
Nathan yang terkejut dirinya di peluk oleh perempuan di depannya, sontak langsung mendorong perempuan itu. Hingga perempuan itu terjengkang ke belakang dan mendaratkan pantat nya terlebih dulu.
"Awwwsss...." teriak perempuan itu membuat semua orang yang ada di lantai dua sontak menatap ke arah mereka.
Nathan langsung membuka jaket yang ia kenakan dan melemparnya ke lantai sambil bergidik.
"Astaga gue takut kulit gue merah-merah, bentol-bentol El" ucap Nathan mengabaikan perempuan yang masih meringis dan berusaha duduk.
"Emang lu ada riwayat OCD atau alergi sentuhan Nat?" tanya Rafael.
"Kaga lah bege, gue mah sehat lahir batin. Kaga ada gue punya penyakit begitu an" cerocos Nathan
"Lah terus?" tanya Rafael
"Tadi gue ketempelan ulet bulu, kan gue takut bentol-bentol. Mana nggak bawa minyak kayu putih" ucap Nathan
Ucapan Nathan sontak membuat Rafael tertawa, sedangkan Kai hanya diam menahan tawa dalam hati. Ia ingin melangkah ke Dara terpaksa berhenti karena si perempuan menghalangi jalan.
"Nathaaaannnn si*lan, lu ngatain gue!!!!" teriak perempuan itu
"El, gue kayanya halusinasi deh atau emang ada suara tanpa rupa. Merinding gue" ucap Nathan dengan raut wajah watados
"Wah jangan-jangan lu bukan cuma ketempelan ulet bulu, tapi juga jin Nat. Sono pulang lu mandi kembang tujuh rupa biar hilangin si*l jin iprit yang nempel di tubuh lu" kekeh Rafael.
"Kaisar, tolong bangunin aku, temen somplakmu malah ngatain aku pacar kamu. Tolongin aku sayang" ucapnya manja ke arah Kai, menyodorkan tangannya ke arah Kai.
"Apaan sih megalodon! Jaga ya ucapan lu!! Ngaku-ngaku lu!" teriak Nathan.
Sedangkan Kai tidak merespon ucapannya melainkan menatap dengan khawatir ke arah Dara yang tengah menatapnya dengan tatapan dingin. Hal itu membuat hati Kai ketar ketir sendiri, karena takut Dara salah paham karena perkataan perempuan bernama Megan itu.
Kai segera berjalan ke depan, membuat Megan tersenyum sumringah mengira Kai datang menghampirinya.
"Sayang, aku tahu pasti kamu nggak akan mungkin biarin kekasihmu terlu..." ucap Megan terhenti karena Kai melewatinya begitu saja, membuat senyum manis di wajahnya luntur seketika.
Megan menoleh ke belakang, ia membolakan matanya melihat Kai justru menghampiri seseorang dan memeluknya. Terlebih ia mendengar ucapan Kai yang membuatnya sangat marah dan hatinya tergores.
"Sayang, tolong jangan salah paham. Aku tidak memiliki hubungan apapun dengan wanita itu. Aku akan menjelaskan semuanya nanti padamu, tolong jangan pikirkan hal yang tidak-tidak" ucap Kai yang memeluk Dara dengan sangat erat dan mencium kepalanya.
Entah mengapa dirinya merasa takut dan khawatir memikirkan jika Dara salah paham padanya, ia takut gadis yang di cintainya memikirkan yang tidak-tidak, apalagi barusan Dara menatapnya dengan dingin.
Dara sendiri terkejut Kai tiba-tiba melakukan itu, namun seberkas senyum terbit di wajahnya saat tahu kekhawatiran tunangannya itu. Dara pun membenamkan wajahnya di dada Kai membalas pelukan Kai dan mengangguk.
Kai pun merasa lega, saat tunangannya itu mau percaya padanya. Sedangkan Manda hanya terbengong melihat drama yang terjadi di depan matanya. Selain itu, matanya membola saat melihat betapa tampannya Kai beserta dua sahabatnya itu.
"Omo... Abang pacar, eh salah Abang tunangannya Dara ganteng bingit. Benerkan tebakan gue, Sohib gue yang cantik pasti dapetnya yang cakep juga. Gile... gile... Tuh orang-orang cakep-cakep bener njiiirr, itu dua orang temennya si Abang bos ganteng juga yak" gumam Manda dalam hati masih terbengong melihat tiga keindahan di sana.
Megan yang tengah marah itu pun langsung berdiri dan menghampiri dua sejoli yang tengah berpelukan itu.
Namun Nathan dengan sigap menarik Rafael untuk membantunya menahan Megan.
"Lepasin gue!" bentak Megan.
saat tangannya di tahan oleh Nathan dan Rafael.
"Lu mau ngapain lagi sih Megalodon? Udah bener lu diem tenang di luar negeri, ngapain lu balik kemari hah?" ucap Nathan marah.
"Jangan ngadi-ngadi lu, sejak kapan Kaisar mah jadi pacar manusia setengah Kunti macem lu" ucap Nathan.
Megan tidak menggubris Nathan dan menghentakan dengan kencang cekalan di kedua tangannya. Karena Nathan dan Rafael lengah, cekalan itu pun lepas.
Megan segera bergegas jalan ke arah Kai. Ia ingin melepaskan pelukan pria yang di cintainya itu dari wanita lain dan memberikan pelajaran pada Dara.
"Hei, ja*ang lepasin pacar gue!" teriak Megan.
Namun sebelum Megan berhasil menyentuh Dara, Kai menggeser tubuhnya menjauh dari posisi awal ia berdiri dan tidak melepaskan pelukannya pada Dara.
DUK!!!
"Aaakkhhhh!!!" teriak Megan saat kakinya justru membentur kursi yang awalnya di duduki Dara.
"Sayang kakiku sakit hiks..." ucap Megan dengan dramanya seperti wanita teraniaya itu.
"Berhenti memanggilku dengan panggilan menjijikan itu!" ucap Kai dengan datar dan dingin.
"Sa-sayang, kok kamu bilang gitu sama aku, aku ini pacar kamu, calon istri kamu, kenapa kamu bicara seperti itu, malah membela pelakor itu? Itu menyakiti hati aku tahu" ucap Megan menahan sakit di kakinya.
Kai marah dengan ucapan Megan, terlebih di sana banyak pengunjung restoran yang melihat ke arahnya. Ia tidak ingin nama baik Dara menjadi jelek, karena orang akan berpikir yang buruk pada Dara karena ucapan Megan.
Dan mengira ucapan Megan benar bahwa Dara adalah pelakor. Kai tentu saja tidak ingin nama baik Dara tercemar.
"Diam kamu! Sepertinya otakmu rusak Megan!" ucap Kai dengan suara dingin dan tatapan tajamnya itu.
"Sayang!" ucap Megan naik satu oktaf marah karena Kai sekarang berani memaki otaknya rusak.
Sebelumnya Kai tidak pernah mengucapkan kata-kata kasar padanya, meskipun pria itu selama ini sangat dingin padanya dan selalu menjauhinya.
"DIAM!!! Kau paham bahasa manusia tidak hah???!!!" bentak Kai marah.
Bukan hanya Megan yang terkejut, tapi semua orang yang ada di sana termasuk Dara yang ada di pelukan Kai.
"Kai...." ucap Dara terdengar lirih karena teredam di pelukan Dara.
"Maaf sayang, apa aku membuatmu terkejut? Maaf ya" ucap Kai dengan lembut setelah mendengar ucapan Dara, bahkan ia merasakan Dara terkejut karena bentakannya. Kai semakin mengeratkan pelukannya, mencium kening Dara dengan sayang dan mengelus punggung gadisnya itu.
Tentu semua orang kecuali Rafael dan Nathan, terkejut mendengar ucapan Kai yang sangat lembut itu. Terlihat Megan juga mengepalkan tangannya.
"Kenapa kamu memperlakukan ja*ang itu dengan lembut, sedangkan padaku kamu sangat datar dan dingin? Aku ini pacar kamu Kai, harusnya kamu menenangkan aku yang marah karena melihat kamu di goda oleh pelakor ja*ang itu!!!" teriak Megan
PLAK!!!!
"Aakhhhh!!!" teriak Megan saat pipi kirinya di tampar dengan kencang oleh Kai, hingga pipinya tertoleh dan bengkak. Bahkan bibirnya robek.
"K-kaisar" ucap Megan menahan sakit di wajah dan hatinya. Ia tidak menyangka Kai tega menamparnya demi gadis yang ada di dalam pelukannya.
"Hentikan omong kosong mu. Dengarkan ini baik-baik. Sejak dulu sampai sekarang kita tidak pernah memiliki hubungan apapun. Dan orang yang kamu hina ini adalah kekasihku, tunanganku dan calon istriku! Punya HAK apa kamu menghinanya dengan mulut busukmu itu!" ucap Kai marah.
...••••••••...