The Greatest Female Soul

The Greatest Female Soul
202. Launching Star Resto



Hari di mana Star Resto resmi di buka pun datang. Manda sibuk membantu ibunya, Bu Entin serta koki yang lain untuk mengecek setiap menu yang akan di siapkan. Begitu pula dengan kebersihan dan kinerja Karyawan yang ia pantau, karena mulai hari ini ia resmi menjadi manager di restoran.


Di depan Star Resto sudah banyak buket dan karangan bunga ucapan selamat dan sukses untuk pembukaan Star Resto.m dari berbagai perusahaan dan kalangan.


Yang menarik perhatian kalangan umum adalah, perwakilan dari keluarga Narendra, Adi Raharjo dan juga keluarga kelas satu di ibukota lainnya yang ikut memberikan selamat.


Dara yang sebagai owner pun sudah datang di sana, kebetulan ia masuk kuliah sore. Jadi ia bisa hadir di acara pembukaan resmi Restaurant miliknya pagi sampai siang.


Kai tidak bisa ikut hadir hari ini, karena ia dan timnya mendapatkan tugas rahasia yang harus segera di selesaikan.


Dara juga tidak masalah, karena ia memahami kesibukan calon tunangannya itu. Sudah menjadi resiko dirinya sebagai kekasih Kai. Karena Kai adalah seorang militer, terlebih pangkat dan bagian ia bekerja berbeda dari yang lain.


Kai selalu menempatkan bahaya selalu membayanginya karena itu resiko menjadi pasukan khusus terutama Falcon.


"Ra, selamat atas pembukaan tokonya" ucap Celine dengan menyerahkan sebuah bingkisan dengan senyum mengembang di wajahnya


"Selamat Ra, Ini restoran yang sangat mengagumkan dan hebat" sahut Samuel dengan tersenyum dan menyerahkan buket bunga pada Dara.


"Terimakasih, atas ucapan kalian" ucap Dara dengan tersenyum dan menerima hadiah ucapan dari keduanya, membuat jantung Samuel berdetak kencang melihat senyum indah Dara.


"Eh itu Manda bukan sih?" tanya Celine.


"Kamu kenal Mana Line?" tanya Dara


"Hmm, dia senior di fakultas IT kan? Aku kenal saat aku ke kelas teman dan dia di panggil dosen saat itu, jadi aku lihat dia deh. Tapi aku kenal dia karena Manda terkenal sebagai jenius komputer sih kata temanku bilang" ucap Celine. Dara hanya mengangguk mendengarkannya.


"Kamu nggak ada kelas hari ini Ra?" tanya Samuel


"Ada, kelas nanti sore" ucap Dara apa adanya


"Bareng aja kalau gitu, kebetulan aku juga masuk sore" ucap Samuel dengan hati yang penuh semangat.


"Nggak usah Sam, aku berangkat bareng Manda" ucap Dara, membuat Samuel tiba-tiba lesu.


"Kalau gitu teman kamu sekalian ikut juga, Gimana? Kan enak rame-rame di jalan" ucap Samuel


"Apa nggak repotin kamu jadinya?" tanya Dara, karena memang ia berangkat bersama dengan Flo barusan.


"Sama sekali nggak kok" ucap Samuel dengan senyum. Dalam hati ia merasa sangat senang bisa dekat dengan Dara.


"Aku juga ikut kak" celetuk Celine.


"Bukannya kamu bawa mobil ke mari Line? Emang kamu ada kelas sore juga?" tanya Samuel mengangkat sebelah alisnya.


"Ada kok, makanya aku minta ikut nebeng. Mobil aku nanti aku titip ke bodyguard Om Emir aja" ucap Celine.


Samuel hanya menghela nafas berat dan mengangguk pada permintaan adik sepupunya itu. Padahal ia sangat ingin berduaan dengan Dara. Tapi selalu ada saja gangguannya.


Dara pun pamit untuk menyambut tamu lainnya, Celine dan Samuel hanya bisa mengangguk saja.


....


Acara pembukaan berjalan dengan lancar, semua pengunjung di hari pertama diskon 50 persen. Banyak orang yang penasaran dengan Restoran yang memiliki desain yang terlihat menarik itu, saat mereka lewat. Hingga mereka pun mampir untuk mencicipi makanan khas suku sunda itu dan ternyata lidah mereka cocok dengan masakan nya.


"Wooahhh Sayang selamat atas pembukaan restonya, bagus banget" ucap Carmila yang datang di acara pembukaan dengan sang suami. langsung cipika-cipiki dengan sahabat beda usianya itu


"Makasih sudah datang Mil, ayo aku sudah siapkan khusus makanan gratis untukmu" ucap Dara


"Yes makan Gratis. Terimakasih sayang, kamu yang terbaik" ucap Carmila dengan sumringah dan antusias.


Keduanya mengikuti Dara ke sebuah ruangan, di mana makanan sudah tersedia.


....


Saat matahari sudah meninggi, Dara dan Manda pun pamit untuk ke kampus. Sedangkan Resto Dara percayakan pada Bu Entin.


Tidak lupa Dara mengirim pesan pada kekasihnya, jika ia akan pulang naik mobil Samuel dengan Manda dan Celine yang juga ikut di dalam mobil.


Samuel menghela nafas saat Dara memilih duduk di belakang bersama dengan Manda. Sedangkan Celine yang duduk di depan, merasa merinding duduk sembari di tatap begitu tajam oleh kakak sepupunya itu.


Celine hanya terkekeh saja membalasnya. Sedangkan Dara yang juga mendengarnya pura-pura tidak mendengar apapun.


"Ra, tuan muda nggak dateng?" tanya Manda tiba-tiba saat di dalam mobil


"Tuan muda yang mana?" tanya Dara


"Ya siapa lagi kalau bukan si pacar ganteng lah. Biasanya kan dia ngintilin lu Mulu Ra" ucap Manda


"Kirain kamu bicarain adik-adikku. Dia lagi ada tugas. Baru banget pagi tadi dia bilang" ucap Dara singkat.


"Waaahhh, lu udah kasih mood booster nggak? Biar tuan muda kuat menjalani kerasnya kehidupan" tanya Manda terkekeh sendiri.


"Mood booster kaya gimana Tuh?" tanya d


Dara heran


"Cipika-cipiki gitu, atau nananina, ajip-ajip" ucap Manda ceplos


"Hissss, pikirannya kamu ya ngeres Mulu. Kan kita belum SAH! Jadi nggak mungkin lah kita nananina tanpa ikatan" ucap Dara


Deg!!


Jantung Samuel yang tengah menyetir itu seperti di remas, hatinya sangat sakit. Ia memikirkan ucapan Dara dan Manda. Ia jadi galau, pikirannya di penuhi dengan cara 'Apa Dara sudah memiliki kekasih?'


Setelah setengah jam, mobil berhenti di area parkir kampus. Sepanjang perjalanan semuanya hening, terutama Samuel yang sibuk dengan pikiran lainnya tentang Dara.


Terlebih ia juga sempat melihat berita tentang Dara yang tengah booming beberapa hari yang lalu, berita itu memuat ia yang tengah memeluk laki-laki. Yang netizen duga adalah kekasih dari Dara.


.....


Beberapa hari kemudian.


Sehari sebelum Dara ke kota S, Dara sudah mengajukan Cuti selama seminggu. Pak Sugeng sudah di beri tahu oleh rektor sebelumya tentang Cuti Dara.


Pak Sugeng tidak berani membuat Dara menunggu dan langsung ACC cuti kuliahnya.


Dara pun langsung pulang di jemput Kai, yang memang sudah bilang akan menjemputnya. Karena sudah pulang dari bertugas.


"Kai" ucap Dara memanggil Kai yang tengah menyender di motor gedenya itu.


Kai mendongak dan tersenyum manis, membuat semua orang yang ada di sana tertegun melihat ketampanan Kai.


Kai langsung memeluk mencium kening sang iekasih penuh cinta.


"Jangan senyum, nanti orang-orang pada naksir kamu lagi" ucap Dara mencebikkan bibirnya kesal melihat tatapan lapar penuh pemujaan para mahasiswi yang menatap Kai


"Cie cemburu. Senangnya" ucap Kai justru bahagia.


"Kai, ih jangan ledek!" gumam Dara.


"Loh ledek gimana? Aku nggak ngapa-ngapain Yang" ucap Kai yang membuat Dara memutar matanya sedangkan Kai sudah tertawa melihat tingkah kekasihnya.


Dara pun langsung naik motor itu dan berpegangan erat melingkarkan tangannya ke perut Dara.


Wuuusshhh!!!


Motor Kai melaju dengan cepat keluar dari area kampus. Tanpa Keduanya sadari jika Samuel ada di sana dan mengikuti Dara saat keluar Kelas. Samuel marah dan cemburu, apalagi ia melihat dengan jelas Dara di cium dan di peluk oleh laki-laki lain.


...•••••••...


Maaf Author baru pulang dari bandung dan sampe jam 8 malem barusan, tadinya author nggak update karena beneran capek dan ngantuk pengen istirahat.


Tapi author nggak mau kecewain readers, jadi tetap update meskipun cuma satu BAB.


Besok di usahakan update normal, 2 bab dan Juga Xena mulai up lagi sehari satu bab ya.