The Greatest Female Soul

The Greatest Female Soul
88. Tangan kanan Dara - Tugas kai



Dara kemudian mengajak Flo ke mansion, kebetulan adik-adiknya belum datang. Jadi ia mengajak Flo ke ruangan kerja milik ya.


Flo sepanjang jalan menganga tidak percaya menoleh ke kanan dan ke kiri, ia melihat betapa mewahnya Star Mansion di depan matanya.


"Beritahu identitasmu!" ucap Dara


"Baik... Nama saya Puspa Dewanti, umur 24 tahun, dari saya berasal dari ibukota dan tinggal di ibukota. Saya sebatang kara, kedua orang tua saya meninggal sejak saya bayi dan dua bulan lalu nenek saya meninggal karena usia tua.


Saya di didik untuk menjadi anggota Ace di organisasi bernama The Hell. Luka yang saya dapatkan itu karena kecelakaan saat bertugas, saat itu aku menyelamatkan target yang harusnya saya bunuh. Saya tidak bisa membunuh anak kecil yang tidak bersalah, jadi saya di hukum oleh ketua organisasi dengan hukuman cambuk dua ratus kali. Saya bla-bla......" ucap Flo menjelaskan tentang dirinya sendiri.


"Apa kamu yakin siap menjadi tangan kananku? Tidak mau bebas menikmati hidup mu dengan sesuka hati? Kamu bisa memikirkannua lagi" tanya Dara


"Siap dan Yakin, Nona...." ucap Flo tegas


"Dara, namaku Addara kau bisa memanggilku Dara" ucap Dara


"Siap, nona Dara!" ucap Flo dengan yakin Yakin


"Kalau kamu sudah yakin dengan pilihan kamu. Kamu bisa tinggal di sini, Besok persiapkan mentalmu. Kita akan mulai sumpah setia dan pelatihannya" ucap Dara


"Baik!" jawab Flo.


Dara kemudian memanggil Agam dan memperkenalkan Flo yang akan menjadi asisten kedua setelah Ferdi dan akan tinggal di mansion.


Agam dengan senang hati menyambut Flo dan juga menyiapkan kamar di lantai dua untuk Flo tempati. Agam juga memberi tahu pekerja di rumah yang lain, jika ada satu anggota lagi yang akan tinggal diansion dan juga status Flo sebagai asisten majikan mereka.


Mangenai Flo, sebenarnya ia dan Ferdi sama-sama mantan seorang pembunuh, hanya saja level mereka berbeda. Flo memiliki kekuatan yang lebih besar dari pada Ferdi, meskipun dia seorang wanita.


....


Di sebuah daerah perbatasan, sekelompok orang masih terjadi baku tembak. Kelompok lain memiliki jumlah anggota yang banyak. Tapi kelompok lain yang hanya belasan saja merangsek masuk.


Meskipun sedikit orang namun kelompok itu sangat kuat, kelompok itu adalah kelompok tentara yang di pimpin Kai yang sedang bertugas.


Kelompok yang di pimpin oleh Kai, merangsek masuk ke pangkalan musuh dan menghabisi setengah dari anggota musuh yang tersisa.


Di sisi lain, anggota Kai tidak ada yang terluka sedikitpun, dengan operasi militer itu.


"Lapor jendral, Sayap kiri sudah di atasi" ucap salah satu anggota Falcon


"Lapor jendral, Sayap kanan juga sudah di atasi" ucap salah satu anggota Falcon yang lain.


"Lapor jendral, titik inti semuanya sudah di atasi. Tidak ada musuh yang lolos" ucap Nathan anggota Falcon yang juga sahabat Kai.


"Ringkus mereka semua, hubungi pangkalan dan bawa semuanya ke sana" ucap Kai


"Siap Jendral!" ucap yang lain


Tak lama kemudian pihak pangkalan mengirim anggota lain dan membawa semua target ke pangkalan.


Saat sudah berada di pangkalan, Kai menghela nafas lega tugasnya sudah selesai. Ia segera membersihkan diri dan mengganti pakaian miliknya yang penuh dengan lumpur, darah dan debu itu.


Misi ini sangat sulit, lawan mereka sangat kuat. Jika tidak ada bantuan dari pil penyembuh yang di berikan Dara, mungkin empat anggota mereka akan mati karena luka yang parah.


Sedangkan Kai tidak terluka sama sekali, kekuatan tempur miliknya setara dengan kekuatan seorang jendral di masa lalu. Dia yang terbaik dari yang terbaik di kemiliteran.


Itu yang membuat semua orang di militer sangat menghormatinya dan juga iri dengan semua prestasi yang telah di capai Kai di usia nya yang masih sangat muda.


Kai segera mengambil ponsel miliknya dan menyalakannya. Ia segera menghubungi Dara, Ia sangat merindukan gadisnya itu dan ingin mendengar suaranya.


Namun setelah beberapa kali Dara tidak mengangkat teleponnya, jadi Kai mengirim pesan jika tidak ada halangan besok ia akan pulang.


Namun orang itu tidak beranjak dari tempatnya setelah ia menyajikan teh di atas meja.


"Keluar!" ucap Kai dingin saat tahu orang itu tidak beranjak keluar.


Orang itu adalah seorang perempuan cantik, ia berdandan secantik mungkin saat seorang petinggi memintanya untuk menyajikan teh untuk Kai.


Sejak Kai datang ke perbatasan, ia sudah tertarik dengan ketampanan Kai dan juga jabatan tinggi yang di pegangnya. Ia ingin menggodanya dan mendapatkan nya.


Namun Kai tidak repot-repot meliriknya sedikit pun dan mengusirnya begitu saja tanpa peduli dengan perasaan nya.


"Jendral..." ucap nya manja dan melangkah mendekat, mencoba menarik perhatian Kai.


"Datang dan aku akan potong kakimu!!!" ucap Kai tajam dengan aura dingin yang menyelimutinya


Perempuan itu menghentikan langkahnya, ia terkejut dan bergetar takut. Ia tahu jika Kai bisa melakukan apapun yang ia katakan. Ia menggigit bibirnya karena kesal, marah dan malu.


"Keluar!" ucap Kai dengan keras


Perempuan itu langsung berbalik dan keluar dari ruangan sana dengan menangis. Kai menghela nafasnya, ia tahu jika perempuan itu adalah anak kepala suku daerah di perbatasan yang terkenal dengan kecantikannya dan mencoba menggodanya.


Kai membenci petinggi di daerah ini yang seakan memancingnya dengan seorang perempuan, untuk memperkuat posisinya dengan menggunakannya untuk kepentingan


"Cih, trik lama!" ucap Kai.


Ia menuangkan Teh itu ke tanah, ia tidak sebodoh itu meminum air yang sudah di campur dengan obat yang jelas untuk menjebak nya.


Kemarahan Kai teredam karena Pesan yang masuk di ponselnya, siapa lagi kalau bukan dari Dara.


💬Aku akan menjemputmu di bandara, jam berapa kamu pulang? -Addara


Senyum di wajah Kai mengambang membaca pesan itu, lalu mengetik balasannya dengan segera.


^^^💬Pesawat landing jam 5 sore di ibukota, apa aku tidak merepotkanmu? -Kaisar^^^


💬Oke Aku akan menjemputmu. Merepotkan apa? Aku nggak merasa di repotkan -Addara


Kai sudah merindukan Dara, ia tidak sabar untuk kembali ke ibukota dan menagih janji Dara padanya. Memikirkan nya saja ia sudah sangat senang.


....


Di Star Mansion, Dara tersenyum melihat pesan Kai, ia senang dan juga lega mendengar tugas Kai sudah di selesaikan dengan baik dan akan segera pulang.


Dimas dan Ryan juga sudah pulang dari sekolahnya. Keduanya menatap ke arah Flo yang baru kali ini di lihatnya


"Kak, itu siapa?" tanya Ryan penasaran, sedangkan Dimas hanya mengangguk penasaran juga.


"Itu Kak Flo, dia asisten kakak. Ayo beri salam" ucap Dara lembut


"Salam kenal kak Flo, saya Dimas" ucap Dimas sopan


"Salam kenal kak Flo, saya Ryan" ucap Ryan sama sopannya.


"Salam kenal tuan muda Dimas, tuan muda Ryan" sahut Flo dengan ramah.


Ia terkejut karena melihat anak muda dari keluarga kaya, menyapanya dengan begitu sopan.


Mereka pun duduk bersama dan mengobrol ringan di ruang keluarga.


...••••••...