The Greatest Female Soul

The Greatest Female Soul
198. Pasangan Surga



Dara masih berada di Star Resto bersama dengan yang lain sembari menunggu jadwal pesawat Kai Landing.


Kini Dara, Flo dan Manda ke ruangan kerja Dara untuk memeriksa kandungan Flo. Ketiganya menghela nafas lega karena kandungan Manda baik-baik saja.


Memang Bayi Langit sangat istimewa, bahkan Manda yang sebagai ibunya tidak merasa jika dirinya hamil. Kandungannya sangat kuat hingga Ia bisa melakukan aktifitasnya seperti biasa. Ia bahkan sama sekali tidak merasakan apa itu ngidam seperti orang hamil pada umumnya. Hal itu pula yang tidak membuat orang lain menaruh curiga pada Manda, jika dia tengah berbadan dua.


"Kenapa gue nggak rasain yang namanya ngidam ya? Biasanya kan orang hamil pasti ngidam" tanya Manda bingung.


"Lu ngebo kali" ucap Flo


"Gue Manusia ongeb" ucap Manda


"Maksud gue lu ngebo, jadi nggak ngerasain apa itu ngidam. Gue denger sih ada juga yang kaya gitu, nggak semua orang hamil ngerasain apa itu ngidam. Mungkin yang ngidam bukan Lu, bisa jadi bapaknya. Cuma lu nggak tahu aja" ucap Flo


"Emang bisa gitu?" tanya Manda, Flo hanya membalasnya dengan menganggukan kepalanya


"Itu berarti jabang sangat pengertian dan tidak ingin membuat ibunya susah" ucap Dara


"Lu bener Ra, ini anak anteng bet dah. Gue kaya ngerasa nggak hamil loh" ucap Manda, Dara hanya tersenyum saja menanggapi ucapan Manda.


"Nona, jam berapa anda jemput tuan muda?" tanya Flo pada junjungannya itu.


"Pesawatnya baru lepas landas, dua jam setengah lagi pesawatnya mendarat" jawab Dara


"Emang pacar lu abis kemana Ra?" tanya Manda.


"Bertugas" Jawab Dara


Manda hanya melongo tidak mengerti membuat Flo terkekeh melihat ekspresi wajah Manda yang terkesan lucu.


"Tuan muda seorang militer" ucap Flo


"Woah, seorang tentara? Pantes itu badan tegap bener terus tinggi kaya tiang listrik" ucap Manda


Sedangkan Dara dan Flo yang mendengarnya hanya terkekeh. Dara tidak masalah dengan ucapan ceplas ceplos Manda.


Pantas Manda menyebut Kai tiang listrik, tinggi badan Kai 185 Cm. Dara dan Flo sama-sama 172 Cm, sedangkan Manda sangat mungil dengan tinggi 158 Cm. Sangat jauh dari dua temannya itu bukan?


.....


Setengah jam sebelum pesawat Kai Landing, Dara sudah berangkat ke Bandara menggunakan Lambo Veneno miliknya. Sedangkan Flo pulang bersama Ferdi nanti.


Sesaat sampai di bandara Dara, masih ada sepuluh menit Dara, jadi ia duduk santai menunggu pesawat landing.


"Hmm beritanya sudah keluar" ucap Dara melihat berita yang keluarkan oleh keluarga Adi Raharjo.


Berita itu langsung booming dan Viral, pasalnya yang publik tahu. Keluarga Adi Raharjo hanya memiliki dua orang putra atau cucu laki-laki sebagai penerusnya.


Dan itu pun publik hanya tahu wajah pewaris pertama yaitu Revan, yang kini menjabat sebagai CEO AR Corporation.


Berita dari tim PR perusahaan AR Corporation itu mencuat ke publik beberapa menit yang lalu. Di kutip dari plryal berita, Keluarga Adi Raharjo mengungkapkan bahwa di keluarga mereka memiliki Tiga putra dan satu putri. Yang merupakan garis keturunan keluarga Adi Raharjo.


"Haaahhh heboh banget beritanya, sampe viral gini" gumam Dara menghela nafas.


Untungnya Keluarga nya tidak mengatakan identitas Dara dan yang lain. Mereka mengatakan akan mempublish identitas anggota keluarganya dalam tahun ini.


Dara jelas tahu kapan itu setelah berbicara dengan Ellena dan Adnan lewat telepon kemarin Berita tentang identitas itu akan di publish seminggu sebelum hari pernikahannya dengan Kai nanti.


Dara tidak sadar jika kehadirannya membuat heboh orang-orang yang ada di sana, karena ia tidak mengenakan masker. Sebagian orang mengenalnya sebagai orang terkenal, meskipun ia bukanlah seorang artis. Namun ketenaran nya melebihi artis papan atas di negeri ini.


Dara kemudian mendapat pesan dari Kai, jika pesawatnya sudah mendarat. Dara segera beranjak menuju ke pintu kedatangan domestik.


Tidak ada pemberitahuan jika pesawat mendarat di bandara, karena pesawat itu merupakan pesawat khusus yang hanya membawa tim Falcon.


Setelah beberapa saat Kai keluar, ia dan yang lain masih mengenakan seragam militer di bagian bawahnya dan atasannya mengenakan kaos yang pas dengan tubuh hingga otot mereka nampak begitu mengagumkan.


Saat melihat Dara yang sudah berdiri di sana, membuat senyum Kai mengembang. Para anggota Falcon pun terkejut saat Nathan memberitahu mereka, jika gadis yang mengenakan pakaian kasual berwarna cream itu adalah Dara, calon istri dari Kai.


Baru kali ini mereka melihat wajah asli dari calon istri atasannya itu yang sangat cantik, membuat seketika terdiam bahkan mimisan. Rafael dan Nathan hanya terkekeh melihat rekannya kemudian menyadarkan mereka.


"Sumpah, itu benar Dara? Pacarnya si bos? Pantesan dia selalu nutupin itu wajah, ternyata kecantikan nya sungguh mematikan" ucap salah satu anggota Falcon.


"Astaga, bukankah dia Dewi Nasional yang sedang naik daun itu?" sahut yang lain.


"Cantik sekali, Jendral sangat beruntung memilikinya. Keduanya terlihat seperti pasangan surga" sahut lainnya.


"Dua Minggu lagi kita semua ke kota S" ucap Rafael tiba-tiba


"Apa kita ada tugas di sana?" tanya mereka.


"Si bos tunangan, kita semua di undang jadi sudah pasti kita harus datang" ucap Nathan.


"Wooooaaahhhh" sahut yang lain.


Di sisi lain, Kai berjalan ke arah Dara dan segera memeluknya. Para wanita yang melihatnya menghela nafas berat kecewa, saat mengetahui pria tampan itu sudah ada yang punya.


Sedangkan sebagian orang yang mengenali Dara terkejut, lalu mereka langsung mengambil ponsel mereka dan memotret Kai yang tengah memeluk sang Dewi Nasional itu.


"Sayang, i Miss you" ucap Kai dengan penuh kerinduan


"I Miss You too" balas Dara dengan senyum dan juga membalas pelukan sang kekasih.


"Apa tugasmu di sana sudah selesai semua?" tanya Dara.


"Hmm, termasuk masalah calon parasit, sudah selesai" ucap Kai.


Dara menganggukkan kepalanya dapam dekapan Kai, ia paham apa yang di ucapkan Kai. Karena sebelumnya Kekasihnya itu menceritakan tentang apa yang terjadi di Kota T.


Tidak ada satu hal pun yang di sembunyikan Kai dari calon istrinya itu, terutama menyangkut kemungkinan para calon pelakor dan pembinor di hubungan mereka.


Kai tidak ingin ada kesalahpahaman di masa depan, jadi sebisa mungkin ia membicarakan lebih dulu pada Dara.


Masalah Joya, Tentu saja Kai sangat peka terutama saat ia melihat tatapan memuja Joya padanya meskipun sekilas. Walaupun Joya mencoba mendekati Nathan, tapi Kai tahu jika target utamanya adalah dia.


Jadi lebih baik ia memotong bagian yang terkena racun sebelum racun itu menyebar ke seluruh tubuh. Benar begitu bukan?


Awalnya Kai ingin langsung pulang malas meladeni wanita macam Joya, meskipun ia tahu bandara sudah di hentikan operasinya oleh kepala Distrik. Itu hal yang mudah bagi Kai mengembalikan keadaan Bandara menjadi normal seperti semula. Jabatan Kepala Distrik bukan apa-apa bagi dirinya.


Namun ia tahu Nathan adalah orang yang mudah merasa iba, jadi ia putuskan untuk membuat Nathan tahu dulu orang seperti apa Joya. Agar tidak ada rasa terbebani di dalam hatinya, karena awalnya Nathan merasa kasihan pada Joya yang mulai bergantung padanya setelah dia selamatkan.


"Ekhmmm..." Dehaman Rafael membuat Dara melepaskan pelukannya.


Kai menatap tajam ke arah Rafael, sedangkan yang di tatap hanya terkekeh.


"Kai, mereka nanya emangnya beneran kamu mau tunangan dua Minggu lagi" ucap Rafael.


"Hmm, nanti undangannya di kirim seminggu lagi" ucap Kai datar


"Wooooaahh bos, nggak nyangka sat-set sat-set banget, ujug-ujug udah mau tunangan aja. Hilal Married kayanya udah mau terlihat nih" Seru yang lain.


Mereka memanggil Kai Bos, jika di luar pekerjaan mereka, kecuali Rafael dan Nathan yang sudah bersahabat dari orok dengannya. Anggota Falcon akan menyesuaikan panggilan mereka untuk Kai, Yakni Bos, Komandan atau Jendral di saat yang berbeda.


"Tahun ini kita nikah" ucap Kai dengan datar namun di sertai senyum tipis di bibirnya.


"Ujuuuuhhh bos, gercep amat. Takut Nona bos di gaet cowo lain ya" ucap rekannya yang di balas kekehan oleh yang lainnya.


...••••••••...