bertemu langsung dengan salah satu orang terkuat di sana.


BRUUUMM!!!


Tiba-tiba terdengar suara motor gede yang berhenti di dekat mereka membuat semua atensi mereka mengarah padanya.


Pengendara itu tak lain adalah Kai, Kai langsung mendekati Dara sembari membuka helm dan melemparkannya begitu saja ke sembarang arah. Membuat semua yang di sana menganga tidak percaya dengan yang di lakukan oleh jendral muda itu.


Pasalnya yang di lempar tadi bukan helm sembarang helm. Itu adalah helm Arai MZ RC. yang harganya bikin jiwa misqueen menjerit. Tapi Kai seolah membuang bungkus makanan saja, sultan mah memang beda.


GREP!!!


Kai langsung memeluk Dara di depan orang-orang dari kemiliteran. Ia tidak mempedulikan lagi citranya di mata orang lain.


"Sayang kamu nggak apa-apa kan? Ada yang luka?" tanya Kai dengan khawatir menatap Dara dengan seksama.


"Tidak apa-apa, tadi Dark yang mengurus semuanya" ucap Dara tersenyum dan mengelus pipi Kai.


"Syukurlah" ucap Kai menghela nafas lega.


"Kamu kok bisa di sini? Bukannya sore tadi kamu bilang ada pertemuan dewan kemiliteran buat bahas hal penting, tentang keamanan nasional?" tanya Dara


"Rapatnya udah selesai kok, tadi Mama Ellena telepon yang, mama bilang kalian di cegat di jalan sama puluhan orang. Aku khawatir makanya aku langsung ke sini. Mama Ellenanya mana yang?" tanya Kai tidak mendapati keberadaan Ellena.


Dara menghela nafas, kenapa mama nya justru kepikiran telepon calon mantunya di banding telepon orang yang memang ada di kota S, seperti papa atau kakaknya.


"Itu ada di dalam mobil" ucap Dara


Ellena yang melihat calon mantunya sudah datang mengernyit heran, karena hanya dalam waktu satu jam lebih dikit Kai sudah sampai di sini.


Apa ada penerbangan ekspres dari ibukota ke kota S? Begitu pikirnya


Setelahnya Ellena turun dari mobil dan menghampiri anak dan calon menantunya itu. Kai yang melihat Ellena datang, tidak ingin calon mama mertua terlibat. Jadi ia meminta Eliot dan yang lain mengurus semua semua komplotan yang sudah tepat di tanah untuk di bawa ke markas.


Dengan sigap Eliot melaksanakan tugas itu dan tidak ikut campur urusan rumah tangga orang lain.


"Dara sayang, kamu nggak apa-apa kan?" tanya Ellena.


"Seperti yang mama lihat, Dara baik-baik aja kok mah, nggak usah khawatir" ucap Dara tersenyum.


"Eh iya Kai, kok kamu cepet banget sampenya? Emangnya ada ya penerbangan express dari Ibukota ke kota S, cuma sejam gitu? Kok cepet banget sampenya?" tanya Ellena masih penasaran dengan kedatangan Kai yang di luar nalar.


Di tanya seperti itu Kai menegang, ia memang tadi berada di ibukota. Namun ia memilih untuk pergi ke penthouse miliknya di banding bertolak ke bandara. Karena ia pikir lebih baik menggunakan pintu teleport yang lebih cepat sampai di kota S di banding naik pesawat.


Tapi nggak mungkin juga kan ia bilang jika ia menggunakan teleportasi pada calon ibu mertuanya ini. Bisa-bisa ia di bilang gila karena saya imajinasi nya yang tinggi.


"Mama salah denger kali mah, bukan ibukota tapi di kota" ucap Dara yang paham jika Kai tidak tahu harus jawab apa atas pertanyaan mama nya itu.


"Ah masa sih? Kayanya mama denger jelas kok" ucap Ellena memikirkan sesuatu, apa iya dirinya salah dengar.


"Mungkin waktu itu mama lagi panik jadi nggak bisa denger dengan baik. Coba mama bayangin, mana ada dari ibukota ke sini dalam kurun waktu bentaran doang. Naik pesawat aja kurang lebih satu setengah atau dua jam belum dari bandara ke sini" ucap Dara


"Ah iya juga ya. Mama panik banget tadi, kali mama salah denger. Tapi syukur deh kamu nggak apa-apa sayang, tadi tuh ngeri banget tahu. Tadi siapa yang nolongin sayang? Dia bilang anak buah kamu?" ucap Ellena


"Iya mah, itu anak buah Dara" ucap Dara


"Syukurlah dia datang tepat waktu tadi" ucap Ellena


"Kenapa mama nggak hubungi papa atau kakak mah? kok kepikiran hubungi Kai?" tanya Dara


"Au ah kesel mama kalau inget mereka, saat kita hutuh mereka nggak bisa di hubungin. Tapi tadi papa kamu udah telepon balik sih katanya mau ke sini" ucap Ellena. Dengan wajah kesalnya membuat Dara mengulum senyum.


...•••••••...