
Sebelumnya author minta maaf up nya cuma satu BAB terus, apalagi Xena dan Reincarnation System sempat nggak update. Author tiga hari ini badannya panas tinggi nggak turun-turun, karena nggak nyangka kegiatannya lagi berjibun belakangan ini. Untung nggak sampe di opname dan hanya di rawat di rumah. Author usahain setelah pulih Crazy up ya🙏
...•••••••...
Back to Story....
Lingga pun tanpa aba-aba langsung menggendong sang istri apa bridal style hingga terpekik karena terkejut. Lingga langsung masuk dan menutup pintunya yang secara otomatis terkunci itu.
Setelah masuk ke apartemen, nyatanya Lingga langsung membawa Flo ke kamar dan menurunkan nya dengan hati-hati.
"Mas ini, abis aku nangis malah di bikin kaget" ucap Flo cemberut.
"Maaf sayang, abisnya mas kangen juga khawatir sama kamu" ucap Lingga tersenyum ke arah sang istri.
Flo mengulurkan tangannya membelai pipi Lingga yang di tumbuhi bulu saat ini. Lingga menutup matanya, ia tidak tega melihat mata berkaca sang istri dan menikmati sentuhan Flo.
"Apa aku jelek?" tanya Lingga.
"Ya! Sangat jelek! Aku pikir ini bukan kamu. Suami aku kan ganteng, klimis, dan auranya awur-awuran. Bukan model begini" ucap Flo
Lingga terkekeh dan mengambil tangan Flo yang berada di wajahnya lalu mengecupnya berulang kali.
"Maaf aku tidak bisa mengurus diriku sendiri, aku terbiasa di urusi kamu. Terbiasa tidur meluk kamu, terbiasa makan masakan kamu atau suapan kamu dan yang paling penting ada kamu di sisiku. Aku tidak bisa jika tanpa kamu sayang, aku berpikir akan mengakhiri hidupku jika kamu tidak kembali. Aku mencintaimu Flo" ucap Lingga
"Tapi aku menepati janji ku, aku kembali, aku selamat, aku sehat dan anak kita juga kembali. Maaf membuat kamu khawatir mas, sampai penampilan kamu jadi berantakan begini" ucap Flo.
"Ya, terimakasih sudah kembali sayang" ucap Lingga tersenyum.
"Keluarga aku dan kamu pasti seneng saat tahu aku hamil sayang" ucap Flo mengelus perutnya sembari tersenyum
"Tentu, apa kamu mau langsung kasih tahu mereka?" tanya Lingga mengelus surai Flo, Flo pun mengangguk.
"Kalau begitu besok kita ke dokter kandungan dulu baru ke Manor. Mommy dan Daddy nanti kasih kabar lewat telepon dulu aja sayang" ucap Lingga
"Baiklah, kamu sudah makan?" tanya Flo, Lingga menggeleng.
"Aku buatin makanan ya, mas cukur gih sana" ucap Flo.
"Bukannya gini enak? Geli-geli gimana gitu" ucap Lingga menduselkan wajahnya ke pipi dan leher sang istri.
"Ha-ha-ha berhenti mas, ihhh geli" teriak Flo sembari tertawa. Untung di sana kedap suara, kalau tidak akan gempar dunia persilatan.
Setelah aksi kangen-kangenan itu, Akhirnya Lingga menurut dan mencukur habis jenggot dan kumisnya. Flo juga masak seadaanya dengan bahan yang ada di dalam kulkas, yang penting mereka makan sebelum tidur. Atau mungkin ada acara menjenguk si janin nantinya.
Dan Ini the real makan malam plus sarapan, karena waktu sudah menunjukan jam 1 pagi. Tapi mereka menikmatinya dengan lahap.
.....
Dara membuka matanya dan tersenyum menatap wajah tampan Kai yang terpejam itu. Sungguh devinisi ketampanan yang hakiki, hal itu membuat Dara terkekeh dan mengecup pelan bibir Kai. Membuat Kai terusik dan akhirnya membuka mata.
"Selamat pagi Abang...." ucap lembut Dara
"Pagi juga istriku sayang" ucap serak Kai sembari mengeratkan pelukannya di pinggang Dara.
"Ih lepas Abang! Ayo bangun bang, ini udah pagi ayo mandi. Kita harus turun dan sarapan. Aku sudah merindukan langit dan triplet" ucap Dara
"Mandi bareng? Yuk" ucap Kai langsung segar dan turun dari tempat tidur.
"Hanya mandi ya bang, badan aku sakit semua di gempur sampai subuh" ucap Dara cemberut
"Iya sayang" ucap Kai langsung menggendong Dara apa koala sembari mengecup bibir Dara singkat, Dara pun mengalungkan tangannya ke leher Kai dan menyandarkan kepalanya ke dada bidang Kai.
Tubuh Ray memang sangat menggoda iman, Dara pun tidak bisa tidak memegang dada dan perut sang suami yang se*si itu.
Namun ucapan Pria tidak bisa di percaya, padahal janjinya hanya mandi saja. Namun nyatanya sejam kemudian mereka baru keluar. Dengan Raut wajah Kai yang sangat terlihat puas, sumringah, cerah. Sedangkan Dara sudah lemas meskipun ia juga menikmati permainannya dengan sang suami.
"Sayang, kemarin Dimas ada cerita sama aku" ucap Kai
"Cerita apa?" tanya Dara penasaran
Kai kemudian menceritakan semuanya tentang yang ia obrolkan bersama adik iparnya itu. mengenai Cedric Group yang menawarinya sebagai B.A untuk produk baru mereka.
"Makasih Abang udah bantu aku kasih solusinya pada Dimas. Sisanya nanti aku yang akan menjelaskan padanya" ucap Dara
"Itu sudah tugas Abang sebagai suami kamu sayang. Ah ya Dimas bilang ia ingin pulang ke Desa S, ia ingin mengunjungi makam ibu dan membantu membangun fasilitas dan infrastruktur untuk desa itu. Bagaimana menurut kamu sayang?" tanya Kai.
Dara terdiam sejenak, bukannya dia tidak setuju atau marah. Justru ia seperti di sentil oleh adiknya sendiri, ia sendiri sempat lupa tempat ia di besarkan oleh ibunya itu, bahkan di sana pula makam ibunya berada. Seketika ia merasa menjadi anak yang buruk, tidak berbakti dan meneteskan air matanya.
"Sayang kenapa kamu menangis?" tanya Kai panik
"Nggak apa-apa Bang, aku cuma tersentil saja mendengar keinginan Dimas. Aku merasa aku anak yang buruk dan bukan anak berbakti, bahkan aku lupa mengunjungi makam ibu dan nenek Tini hingga aku sukses seperti ini. Apakah makam keduanya baik-baik saja?" ucap Dara sedih.
"Jangan bicara seperti itu sayang, Kamu adalah Istri, kakak, anak, cucu dan ibu yang baik bagi kita semua. Aku tahu selama ini kamu lebih fokus membahagiakan diri sendiri dan adik mu agar hidup layak. Apalagi sekarang ada langit dan triplet, ada aku juga. Tanggung jawab kamu besar sayang dengan banyaknya orang yang bekerja padamu dan membutuhkanmu, jadi wajar kamu lupa.
Yang terpenting kamu tidak benar-benar melupakannya. Bagaimana kalau kita bersama ke sana? Aku juga ingin melihat desa kamu di besarkan dulu oleh ibu mertua ku yang sangat luar biasa. Aku sudah meminta Marco untuk mensurvei desa S, agar kita bisa buat rencana nantinya" ucap Kai
"Hmm, aku juga akan membantu mewujudkan keinginan Dimas. Aku ingin desa itu lebih maju seperti desa-desa lainnya. Makasih mas, kamu memang suami, ayah, kakak, anak dan menantu terbaik juga" ucap Dara meluk Kai.
"Harus dong, aku ingin menjadi yang terbaik untuk kamu, ya sudah ayo kita turun sayang! Pasti mereka sudah siap untuk sarapan, kita jemput anak-anak dulu di kamarnya yuk" ucap Kai mengecup kening Dara, Keduanya pun keluar kamarenuju ke kamar anak-anak mereka.
...•••••••...