The Greatest Female Soul

The Greatest Female Soul
300.



Author kasih banyak nih, bonus akhir bulan. Seneng nggak?


...•...


Di bandara kota S, Dara, Flo, Keluarga Uchiha dan keluarga Adi Raharjo semuanya berada di sana untuk mengantarkan Dara, Flo dan keluarga uchiha yang akan kembali ke ibukota.


Lingga akan menyusul kembali ke ibu kota nanti sore. Bukannya tidak ingin pulang bersama dengan Flo, tapi tubuhnya tidak sanggup jika di paksa naik pesawat lagi. Jadi yang ia butuhkan saat ini adalah istirahat.


Mereka akan ke ibukota menggunakan pesawat jet pribadi milik keluarga Uchiha. Dara awalnya ingin menggunakan teleportasi, namun karena Keluarganya ingin mengantarkannya ke bandara.


Jadi ia memutuskan untuk menggunakan pesawat kali ini dan kebetulan Ayumi memintanya untuk pulang ke ibukota bersama dengan mereka.


Semuanya ada di bandara kecuali Jeffrey yang memang sedang memiliki pekerjaan di luar negeri selama dua pekan ke depan. Arra dan Rose juga ikut mengantar Dara di bandara


"Aku pergi dulu kek, mah, pah, kak, Ara, Tante Rose" ucap Dara pamit dengan memeluk satu persatu anggota keluarganya.


"Hati-hati sayang, Nanti Kakek dan Mama mu akan menyusul ke sana saat kenaikan kelas Dimas dan Ryan. Perusahaan mu juga akan launching kan? Jadi sekalian saja kamu Hadir di sana" ucap Gusti


"Iya kek, Dara pasti akan merindukan kakek" ucap Dara berkaca-kaca.


"Kakek juga nak. Baik-baik di ibukota, jaga kesehatan dan juga jaga adik-adik mu" ucap Gusti mengelus Surai Dara dan mencium kening cucu perempuan satu-satunya itu.


"Bukan cuma kakek dan mama mu saja, papa dan kakakmu juga akan ikut ke sana nanti" ucap Adnan.


"Lalu Perusahaan?" tanya Dara


"Banyak karyawan, biarkan mereka yang bekerja. Biar apa di gaji gede kalau nggak bisa kerja" ucap Adnan membuat Dara terkekeh.


"Iya pah, papah memang paling dabes. Dara pamit dulu ya" ucap Dara mencium pipi Adnan dan di balas dengan cara yang sama oleh Adnan.


"Kamu juga pamit tuan Adnan, Tuan besar Gusti dan semuanya" pamit Ryu dan Ayumi dengan sopan.


"Hati-hati dan terimakasih sudah memberikan tumpangan untuk putri tercinta kami" ucap Adnan dengan sama sopannya.


Mereka berenam pun langsung masuk setelah mendapat pemberitahuan dari pramugari, karena sebentar lagi pesawat mereka akan take off.


Di sepanjang perjalanan, Flo yang sedikit trauma menggenggam tangan Dara yang memang duduk di sampingnya. Dara dengan lembut mencoba menenangkannya, jika tidak akan terjadi apa-apa.


Sejujurnya Dara ingin menginterogasi Flo mengenai Flo tang tahu jika Megan menargetkan dirinya. Namun Dara urungkan karena waktu dan tempatnya tidak memungkinkan untuk membahasnya sekarang. Terlebih Flo terlihat trauma dengan naik pesawat, jadi Dara memilih untuk menenangkan Flo terlebih dulu.


....


Sesampainya di bandara, Kai langsung memeluk Dara begitu Dara keluar di depan pintu keluar. Dirinya sangat merindukan calon istrinya itu. Hingga dirinya tidak sadar jika semua orang tengah menatapnya termasuk keluarga uchiha.


"Aku merindukanmu" ucap Kai memeluk erat Dara


"Aku juga" ucap Dara membalas memeluk kekasihnya sejenak sebelum ia mwngurainya karena tidak enak pada orang-orang di sana.


Kenzi yang melihat kemesraan Dara dan Kai manyun, ia cemburu dan ingin juga di peluk. Tapi ia sama sekali tidak ada niat untuk merusak hubungan orang lain. Ia hanya cemburu dan ingin di peluk juga.


"Kai, perkenalkan ini keluarga Uchiha, Keluarga kandungnya Flo" ucap Dara memperkenalkan semua anggota Uchiha.


"Salam kenal, saya Kaisar tunangan Dara" ucap Kai dengan nada dingin dan datar.


Sangat berbeda jika ia berbicara dengan Dara barusan yang sangat hangat dan penuh cinta. Mereka tidak aneh karena Kaisar Raka Narendra, memang terkenal sebagai tuan muda paling dingin dan datar di negara I.


Bahkan di luar negeri juga Kai terkenal dengan sifat kutubnya itu.


"Salam kenal juga tuan muda Pertama Narendra" Sapa yang lain pada Kai sebagai sopan santun


PLUK!!! Flo menggeplak bahu Kai.


"Jangan dingin-dingin kak, mereka keluarga ku" ucap Flo dengan berani.


Yang lain melihat itu menelan salivanya, karena Flo begitu berani bertingkah seperti itu pada Kaisar.


"Nggak! Biasa aja tuh" ucap Kai mengangkat bahunya.


Semuanya menganga tidak percaya, namun tak ayal mereka semua menghela nafas lega saat Kai merespon tingkah Flo biasa saja. Sepertinya benarbyang di katakan Lingga, jika Flo sudah sangat dekat dengan keluarga Narendra dan dia di terima dengan baik di sana.


Mereka semua pun langsung beranjak menuju mobil jemputan yang sudah di sediakan oleh Kaisar dan berjalan menuju ke Star mansion.


Awalnya Richie dan keluarganya akan menginap di hotel selama beberapa hari ke depan. Namun Dara menawarkan untuk menginap di mansion. Lagian di mansion banyak kamar kosong dan jarang sekali di tempati.


Kai yang tahu itu ingin protes namun tatapan mata Dara yang tajam padanya membuatnya tidak berani membantah ucapan Dara. Jadi ia hanya diam dan pasrah.


....


"Kak Dara!!!!!" teriak Dimas dan Ryan yang berlari turun dari tangga menghampiri Dara yang baru saja pulang.


GREP!!!


Keduanya langsung memeluk Dara, keduanya sangat rindu dengan kakak yang sudah lama tidak bertemu itu.


"Aduuuhhh duuhhh adik-adik kakak udah kaya Teletubbies aja nih peluk pelukan..." ucap Dara terkekeh dan membalas memeluk keduanya.


"Aku kangen tahu kak" ucap Dimas masih bermanja pada kakaknya itu.


"Ryan juga kangen kakak" ucap Ryan tak mau kalah.


"Kakak juga kangen kalian berdua" ucap Dara mengelus dan mencium kening keduanya.


Setelahnya Dara memperkenalkan Richi, Kenzi, Ayumi dan Ryu pada Dimas dan Ryan. Keduanya menyapa mereka dengan sopan dan mencium tangan takjim.


"Salam kenal dan selamat datang di star mansion" ucap Dimas dan Ryan membuat semuanya tertawa karena ucapan sambutan Dimas dan Ryan sudah seperti penyambut tamu di hotel atau di mall saja.


Kemudian mereka pun berkumpul di ruang keluarga dengan mengobrol santai, sembari menunggu kamar tamu siap.


....


"Aku juga ingin di elus Yang" ucap Kai merajuk, bibirnya maju cemberut membuat Dara menjadi gemas.


Cup!


"Jangan merajuk, nanti aku elus kamu juga, tapi sekarang biarkan White dulu ya Abang sayang" ucap Dara tersenyum manis ke arah Kai


Kai menghela nafas karena harus mengalah pada binatang kesayangan calon istrinya itu. Tapi lumayanlah ia mendapat satu kecupan di bibir, jadi ia tidak rugi-rugi amat. Sungguh tidak mau rugi si Abang Kai jika menyangkut Dara.


Dara menghela nafasnya, sejujurnya ia ingin sekali menceritakan soal Megan pada Kai. Namun ia rasa itu bukan waktu yang tepat membahas soal Megan.


Tapi ia tidak ingin memendam semuanya sendirian dan Kai harus tahu apa yang terjadi. Jadi Dara mengumpulkan keberanian dan memutuskan untuk memberitahu Kai semuanya.


"Kai..." panggil Dara sembari tangannya yang masih mengelus White yang dengan nyaman menutup matanya bobo ganteng menikmati elusan sang majikan.


"Bagaimana hubungan mu dengan Megan?" tanya Dara menatap manik indah milik Kai.


Kai yang mendengar itu mengeryitkan dahinya, ia heran mengapa tiba-tiba Dara menanyakan hal itu padanya. Apalagi ini berkaitan dengan perempuan.


"Tidak gimana-gimana, aku tidak memiliki hubungan apapun dengannya" ucap Kai dengan tegas.


"Benarkah?" tanya Dara memiringkan kepalanya.


"Benar sayang, kenapa emangnya? Bukannya aku sudah pernah ceritakan tentang Dia padamu saat itu. Apa ada yang menganggu pikiranmu?" ucap Kai mengelus Surai panjang nan lembut milik Dara.


"Hmm, sepertinya obsesi nya padamu sangat besar" ucap Dara menghela nafas.


"Ada apa? Apa terjadi sesuatu?" tanya Kai lembut.


"Hmm, terjadi sesuatu..." ucap Dara membuat Kai terkejut. Ia langsung memegang Dara dan memeriksa tubuhnya dengan seksama.


"Apa yang ia lakukan padamu? Apa dia menyakitimu?" tanya Kai dengan khawatir.


"Aku tidak apa-apa, Megan tidak menyentuhku sama sekali, tapi Kak Bara" ucap Dara


"Kak Bara? Kenapa dengan kak Bara?" ucap Kai sama sekali tidak mengerti.


"Kak Bara mengalami kecelakaan beruntun dan sempat kritis dua hari yang lalu bertepatan dengan Flo yang juga mengalami kecelakaan pesawat. Nyawa Kam Bara saat itu di ujung tanduk.


"Untung saat itu aku masih ada di sana di hentikan om Alden saat aku ingin pergi menyelamatkan Flo. Aku terkejut mendengar kak Bara kecelakaan dan dalam kondisi kritis. Aku saat itu bingung, karena di saat bersamaan dua orang yang aku sayangi sedang membutuhkan pertolongan ku.


Akhirnya aku memilih menyelamatkan Kak Bara lebih dulu dan akhirnya aku bisa menyelamatkan nya dan segera mencari keberadaan Flo.


Aku sedikit curiga dengan kecelakaan yang di alami kak Bara, jadi aku meminta Theo untuk menyelidikinya. Dan kau tahu apa yang sudah di temukan Theo saat mencari tahu kebenaran kecelakaan itu?" tanya Dara.


Kai menggelengkan kepalanya dan menunggu Dara menyelesaikan ucapannya dengan sabar.


"Megan yang melakukannya" ucap Dara


"Apa??" ucap Kai terkejut saat nama Megan di sebut. Namun Kai tidak berkomentar lagi menunggu Dara yang ingin melanjutkan ucapannya.


"Megan memanipulasi agar kecelakaan itu seperti kecelakaan biasa. Dan target sebenarnya adalah aku, karena kak Bara kecelakaan menggunakan mobilku yang sudah di sabotase sebelumnya. Air bag nya tidak berfungsi saat kecelakaan itu terjadi, hingga membuat Kak Bara hampir meregang nyawa di buatnya" ucap Dara dengan tubuh bergetar, ia menangis.


Kai yang melihat itu memeluk Dara dengan hati bergemuruh. Ia sangat marah mendengar cerita Dara. Ia sangat marah terhadap Megan yang sudah berani menyentuh gadis-nya.


Apalagi membuat Dara sampai menangis hingga gemetar seperti ini. Kai sangat geram dan ingin sekali membunuh wanita itu saat ini juga. Namun ia menahannya karena saat ini yang paling penting adalah menenangkan Dara dan berada di sampingnya.


"Tenanglah, semuanya baik-baik saja. Kak Bara juga sudah berhasil kamu selamatkan, sudah jangan menangis sayang, aku juga merasa sakit melihat kamu menangis" ucap Kai memeluk dan menciumi kepala Dara dengan sayang, seolah memberikan kekuatan untuk kekasih tercintanya itu.


"Tapi karena aku kak Bara terluka, Kai. Bagaimana kalau saat itu aku sedang tidak ada di sana dan tidak bisa menyelamatkannya tepat waktu. Kak Bara tidak akan selamat Kai... Hiks... Hari aku sakit jika membayangkan itu, terlebih melihat sendiri bagaimana kondisinya. Aku tidak terima..." ucap Dara terisak.


Kai tidak menjawab apapun, ia hanya memeluk Dara mencoba untuk menenangkannya. Sungguh ia juga menahan amarahnya, ia tidak akan diam saja saat tahu Megan sudah mulai bertindak.


Beruntung bukan Dara yang celaka, kalau tidak, Kai mungkin sudah mengamuk saat ini juga dan membantai habis semua keluarga Megan tak bersisa.


White yang terbangun sejak tadi juga merasa marah saat mendengar cerita junjungannya. Ia ingin sekali mencabik-cabik orang yang sudah membuat junjungannya itu menangis.


"Kai..." ucap Dara melepaskan pelukannya


"Ya sayang" ucap Kai mengurai pelukannya dan menghapus jejak air mata di pipi mulus Dara, menatap nya penuh cinta.


"Jika aku ingin membalaskan dendam pada Megan, apa kamu akan marah padaku?" tanya Dara


Kai tersenyum dan mengecup sayang kedua mata Dara.


Cup!


Cup!


"Aku tidak bisa marah padamu sayang. Baik dan buruknya yang kamu lakukan, aku akan menerimanya dan mendukungmu apapun yang terjadi. Kalau perlu aku akan menjadi tameng jika semua orang menyalahkanmu jika kamu melakukan sesuatu yang salah. Aku tidak akan membiarkan kamu terluka dan di sakiti" ucap Kai tulus.


"Aku ingin membasmi organisasi Flip Dark" ucap Dara tiba-tiba.


Kai yang mendengarnya hanya mengangguk dan menuruti apapun yang di inginkan Dara.


"Apa kamu butuh bantuanku?" tanya Kai lembut.


"Tidak perlu, biar GOD yang akan turun tangan" ucap Dara


Kai mengangguk lagi dan menggenggam tangan Dara lalu mengecupnya.


"Jika membutuhkan bantuanku, katakan saja. Aku melakukan apapun untukmu dan jangan pernah memendam sendiri apapun masalahnya. Terimakasih sudah terbuka dengan ku sayang" ucap Kai tersenyum


"Terimakasih juga selalu ada di samping ku dan menerima ku apa adanya Abang" ucap Dara


"Everything for you, honey. I love you more and more" ucap Kai memeluk Dara erat.


...•••••••...