The Greatest Female Soul

The Greatest Female Soul
101. Kehangatan keluarga



Revan dan Jefrey memandangi Dara yang tengah mengobrol di ruang keluarga bersama yang lain. Mereka tidak menyangka jika gadis cantik itu adalah adik mereka, terutama Revan yang merasa kesal pada takdir.


Sedangkan Jefrey tidak menyangka jika Dara adalah adiknya, namun ia tidak mengambil pusing dengan semua itu. Karena ia hanya seorang anak angkat dan tidak memiliki hubungan darah dengan Dara. Jadi ia masih memiliki kesempatan untuk mendapatkan Dara bukan?


"Ra, besok kakak ajak jalan-jalan keliling kota S mau?" Tanya Jefrey dengan semangat menanyakan itu pada Dara


"*Si*l, kak Jefrey sudah ambil start duluan. Bodolah, Dara adikku atau bukan. Setidaknya aku bisa dekat dengannya sampai jodohku yang sesungguhnya benar-benar hadir. Nggak ada yang salah dekat dengan adik sendirikan?" ucap Revan dalam hati*.


"*Aaarrggghh Tuhan, kenapa kau bercanda begitu kelewatan padaku. Kenapa Dara harus jadi adikku!! Nggak mungkin aku menyukai adikku bukan? Yang ada aku kena go*ok mama dan papa, astaga.... Bercandamu nggak lucu Tuhaaaan" lanjut Revan dalam hati*.


"Mau kak.!!!!" yang menyahut dengan semangat bukan Dara, melainkan Dimas.


Bibir Revan berkedut menahan tawa, ia ingin sekali mengolok Jefrey karena salah sasaran. Sedangkan Jefrey menghela nafasnya karena yang merespon ajakannya justru adik laki-lakinya.


Mau nolak ya nggak mungkin, yang ada kena timpuk Gusti. Karena bagaimana pun baik Dimas maupun Dara adalah cucu kesayangannya sekarang.


"Kamu mau kemana Dim? Mau ke pantai? Taman hiburan? Wisata Alam? Atau kebun binatang?" tanya Jefrey tersenyum ke arah Dimas, menawarkan berbagai pilihan pada adik laki-lakinya itu


"Ke mana ya? Kenapa pilihannya banyak, kan aku bingung jadinya?" ucap Dimas, membuat yang lainnya tertawa mendengarnya.


"Kenapa nggak berendam air hangat aja di kota P? Bekum pernah ke pemandian air panas kan?" ucap Bara.


"Berendam air hangat??? Wooowww, aku pikir itu bagus, aku mau" ucap Dimas berbinar.


"Oke, kalau gitu siapa yang mau ikut lagi" ucap Jefrey.


"Akuuuuuuu......" ucap Dimas, Ryan, Bara, Alan kompak bersamaan.


"Kamu nggak mau ikut Ra?" tanya Jefrey.


"Nggak kak, aku udah janji ngemall bareng sama mama dan Flo" ucap Dara menggelengkan kepalanya.


Mendengar itu Jefrey merasa kecewa, karena awalnya ia ingin mengajak Dara untuk lebih dekat. Tapi ternyata gagal karena justru para bocil yang mau ikut.


"Kalau gitu Biar aku yang anter ke mall, aku besok nggak sibuk kok" ucap Revan tiba-tiba.


Ucapannya itu membuat semua orang kecuali lima sekawan dari ibukota itu, menatapnya dengan tatapan tidak percaya.


"Kamu demam nak?" tanya Ellena memegang Dahi anaknya itu.


"Nggak panas" ucap Ellena lagi


"Aku nggak lagi sakit mah" ucap Revan.


"Paaaaahhh, anak kita akhirnya sembuh pah, dia bisa ngomong panjang" ucap Ellena heboh saat mendengar anaknya yang dingin dan irit bicara itu ngomong panjang.


"Masa kak Revan nggak bisa ngomong panjang? Coba ikutin Dimas deh kak, Pe-A-Pa, en-Pan. Je-a- ja- Ng, panjang" ucap Dimas dengan mengeja dengan polosnya.


"Ha-ha-ha" tawa semua orang di sana mendengar ucapan Dimas. Bahkan Bara yang tertawa nya paling kencang.


"Ha-ha, maksudnya ngomong panjang itu bukan gitu dek. Tapi kalimat nya yang panjang, bukan ngomong ejaannya" ucap Bara yang menahan sakit di perutnya karena tertawa terus.


"Ah, maaf ya. Salah nangkep aku tuh he-he" ucap Dimas cengengesan.


"Kakak, beneran mau ikut?" tanya Dara lagi bertanya ke Revan


"Hmm, Kamu jarang ke kota S, karena kak Jefrey mengajak mereka jalan-jalan ke pemandian, biar kamu, mamah dan Flo, kakak yang anterin" ucap Revan dengan lembut dan senyum ke arah Dara.


"Sayang, biarin aja kakak kamu ikut" ucap Ellena


"Dara sayang, terimakasih sudah hadir di keluarga kita, mama sangat menyayangimu. Kamu adalah anugerah terindah yang Tuhan berikan pada kami" ucap Ellena mencium kedua pipi Dara.


Dara hanya tersenyum, aslinya ia tidak mengerti kenapa Ellena bersikap seperti itu. Bara yang paham dengan kebingungan Dara, akhirnya angkat suara juga menjelaskan.


"Jangan bingung Ra, jadi kak Revan ini di juluki kulkas dua pintu karena saking dingin dan irit bicara. Jadi semuanya jelas kaget lihat kak Revan justru bicara banyak dan dengan lembut padamu. Kamu memang luar biasa, bisa buat si kutub Utara ini meleleh juga" ucap Bara terkekeh.


Mendengar ucapan Bara, Revan menatap adiknya itu tajam. Namun di balas tatapan mengejek Bara yang jahil.


Gusti merasa Keluarganya sekarang lebih hangat dan hidup. ia merasa bahagia di usia tuanya, di mendongak dan menatap foto keluarganya yang di pajang di dinding.


Ia berdoa semoga istri dan anak perempuan nya dapat bahagia di alam sana, ia berjanji akan membahagiakan kedua cucunya yang sudah lama menghilang itu dan ia akan memenuhinya dengan kasih sayang.


.....


di A.A Entertainment


Xavier datang ke kantor Lucas hanya untuk menggali informasi tentang Dara. Hampir tiap hari ia datang, membuat Lucas sedikit sakit kepala. Bukan hanya Lucas, namun Feli juga sama yang suka di ganggu.


Bahkan ada beberapa berita yang beredar jika ia mempunyai hubungan dengan Xavier, karena kedapatan ia sering bicara berdua.


Xavier selalu mendatanginya untuk menanyakan apa saja tentang Dara, dari mulai makanan favorit dan lain-lain. Ia bahkan dengan blak-blakan mengatakan jika ia menyukai bosnya itu.


Ia juga meminta tolong agar ia bisa bertemu kembali dengan Dara. Namun Baik Lucas ataupun Feli tidak bisa menjanjikan apapun padanya.


Karena mereka tahu Dara adalah pribadi yang bebas, ia adalah bos, jadi Lucas tidak berani menganggunya. Dara akan datang ke perusahaan jika dirinya mau saja, lagi pula ada Lucas yang mengurus semuanya. Kecuali saat keadaan perusahaan genting, Dara akan datang secepat mungkin.


"Vier jangan buat masalah, ayo berangkat ke lokasi" ucap Enda menarik tangan artisnya itu


"Ih bentar, Aku cuma mau ketemu bos, kok" ucap Xavier.


"Kau nggak dengar, Tuan Lucas bilang kalau bos lagi nggak Dateng. Lagian hari ini kamu ada jadwal syuting" ucap Enda pusing melihat artisnya itu.


"Aku tahu, aku akan ke lokasi kalau aku sudah tahu kapan bos datang ke perusahaan" ucap Xavier.


"Bos lagi pulang ke kota S" ucap Enda kesal.


"Dari mana kau tahu? Jangan bohong padaku!" ucap Xavier.


"Ngapain aku bohong? Aku denger dari Feli kemarin. Katanya Bos liburan ke kota S menemui keluarganya" ucap Enda


"Yah, jadi bos nggak ada di ibukota? Berapa lama? kok Feli nggak bilang padaku" tanya Xavier yang tertunduk lesu.


"Aku dengar sih dua Minggu, emang siapa kamu harus tahu semuanya" ucap Enda.


"Hah, dua minggu? Bagaimana aku sanggup menjalani hidup kalau tidak melihatnya sehari saja. Awwwss...." ucap Xavier, ia meringis karena jitakan Enda.


"Kebanyakan memerankan tokoh utama, semakin ngaco ya. Kau bahkan belum bertemu lagi dengannya sejak pertama kali kalian ketemu. Tapi kamu bisa tuh jalani hidup dengan nyaman-nyaman aja" ucap Enda


"Iissshhh, kamu merusak hayalanku, lihat aja! Aku tunjukkan kalau sang Dewi akan aku dapatkan! Akan menjadi milikku" ucap Xavier.


Enda hanya menggelengkan kepalanya melihat artis keras kepalanya yang sedang jatuh cinta itu.


...••••••...