
"Dara...." ucap Kai
"Maaf aku datang terlambat, apa kamu nggak apa-apa Kai?" tanya Dara cemas sembari memeluk kekasihnya itu, ia sangat khawatir pada Kai dan ternyata benar Kai dalam bahaya. Untung saja ia tidak datang terlambat.
Kai yang tiba-tiba terkejut dengan kedatangan sang kekasih dan pelukan hangat yang ia terima, membuatnya sadar jika ini bukan mimpi, Ia segera membalas pelukan Dara dengan erat.
Bohong jika beberapa saat yang lalu dirinya tidak khawatir terjadi sesuatu padanya dan tidak bisa bertemu lagi dengan keluarga dan juga wanita yang sangat ia cintai yang sekarang di depannya itu.
Meskipun saat ini ia bisa melihat Dara di depannya, tidak menutup rasa khawatirnya. Karena Dara ada di tempat yang sama dengannya, ia sangat sadar jika lawan yang ia hadapi saat ini jauh dari kata normal yang akan membahayakan Dara.
Ya, lawannya memang sangat tidak normal dan memiliki kekuatan aneh yang Kai sendiri tidak mengerti sama sekali. Karena baru kali ini ia melihat seseorang yang memiliki ilmu batin seperti di depannya, Kai juga tahu orang di depannya mendapatkan kekuatan itu dengan mengorbankan nyawa banyak orang yang tidak bersalah.
"Aku tidak apa-apa? Kenapa kau bisa di sini babe?" tanya Kai
"Nanti aku jelaskan, aku akan mengurus yang di sini dulu. Kamu mudurlah, kamu bukan lawan kultivator jahat ini" ucap Dara
"Kultivator? Aku tidak akan membiarkan kamu melawannya sendiri, dia sangat berbahaya. Dia menculik banyak anak-anak dan gadis perawan dari desa ini untuk melakukan ritual aneh" ucap Kai yang tidak ingin kekasihnya terluka.
"Kamu bisa melawan orang-orang itu dan biar orang jelek di sana aku yang urus, tolong percaya padaku. Aku bisa mengatasinya sayang, percaya lah" ucap Dara sembari mencium pipi Kai sebelum ia beranjak ke arah King Lintang yang sudah bangun dari dorongannya saat Dara pertama kali sampai.
Kai sempat terpaku sejenak karena sebuah kecupan dan juga panggilan sayang dari Dara yang tidak pernah ia lakukan sebelumnya. Dia sadar setelah seruan dari Flo.
"Tuan muda tolong sadar dan fokus, lawan di sudut jam 1 sudah mulai bangun. Jangan sampai lengah, biar yang di sudut lain aku yang melawannya" ucap Flo.
Kai menoleh ke arah lawan yang di maksud Flo, ia melihat lawan yang awalnya tumbang karena sinar biru dari kalung itu perlahan bangun lagi. Kai juga melihat sekilas Dara yang sudah berhadapan dengan Ling Lintang.
Meskipun ia ingin melarangmya namun entah mengapa Kai merasa yakin, jika Dara bisa mengatasinya. Sedangkan dirinya kini harus fokus berhadapan dengan manusia aneh yang memiliki kekuatan misterius itu.
BUGH!!! TAK!!! BLAM!!!
BAK!!! BUK!!!
Suara serangan beradu baik itu Kai ataupun Flo yang sudah mulai menyerang belasan anak buah King Lintang yang tersisa.
Flo yang memiliki kestabilan kultivasi, cukup mudah mengalahkan kultivator jahat itu, meskipun beberapa di antaranya setara atau setingkat dengannya. Tapi itu tidak masalah, karena perbedaan fondasi mereka sangat lebar dan Flo sangat unggul dari mereka semua
Kai bagaimana pun hanya manusia biasa, ia cukup kualahan dengan menangani dua orang anak buah King Lintang sekaligus. Namun meskipun beberapa kali ia mendapatkan pukulan, tapi itu tidak terlalu serius karena ia berusaha menghindar dan mendapat efek pukulan hanya sedikit.
"Gadis manis, kamu menyerahkan diri kamu sendiri padaku. Apa kamu tidak sabar berada di bawahku mengerang dan mend*sah kenikmatan?" ucap King Lintang yang sudah berdiri kokoh.
Meskipun ia mendapatkan pukulan tapi itu tidak berakibat fatal karena saat itu Dara mengeluarkan Chi tidak banyak. Awalnya ia pikir lawannya hanya setara tingkat dua atau tingkat tiga, ternyata ia salah.
Lawannya ternyata sudah mencapai kekuatan tingkat 4 puncak dan mungkin ritual yang akan ia lakukan untuk menyempurnakan Energi agar ia bisa menerobos tingkat lima.
Meskipun begitu, fondasi milik King Lintang sangat tidak kokoh. Itu karena Ia menerobos tanpa mengolah dasarnya terlebih dulu dan menggunakan cara yang tidak benar.
"Diamlah! Mulutmu bau orang tua jelek!" ucap Dara Sarkas.
Emosinya meluap, ia segera mengeluarkan kekuatannya dan menyerang Dara. Dengan gesit Dara menghindar dan sedikit memainkan emosi King Lintang.
Ia ingin melihat sebesar apa kekuatan seorang kultivator jahat di tingkat 4 atau True Element itu.
"Hanya segitu kemampuanmu? Omong kosong mu sangat besar orang tua jelek. Lebih baik kau pulang saja sana dan gunakan popok dewasa agar tidak kencing sembarangan nanti saat ketakutan" ucap Dara mencibir.
"Kurang Ajar!!! Ku robek mulut si*lanmu itu!!!!" ucap King Lintang semakin marah dan mengeluarkan tenaganya penuh yang tidak stabil itu.
Saat pukulan itu sudah dekat, Dara hanya diam di posisinya dan menyeringai.
"BERLUTUT!!!!" ucap Dara dengan cukup keras.
BRUGH!!!
Tanpa di duga King Lintang jatuh terduduk dan berlutut tepat di depan Dara. Kekuatan yang terkumpul di tangannya tiba-tiba juga lenyap.
Bukan hanya King Lintang, namun juga semua orang yang ada di ruangan goa itu jatuh terduduk dan berlutut. Tanpa terkecuali Kai dan Flo.
King Lintang berusaha bangun namun sia-sia saja. ia hanya bisa menggerakkan tubuhnya sedikit lalu ambruk lagi. Bahkan nafasnya sedikit sulit kerena tenanan Dara.
"Hais, aku terlalu meremehkan satu persen kekuatan An An, ternyata sebesar ini" gumam pelan Dara menghela nafasnya. Tapi masih terdengar jelas oleh King Lintang.
Tiba-tiba tubuh King Lintang gemetar, keringat dingin di dahinya keluar dengan sendirinya, bibir nya terasa kelu saat mendengar ucapan Dara.
Satu persen kekuatannya saja sudah berhasil membuat ia tidak bisa bergerak. Bagaimana dengan seluruh kekuatan? Ia tidak bisa membayangkan! Meskipun ia tidak tahu siapa An An yang di maksud gadis di depannya. Tapi merasakan kekuatan dari sosok An An itu ia merasa takut.
An An yang di maksud Dara adalah Liu Annchi. Meskipun Dara hanya seorang kultivator tingkat 6, tapi Aura tekanan Liu Annchi dulu yakni tingkat 10 atau tingkat Emperor. Setidaknya Lima persen dari kekuatan Liu Annchi terbawa ke tubuhnya.
Dan keluatan tu akan semakin meningkat saat Dara menaikkan tingkat kultivasinya. Sungguh berkah tersembunyi yang di berikan Tuhan padanya
Dara juga cukup terkejut dengan efek tekanan aura kekuatan yang di wariskan Liu Annchi. Ia baru mencoba menggunakannya sekarang, padahal ia hanya menggunakan satu persen saja tapi efeknya se-luar biasa ini.
"Maaf Kalian terbawa dampaknya" ucap Dara pada kekasih dan Flo.
Wushhhh....
Dara menyelimuti Kai dan Flo dengan Chi miliknya dan membuat Kai Flo terbebas dari tekanan kuat milik Dara itu.
Sejujurnya saat ini, Kai tengah bingung dengan apa yang ia alami. Semuanya terasa tidak masuk akal, terlebih ia melihat sang kekasih juga memiliki kekuatan magic juga.
Banyak pertanyaan di benak Kai, namun ia tidak bisa menanyakannya sekarang! Karena Dara mengatakan akan menjelaskan padanya. Ia akan menunggu Dara menceritakan semuanya termasuk, suara seseorang yang mirip dengan Dara yang menuntun nya saat melawan kultivator pertama.
...•••••••...