
Hai semuanya maaf lagi-lagi Author update cuma satu BAB. Author lagi ngecamp di pengalengan, mau refresh otak biar nggak ngelag😁😂
Yuk yang mau nyusul, ayo main Arum jeram bareng author besok☺️
...••••••...
Kini Dara dan yang lain termasuk Lingga kembali ke ibukota. Dara langsung pulang ke Star Mansion bersama Flo dan juga Kai, sedangkan yang lain pulang ke kediaman Narendra.
Kepulangan mereka di sambut hangat Ellena dan yang lainnya. Bahkan kini Dimas dan Ryan saling menunjukkan nilainya pada sang kakak.
"Kak aku juara pertama di kelas dan juara umum loh di sekolah" ucap Dimas pamer nilainya yang nyaris sempurna di hampir semua pelajaran.
"Hebat!" ucap Dara memuji adiknya itu, ia tersenyum dan mengelus kepala Dimas dengan sayang.
"Nilai aku juga bagus kak, aku juara kedua di kelas setelah Dimas. Aku juga jadi wakil dari kelasku sebagai ketua basket dan membuat kelasku menang di acara porak. Dan tiga bulan nanti aku menjadi ketua tim basket cowo, sebagai perwakilan di turnamen basket antar sekolah tingkat provinsi" ucap Ryan.
"Wah kamu juga hebat, kakak bangga sama kalian berdua" ucap Dara tersenyum dan mengelus kepala Ryan juga.
Kasih sayang nya pada kedua adiknya tidak ia bedakan, Meskipun Ryan dan Alan bukan adik kandungnya. Ia juga bangga pada keduanya, karena mereka unggul di bidang yang mereka kuasai masing-masing.
"Kak Kaisar, lihat aku dan Ryan naik kelas dengan nilai yang memuaskan" ucap Dimas yang juga memamerkan nilainya pada calon kakak iparnya.
"Kakak juga bangga dengan kalian berdua, kakak kasih hadiah, bagaimana kalau kakak belikan kalian motor keluaran terbaru" ucap Kai.
"Horeeeee.... Kami sayang kak Kaisar" ucap Ryan dan Dimas bersamaan.
"Tidak boleh! Kalian berdua tidak boleh bawa motor" ucap Dara membuat euforia keduanya tiba-tiba surut saat mendengar ucapan Dara.
"Kenapa tidak boleh Yang?" tanya Kai.
"Mereka masih di bawa umur, bahkan mereka belum memiliki identitas atau SIM. Setelah memiliki SIM aku sendiri yang akan membelikan keduanya motor yang sama dengan yang aku miliki. Itu sudah janjiku pada keduanya sejak awal, jika mereka bisa mempertahankan nilai mereka dan tidak mengabaikan pendidikan mereka di tengah kesibukan keduanya di bidang entertainment. Aku akan memberikan motor yang mereka mau" ucap Dara.
Dara memang sayang dengan kedua adiknya, namun ia tetap menerapkan di siplin sejak dini pada ketiga adiknya. Ia akan memberikan segala hal pada mereka, dengan catatan mereka memenuhi syarat untuk memiliki semua itu.
Dia percaya keduanya bisa menggunakan motor, karena beberapa kali keduanya sering latihan menggunakan motor miliknya. Meskipun mereka hanya berkeliling di area mansion dan sekitar komplek saja.
"Mamah setuju dengan Dara, mama percaya kalian memang bisa menggunakan motor, tapi kalian belum memenuhi syarat untuk membawanya ke jalan raya. Bukan kakak kalian tidak sayang, justru karena kakak kalian sayang dan peduli dengan keselamatan kalian dan orang lain. Makanya ia melarang kalian" ucap Ellena bijak.
"Ya Mah, Dimas nggak marah kok Dimas ngerti. Sejak dulu Kak Dara selalu memikirkan yang terbaik buat kita, jadi Dimas tidak masalah menunggu beberapa bulan lagi sampai Dimas punya identitas dan SIM" ucap Dimas paham dengan maksud sang kakak.
"Ryan juga ngerti kok, karena apapun yang kak Dara bilang, semua itu demi kebaikan kita bersama" sahut Ryan.
Dara tersenyum dan memeluk ke dua adiknya yang memahami apa yang ia katakan dan mengecup kening mereka satu persatu.
"Maaf Yang, aku pikir mereka sudah 17 tahun. Mereka berdua tinggi, aku terkecoh" ucap Kai merasa tidak enak.
"Tidak apa-apa, karena memang badan mereka cepet sekali tumbuh tinggi. Padahal mereka masih beberapa bulan lagi baru genap 17 tahun. Memang mereka bocah-bocah kematian, karena segitu mereka masih dalam usia pertumbuhan dan bisa tumbuh lebih tinggi lagi" ucap Dara terkekeh
"Mau Hoverboard aja kak!" ucap keduanya kompak dan berbinar.
"Oke, nanti besok barangnya sudah sampai di sini" ucap Kai.
"Makasih kak" ucap Keduanya yang kini wajahnya kembali sumringah.
.....
Dara dan Flo kini tengah menyiapkan launching Perusahaan induk yang di beri nama Star Corporation. Begitu pun dengan Star Farmasi yang ikut launching dan launching keduanya akan di laksanakan sehari setelah Dara selesai Sidang.
Undangan semuanya sudah di sebar ke berbagai perusahaan besar di ibukota, termasuk Narendra Corporation, Rukmana Group dan lain-lain. Acara itu laksanakan esok lusa, yang berarti sidang Dara akan di lakukan esok.
"Bagaimana semua persiapannya Flo?" tanya Dara
"Sudah 99 persen siap, nona" ucap Flo dalam mode asisten pribadi jika berada di perusahaan.
"Apa Richie juga sudah di undang?" tanya Dara
"Sudah, kemungkinan beliau besok sudah sampai di Ibukota" jawab Flo lagi
"Tolong perhatikan semuanya, jangan sampai ada yang terlewat. Bilang ke Ferdi dan Theo juga, mereka harus memeriksa semuanya dengan teliti!" ucap Dara
"Baik Nona" ucap Flo mengangguk paham.
Setelahnya Dara mulai memeriksa sendiri, dari keamanan gedung, semua fasilitas dan lain sebagainya. Merasa sudah tidak ada masalah, Dara kemudian keluar untuk pulang lebih dulu. Ia ingin menyiapkan sidangnya besok.
....
Dara menghela nafas saat sudah waktunya ia masuk ke dalam ruangan untuk sidang. Kai yang di sampingnya mengeratkan genggaman tangannya.
Ya, Kai memang sengaja meliburkan dirinya saat Dara menghadapi sidang skripsi dan juga tesis nya itu. Ia sengaja menemani Sang calon istri di saat Dara akan sidang.
"Semangat sayang, kamu pasti bisa!" ucap Kai dengan senyum manisnya memberikan semangat pada Dara.
Ia tidak sadar jika keduanya kini tengah menjadi sorotan semua mahasiswa dan mahasiswi di sana. Terlebih para mahasiswi memekik kencang saat melihat wajah tampan Kai mengurai senyum manis di depan Dara.
"Kamu jangan senyum ig" ucap Dara merajuk dan cemberut membuat pekikan kini berganti, yang berasal dari para kaum hawa kini berganti menjadi kaum Adam.
"Aku nggak senyum lagi yank, kamu juga jangan cemberut gini yank. Kamu nggak denger itu teriakan para cowok pengagum berat mu" ucap Kai
"Hmm, aku masuk dulu kalau gitu, kamu jangan macem-macem di luar" ucap Dara sembari memakaikan Kai masker, agar para ciwi-ciwi di kampusnya tidak bisa menikmati wajah tampan bak dewa Yunani calon suaminya itu.
"Aku menunggumu di sini, semangat sayangku" ucap Kai sembari mengecup kening Dara meskipun terhalang masker di antara mereka.
Dari kejauhan, tiga pasang mata menahan marah dan rasa cemburu di hati mereka. Melihat wanita pujaan mereka, justru menebarkan kemesraan di depan mata semua orang.
...••••••...