The Greatest Female Soul

The Greatest Female Soul
322. Nasib Joya - Mainan Sarah



Siang hari saat matahari tengah terik-teriknya menyapa bumi, nun tidak membuat dua sejoli yang baru saja mereguk nikmatnya dunia itu terusik. Kalau saja bukan karena dahaga yang tiba-tiba datang, tak akan membuat Gadis yang sekarang bukan gadis lagi itu, membuka matanya pelan.


Matanya mengerjap melihat pemandangan dada bidang yang menggiurkan di depan matanya. Ia mendongak melihat wajah tampan yang terpahat sempurna hanya berjarak beberapa Senti saja dari wajahnya.


Sudut bibir wanita itu naik saat ia menyadari jika kini dirinya sudah bersuami. Status baru sebagai nyonya muda Narendra yang mulai kemarin sudah resmi di sandangnya.


Dara bergerak perlahan menyingkirkan tangan kokoh Kai yang melilit pinggangnya agar Kai tidak terusik dan terbangun. Lalu ia mengulurkan tangannya mengambil air yang berada di atas nakas, persis di sampingnya.


Pertempuran semalam membuat tenaganya sungguh terkuras, ia tidak menyangka jika Kai sangat ganas jika sudah di atas ranjang. Hingga membuat Dara sedikit kualahan mengimbangi tenaga Kai yang sungguh sangat besar.


Setelah meneguk air mineral hingga tandas, Dara beranjak ingin ke kamar mandi untuk membersihkan area bawahnya. Ia merasa tidak nyaman karena semalam ia langsung tidur setelah lelah di gempur berkali-kali.


"Akkhh...." pekik Dara saat ia merasakan sakit di bagian bawahnya saat hendak bangun dari tempat tidur hingga ia terduduk kembali, Ia merasa jika bagian bawahnya terasa menebal dan juga sangat perih.


Pekikan nya barusan membuat Kai terbangun dari tidurnya dan terkejut saat mendapati istrinya tengah meringis sakit.


"Sayang, kamu kenapa? Kenapa teriak? Apa yang sakit? Siapa yang menyakitimu, apa ada penyusup?" cecar Kai yang panik dan khawatir.


"Iya ada penyusup. Itu penyusupnya adik kecil abang, lupa ya semalam keluar masuk ke dalam goa nggak pantang menyerah, jos gandos?" ucap Dara cemberut.


"Ha-ha-ha.... Maaf sayang, kamu terlalu nikmat untuk di lewatkan. Siapa suruh semua yang ada pada dirimu membuatku candu hmm?" ucap Kai terkekeh dan menoel choco chip yang terlihat begitu menggoda.


"ish, Abang sekarang mesum" ucap Dara menutupi area dada nya dengan kedua telapak tangan.


"Ya sudah, maafin Abang ya istriku sayang. Kamu tadi kenapa hmm kenapa teriak?" tanya Kai lembut dan mengelus bahu sang istri dan mengecup keningnya.


"Aku tadi mau ke kamar mandi, eh kaget saat gerak bagian bawahnya sakit" ucap Dara cemberut dengan manja.


"Maaf ya sayang Abang terlalu bersemangat semalam, ya sudah sini abang gendong" ucap Kai


Dara dengan senang hati merentangkan kedua tangannya. Sebenarnya bisa saja ia menggunakan Chi miliknya agar rasa sakit di bagian bawah mereda, hanya saja saat ini ia ingin bermanja pada sang suami.


Meskipun Dara malu karena keduanya masih dalam kondisi naked tanpa sehelai benang di tubuh mereka. Namun ia menghalau rasa malu itu, toh mereka sudah sah ini.


Kai terkekeh dan menggendong Dara dengan gendongan depan ala koala. Sembari jalan ke kamar mandi, Kai menghujami Dara dengan ciuman penuh cinta hingga keduanya terhanyut dengan ciuman panjang.


"hosh...hosh..." keduanya menghela nafas setelah ciuman panjang itu berakhir.


"Makasih Abang, turunin aku di sini aja!" ucap Dara di depan bathub.


"Aku tunggu kamu di sini" ucap Kai menatap Dara dengan seringai penuh arti.


"No! Aku mandi Abang" ucap Dara mengerti kalau kemungkinan suaminya akan kembali menjahilinya.


"Kalau begitu kita mandi bareng!" ucap Kai lagi


" Nggak, ih awas ah keluar dulu sana..." ucap Dara.


Kai tetap kekeh ingin mandi bersama, Dara pun akhirnya mengalah. Alhasil bukan hanya mandi bersama yang terjadi tapi juga mend*sah bersama.


Hingga satu jam kemudian Kai keluar dari kamar mandi dengan wajah sumringah seperti di charge penuh, sedangkan Dara memerah malu dan merasa lututnya lemas. Entah ini sudah ronde yang keberapa kalinya yang mereka lakukan sejak malam tadi.


....


Waktu sore hari, Dara dan Kai sudah berada di Bandara Ibukota. Mereka akan pergi berbulan madu ke negara K, tepatnya di pulau J. Mereka akan berbulan madu di sana hanya 4 hari saja, karena setelahnya Kai harus kembali bekerja.


Tapi untungnya belum ada pekerjaan yang mengharuskan Kai keluar kota, jadi ia bisa pulang setiap harinya. Dan mereka juga sepakat akan tinggal di penthouse setelah mereka menikah. Tentunya Baby langit akan Dara bawa dan Shine juga Dark akan menjadi pengawal bayangan di area luar penthouse.


Berbeda dengan Dara dan Kai yang mereguk manisnya bulan madu. Nasib wanita yang hampir merusak momen indah Pernikahan Dara dan Kai, kini tengah menangis Bombay dengan tubuh penuh luka karena di siksa dua hari ini dan sudah berkali-kali pingsan di buatnya.


Siapa lagi kalau bukan Joya, wanita itu kini menjadi bulan-bulanan hobi Sarah yang bisa di bilang psikopat. Wanita cantik berusia paruh baya dan terlihat seperti gadis dua puluh tahunan itu, akan terlihat menyeramkan saat mode psikopat nya keluar.


Sarah dengan senang hati membuat Joya berteriak kesakitan dan memohon ampun.


SRET!!!!


PLAK!!!


Tamparan keras kini mengenai pipi kiri Joya hingga membuat sudut bibirnya robek dan berdarah.


"Diam!!! Jangan buat konsentrasi ku pecah Hama! Aku hanya ingin melihat rupa dari janin yang kau sebut sebagai keponakanku itu" ucap Sarah dengan suara berat nan dingin yang membuat tubuh Joya bergetar.


"A-am-ampun... Ak-aku mengaku... Aku tidak hamil, aku tidak hamil... aku mo-hon hentikan, hiks.... Sakiittt" ucap Joya dengan bibir bergetar.


"Oh, kamu tidak hamil?" tanya Sarah yang di angguki oleh Joya.


"Jadi kamu berbohong pada kami?" tanya Sarah lagi yang di jawab Joya dengan anggukan kepala.


"Ma-maaf.... Aku..hiks..aku ter-terpaksa melakukan nya hiks... Aku hanya ingin memiliki Kai, aku mencintainya dan hiks tidak ingin ia menikahi wani..hiks.. ta lain. Ampuni aku tolong... Hiks" ucap Joya berbicara sambil menangis, ia tidak menyangka jika keluarga yang ia singgung sangat menyeramkan.


Padahal yang ia lihat dari berita dan media manapun, mengatakan kalau keluarga Narendra adalah keluarga kaya raya yang sangat rendah hati dan juga baik hati. Jadi ia pikir jika ia melakukan hal itu, akan membuat mereka simpati.


Bukan hanya simpati dan menggagalkan pernikahan Kai dan Dara. Mungkin saja ia bisa menggantikan Dara sebagai mempelai wanita.


Namun ia lupa, sebaik dan sejinak apapun orang itu. Ia bisa menjadi buas jika di usik. Dan bukan hal baik yang ia pikirkan yang ia dapatkan. Tapi siksaan yang tidak pernah ia pikirkan sebelumnya, kini menimpa dirinya dan keluarganya pun musnah.


SRET!!!


"Aaaakkkkkhh... Sakiitttt!!!" teriak Joya lagi.


"Sakit hmm?" tanya Sarah lagi, Joya mengangguk dan terus mengucapkan kata ampun. Terlebih melihat darah di perutnya keluar banyak, membuat pandangan matanya mulai mengabur.


BYUR!!!


"Huuuuggggghhh.... Hmmmpph...." Joya gelagapan saat wajahnya di seram dengan air dingin.


"Jangan berani menutup matamu, hama. Aku belum selesai bermain dengan ku" ucap Sarah terkekeh melihat Joya membuka mulutnya seperti ikan di keluarkan dari dalam air.


"Am...ampun... tolong lepaskan aku hiksss .. Sakiiit sekaalii..." ucap lirih Joya.


"Lepas? Tentu saja... TI..DAK AK..KAN.. PER..NAH!" ucap Sarah.


"Kalau begitu, sshhh... Tolong bunuh aku saja" ucap Joya menahan sakitnya, ia sudah tidak kuat lagi menahan rasa sakitnya.


"Bunuh? Ha-ha, aku belum puas bermain. Bagaimana bisa aku membiarkan kamu mati sebelum aku puas?" ucap Sarah tertawa dengan keras.


Tawa Sarah membuat bulu kuduk Joya berdiri, ia tidak tahu apa lagi yang akan di perbuat Sarah untuk menyiksanya.


Sreeettt!!!


KROK!!! KROK!!!


"Aaaarrrggghhhh...." Teriak Joya saat sayatan di perutnya makin melebar, dan tangan Sarah masuk ke dalam perutnya.


Kroak!!!


"Huuuuggggghhh...." mata Joya membelak, rasa sakit di perutnya sangat terasa dan ia terkejut saat Sarah menarik rahimnya Keluar dari dalam perut nya.


"Lihat, ini rahim yang kamu buat sebagai bahan kepura-puraan untuk menjerat keponakan ku. Sayang sekali harus berakhir di tanganku" ucap Sarah terkekeh sembari meremas rahim itu benar-benar seperti mainan.


BRUK!!!


Joya pun kembali jatuh pingsan, ia tengah sekarat saat ini. Namun ia masih bernafas hingga Sarah memanggil orang di luar untuk masuk dan membereskan ruangan yang penuh darah itu.


Sarah juga memanggil dokter khusus yang hanya bekerja untuknya dan memastikan Joya tidak mati. Karena ia masih mau bermain-main dengan kelincinya itu.


...••••••••...