The Greatest Female Soul

The Greatest Female Soul
293. Menyelamatkan Bara - Kabar Flo



Ting!!!


Begitu sampai di lantai di mana ruang ICU itu berada, dara langsung berlari ke arah sana. Di lihatnya di depan ruangan ICU sudah ada Ellena yang tengah menangis di pelukan Adnan, yang mencoba menenangkan istrinya dan juga kedua kakaknya yang tengah duduk dengan gelisah menunggu kabar dari adiknya yang tengah di tangani oleh dokter.


Dara berjalan menuju ke ruangan ICU


"Mah, pah, kak" ucap Dara


"Dara sayang kamu di sini? Tolong selamatkan kakak kamu sayang, kamu dokter hebat? Tolong selamatkan Bara" ucap Ellena yang melihat Dara sudah berada di sana sembari menangis di pelukan putrinya itu.


Tak lama Alden dan Nia juga sampai di lantai tersebut dan menghampiri semuanya.


"Mamah tenang, jangan khawatir oke, Dara masuk dulu dan berusaha sekuat tenaga untuk selamatkan kak Bara" ucap Dara


Setelah mengatakan itu Dara langsung masuk ke dalam ruangan, sebelumnya Dara memakai pakaian steril. Dan sesampainya di sana sudah ada dokter yang tengah memeriksa keadaan Bara.


Dara tercekat melihat kondisi kakaknya yang sudah sangat lemah, bahkan Dara yakin jika kakaknya mengalami benturan yang sangat keras. Bukan hanya kepalanya tapi juga tubuhnya dan mungkin organ dalam nya juga kena.


"Biar saya yang tangani Dok, Dokter bisa keluar dulu, kamu juga sus" ucap Dara pada dokter itu.


"Tapi Dokter Dara..." ucap Dokter itu


"Dia kakakku, biarkan aku yang menanganinya agar aku fokus mengobatinya" ucap Dara.


"Ah baik kalau begitu" ucap Dokter itu kemudian keduanya keluar, membiarkan Dara sendirian yang menanganinya.


Dokter itu tidak keberatan Dara yang menanganinya, selain ia tahu jika yang tengah sakit adalah orang penting, ia juga percaya hanya Dara yang mampu mengobatinya.


"Hiks, apa yang terjadi kak? Kenapa bisa terjadi begini" ucap Dara menangis.


Siapa yang tidak sakit melihat orang yang ia sayang terbaring lemah, Dara juga manusia biasa. Ia juga memiliki sisi rapuhnya, meskipun hampir tidak pernah ia menangis.


"Dara tenang, kamu bisa selamatkan kakak kamu, sekarang aku harus tenang dulu dan fokus melakukan pengobatan yang benar" ucap Dara pada dirinya sendiri.


Dara kemudian mulai memeriksa keadaan Bara. Ternyata dugaannya benar, Bara memang mengalami benturan sangat kuat hingga membuat beberapa fungsi organ dalamnya rusak bahkan hancur.


Semua dokter yang menanganinya pasti angkat tangan, karena secara medis kondisi Bara hanya menunggu waktu menghembuskan nafas terakhirnya. Bahkan jika menunggu sekitar tiga jam lagi, kemungkinan Bara tidak akan selamat.


Namun itu tidak akan terjadi karena ada Dara dan apapun yang terjadi ia akan menyelamatkan kakaknya itu.


Dara langsung mengambil jarum perak miliknya, membersihkannya dan mulai melakukan pengobatan dengan teknik jarum lima element miliknya. Lalu ia mengambil pil penyembuh dari dalam ruang dimensi dan membantu Bara meminumkannya.


Pil itu mudah larut jika masuk ke mulut, jadi tidak ada kesulitan membuat Bara menelannya dalam kondisi tidak sadarkan diri.


Sebenarnya bisa saja tinggal memberikan pil penyembuh m. Namun Dara harus mengetahui daya tahan tubuh pasien yang ia tangani terlebih dulu. Terlebih kondisi organ vital Bara sudah rusak lebih dari 60 persen. Maka dari itu Dara menggunakannya bersama dengan teknik jarum lima element untuk membantunya.


Hal itu berguna agar tubuh Bara tidak terkejut dan dapat menerima dengan baik efek yang di hasilkan pil penyembuh pada tubuhnya. Dengan pengobatan itu juga bisa mempercepat proses penyembuhan dan mengembalikan fungsi organ yang sudah rusak atau hancur.


Pil penyembuh memang bisa mengobati segala macam penyakit, hanya saja ia tidak bisa meregenerasi organ yang sudah hancur atau bagian tubuh yang terpotong. Pil penyembuh juga tidak bisa mengembalikan ingatan seseorang, maka dari itu beberapa waktu lalu Flo tidak bisa menggunakanbya untuk sang ibu.


Maka dari itu, Dara menggunakan teknik jarum lima elemen miliknya dan berharap organ yang hancur itu terbentuk kembali.


Sudah empat puluh lima menit, tapi proses pengobatan itu masih terus saja berlangsung. Dara bahkan menambahkan Chi miliknya agar organ itu kembali terbentuk dengan cepat.


Usaha memang tidak mengkhianati hasil, organ vital Bara perlahan mulai terbentuk kembali. Bara juga sudah melewati masa kritisnya, Dara tersenyum kemudian membereskan jarum-jarum itu kemudian keluar.m dari ruangan.


Ia tidak menyadari jika ia sudah mengeluarkan begitu banyak Chi hingga membuat wajahnya pucat dan kehabisan tenaga


Ceklek!!


Melihat pintu terbuka, semuanya beranjak dari duduknya dan mendekat ke arah Dara, termasuk Alden dan Nia.


"Dara sayang bagaimana kakak kamu?" tanya Ellena.


"Kak Bara baik-baik aja mah. Masa kritisnya sudah lewat" ucap Dara membuat semua orang merasa lega.


"Syukurlah, terimakasih sayang, kamu memang putri mama yang sangat hebat" ucap Ellena


"Eh kenapa wajahmu pucat dek?" tanya Revan tiba-tiba


"Iya wajahmu Pu.... Dara!!!" teriak Jeffrey saat melihat Dara tiba-tiba pingsan, semuanya terkejut dan panik.


"Van, bawa Dara ke ruangan sebelah" ucap Alden yang ada di sana.


Nia juga terkejut melihat Dokter idolanya itu tiba-tiba saja tumbang, padahal biasanya Dara adalah orang yang paling kuat. Bahkan tidak pernah mengeluh lelah saat tengah melakukan operasi berjam-jam.


Dara pingsan selain karena mengeluarkan banyak Chi, pikiran dia juga sedang semrawut. Jadi hal itu membuatnya tiba-tiba hilang kesadaran dan pingsan.


Mereka juga sepakat tidak memberi tahu Dara jika Dara pingsan. Pasti pria bucin satu itu akan langsung datang meskipun tengah banyak pekerjaan.


....


Tiga puluh menit kemudian, Dara sadar dan mengerjapkan matanya. Ia menoleh ke kanan dan ke kiri. Ia kini mendapati dirinya berada di atas berangkat rumah sakit dan itu adalah ruangan VIP.


Sungguh sangat jiros memasukannya ke ruangan VIP. Padahal ia hanya merasa pusing dan lelah aja.


Melihat Adiknya bangun, Jeff langsung menghampiri Dara. Dan berucap dengan lembut.


"Sudah sadar dek, katakan apanya yang sakit?" tanya Jeff.


"Aku nggak apa-apa kak, kenapa aku bisa berada di sini?" tanya Dara menoleh ke kanan dan ke kiri.


"Kamu tadi pingsan dek, kata dokter kamu cuma kecapean dan butuh istirahat" ucap Revan


Dara hanya menanggapinya dengan senyum.


"Kak Bara gimana?" tanya Dara


"Bara sudah sadar, dia ada di ruang rawat inap sekarang" ucap Revan mengelus kepala Dara dengan sayang.


"Kenapa wajah kalian terlihat sendu gitu? Harusnya seneng dong karena kak Bara udah nggak apay" Tanya Dara


"Ah, kita nggak apa-apa kok dek" ucap Revan dan Jeffrey bersamaan.


"Kak, aku nggak suka da yang menutupi sesuatu dari ku loh. Bilang atau aku cari tahu sendiri dan marah pada kalian" ucap Dara yang merasa ada sesuatu yang di sembunyikan darinya.


"Dek, kamu harus sabar" ucap Revan tiba-tiba memeluk Dara dengan erat.


"Sabar kenapa? Emang ini sebenarnya Ada apa dan apa yang terjadi? Jawab..." ucap Dara menatap kedua kakaknya dan juga papanya itu, karena mereka hanya bergeming DJ tempat.


"Pah, jelasin maksud kak Revan tadi itu apa" ucap Dara lagi.


"Sayang kamu yang sabar ya, tadi ada berita yang mengatakan jika pesawat dari Negara J menuju ke negara kita lost kontak di sekitaran perairan laut L. Dan salah satu penumpangnya, ada nama Flo di sana" ucap Adnan.


"Papa bercanda kan?" Tanya Dara dengan mata mulai berkabut mendengar apa yang terjadi pada Flo.


"Yang sabar sayang, kita semua tengah menunggu informasi lanjutan dari pihak maskapai penerbangan" ucap Adnan.


"Aku harus pergi sekarang" ucap Dara


"Dara kamu mau kemana, kamu sedang sakit nak. Kamu tenang dulu oke, setidaknya sampai infusannya habis" ucap Adnan


"Dek, kamu mau kemana?" tanya Revan dan Jeffrey mencoba untuk menahan Dara yang kini mencabut jarum yang ada di tangannya.


"Aku akan menemui Flo" ucap Dara


"Sayang, hei sadar sayang. kamu harus sabar dan menerima kenyataan ini" ucap Adnan.


"Menerima apa? Flo masih hidup Pah, Dara sangat yakin itu dan Dara akan menemui Flo sekarang" ucap Dara beranjak berdiri.


Ia tidak mengada-ada soal ikatan batin dari sumpah setia Flo masih terasa. Jadi sudah bisa di pastikan jika Flo masih hidup.


"Dara..." teriak Adnan, Revan dan Jeffrey yang melihat Dara pergi begitu saja.


Mereka semua mengejar Dara, namun Dara lebih dulu masuk lift. Dara dengan cepat menuju ke parkiran dan berjalan menuju mobilnya, ah salah. Itu bukan mobilny tapi itu mobil milik Bara.


Pagi tadi Bara dan Dara memang sepakat untuk bertukar mobil, karena Bara mengatakan jika mobil miliknya belum di servis dan takut mogok jika di paksa perjalanan jauh. Jadi Dara mengizinkannya membawa mobilnya itu.


Sesaat duduk di bangku kemudi, teleponnya kembali berbunyi dan itu ternya dari Lingga. Dara langsung menghubungkan telepon itu di speaker yang ada di mobil.


"Hallo Dara..." ucap Lingga terdengar sangat panik.


Mendengar suara panik Lingga, Dara langsung menebak jika Lingga sudah mendengar berita tentang jatuhnya pesawat itu. Jadi Dara berusaha setenang mungkin untuk menjawab pertanyaan Lingga nanti padanya.


"Ya hallo" jawab Dara


"Dara aku mendengar kabar jika ada pesawat jatuh dan salah satu penumpangnya ada nama Flo di daftar? Katakan kalau itu bohong kan Ra, nggak mungkin Flo ninggalin aku" ucap Lingga dengan suara bergetar. Ia sungguh takut membayangkan jika hal itu benar terjadi.


"Lingga kamu tenang dulu, aku tidak akan membohongimu. Kecelakaan itu dan Flo merupakan salah satu penumpangnya adalah benar adanya" ucap Dara


"A-apa??" ucap Lingga terdengar lemah dan syok, hampir saja pingsan. Namun Lingga berpegang di sandaran kursi dan tidak jadi oleng.


"Tapi Lingga aku merasa Flo masih hidup. Jadi kamu jangan berpikir yang tidak-tidak, oke. Aku sekarang sedang perjalanan ke apartemen dan akan mencoba melacak keberadaan Flo" ucap Dara


"Flo... Apa dia benar masih hidup" ucap Lingga dengan lemah.


"Ya, setidaknya dengan ikatan sumpah yang ada pada ku dan Flo, masih terasa jika ia masih hidup sampai saat ini. Aku akan berusaha menemukannya. Jadi kamu tenang aja, aku akan berusaha menemukan dan menyelamatkan Flo di manapun ia berada" ucap Dara


"Terimakasih Dara, Aku mohon tolong kekasihku Ra, aku benar-benar takut dia kenapanoa" ucap Lingga, setelah mendengar penjelasan Dara. Setidaknya ia merasa yakin jika kekasih hatinya masih hidup.


"Aku akan berusaha, tunggu kabar dariku dan jangan panik" ucap Dara.


"Aku akan balik ke negara I sekarang. Kabari aku jika kau menemukan sesuatu petunjuk. Aku mungkin sampai di sana besok" ucap Lingga


"Hmm hati-hati..." jawab Dara


Telepon pun terputus, Dara melajukan mobilnya ke arah apartemen milik Kai. Sesampainya di sana dengan segera ia masuk dan segera bamembuat susunan formasi baru yang terhubung dengan Flo.


Setelah semua siap, ia mengabari Kai lebih dulu jika ia akan mencari Flo dan meminta Kai untuk tidak khawatir padanya. Dara juga meminta izin ke Alden karena ingin mencari tahu kondisi calon adik iparnya.


"Flo tunggu aku, semoga kamu bisa bertahan sebentar sampai aku sampai" ucap Dara berharap jika ia bisa segera menemukan Flo.


Dara langsung berdiri di tengah formasi yang ia buat, tak lama cahaya muncul membuat Dara tersedot ke pusaran formasi.


...•••••••...