The Greatest Female Soul

The Greatest Female Soul
203. Terbang ke kota S



Kai memacu motornya menuju ke restoran milik Dara yang awal pekan ini launching. Kai memarkirkan motornya di area parkir khusus, keduanya kemudian langsung masuk ke dalam restoran yang cukup banyak pengunjung meskipun restoran itu masih baru di buka.


Dara langsung membawa Kai ke ruangan kerja miliknya di lantai satu, Manda sedang ada di ruangan kerja miliknya karena kelasnya selesai lebih dulu.


Selain karena tengah memeriksa laporan Restoran, Manda juga tengah mengerjakan skripsinya yang harus di revisi di beberapa BAB.


"Ini ruangan kerja kamu Yang?" tanya Kai menarik Dara untuk duduk di pangkuannya sembari matanya melihat isi ruangan minimalis namun masih muat di isi sofa kecil.


Kai tidak menanyakan mengapa Dara tidak membawanya ke ruangan pribadi, karena ia sudah di beritahu Dara. Bahwa ia tidak menyisakan ruangan pribadi untuk dirinya.


"Hmm, Bagaimana menurut kamu?" tanya Dara


"Lumayan Nyaman, tapi kamu harus ingat kesehatan dan juga tidak boleh terlalu lelah bekerja. Biarkan anak buahmu yang turun tangan, kamu cukup memantaunya saja" ucap Kai membelai wajah kekasihnya itu.


Sejujurnya ia ingin Dirinya saja yang bekerja dan Dara duduk manis di rumah dan membelanjakan uang yang ia hasilkan. Namun ia tidak ingin egois dan membebaskan Dara melakukan apapun yang kekasihnya itu inginkan.


Tapi Kai juga selalu mengingatkan Dara, jika ia tidak boleh kelelahan dan memforsir tenaga dan pikirannya untuk kerajaan bisnis nya yang kekasihnya itu sedang rintis.


"Aku tidak bekerja banyak, aku akan melakukan apa yang kamu bilang. Terimakasih sudah peduli padaku" ucap Dara.


Ia tersenyum mendapatkan perhatian dari sang kekasih, meskipun itu perhatian kecil, namun sangat berarti dan bermakna dalam. Padahal seorang kultivator memiliki daya tahan tubuh yang berkali lipat lebih kuat dari manusia biasa, bahkan mereka kuat tidak tidur berhari-hari.


"Kamu bicara apa, jelas aku sangat peduli pada orang yang sangat aku cintai. Meskipun aku tahu kamu sama sekali tidak lemah, aku tetap mengkhawatirkan kamu. Aku tidak ingin kamu sampai kelelahan" ucap Kai menjepit hidung Dara.


Dara hanya terkekeh dan menyandarkan kepalanya di dada bidang Kai. Tentu saja Kai tidak tinggal diam, ia memeluk erat Kekasihnya itu dari belakang dan menghirup wangi tubuh Dara di ceruk lehernya, yang menjadi candunya itu.


"Apa kamu nggak lapar?" tanya Dara


"Ini masih sore Yang, hari juga belum gelap. Makan malam masih lama kan, jadi biarkan aku bermanja-manja denganmu sebentar. Kan besok kamu akan pergi ke kota S" ucap Kai memeluk Dara.


"Apa kamu besok sibuk?" tanya Dara


"Hmm, aku harus ke pangkalan untuk latihan rutin. Tapi aku masih sempat mengantarmu ke bandara besok" ucap Kai dengan nada sedihnya karena ia tidak bisa bertemu kekasihnya dalam waktu seminggu.


"Jangan sedih, kan nanti kamu menyusulku ke sana. Setelah itu status kita berganti dari kekasih ke tunangan. Bukankah setelah itu selangkah lagi menuju pernikahan" ucap Dara tersenyum manis.


"Ya, kamu benar. Aku sangat tidak sabar menunggu saat itu. Aku ingin cepat-cepat menikahimu, membahagiakan mu, melindungimu dan memberikan kamu segala yang aku miliki juga hidupku" ucap Kai mengecup kening Dara.


"Aku percaya itu" ucap Dara tersenyum.


"Kamu berangkat ke kota S dengan siapa?" tanya Kai.


"Sendiri" jawab Dara


"Flo tidak ikut?" tanya Kai mengangkat sebelah alisnya


"Flo akan mengurus dan melatih anggota GOD. Dia akan menyusul tiga hari lagi" ucap Dara dan Kai mengangguk.


Dara sudah mengetes semua anggota GOD kemarin dan semuanya lulus termasuk anggota yang test ulang. Dara juga sudah memberikan Flo seratus Pil Roh Suci tingkat 4, untuk membuat seratus anggota menjadi kultivator.


....


Keesokan harinya, Kai mengantar Calon tunangannya itu ke Bandara. Meskipun Kai ingin sekali berangkat bersama dengan Dara, namun ia tidak bisa Mengabaikan pekerjaannya. Jadi ia harus sabar.


"Aku berangkat dulu" ucap Dara


"Hati-hati sayang, kabari aku kalau sudah sampai" ucap Kai sembari memeluk dan mencium kening Dara. Dara tersenyum dan melambaikan tangannya ke arah Kai.


Di kota S, Revan dan Arra sudah sampai di Bandara, tentu saja untuk menjemput sang princess Adi Raharjo.


Pluk!!!


Tiba-tiba bahu Revan di tepuk oleh seseorang dan Revan pun menoleh.


"Woaahh bro, beneran ini lu" ucap seorang laki-laki tampan nan tinggi dengan wajah blasteran.


"Hei tuan muda Smith, ngapain lu di sini, apa kabar?" ucap Revan memeluk ala laki-laki.


"Masih aja panggil begitu. Kabar gue baik" cibirnya


"He-He, sorry bro Arsenio Smith" ucap Revan terkekeh pada salah satu sahabatnya itu. Arsen adalah sahabat Revan sejak orok, jadi keduanya sangat dekat.


"Ngapain lu di sini?" tanya Arsen balik


"Jemput adek gue, lu sendiri ngapain. Udah nggak betah lu di Negara A, baru inget jalan pulang lu?" ucap Revan


"Jemput Bara? Ingetlah, meskipun gue netep di negara A tiga tahun. Gue masih inget negara kelahiran gue" ucap Arsen menoyor Revan.


"Gue bukan jemput Bara, tapi adik perempuan gue" ucap Revan membalas Toyoran Arsen.


"Lu punya adik perempuan? Kapan Tante Ellena ngebrojol lagi? Awwwsss.... Sakit bego!!!" ucap Arsen kena tabok mulutnya.


"Sembarangan lu ngomong, emang nyokap gue apaan brajal brojol, di kira kucing apa" ucap Revan kesal


"He-He canda bro, eiitttsss siapa ini cewek cantik, ini adik lu Van?" tanya Arsen.


"Bukan! Ini Arrabella, anak Tante Rose" ucap Revan.


"Wow, putri Tante Rose udah perawan gini, cantik lagi" ucap Arsen


"Jangan macem-macem Sen!" ucap Revan menatap tajam


"Astaga udah cair nih kutub ceritanya? Terus yang adik lu mana?" tanya Arsen lagi


"Itu...." ucap Revan menunjuk ke arah Dara yang sudah turun dari pesawat.


Saat Dara sampai di kota S, ia mengerutkan keningnya sebentar saat melihat kakak laki-laki nya itu datang bersama dengan Arra dan laki-laki yang menatap bengong ke arahnya, bahkan cairan merah sudah keluar dari lubang hidungnya.


Namun sesaat kemudian bibirnya berkedut memikirkan sesuatu antara kakaknya dan Arra.


Revan yang di tatap oleh adiknya sedikit kikuk dan mengelus tengkuknya yang tiba-tiba meremang sembari nyengir kuda


"K-Kakak dan Ara di minta jemput kamu sama mamah dan Tante Rose" ucap Revan kikuk.


"Oh gitu, tapi aku nggak nanya tuh" ucap Dara mengangkat bahunya cuek.


"Deeekk iihh" ucap Revan cemberut karena di goda adiknya


"Ha-ha, nggak malu sama umur? Nggak malu juga sama Arra kakak ngerajuk gini? Iiihh kaya anak kecil" ucap Dara terkekeh menambah kadar kecantikannya, membuat semua orang di sana diam terbengong seperti waktu terhenti.


"Hai Dara" panggil Arra tersenyum


"Hai calon kakak ipar" goda Dara mengedipkan matanya membuat wajah Arra memerah malu mendengarnya.


...••••••...