The Greatest Female Soul

The Greatest Female Soul
237. Membujuk Alden



Di ruangan kerja Direktur sekaligus Dokter Kepala Prayoga Hospital.


Alden menghela nafas mendengar permintaan dari sekretaris dari keluarga Kusuma, yang tak lain adalah Nandar sekretaris dari Dean Prawira Kusuma.


"Tolong tuan berkenan mengijinkan Dokter Dara menjadi Dokter pribadi tuan muda. Tuan muda akan membayar lima kali lipat dari yang seharusnya" ucap Nandar


"Maaf tuan Nandar saya tidak bisa" ucap Alden dengan tegas menolak.


"Sepuluh kali lipat" nego Nandar lagi


"Tidak bisa tuan. Ini bukan soal uang" ucap Alden sedikit menahan rasa kesalnya


"Ayolah tuan Alden, jangan buat semuanya jadi semakin rumit. Coba anda sebutkan berapa banyak untuk membuat Dokter Dara menjadi dokter pribadi tuan muda. Saya pastikan ini murni Dokter Dara di jadikan sebagai dokter pribadi tidak lebih. Setidaknya sampai tuan muda sembuh dari sakitnya" ucap Nandar mencoba membujuk Alden.


"Maaf tuan Nandar, tapi tuan Dean memang sudah sembuh total bahkan dari beberapa hari yang lalu. Masalah ingin mengangkat Dokter Dara sebagai Dokter pribadi tuan Dean, saya kembalikan keputusannya itu pada Dokter Dara, karena dia yang akan menjalankannya" ucap Alden


"Tuan, apa tidak bisa di pertimbangkan? terlebih Dokter Dara berada di bawah naungan anda yang sebagai Direktur rumah sakit ini. Bukankah anda bisa mengambil keputusan bagi semua para pekerja di rumah sakit ini? Jika anda bisa membantu, tuan muda akan menginvestasikan dana yang besar ke rumah sakit ini" ucap Nandar.


"Saya tidak ingin mengambil resiko kehilangan Dokter Dara di rumah sakit. Dan lagi Tuan Nandar, sepertinya anda lupa siapa pemilik rumah sakit ini" ucap Alden mengingatkan tentang siapa pemilik Rumah sakit.


"Keluarga Prayoga? Salah satu keluarga paling berpengaruh di kota S sama seperti Keluarga Kusuma dan juga keluarga yang paling berkontribusi besar bahkan memiliki wewenang atas apapun yang berhubungan dengan kedokteran di negara ini? Saya tahu itu tuan, saya juga tahu keluarga Prayoga sangat mementingkan kemanusiaan. Tapi bukankah keluarga Prayoga juga seorang pembisnis? Bukankah semua pembisnis mengedepankan keuntungan? Investasi yang di tawarkan tuan muda sangat besar" ucap Nandar masih berusaha.


"Maaf sekali lagi saya tidak bisa membantu, semuanya saya serahkan pada Dokter Dara, Lagi pula rumah sakit bisa berdiri meskipun tanpa investasi itu" ucap Alden tanpa bisa di ganggu gugat meskipun di iming-iming keuntungan besar sekalipun.


Gila aja jika dia menyetujui itu, bisa-bisa ia di gantung hidup-hidup oleh kakak perempuannya, Ellena.


Tok! Tok! Tok!


Tiba-tiba pintu ruangan di ketuk dari luar, Alden langsung memintanya masuk setelah minta maaf pada Nandar karena obrolan mereka terhenti.


Ceklek!


Pintu terbuka menampilkan sosok Dara masuk ke dalam ruangan. Nandar awalnya tidak ada niat melihat siapa yang datang, hanya saja saat mendengar Alden memanggil Dokter Dara. Mau tak mau Nandar menoleh dan penasaran dengan Dokter yang membuat tuan mudanya jadi uring-uringan selama beberapa hari itu.


Deg! Deg!


Jantung Nandar berdetak kencang saat melihat Dara, wajahnya tidak bisa membohongi jika dia sungguh terpesona dengan Dara yang cantiknya sungguh di luar nalar logika manusia itu.


"Pantes aja tuan muda uring-uringan, langsung klepek-klepek sejak pertama ketemu nih cewek. Gilaaaa.... ini mah spek bidadari nggak ada lawan, astaga maaakkk anakmu juga jantungnya lagi lomba maraton ini. Masa iya mau saingan sama bos, elah... Belum apa-apa udah di tendang ke Afrika ini mah, astaga cantiknya" gumam Nandar yang masih terpesona dengan gadis yang ada di depannya.


"Maaf saya menganggu anda Pak Kepala, nanti saja saya bicaranya jika ada masih ada tamu" ucap Dara yang terdengar sangat sopan sekali lewat di telinga Nandar, seperti ada salam dan permisinya begitu manis dan lembut.


"Tidak apa-apa Dokter Dara, silahkan bicara jika ada sesuatu yang mendesak" ucap Alden.


"Baiklah, Saya hanya ingin mengajukan izin libur selama dua hari besok, ada sesuatu yang harus saya lakukan" ucap Dara tidak menjelaskan secara rinci.


"Baiklah saya izinkan, tapi kamu harus bicarakan dengan rekan kerjamu lebih dulu agar bisa mengatur jam kerja mereka sementara" ucap Alden.


"Baik, terimakasih Pak Kepala, kalau begitu saya permisi" ucap Dara langsung pamit keluar dari ruangan.


Setelah tahu Dara keluar, Nandar baru tersadar. Ia merutuki dirinya yang justru terbengong karena terpesona, bukannya membujuk Dara untuk menyetujui permintaan tuan mudanya.


"Kenapa Dokter Dara menolak gaji yang begitu besar" ucap pelan Nandar yang masih terdengar oleh Alden.


"Itu karena ia sama sekali tidak kekurangan uang, Harusnya anda cari tahu dulu sebelum meminta orang lain untuk bekerja bersama anda. Saya yakin Dokter Dara tidak akan menerima tawaran itu, ia pasti lebih memilih bekerja di rumah sakit" ucap Alden dengan kekehan ya.


...


"Ya Tuan muda, bahkan Tuan Alden menolak tawaran investasi dari anda jika ia membujuk dokter Dara" ucap Nandar


"Si*l!" umpat Dean marah


"Urus kepulanganku hari ini juga, biar aku besok membujuknya lagi. Aku tidak akan melepaskannya" ucap Dean lagi.


"Tapi tuan muda, Dokter Dara mengajukan izin libur selama dua hari besok" ucap Nandar


"Kau tahu dari mana? Mau apa dia ambil libur?" tanya Dean terkejut mendengar itu


"Tadi Dokter Dara ke ruangan tuan Alden, saya tidak tahu Dokter Dara mau kemana tuan muda. Tuan Alden pun tidak mengatakan apa-apa. Saya sudah menanyakan pada Tuan Alden kenapa Dokter Dara menolak saat di tawarkan gaji yang sangat besar. Tuan Alden malah mengatakan jika Dokter Dara sama sekali tidak kekurangan uang. Ia tertawa dan mengatakan jika harusnya kita mencari tahu siapa Dara sebelum memintanya menjadi Dokter pribadi anda" ucap Nandar


Dean mengerutkan keningnya memikirkan ucapan Alden, lalu matanya membola saat memikirkan jika kemungkinan Dara bukan sosok sesederhana itu, yang bahkan sosok Alden tidak bisa mengaturnya.


"Selidiki apapun yang berhubungan dengan Dokter Dara. Aku mau paling lambat malam nanti datanya sudah ada di mejaku" ucap Dean.


"Baik!" sahur Nandar.


"Siapa kamu sebenarnya baby? Siapapun kamu, aku pastikan akan membuatmu menjadi milikku!" ucap Dean tekad dalam hati.


....


Setelah pulang bekerja, Dara langsung pulang ke mansion. Ia ingin meminta izin pada keluarganya jika ia akan pergi ke luar kota untuk mengurus sesuatu. Dara tidak mengatakan pada mereka jika ia akan menyusul Kai ke Pulau N.


Untuk tiket ke sana Dara menggunakan pesawat jet pribadi milik Kai.


Ya Dara sudah menghubungi Kai jika ia sudah mendapat izin untuk libur dua hari. Kai langsung meminta pilot pribadi untuk membawa jet pribadi miliknya untuk menjemput sang calon istri.


Kenapa tidak menggunakan pesawat umum? Itu karena pesawat umum tidak ada penerbangan untuk besok pagi dari kota S dan hanya ada besok lusa itu pun malam.


"Kamu berangkat sekarang?" tanya Gusti


"Iya kek, Dara nggak lama kok. Paling lusa sudah pulang" ucap Dara memeluk kakeknya itu.


"Emangnya kamu mau kemana?" tanya Gusti


"Ada urusan pekerjaan kek dan itu nggak bisa di wakilkan. Dara cuma dua hari aja kok, Dara nggak mungkin izin lama-lama juga. Apalagi rumah sakit sedang repot banyak pasien" ucap Dara


"Baiklah, yang penting kamu hati-hati, kabari kakek kalau ada apa-apa. Biar kakek yang mengurusnya untuk kamu, jika ada hal yang membuatmu susah" ucap Gusti mengelus kepala cucu perempuan kesayangannya itu.


Ia ingin membuat cucu perempuannya nyaman, aman dan selalu bahagia. Setidaknya ia ingin memberikan segala yang di inginkan Dara dan Dimas, untuk menebus banyak waktu yang sudah menghilang sangat lama.


"Pasti kek, kakek tenang aja. Cucu Kakek ini hebat dan kuat jadi nggak akan ada apa-apa, Popeye aja kalah, Superman lewat, iron man juga udah permisi duluan" ucap Dara terkekeh.


"Ya-ya kakek percaya, kamu cucu Kakek yang paling hebat dan kuat" ucap Gusti ikut terkekeh.


"Dara berangkat ya kek, kakek jangan tepat makan loh ya" ucap Dara


"Iya kamu tenang aja" ucap Gusti.


Setelahnya Dara pun pamit pada orang tua dan kakak-kakaknya. Ia langsung berangkat ke bandara karena pesawat Jet pribadi milik Kai sudah standby di bandara kota M.


...••••••...