The Greatest Female Soul

The Greatest Female Soul
284. Keluarga Uchiha



"Jadi kau kakak perempuan ku?" tanya Kenzi menatap ke arah Flo dengan tatapan terkejutnya.


Kenzi Alvaro Uchiha, adalah putra bungsu Ryu dan Ayumi. Usianya saat ini dua tahun lebih muda dari Flo. Di usianya yang kini hampir menginjak 23 tahun itu, ia sudah lulus kuliah dengan cumlaude dan sudah mulai belajar mengelola perusahaan bersama sang kakak. Ia kini menjadi CEO di salah satu anak perusahaan keluarga Uchiha.


Kenzi di kenal sebagai pengusaha ulung sama seperti Daddy dan kakaknya. Otaknya yang pintar, selalu memiliki ide kreatif dan inovatif. Hal itu sangat membantu perkembangan perusahaan menjadi lebih besar lagi.


Sifat ketiganya pun sama, sama-sama dingin dan tak tersentuh terlebih dengan wanita. Mereka akan berbicara lembut hanya pada orang-orang terdekatnya saja.


"Hmm..."Flo mengangguk menanggapi pertanyaan Kenzi yang sudah jelas jawabannya itu.


GREP!!!


"Kemana aja Onee-Chan, kau tahu mommy sampai sekarang belum sembuh karena kehilangan dirimu. Daddy juga semakin menjadi Workaholic dan tidak mengurus kesehatannya hingga kurus kerontang begitu" ucap Kenzi.


"Eh...." ucap Flo kaget karena langsung di peluk oleh kenzi


"Dia Kenzi, adik kita berdua. Dia dua tahun lebih muda dari kamu dan kita hanya tiga bersaudara" ucap Richie menjelaskan jika keluarga mereka hanya memiliki dua putra dan satu putri.


"Kak, kita ke rumah sakit yuk jemput mommy, pasti mommy senang putrinya sudah kembali. Mommy pasti sehat kembali, jika tahu kakak sudah kembali berkumpul bersama kita di sini" ucap Kenzi.


"Biarkan kakak perempuanmu istirahat dulu Kenzi, dia baru sampai di kota T semalam. Kita kan bisa ke rumah sakit nanti sore atau besok" ucap Richie lagi memberikan pengertian untuk adik laki-lakinya itu.


"Ah, Maaf Ayaka-Chan aku terlalu bersemangat, pasti kakak capek. Ya udah aku mau minta bibi buat membereskan kamar kakak yang ada di samping kamarku dulu ya, biar kakak bisa segera istirahat" ucap Kenzi langsung ngacir memanggil salah satu pembantu mereka di mansion.


Kenzi sejak dulu ingin sekali memiliki kakak atau adik perempuan. Karena kondisi Mommy nya yang sampai saat ini masih belum menunjukan kesembuhan.


Ia menghilangkan keinginannya untuk memiliki adik perempuan. Karenanya ia turut membantu Daddy dan sang kakak untuk mencari keberadaan Ayaka dan berharap jika Ayaka masih hidup.


Jadi sudah dapat di pastikan kedua kakak beradik itu akan sangat lengket dengan saudara perempuan mereka satu-satunya itu.


Richie tadinya ingin menolak usulan Kenzi, ia ingin Flo tidur di kamar tidur yang berada di samping kamarnya. Namun ternyata Kenzi bergerak lebih cepat dari pada dirinya.


Saat Flo beristirahat, Richie, Kenzi dan Ryu masih mengobrol di ruang keluarga.


"Apa selama ini adikmu hidup baik-baik saja di sana Richie?" tanya Ryu, sedangkan Kenzi yang penasaran juga menyimak penjelasan dari kakaknya itu.


"Tidak Dad, setidaknya sebelum bertemu dengan nona Addara, hidup Flo sangat jauh dari kata baik-baik saja" jawab Richie.


"Addara? Flo? Siapa itu?" tanya Ryu mengernyitkan keningnya tidak paham.


"Addara adalah nona muda yang merupakan cucu perempuan satu-satunya dari keluarga Adi Raharjo di kota S, Keluarga paling berpengaruh di kota S dan juga negaranya. Dia seorang Dokter dan pebisnis muda berbakat di negara I" ucap Richie menghela nafas dulu sebelum melanjutkan ucapannya.


"Flo adalah identitas Ayaka saat ini, sebelum bertemu dengan Addara, Ayaka merupakan seorang pembunuh bayaran. Ia di latih sejak kecil, dan ia mengalami luka parah di wajahnya, bisa di bilang wajahnya saat itu cacat dan hampir di bunuh saat kabur dari organisasi. Saat itu pula Addara menolongnya, bahkan menyembuhkan lukanya hingga pulih tanpa adanya bekas sama sekali. Sebagai rasa terimakasih, Ayaka bersumpah setia pada Addara dan menjadi tangan kanan kepercayaannya sampai sekarang" lanjut Richie.


"Pembunuh bayaran? Ayaka hampir di bunuh?" ucap Ryu syok mendengar apa yang di lalui oleh putri satu-satunya itu. Matanya memerah dan berkaca. Hatinya sakit mendengar cerita bahwa putri kesayangannya begitu menderita jauh dari mereka.


"Lalu apa nona muda itu memperlakukan Ayaka-Chan dengan baik?" tanya Kenzi


"Hmm... Addara sangat baik, dia menganggap Ayaka bukan seperti orang lain. Tapi sepertinya keluarganya sendiri, Addara memberikan kehidupan yang layak dan kebahagiaan untuk Ayaka. Bahkan karena Addara juga aku bisa bertemu dan meyakinkan Ayaka untuk melakukan tes DNA" ucap Richie.


"Kita harus berterimakasih pada nona muda Adi Raharjo itu" ucap Ryu, Richie mengangguk setuju.


"Bagaimana kakak bisa bertemu dengan Nona muda itu? Apa dia rekan bisnis kakak?" tanya Kenzi, ia sama sekali belum mendengar soal mitra bisnis yang bernama Addara.


"Awalnya bukan, sudah ku bilang kalau ia juga seorang dokter. Ia yang menyelamatkanku waktu itu Dad, Ken. Addara yang aku sebut dokter ajaib yang menyelamatkan aku di ambang kematian, sama seperti julukannya dari para dokter di sana yakni Dokter ajaib.


"Daddy percaya dengan penilaian kamu masalah bisnis. Lalu bagaimana cara kamu membujuk Ayaka agar mau ke sini?" tanya Ryu


"Itu juga di bantu Addara Dad, tapi Ayaka tidak ingin tinggal di sini. Ia ingin tinggal di mana Addara berada dan hanya tinggal di sini untuk beberapa hari saja" ucap Richie


"Bagaimana bisa? Kamu menyetujuinya begitu saja?" tanya Ryu terkejut mendengar itu.


"Aku tidak punya pilihan Dad, kalau tidak, Ayaka tidak akan mau datang ke sini. Tolong jangan paksa Ayaka Dad, bagaimana pun kita seperti orang asing yang di ikat takdir memiliki darah yang sama.


karena selama dua puluh tahun ini ia berada di sana seorang diri dan Addara yang menjadi pelitanya untuk bangkit dan menata hidup baru yang lebih manusiawi dan penuh kasih sayang. Dan ia juga memiliki sumpah setia pada Addara, melihat tekad Ayaka begitu kuat. Dia menyayangi Addara lebih dari apapun dan ia sangat setia padanya" ucap Richie.


Ryu dan Kenzi yang mendengarnya hanya menghela nafas, ia mengerti dan paham apa yang di sampaikan Richie benar adanya. Mereka saat ini hanya orang asing yang kebetulan memiliki darah yang sama.


Namun selama dua puluh tahun, Ayaka tinggal di sana dan berjuang seorang sendiri dan Dara datang sebagai penyelamat dan penopang hidupnya selama ini dan melimpah kannya dengan kasih sayang sebuah keluarga.


"Sampai kapan Ayaka di sini?" tanya Ryu dengan berat hati mengatakannya.


"Belum tahu Dad, setidaknya sampai kondisi Mommy membaik. Nanti kita bicarakan lagi dengan Ayaka, jika ia ingin tinggal di negara I, biarkan saja. Jika rindu dia bisa datang ke sini kapan saja atau kita yang berkunjung ke sana untuk melihatnya" ucap Richie


"Hmm..." ucap Ryu menghela nafas dan mengangguk.


"Kak, apa nona muda itu belum menikah? Apa dia cantik?" tanya Kenzi tiba-tiba.


"Dia belum menikah dan ya... Di sangat cantik seperti bidadari dari khayangan. Sejauh ini kakak belum pernah melihat gadis secantik dia" ucap Richie berbinar.


"Secantik itu?" tanya Kenzi terkejut dan mengernyitkan Dahi. Pasalnya, ia. Tahu Richie sama seperti dirinya dingin terhadap wanita, namun kali ini kakaknya memuji gadis itu.


"Apa kakak memiliki fotonya?" tanya Kenzi


"Kau bisa mendapatkannya di internet Kenzi" ucap Richie


"Dia seorang artis juga?" tanya Kenzi terkejut, berapa banyak identitas yang di miliki penyelamat kedua kakaknya itu.


"Dia bukan artis, tapi dia lebih terkenal dari pada selebriti. Ia bahkan di juluki Dewi Nasional di negara nya." ucap Richie.


Karena rasa penasarannya Kenzi mengetik nama Addara Dewi Nasional. Maka di halaman Mbah Google itu muncul foto seorang wanita cantik yang membuat Kenzi menatap terpesona bahkan mimisan.


'Cantiknya.....' gumam Kenzi sembari menyeka darah di hidung nya.


"Kak, kenapa nggak deketin atau pacarin gitu ini nona muda. Kalau dia jadi bagian keluarga kita, bukankah Ayaka-Chan akan tinggal di sini juga. Kalau nggak nona muda ini kenalin ke aku aja kak, nggak nolak yakinlah sumpah" ucap Kenzi.


"Dia udah punya tunangan" ucap Richie


"Apaaaa????" teriak Kenzi


Krek!!!


Begitu kira-kira bunyi hati Kenzi yang patah.


'Tuhan, baru juga aku udah mulai naksir cewek, udah di potek aja nih hati. Tega bener....' Gumam Kenzi dalam hati, yang sudah patah hati sebelum berjuang.


...••••••••...