
"Uugghhh...." lengguh Shine saat ia mulai sadarkan diri.
"Da...Ra..." ucap Shine terbata saat melihat Dara ada di sampingnya.
"Syukurlah kamu sudah sadar sekarang" ucap Dara lemah dengan senyum tipis di wajah pucatnya.
Namun kini Dara merasakan tubuhnya lemas dan limbung ke belakang. Tapi sebuah tangan menangkap tubuh itu hingga tidak terjatuh ke tanah.
"Sayang!!!" ucap Kai
"Dara!!!" teriak Flo yang berada di belakang Kai
Ya, itu Kai adalah yang menemukan keberadaan Istrinya dan terkejut saat melihat istrinya hampir limbung dan segera berlari dan menopangnya.
Flo ikut lari di belakang Kai, ia kini mendekati Shine yang juga terkejut saat melihat Dara hampir pingsan sesaat ia sadarkan diri.
"Abang..." ucap lirih Dara, melihat samar suaminya itu.
"Aku di sini, kamu baik-baik saja? Apa ada yang terluka?" tanya Kai dengan panik luar biasa, hatinya remuk saat melihat istrinya nyaris tidak sadarkan diri.
"Aku baik, cuma sedikit lemas" ucap Dara
Dara kemudian mengambil sebuah pil kecil dari ruangan dimensinya. Itu adalah pil pengumpul energi dan sudah ia buat khusus untuk wanita yang tengah hamil.
Karena hampir pil yang Dara buat memiliki efek yang sangat kuat, hingga khawatir janinnya belum cukup kuat untuk menanggung itu.
Atau jika wanita hamil biasa mengkonsumsi ini, resikonya sangat besar dan bayi bisa saja tidak kuat menanggungnya.
Setelah meminum pil itu, Dara merasa lebih baik dan energinya kembali pulih.
"Shine bagaimana keadaan kamu?" tanya Dara
"Aku baik-baik saja sekarang, harusnya aku yang tanya apa kamu baik-baik saja? Maaf aku tidak bisa menjaga Abang Langit dengan baik" ucap Shine menunduk dan merasa bersalah karena gagal saat bertugas.
"Itu bukan salah kamu, kamu sudah berusaha keras untuk mengalahkannya. Hanya saja dia bukan lawan kamu dan aku mengerti" ucap Dara.
"Labih baik kita cari tempat duduk dulu, kita harus memikirkannya dengan kepala dingin. Aku ngerti pasti panik dan khawatir, tapi itu tidak akan menyelesaikan segalanya" ucap Flo yang di angguki oleh tiga orang lain.
Sebelumnya Flo meminta Shine mengganti pakaiannya yang terkena darah di toilet umum. Setelahnya mereka kembali ke hotel imperial dan memesan sebuah ruangan pribadi.
"Shine bisa kamu ceritakan apa yang terjadi?" tanya Flo karena di sini dia yang paling berpikiran jernih. Meskipun ia juga khawatir pada keponakannya itu.
"Saat aku sedang bermain dengan Langit di taman saat itu, kebetulan taman tidak ramai" ucap Shine menghela nafasnya.
Taman saat itu memang sedang sepi pengunjung, karena hari sudah mulai siang dan di sana cukup terik. Namun karena Langit masih aktif bermain di sana, jadi Shine hanya membiarkannya sembari berjaga.
"Tiba-tiba aku merasakan ada aura kultivator dan auranya sangat gelap, orang itu bersama dua kultivator lain yang aura gelapnya tidak setebal orang yang di depannya. Awalnya aku hanya mengabaikannya karena mereka tidak akan menyadari tentang aku. Tapi aku salah, ia semakin mendekat. Hal itu membuat aku waspada dan langsung menggendong Langit" ucap Shine.
"Sedetik kemudian ia sudah tiba di depanku saat aku ingin pergi dari sana dan meminta aku menyerahkan Langit padanya. Tentu saja aku tidak akan melakukannya dan akhirnya mereka ingin mengambil secara paksa dan menyerangku. Aku bertarung dengan salah satu dari dua orang yang di belakang orang itu.
Dengan Langit di gendongan aku, aku melawan mereka dan bisa mengalahkan salah satunya cukup mudah. Tapi yang satu lagi hampir bisa mengimbangi ku.
Mereka mengetahui aku seorang kultivator pada akhirnya saat aku bertarung dengan mereka dan membuat mereka terkejut.
Aku terpojok sampai ke jalan ini dan serangan orang yang awalnya hanya melihat dua rekannya menyerangku, langsung memberikan pukulan telak mengenai ku. Aku juga terkejut saat aku terluka sangat parah dalam satu serangan.
Mungkin mereka mengira aku akan mati, mereka meninggalkan aku yang tengah sekarat dan hanya membawa Langit saat itu.
Di tengah kesadaran yang masih tersisa aku berhasil mengambil pil penyembuh dan meminumnya. Namun sepertinya itu tidak cukup untuk menyelamatkan aku, sampai akhirnya aku kembali sadar dan melihat Dara di samping ku. Aku yakin Dara yang mengobatiku sampai sembuh.
Aku ingin mengucapkan terimakasih dan maaf karena tidak bisa menjaga amanat yang kamu berikan padaku, Ra" ucap Shine.
Di sepanjang hidup Shine, ini adalah kata terpanjang yang pernah ia ucapkan. Bahkan mungkin ia sendiri tidak sadar saat mengatakannya. Karena dalam pikirannya sekarang adalah rasa bersalah karena ia tidak bisa menjaga Langit dengan baik.
Mereka yang mendengarkan itu sangat geram, bagaimana mungkin mereka mengeroyok satu orang perempuan hanya untuk mengambil seorang bayi.
"Kamu bisa melacak keberadaan langit, sayang?" tanya Kai
Dara menggeleng dan menakupkan kedua telapak tangannya di wajahnya, Dara menghembuskan nafasnya kasar.
"Aku tidak bisa melacaknya" ucap Dara terlihat frustasi tidak bisa melacak keberadaan Langit.
"Bagaimana bisa?" tanya Kai dan Flo, yang memang tahu jika tidak ada yang bisa menghalangi Dara untuk tahu keberadaan seseorang yang sudah ia tandai.
"Aku memasang segel pada Langit dan juga menandainya. Tapi sepertinya tandaku sudah hilang, orang itu adalah seorang kultivator tingkat tinggi dan bisa jadi ia yang menghapus tandaku. Yang aku khawatirkan sekarang, orang itu menyadari ada yang berbeda dari Langit. Hingga ia nekad mengambil Langit di ruangan yang terbuka" ucap Dara
"Memang apa yang beda dari Langit? Segel apa maksudnya?" tanya Flo dan Shine tidak mengerti.
Selama ini keduanya hanya tahu jika Langit adalah anak yang pintar di luar nalar dan tidak tahu apa-apa tentang Langit, kecuali hal itu.
"Langit adalah orang yang di takdirkan, ia memiliki bakat hebat dan ia seorang anak Langit" ucap Dara
"Maksudnya?" tanya Flo dan Shine yang masih belum paham
"Anak Langit biasanya muncul 1000 tahun sekali atau lebih bisa jadi 10 ribu tahun atau seratus ribu tahun sekali. Mereka memiliki potensi atau bakat yang sangat luar biasa di banding anak seusianya dan Langit adalah anak itu di generasi ini. Maka dari itu aku menyegelnya agar tidak ada yang tahu tentang kebenaran itu. Kamu ingat saat ia lahir? Aku meminta kamu dan Kai menangkal kekuatan jahat saat Langit lahir?" tanya Dara pada Flo, Flo pun mengangguk.
Jujur saat itu ia hanya melakukan perintah, dia tidak banyak bertanya meskipun ia heran kenapa saat Langit lahir ada fenomena aneh dan ia berusaha menangkalnya keluar.
"Jadi karena itu?" tanya Flo mengangguk oaham
"Ya, akan sulit menjelaskan tentang hal ini, karena lebih baik sedikit orang yang tahu. Jadi rahasiakan ini dari semua orang" ucap Dara, keduanya pun mengangguk.
"Apa orang itu tahu kalau langit adalah anak langit?" tanya Flo
"Kemungkinan besar tidak, karena segala informasi terkait itu sudah lama menghilang dan hanya padaku. Mungkin ia merasa ada yang aneh dan menyadari jika Langit di tandai oleh seorang kultivator" ucap Dara
"Sepertinya, Langit akan di jadikan salah satu tumbal ritual pengorbanan untuk aliran hitam" ucap Shine membuat semua orang terkejut.
...•••••••...