
Setelah menarik nafas untuk menenangkan diri Flo pun masuk ke dalam mansion. Bisa ia lihat sosok wanita cantik yang terlihat muda, bahkan seperti seumuran dengan putranya sendiri. Itu semua karena efek pil kecantikan yang di berikan oleh Dara.
Flo melihat sekitar mansion di sana hanya ada mereka berdua, Dimas dan Ryan dmaudah di kamar kemungkinan sudah tidur. Sedangkan pekerja yang lain ada di belakang.
Jantung Flo tiba-tiba saja berdebar kencang Kapa melihat Sarah menatapnya seraya tersenyum simpul.
"Woow, aku di senyumin dulu sebelum mulai pelabrakan nih..." gumam Flo dalam hati
"Selamat malam nyonya" sapa Flo dengan hormat seperti biasanya.
"Malam Flo, maaf saya datang malam-malam begini menganggu waktu istirahat kamu" ucap Sarah
"Tidak apa-apa nyonya. Apa anda menunggu lama?" ucap Flo
"Tidak lama, Tante juga batu sampai. Kenapa kau masih berdiri? Kemarilah dan duduk di sampingku, ada yang ingin aku bicarakan denganmu. Dan jangan panggil aku Nyonya, panggil saja Tante Sarah" ucap Sarah tersenyum
"A... I-iya..." ucap Flo sedikit canggung dan bingung, namun ia tetap menurut dan duduk di samping ibu dari Lingga itu.
"Langsung saja ya, Tante mau tanya sama kamu, menurut kamu anak Tante bagaimana?" tanya Sarah menatap Flo.
"Maksud nyo eh tan-te apa ya? Saya tidak mengerti" ucap Flo.
"Maksud Tante bagaimana perasaan kamu pada Lingga?" tanya Sarah lagi
"Sa-saya tidak tahu dan saya tidak ada hubungan apa-apa dengan tuan muda Lingga" ucap Flo apa adanya.
"Lingga! Jangan pakai embel-embel tuan muda. Tante tahu kalau kalian belum resmi berpacaran, Tante juga tahu anak Tante sangat menyukaimu. Jadi kedatangan Tante menemui kamu ingin bilang kalau Tante merestuinya. Tante mendukung hubungan kalian, jadi sudah tidak ada masalah bukan Flo?" ucap Sarah
Sarah memang selalu menunggu kabar terupdate tentang hubungan putranya dengan Flo, gadis yang di cintai Lingga. Karena sudah cukup lama tidak ada kemajuan dan Flo masih tidak bergeming, jadilah Sarah memutuskan untuk turun tangan demi putra semata wayangnya itu.
Ia berpikir jika Flo enggan menerima putranya karena status sosial mereka cukup berjarak. Meskipun Flo saat ini adalah wanita karir dengan penghasilan fantastis yakni milyaran rupiah dalam setahun.
Namun bisa jadi gadis itu minder dengan kasta mereka. Setidaknya itu yang di pikirkan Sarah saat ini, jadi ia berusaha meyakinkan Flo jika dirinya sama sekali tidak keberatan tentang hal itu
"Hah....???" ucap Flo sedikit berteriak karena ia terkejut mendengar ucapan Nyonya kedua Narendra itu.
"Ha-ha wajahmu lucu sekali Flo" Terdengar suara tawa dari Sarah karena wajah terkejut calon menantunya sangatlah lucu.
Calon menantu? Ya, Sarah sependapat dengan sang putra, menurutnya Flo adalah gadis yang paling tepat untuk di jadikan istri Lingga dan menantu keluarga Narendra.
"Ha-ha, tan-tante bisa bercanda juga termyata" ucap Flo tertawa canggung karena merasa jika yang di katakan Sarah adalah candaan.
"Tante tidak bercanda Flo, jujur saja Tante tidak pernah seserius ini. Tante mau kamu jadi menantu perempuan tante, bagaimana?" ucap Sarah dengan binar mata yang penuh harap dengan jawaban memuaskan dari Flo.
"Tapi...." ucap Flo
"Tante pikir kalian pasangan yang serasi, kalian sangat cocok satu sama lain. Yang pasti selain putraku yang benar-benar menyukaimu, aku juga sebagai ibunya menyukai kamu dan ingin menjadikan kamu sebagai menantu perempuan ku" ucap Sarah lagi.
"Ah, tapi saya bukan orang yang baik..." ucap Flo
Flo hanya diam tidak tahu harus berkata apa, mendengar ucapan Sarah sesungguhnya ia tergerak. Siapa orang yang tidak ingin di cintai pria sesempurna Lingga, sudah tampan, baik, tajir melintir pula. Apalagi yang ia tahu jika Lingga adalah pewaris dari Narendra Corporation.
Bahkan kini calon ibu mertua sudah memberikan lampu hijau dan merestui jika keduanya resmi menjalin hubungan.
Flo semakin bimbang dengan apa yang harus ia jawab, ia menghela nafas dan meyakinkan dirinya untuk berbicara dengan Sarah.
"Tante, aku minta maaf. Tapi sepertinya aku tidak bisa, karena..... haaaahh" ucap Flo menghela nafas.
"Karena aku punya masa lalu yang buruk dan pastinya setelah kalian tahu, mungkin kalian akan membenciku" lanjut Flo lagi.
"Semua orang punya masa lalu, yang terpenting sekarang adalah masa sekarang dan masa depan. Apa yang kamu takutkan Flo? Kamu cukup jalani apa yang ada di depan, tidak perlu melihat kebelakang jika hal itu menyakiti dirimu" ucap Sarah
"Haaahh, aku akan mengatakan yang sejujurnya agar Tante dan Lingga bisa memikirkannya masak-masak. Aku, dulu adalah seorang pembunuh bayaran sebelum bertemu dengan Nona Dara" ucap Flo.
Sungguh ia mengumpulkan keberanian yang besar untuk mengatakan itu. Mengungkap identitasnya yang ingin ia lupakan di depan orang lain, sungguh sangatlah berat.
"Pembunuh bayaran?" tanya Sarah terkejut hingga matanya membola.
Flo hanya mengangguk pasrah dengan apa yang akan terjadi selanjutnya.
"Huaaaa,,, itu hebat sekali" ucap Sarah yang justru berteriak kegirangan heboh saat mendengarnya
"Eeehhh...." ucap Flo terkejut dengan respon Sarah yang di luar dugaannya.
"Tante tidak masalah dengan itu, justru Tante bangga mendapatkan menantu yang sama sekali tidak lemah. Kau tahu, untuk menjadi pendamping seorang pewaris bisnis Narendra sangatlah tidak mudah, butuh mental dan fisik yang kuat. Justru mengetahui kamu dulu adalah seorang pembunuh, itu membuatku sedikit lega karena kamu pasti bisa beladiri. Tante suka wanita kuat dan tidak lemah" ucap Sarah dengan semangat yang menggebu saat mengetahui itu.
"Ah begitu..." ucap Flo manggut-manggut sembari menghela nafas, ia bingung harus mengatakan apa lagi. Lalu ia teringat tentang misinya dulu.
"Tapi Tante ada beberapa hal yang membuat Aku semakin tidak bisa menerima Lingga" ucap Flo ia sudah memutuskan untuk menceritakan semuanya yang terjadi di masa lalu.
"Katakan saja" ucap Sarah yang penasaran apa yang membuat Flo enggan menerima putranya yang tampan itu.
"Yang pertama, aku memiliki sedikit ketakutan dalam suatu hubungan" ucap Flo
"Kamu pernah mengalami suatu hal yang buatmu trauma?" tanya Sarah
"Ya" ucap Flo mengangguk
"Yang kedua?" tanya Sarah lagi.
"Aku pernah mendapatkan sebuah misi saat masih menjadi pembunuh. Misi itu tak lain adalah untuk membunuh seseorang dan orang itu adalah..." ucap Flo sedikit ragu dan menundukkan kepalanya.
"Lingga, benar?" tebak Sarah yang sukses membuat Flo terkejut mendongak.
...••••••...