The Greatest Female Soul

The Greatest Female Soul
97. FSQ Garis keras



Setelah pulang ke mansion, Agam dan yang lain terkejut saat melihat motor yang di beli Dara sudah datang. Total ada empat motor yang sudah berada di mansion dan 3 lagi masih menunggu sampai bulan depan.


Pak Agam kaget saat ia tahu ia mendapatkan hadiah motor, ia juga berterima kasih pada majikannya itu dengan tulus. Ia bersyukur pada Tuhan karena memberikan ia majikan yang sangat baik dan peduli dengan semua anak buahnya.


"Itu yang warna merah dan hitam buat inventaris, para pekerja boleh menggunakannya jika sedang di butuhkan. Ada dua lagi yang belum datang mungkin bulan depan. Jadi buat inventaris di mansion ada empat motor dan dua mobil siaga. Nanti Pak Agam tolong atur aja ya untuk penggunaan kendaraan inventaris. Kalau motor bapak itu sudah atas nama bapak kok, jadi itu bukan kendaraan dinas tapi milik Pak Agam pribadi" ucap Dara


"Baik nona akan saya atur, tapi maaf nona. Bagaimana bisa motor itu atas nama saya nona?" ucap Agam bingung.


"He-he maaf yah, semalam tanpa sepengetahuan ayah. Ryan ambil kartu identitas punya ayah" ucap Ryan nyengir kuda.


"Aku yang memintanya pak Agam, maaf kurang sopan" ucap Dara.


"Iya tidak apa-apa nona, justru saya yang berterimakasih atas pemberian anda" ucap Agam tidak masalah dengan itu.


"Sama-sama, ah aku lupa. Motor kamu juga inden dan baru datang bulan depan, bareng dengan dua motor lainnya. Jadi sabar ya" ucap Dara menoleh ke arah Alan.


"Aku? Kakak beliin motor buat aku?" beo Alan terkejut mendengar itu.


"Ya, ini foto motornya, apa kamu suka?" tanya Dara memperlihatkan motor yang akan Alan miliki.


"CBR 600RR??? Serius kak? I-ini mahal banget kak" ucap Alan terkejut melihat gambar motor itu.


"Ini nggak mahal kok, tadinya kakak mau beliin yang sama kaya punya kakak, tapi karena kebetulan lagi di dealer yang beda merek jadi kakak beli yang ini. Kalau kamu nggak suka, kakak nanti beliin yang lain sesuai yang kamu mau" ucap Dara.


"Su-suka kok kak, nggak usah beli yang lain. Ini aja Alan suka dan mahal banget. Makasih banyak ya kak" ucap Alan terkejut mendengar ucapan kakaknya itu dan tidak lupa mengucapkan terimakasih.


Bagaimana nggak terkejut, motor miliknya setengah harga dari motor milik Dara. Harga cashnya aja 500 juta lebih. Mimpi punya motor sport 600 CC saja ia sudah sangat senang, apalagi sebentar lagi ia bisa memilikinya.


"Sama-sama, kalau begitu tunggu sebulan nanti. Kakak minta kartu identitas kamu untuk kakak foto. Kakak mau kirim ke manager dealer biar motor itu atas nama kamu" ucap Dara.


Alan ragu, namun ia juga tidak bisa menolak dan mengatakan jika sebaiknya motor itu atas nama Dara saja. Karena ia tahu Kakak perempuan nya itu tidak mau menerima penolakan.


.....


Pagi harinya, Dara dan yang lain sudah siap-siap kerena akan pergi ke kota S. Awalnya Dara mengajak Agam untuk ikut, tapi Agam menolak karena akan jaga mansion. Jadi Dara, Dimas, Ryan, Alan dan Flo saja yang pergi.


Dara memesan tiket kelas satu untuk merdka berlima dan akan take off jam 2 siang nanti. Jadi mereka masih bersantai di mansion karena masih pagi, bahkan mereka masih sempat olahraga bersama di halaman belakang.


"Kak, apa nggak apa-apa kita semua ikut?" tanya Alan.


"Nggak apa-apa kak, mama sama papa yang minta sendiri" Yang menjawab bukan Dara tapi Ryan.


"Yang di katakan Ryan bener, jadi nggak perlu khawatir karena kalian semua adalah bagian keluarga kami" ucap Dara tersenyum.


Alan diam dan mengangguk, Dara melihat banyak perubahan terhadap Alan, bukan perubahan yang buruk tapi ke arah yang lebih baik.


Selain fisik yang berubah karena pelatihan fisik dan kekuatan di akademi, tapi juga Alan sudah lebih bersikap dewasa.


"Kakak ipar nggak kesini kak? Kan aku juga mau kenalan" ucap Alan ikut-ikutan memanggil Kai dengan sebutan kakak ipar.


"Kai ada tugas dan ia berangkat kemarin sore. Nanti kakak kenalin kalau ada waktu dan saat kalian sama-sama tidak sibuk" ucap Dara


"Hmm" Dara mengangguk


"Umur berapa dia kak? Apa jabatannya di militer?" tanya Alan lagi.


Alan tidak bermaksud apa-apa, ia hanya murni penasaran. Tentang siapa laki-laki yang berhasil menaklukkan kakak perempuannya yang luar biasa itu. Jadi Alan berpikir kalau kakak iparnya juga harus jadi orang yang luar biasa, bukan?


"25 tahun, dia jendral bintang dua" ucap Dara ringan.


"Jen-jendral bintang du-dua? 25 tahun?" ucapnya Alan terkejut. Dara hanya mengangguk mengiyakan.


"Monster!!!" pekik Alan ngeri.


"Alan..." ucap Dara dengan suara rendah


"He-he maksudnya bakat kakak ipar monster, artinya luar biasa kak" ucap Alan tersenyum tiga jari


"Lalu kalau sebutan kakak yang cocok apa?" tanya Dara


"Bininya monsteeeerrrr, huaaaa" ucap Alan langsung lari setelah mengatakan itu.


"Alaaaannn.... adik nakal!" ucap Dara mengejar Alan yang berlari.


Tentu saja mereka hanya bercanda, Dara tidak mengira jika Alan yang sudah beranjak dewasa masih memiliki sifat super jahil seperti adiknya Ryan dan Dimas.


....


Dara kini tengah bermain dengan White, bukan main seperti Dimas dan Ryan. Tapi ini lebih bermain adu ketangkasan. Hal itu membuat Flo terkejut.


Ia melihat betapa lihai dan tangkasnya sang nona saat adu tanding dengan White.


ROOAAARRR!!!


Suara White menggelegar, jika orang yang tidak tahu, pasti mereka akan berteriak histeris melihat pemandangan itu. Karena pertarungan itu antara manusia dan hewan buas itu sangat nyata.


Flo menatap nonanya dengan berbinar, ia sangat mengagumi sosok Dara di depannya. Dara adalah idolanya!


"Nona sangat menganggumkan!" gumam Flo dalam hati


"Wooooaahhh kakak keren!!!" Sorak Sorai para adik laki-laki Dara menjadi suporter, Flo heran melihat mereka begitu santai melihat Dara berlatih tanding dengan hewan buas.


Bahkan beberapa pelayan terlihat menikmati pertunjukan yang tidak biasa yang di lakukan oleh Dara. Saat Agam tahu, pasti mereka kena tegur dan membubarkan mereka, tapi sangat di sayangkan kalau mereka melewatkan itu pertandingan luar biasa itu..


Pekerja di mansion ini adalah para Fans garis keras Dara, bahkan mereka membuat banner di paviliun pekerja, yang bertulis FSQ_Garis keras dengan sangat besar tertempel di dinding.


FSQ adalah singkatan dari Fans Star Queen, mereka menamai Dara dengan Queen karena bagi mereka Dara adalah ratu di mansion oni, sedangkan nama Star mereka ambil dari nama Mansion tempat mereka bekerja.


Agam tahu tentang itu, tapi ia tidak menegur kumpulan fans nonanya itu. Justru ia juga ikut bergabung bersama pekerja yang lain menjadi barisan terdepan Fans garis keras ADDARA AZALEA.


...••••••...