The Greatest Female Soul

The Greatest Female Soul
329. Rencana pelatihan



Semua orang takjub melihat The hidden Green World, Dara kemudian berdiri dan menggerakkan tangannya hingga cahaya hijau keluar dari Cristal hijau itu. Namun tidak terlalu menyilaukan hingga mereka yang ada di ruangan itu masih bisa melihat Dara seperti sedang menyobek sesuatu.


Ya Dara kini tengah menyobek ruang hampa dan terlihat sebuah pemandangan hijau terpampang di depan mereka. Mereka juga merasakan betapa besar tekanan Chi di dalam ruangan itu, padahal mereka masih berada di luar ruangan itu.


"Masuklah!" ucap Dara.


Tanpa banyak bicara, mereka semua bergegas masuk ke dalam robekan ruang itu. Setelah semuanya masuk termasuk Dara, robekan itu merapat kembali seperti semula dan sinar pun menghilang bersamaan dengan bola Cristal itu.


"Waahhhhh...." ucap mereka berdelapan takjub.


Mereka juga merasakan betapa banyak Chi yang masuk ke dalam tubuh mereka. Dan dengan cepat Chi itu masuk mengisi semua pusat meridian mereka.


"Apakah ini yang di maksud dunia tersembunyi, luar biasa" ucap Doni memandang takjub. Jantungnya pun berdebar dengan kencang saat ini, ia merasa mungkin hanya menunggu waktu ia menerobos level berikutnya.


"Di sini kalian akan melakukan pelatihan tertutup dan kalian lihat di sana!" ucap Dara menunjuk ke sebelah kanan


Semuanya pun menoleh ke arah kanan yang terdapat deretan ruangan dan juga kotak besar berukuran persegi empat, di depan masing-masing ruangan tersebut. Total ada sekitar seratus ruangan di sana dengan posisi setengah lingkaran.


"Pilih salah satu ruangan di sana untuk melakukan kultivasi tertutup. Di dalam kotak yang ada di depan ruangan itu ada pil penyembuh dan pil foundation tingkat 6, 7 dan 8 di sana. Kalian bisa mengkonsuminya dan minum saat di perlukan dan sesuai dengan keadaan kalian. Dan kalian secara otomatis akan keluar saat jam 7 pagi di hari Minggu" ucap Dara


"Maaf Queen, jika kami berlatih di sini hanya seminggu tiga hari. Bisakah kami mencapai target yang di inginkan anda dalam waktu singkat, meskipun Chi dan obat-obatan mendukung? Jujur saya ragu dengan sedikitnya waktu itu untuk kamu menerobos" ucap Dark


"Waktu di sini sangat lambat. Satu hari di dunia nyata sama dengan sebulan di sini, jadi berkultivasi selama tiga hari, itu sama artinya kalian berkultivasi selama tiga bulan jika kalian melakukannya di sini" ucap Dara.


"Di sini hanya bisa di masuki oleh kultivator di tingkat 3, jadi kalian harus melatih anggota kalian sampai di tingkat tiga. Aku sudah menyediakan tempat lain untuk mereka berkultivasi, sama dengan The hidden Green World. Tempat mereka di sebut Red Earth, dan di sana kalian bisa melatih mereka sekaligus menempa fisik kalian secara bersamaan" jelas Dara lagi.


Dara kemudian menjelaskan cara mereka masuk, yakni Dara akan datang ke ruangan khusus di markas kuning pada hari Senin dan Kamis jam 7 pagi. Dan selama pemimpin mereka melakukan kultivasi tertutup, anggota mereka wajib melatih kemampuan mereka sendiri dan sekaligus bekerja sesuai bidangnya masing-masing.


Ia juga sudah membuat pintu formasi di Goddess Hill Villa dan markas kuning, kedua pintu saling terhubung satu sama lain. Sengaja Dara buka sementara untuk mempermudah anggota GOD pulang pergi. Dara juga mengajari cara dan mantera jika mereka ingin melakukan teleportasi tersebut.


....


Flo sendiri akan melakukan pelatihan tertutup selama kurang lebih satu bulan lamanya, karena ia akan menikah dengan Lingga kurang dari dua bulan lagi. Tentu Dara memberikan keringanan untuk Flo menyiapkan pernikahannya dan bulan madunya pasca menikah.


Mungkin Flo akan sulit membagi waktunya untuk mengurus pernikahan, perusahaan dan juga kultivasi dirinya. Namun ia bertekad untuk bisa melakukan itu semua di saat bersamaan.


Tentu Dara yang tahu, paham dan tidak ingin membuat Flo semakin kesulitan. Jadi ia mengizinkan Flo untuk tidak bekerja dan harus fokus dengan rencana besar pernikahannya dan juga kultivasinya.


Terlebih setelah menikah Flo kemungkinan akan fokus menjadi ibu rumah tangga, sesuai keinginan Lingga dan juga atas izin dari Dara. Meskipun hal itu akan terjadi mungkin tiga bulan setelah Mereka menikah.


Karena baik Flo dan Dara harus mencari Asisten pribadi yang baru, yang tentunya harus memiliki spesifikasi yang cakap dan juga kompeten untuk mengantikan posisi Flo.


Awalnya Shine memiliki potensi yang besar, namun karena kemungkinan Bara akan menikahinya mungkin setelah Bara lulus kuliah. Dara mencari opsi lain untuk mencari orang lain sebagai asisten pribadinya.


....


"Daa... Daa... Yayah, Tii...Laan..." celoteh riang baby Langit saat melihat ayah dan bundanya pulang. Bayi itu langsung merangkak dengan cepat menuju Dara, Kai dan Shine yang baru saja masuk ke dalam star mansion.


"Anak ayah kangen hmm?" ucap Kai dengan sigap membawa baby Langit dalam gendongan nya.


"Yah, cupa jaiy bi lalan yu iii" celoteh Langit


Kai menggaruk kepalanya tidak mengerti ucapan bocah menggemaskan itu. Yang lain hanya tertawa melihat tampang kebingungan Kai yang terlihat lucu.


"Ha-ha, ternyata bukan cuma aku doang yang nggak ngerti bahasa nih bocil" tawa Bara saat mendapati orang lain tidak mengerti ucapan Baby Langit.


Saat dia mengasuh Baby Langit setengah hari, ia kulahan menghadapi tinggal bocah super aktif dan menggemaskan itu. Yang awalnya ia pikir akan mudah mengurus anak kecil seperti Baby Langit.


Kini nilai plus Shine di mata seorang Bara meningkat pesat, bagaimana Shine bisa dengan mudah mengurus baby Langit?


Dalam hati Bara bangga mendapatkan calon istri dan calon ibu dari anak-anaknya kelak nanti, seperti Shine yang cantik, pendiam, tidak banyak menuntut, tapi keibuan dan juga memiliki hati yang cantik seperti wajahnya.


"Bunda ngerti ucapan Baby?" tanya Kai, Dara mengangguk.


"Kayanya ayah lupa ajak Baby jalan-jalan" ucap Dara


"Ha-ha, kamu bilang mau jalan-jalan kemana hmm? Masih kecil udah ngerti jalan-jalan ya" ucap Kai terkekeh melihat tingkah ajaib putranya itu.


"Yang, translate!" bisik Kai membuat Dara hanya bisa terkekeh mendengarnya.


"Kata Baby Langit, Naik kereta kecil, ayah jauh di sana di rumah ayah" ucap Dara


"Rumah ayah? Kan di sini nggak ada kereta Bun, apalagi di penthouse dan Manor juga nggak ada kereta" ucap Kai bingung


"Rumah ayah itu rumah gede, ayah. Yang di maksud itu Mall" ucap Dara


"Oooo mall...." ucap Kai membulatkan mulutnya.


"Kamu mau naik kereta di Timezone? Kamu masih kecil sayang, nggak bisa main di sana" ucap Kai


"Leh yayah" ucap Langit.


"Bisa ayah, kan sekarang Langit udah bisa duduk. Namanya juga anak ajaib, tiga bulan udah bisa merangkak dan duduk. Lagian bukan yang di Timezone, tapi kereta yang keliling muterin mall itu. Kan bisa ikut naik jagain baby" bisik Dara sambil terkekeh.


"Emang kamu tahu dari mana di mall ada kereta kaya gitu?" tanya Kai mengajak putranya mengobrol.


"Bi iat atu ma da ma ti Opi Ju, atu, wat bi" oceh Langit membuat Kai gemas menciuminya hingga Baby Langit tertawa renyah.


"Ayah nggak ngerti kamu bilang apa sayang, tapi ayah jadi gemas, kamu lucu banget siiihhh" ucap Kai terus menciuminya, hingga putranya itu ngakak karena geli.


"Dia lihat pas bunda dan aunty Shine belanja baju dan sepatu buat Baby Langit" ucap Dara


"Ooohh, Kita harus ekstra hati-hati sayang, Baby langit sangat cerdas. Takut dia belajar yang tidak-tidak dari yang ia lihat" bisik Kai


"Hmm aku tahu dan aku berusaha buat blok semua hal negatif" ucap Dara berbisik juga, Kai tersenyum dan mencium kening Dara dengan sayang.


"Kamu ibu terbaik" ucap Kai


.....


Di dalam kamar Dara dan Kai di star Mansion, Dara yang berada di pelukan Kai sembari berbaring mengendus sesuatu di dada Kai.


"Yang, kamu pakai minyak wangi apa?" tanya Dara


"Seperti biasa" ucap Kai


"Di sini ada?" tanya Dara


"Ada Itu di meja" ucap Kai


Dara langsung beranjak turun dari tempat tidur mengambil botol minyak wangi itu yang terlihat sangat mahal itu. Kemudian ia berbalik dan menatap Kai dengan berbinar, membuat Kai mengeryit heran.


"Abang, minyak wanginya buat aku ya" ucap Dara tersenyum manis


"Ambil aja kalau kamu mau, Yang" ucap Kai


Meskipun heran dengan tingkah sang istri yang tidak seperti biasanya, Karena biasanya Dara tidak pernah memakai minyak wangi. Apalagi ini minyak wangi pria, Kai tetap mewujudkan apapun keinginan Dara, apalagi itu hanya minyak wangi, tidak ada apa-apa nya bagi Kai.


Dara yang mendengar itu pun senang, ia lalu menyemprotkan seluruh ruangan dengan minyak wangi, membuat Kai membolakan matanya. Ia pikir Dara ingin memakainya, tapi malah menyemprotkannya ke setiap penjuru ruang kamar, hordeng pun tidak terlewat.


"Bang, bangun dulu" ucap Dara


Kai pun tanpa bicara beranjak dari tempat tidur. Dara bergegas menyemprotkan minyak wangi ke bantal, sprei dan selimut.


Kai hanya menatap bingung, bukan karena minyak wangi miliknya yang seharga 5.000 US Dollar. Tapi ia bingung menatap kelakuan Dara yang lain dari hari-hari sebelumnya.


"Selesai, yuk Abang boboan lagi" ucap Dara setelah memakainya di pakaian tidurnya, lalu menaruh botol kosong parfum itu di atas meja nakas dan beranjak naik ke atas tempat tidur.


Kai pun tidak ingin ambil pusing dan ikut naik ke tempat tidur. Dan entah mengapa setelah ia naik Dara seperti berbeda, karena ia mengajak Kai duluan untuk berhubungan.


Tentu saja Kai dengan senang hati menuruti keinginan istri tercintanya itu dan ia berpikir yang di lakukan Dara tadi untuk meningkatkan ga*rah ranjang mereka.


...••••••...