The Greatest Female Soul

The Greatest Female Soul
313. Penentuan Tanggal



Sidang yang di lakukan Dara berjalan dengan lancar tanpa ada kendala sedikit pun, bahkan Dara kini di nobatkan menjadi mahasiswa atau mahasiswi yang mendapat nilai terbaik dengan nilai Cumlaude dan IPK 4.


Ia juga langsung mendapatkan dua gelar sekaligus, hal itu membuat bangga seluruh anggota keluarga Dara dan juga calon suami.


Semua orang juga saat tahu kenyataan nya terkejut, saat menyadari berapa hebatnya seorang Dara. Terlebih di bidang kedokteran dan juga bisnisnya, yang sebentar lagi akan di nobatkan sebagai wanita karir termuda yang memiliki masa depan sangat cerah.


"Abang sayang, aku lulus!!!" pekik Dara begitu ia keluar dari ruangan sidang dan segera berlari dan memeluk Kai dengan eratnya.


"Selamat sayang, aku sudah yakin kalau kamu bisa" ucap Kai membalas pelukan Dara tak kalah eratnya dan juga menghujami dan dengan kecupan terhalang masker itu.


Hal itu membuat semua yang ada di sana menatap kedua dengan tatapan penuh iri dengan kelakuan dia sejoli yang tengah di mabuk asmara itu.


"Sepertinya aku memang tidak memiliki kesempatan untuk mendekatimu Ra, aku menyesal tidak lebih dulu berinisiatif menyatakan cinta ataupun melakukan pendekatan padamu" gumam seorang laki-laki yang tak lain adalah Samuel, ia menatap nanar kedua pasangan itu.


Ia kemudian berbalik pergi dengan memegangi dadanya. Hatinya semakin hancur, namun ia sudah bertekad dan memutuskan untuk menyerah.


"Ra, Aku merasa mendapatmu sangat sulit dan tidak mampu, karena kamu terlalu jauh untuk aku gapai. Bahkan aku merasa tidak pantas dan membandingkan kamu denganku. Apalagi setelah melihat prestasi kamu yang sangat menakjubkan, kamu sungguh menakjubkan. Tapi bolehkah aku masih tetap mencintaimu hanya dalam Diam? Meskipun aku tahu, perasaan ku padamu tidak akan pernah sampai" ucap salah seorang pria lagi yang tak lain adalah Dafa, teman sekelas Dara.


Namun kini dirinya sudah di salip oleh gadis cantik itu, yang justru lulus lebih dulu darinya


"Hah, aku sudah lama menunggu kamu kembali ke kampus Dara. Tapi justru aku mendapatkan kenyataan pahit. Aku justru melihat kamu sudah di miliki orang lain, hah... Haruskah aku merebutmu dari pria itu? Tapi sayangnya aku tidak akan sanggup menghadapi tuan muda pertama Keluarga Narendra" ucap Pria lainnya yang tak lain adalah Rainer.


Jelas ia tahu rupa dari Kai, sebagai keturunan keluarga besar di ibukota. Itu karena keluarga Rainer juga memiliki kekuasaan, meskipun tidak sebesar Keluarga Narendra.


Sedangkan Dara yang saat ink mengabaikan ucapan orang lain, dan tidak mendengar ucapan ketiganya. Karena ia terlalu bersemangat dalam euforia kelulusannya dan fokus hanya untuk Kai hari ini.


....


Di dalam mobil menuju Star mansion, Kai sama sekali tidak melepaskan genggaman tangannya pada Dara. Sesekali ia mengecup lembut punggung tangan calon istrinya itu, membuat Dara hampir mereog karena perlakukan Kai.


"Kamu kapan wisudanya Yang?" tanya Kai menoleh sekilas dan tersenyum ke arah Dara


"Pak Sugeng bilang, kurang dari tiga Minggu lagi" ucap Dara


"Kalau begitu kita nikah tingga Minggu lagi, gimana?" ucap Kai


"Hmm, kamu bisa atur kapan waktuny@, semuanya juga harus ada restu dari keluarga kita berdua. Tapi apa tidak terlalu cepat Kai?" ucap Dara


"Aku sudah bilang ke papa, kalau kemungkinan kurang dari sebulan lagi aku akan menikahimu. Dan papa akan bantu mengurus perizinan dan berkas lainnya di kemiliteran. Kalau malam ini aku dan keluargaku ke Star mansion untuk bertemu keluarga mu, bagaimana? Kira akan membicarakan tentang tanggal nya" tanya Kai.


"Aku akan menyuruh orang untuk membantumu bersiap. Aku ingin besok saat launching, semua orang tahu jika kamu adalah milikku. Bukankah kau akan mengungkap identitas mu sebagai ketua Star Corporation? Dan untuk acara launching, bukannya Flo dan lain yang mengurus nya?" ucap Kai.


"Baiklah, kalau begitu aku bicarakan dulu dengan yang lainnya" ucap Dara


"Makasih sayang, aku antar pulang sekarang ya, biar kamu bisa bicarakan ini dulu dengan keluarga mu" ucap Kai yang di angguki oleh Dara.


....


Sesampainya di Star mansion, Dara memberi tahu pada seluruh keluarganya. Jika ia berhasil lulus dengan nilai terbaik dan Cumlaude dengan IPK 4. Hal itu tentu saja membuat heboh dan juga rasa bangga mereka terhadap Dara.


Dara juga mengatakan kalau Kai dan keluarganya akan datang malam ini ke Star Mansion untuk makan malam dan menentukan tanggal pernikahan.


Tentu saja hal itu sontak membuat semua orang terkejut. Meskipun begitu mereka lekas bergegas untuk menyiapkan segala keperluan acara dadakan nanti malam.


Untungnya, orang suruhan Kai datang dengan cepat. Selain mengantarkan Pakaian, mereka juga membawa pernak-pernik hiasan dan juga berbagai macam makanan.


Dari makanan yang ringan sampai makanan yang berat sudah ada, jadi keluarga Dara tidak perlu mencari segala sesuatunya dan hanya menyiapkan diri dan duduk manis.


Malam harinya, Keluarga besar Narendra datang, kedatangan mereka di sambut dengan tangan terbuka oleh keluarga Adi Raharjo di Star Mansion. Dan kini mereka tengah duduk di sofa tamu yang kini sudah terisi penuh.


"Gusti, Nak Adnan dan nak Ellena. Kedatangan saya dan keluarga datang ke sini, untuk menyampaikan tanggal pernikahan cucu saya Kaisar dengan cucu atau anak perempuan kalian, Addara" ucap Dierja yang menjadi perwakilan dari keluarga Narendra.


"Dierja, cucu ku sudah mengatakannya itu pada kami semua. Meskipun jujur saja saya terkejut mendengarnya. Tapi saya hargai itu semua, karena saya percaya dengan keluarga mu terutama Kaisad. jadi saya ingin tahu tanggal berapa yang sudah kalian tentukan untuk pernikahan cucu perempuan ku?" ucap Gusti.


"Kai bilang ia akan menikahi Dara tiga Minggu kedepan. Tepatnya di hari Sabtu di pertengahan tanggal bulan depan" ucap Dierja.


"Apa itu tidak terlalu cepat? Bukannya anggota militer atau kepolisian, harus mendapat izin lebih dulu untuk menikah? Dan biasa nya proses nya lama dan juga berbelit-belit" tanya Gusti.


"Paman tenang saja, untuk perizinan sudah saya urus semuanya" jawab kali ini Galuh mewakili sang putra.


"Lalu bagaimana dengan wisuda Dara? Tentang konsep pernikahan, tempat resepsi, gaun dan juga lainnya?" tanya Ellena.


"Untuk wisuda, bukannya sebelum pernikahan Dara sudah wisuda lebih dulu? Jika tentang gaun, aku sendiri sudah merancangnya untuk calon menantu ku. Nanti untuk fitting gaun pernikahan, kemungkinan Minggu depan bisa di coba. Untuk tempat resepsi, katering dan lainnya. Aku bisa mengurusnya, tapi kalau konsep pernikahan biar keduanya yang pilih bersama-sama" ucap Hesti.


Setelah percakapan, mereka pun akhirnya sepakat untuk pernikahan Dara dan Kai yang akan di laksanakan tiga Minggu lagi. Tentu Kai sangat senang, hanya dalam kurun waktu tiga Minggu lagi. Karena ia akan memiliki Dara sepenuhnya.


...•••••••...