
Dark kini tengah berada di halaman belakang Goddess Hill Villa, bersama dengan White yang sedang asik makan daging segar yang di berikan oleh Dark.
Tak lama Tamy datang menghampiri Dark, ia melaporkan jika ia sudah selesai menjalankan tugasnya mengobati Megan. Lalu ia duduk dan bersandar di bahu Dark yang di respon elusan lembut di kepala Tamy.
"Kak, kenapa kakak nggak bunuh aja itu si ulet bulu? Males banget aku obatin dia, lihat mukanya aja jijik" ucap Tamy kesal karena kakaknya tidak langsung membunuh wanita yang sudah membuat Queen nya itu marah dan sedih.
Ya, Tamy adalah adik dari Dark. Mereka berdua adalah saudara dan hanya tersisa mereka saja di keluarganya.
Kedua orang tua mereka sudah meninggal sejak Tamy masih balita dan mereka berasal dari keluarga biasa bahkan bisa di bilang dari kalangan keluarga miskin.
Dan di sini lah mereka bisa mendapatkan kebahagiaan dan kelayakan hidup, Tamy yang sebelumnya tidak pernah bersekolah. Jangankan bersekolah, untuk makan saja mereka susah payah mencarinya.
Justru kini Dara mewajibkan semua anggotanya mengenyam pendidikan setinggi mungkin.
Bagi Tamy, Dara dan Flo adalah pahlawan, idolanya dan juga role model nya. Mereka berdua yang menarik dirinya dan kakaknya dari lubang kesengsaraan. Dulu untuk makan mereka harus mengorek di tempat sampah, tapi sekarang?
Mereka berdua di berikan fasilitas berupa tempat tinggal, makan yang cukup, pendidikan yang layak dan juga rasa kasih sayang dan hangatnya kekeluargaan.
Hal yang ia dapatkan saat ini seperti mimpi bagi dirinya dan Dark. Karena itu pula yang membuat keduanya bersumpah setia dan mengabdikan diri mereka untuk Dara dan Flo.
Maka dari itu Tamy sangat marah saat mendengar ada wanita ulat bulu yang menargetkan idolanya dan bahkan membuat Queennya marah dan menangis karena saudaranya terluka.
"Itu terlalu enak membuatnya mati dengan mudah Dek, bukankah lebih baik membuat wanita itu menderita lebih dulu bahkan membuat ia mengharapkan kematiannya sendiri" ucap Dark dengan lembut pada adiknya itu.
"Kalau begitu biarkan aku bermain juga dengannya" ucap Tamy dengan semangat.
"Tidak, ini sudah perintah Queen yang hanya membiarkan White bermain dengannya" ucap Dark
"Ayo lah kak, tanganku sudah gatal ingin sekali menguliti tuh Nek lam ulet bulu jelek" ucap Tamy dengan puppy eyes miliknya
"Tidak Tamy!" tegas Dark
"Isshh kakak nggak asik" ucap Tamy kesal dan menghentakkan kedua kakinya lalu pergi dari sana.
Dark hanya menggelengkan kepalanya melihat tingkah sang adik. Namun ia membiarkan adiknya pergi, ia tahu adiknya itu keras kepala. Namun ia sangat kenal Tamy, adiknya itu tidak akan berani bertindak sembrono tanpa izin dan ia sangat penuh perhitungan.
"Tuan Dark..." ucap salah seorang anggota GOD
"Hmm..." ucap Dark tanpa menoleh dan masih asik memberikan daging pada White.
Begitu lah Dark, ia bersikap sangat datar, dingin dan tidak tersentuh pada orang lain selain ke adiknya. Bahkan pada Dara, Flo dan para sahabatnya, dia tetap saja datar, meskipun tidak dengan nada yang dingin seperti yang ia ucapkan pada orang lain.
"Via mencari anda tuan" ucap orang itu.
"Hmm, minta dia ke ruangan dua" ucap Dark
"Baik..." ucap orang itu kemudian pergi.
Dark mengelus kepala White dan mengatakan kalau White bebas kemana pun asal tidak keluar dari area Villa, kemudian Dark beranjak dari duduknya menuju ruangan dua.
Ruangan Dua adalah ruangan khusus para pimpinan Divisi di GOD berkumpul atau membahas hal penting. Selain kelima pimpinan Divisi, Dara dan Flo memiliki akses masuk ke sana.
Saat Dark masuk, ia melihat Via sudah berada di sana. Gadis cantik yang terpaut satu tahun dengannya itu, duduk dengan anggun di sana dengan laptop yang sudah standby di atas meja.
Via merupakan salah satu pimpinan divisi, dia merupakan salah satu dari lima orang terkuat di GOD, ia merupakan ahli strategi dan juga seorang hacker. Di usianya yang ke 23 tahun itu dia tengah mengambil kuliah S2 nya di bidang teknologi informasi.
Bahkan bakatnya di dunia komputer tidak kalah jauh dari kemampuan seorang Theo. Jika Theo memiliki nilai sepuluh, maka Via memiliki nilai 9.
"Bagaimana Via?" tanya Dark.
"Cih, kau itu tidak ada basa-basi nya sama sekali, dasar manusia batu" ucap Via mencibir sahabatnya yang selalu bicara seperlunya dan tidak berbasa-basi hanya sekedar menanyakan kabar.
Dark tidak meresponnya, ia juga tidak mengambil hati ucapan Via. Karena ia tahu sahabat-sahabatnya tidak berniat buruk padanya, meskipun mereka suka bicara blak-blakan.
"Bagaimana?" tanya Dark lagi.
"Cih, sifatmu yang kaku ini. Bagaimana caranya kau mendapatkan pacar? Bisa-bisa kau jomblo seumur hidup" ucap Via mengoceh tidak menjawab pertanyaan Dark.
"Via..." ucap Dark
"Iya-iya, astaga sabar dikit napa Dark... Aku sudah berhasil membuat bisnis Keluarganya runtuh, kamu bisa lihat nih" ucap Via dengan menunjukan layar laptop miliknya.
"Saat ini semua anggota keluarga dari ulat bulu itu tengah di periksa oleh polisi. Aku pastikan bahwa mereka semua akan mendekam di penjara dan mendapat vonis berat. Kau tenang saja, aku bahkan sudah membuat skema yang cantik dan akan membantai semua keluarganya di dalam tahanan. Tentunya dengan cara paling halus dan tak akan orang lain sadari" ucap Via menyeringai.
"Aku juga sudah menyebarkan ke media masa tentang kontroversi yang di lakukan Megan selama ini. Karirnya di bidang entertainment sudah juga sudah hancur, netizen juga berbondong-bondong menyerangnya dengan komentar buruk di semua akun media sosialnya" ucap Via lagi
"Hmm kerja bagus, aku akan membuat mental wanita itu terganggu dulu. Kematian terlalu ringan untuk wanita gila sepertinya, bukankah lebih seru melihat wanita itu menderita dan memohon untuk kematiannya" ucap Dark dengan datar dan dingin, membuat seorang Via pun bergidik ngeri.
Setelahnya Dark dan Via kembali ke aktivitas masing-masing, Dark juga sudah melaporkan hal itu pada Dara. Jika perintahnya sudah berhasil di laksanakan dan masalah Megan masih dalam permainan White.
....
Keesokan harinya, Flo bersama keluarga Narendra kecuali Kai. Mengantar keluarga Uchiha yang akan kembali ke negara J, meskipun mereka masih sangat ingin menemani Flo. Tapi pekerjaan di negaranya tidak bisa di tinggal lama.
Keluarga Narendra berjanji pada keluarga Uchiha, jika mereka akan menjaga Flo saat Lingga kembali ke negara A untuk menyelesaikan kuliahnya yang sebentar lagi akan wisuda.
Mungkin kurang lebih satu Minggu ke depan Lingga akan wisuda setelah menyelesaikan tesis untuk gelar S2 nya di management Bisnis.
Lingga juga berjanji akan menjaga dan mencintai Flo, dan kemungkinan dalam waktu dekat Keluarga Narendra akan bertolak ke negara J untuk melamar Flo secara resmi, tentunya saat ia sudah mendapat gelar S2 nya dan kembali tinggal di negara I.
"Mom, Dad, Richie-San, Kenzi, hati-hati di jalan" ucap Flo memeluk satu persatu anggota keluarga nya.
"Ya sayang, kamu juga baik-baik di sini, sering-sering pulang tengokin mommy dan daddy di sana ya" ucap Ayumi dan Ryu membalas memeluk Flo.
"Iya mom, dad, Aya usahain sering pulang nanti" ucap Flo tersenyum.
"Bro titip adikku, jangan pernah buat dia menangis. Awas saja kalau kamu berani" ucap Richie pada Lingga
"Tenang aja kakak ipar, aku akan buktikan kalau aku akan selalu membuat Flo bahagia" ucap Lingga
"Oke, aku percayakan adikku padamu" ucap Lingga lagi yang di jawab dengan acungan jempol.
"Nak, mommy titip Ayaka padamu, kamu juga jaga diri kamu. Mommy tunggu kamu juga main ke rumah" ucap Ayumi sembari memeluk Dara.
"Tentu mom" ucap Dara memeluk ibu dari sahabat sekaligus orang kepercayaannya itu.
...••••••...