
Malam ini Dara terlihat sangat cantik, dengan gaun pengantin yang tidak memperlihatkan lekuk tubuhnya, namun tetap di buat anggun dengan model princess dan sangat pas di tubuhnya.
Sungguh memang benar Dara adalah ratunya saat ini, Dara terlihat seperti putri kerajaan yang sangat cantik, anggun dan memiliki aura kebangsawanan yang kuat.
"Sayang, kamu terlalu cantik, ingin rasanya aku membawamu ke kamar saat ini juga. Aku tidak rela wajah cantik istriku di nikmati banyak orang. Tanganku gemes mau colokin mata mereka satu persatu" ucap Kai cemburu, ia bahkan menatap tajam semua orang yang menatap Dara terpesona.
Namun orang di tatap tajam oleh Kai bukannya takut tapi malah terkekeh geli, karena mereka merasa lucu saat pengantin pria seperti takut istrinya di curi orang lain saat hari pernikahan nya karena kecantikannya yang luar biasa perfect.
"Ha-ha, Abang ih ada-ada aja, kan mereka juga punya mata dan hak melihat apa aja. Lagian apa yang salah dengan aku? Pakaianku tidak terbuka dan masalah wajah, sudah dari dulu begini. Abang tidak sadar ya, kalau aku juga cemburu karena banyak tamu perempuan menatap abang penuh pemujaan. Kita satu sama sekarang abang sayang" ucap Dara
"Aah, jadi sekarang istriku cemburu hmm?" ucap Kai merasa senang saat mendengar istrinya cemburu.
"Abang isshh..." ucap Dara yang merona malu karena keceplosan dan menepuk lengan Kai pelan.
"Aku cuma untukmu sayang, tidak akan pernah melirik wanita lain yang bahkan jika di bandingkan denganmu. Tidak ada se ujung kuku pun di banding kamu yang sangat sempurna di mataku. Aku tidak sebodoh itu mengabaikan istri yang bagai berlian mahal demi sepotong batu kerikil yang sama sekali tidak ada harganya" ucap Kai memeluk pinggang sang istri posesif.
"Nah itu Abang tahu, aku juga sama seperti Abang dan nggak bakal lirik laki-laki lain. Karena aku punya Abang jauh lebih dari cukup untukku dan aku tidak mau jadi orang buta yang mengabaikan laki-laki yang selalu ada untukku dan mencintai ku seperti kamu" ucap Dara
"Ekhm... Jiaaah manten baru, peluk-pelukan mulu, bisik-bisik an mulu" ucap Nathan yang naik ke atas pelaminan dengan Manda yang berada rangkulannya. Begitu pun Rafael dan yang lainnya ada di di belakang mereka.
"Nganggu aja!" ucap Kai memutar matanya melihat teman-temanjya Dateng.
"Jiah, kalau nggak mau di ganggu ntar nunggu tamu bubar terus kalian bisa kelonan dah tuh di kamar pengantin. Mau gulang guling juga terserah bro" ucap Nathan.
"Ngapain kalian semua ke sini?" tanya Kai
"Mau nyangkul! Ya mau kasih ucapan selamat sama sessi photo dong, ongeb. Kan ini resepsi nikahan lu bege, masa iya kita datang kemari mau nyangkul sawah bareng-bareng. Mana ada sawah di dalam hotel mewah" celetuk Nathan kesal dan yang lain hanya terkikik geli saat mendengarnya itu.
"Ya udah buruan" ucap Kai.
"Sabar ya Gusti, punya temen gini amat yak" ucap Nathan.
Mereka semua pun melakukan sesi photo bersama-sama sebagai kenang-kenangan. Lalu mereka kembali duduk di sebuah tempat yang memang di persiapkan untuk tamu undangan.
"Wah, kalian bertiga kompak ye, kepincut sama orang-orangnya Bu bos" ucap Rafael, melihat Lingga, Nathan dan Ajeng.
"Kenapa emangnya? Lagian mau cari yang kaya gimana lagi spek uwooow kaya ayang beb aku" ucap Ajeng bergelayut manja di lengan Ferdi.
"Dih bocil, udah ayang-ayang an" ucap Lingga.
"Aku udah gede ya kak, lagian kalau bukan aku yang kasih les privat sama kakak, gimana bisa kakak dapetin kakak ipar cantik spek bidadari kaya kak Flo" ucap Ajeng cemberut.
"Ya-ya, adik kakak udah gede" ucap Lingga ngalah.
"Bro, itu bini sama anak lu ya? Cepet bener, perasaan gue nggak pernah denger lu married?" Tanya Rafael pada Bara yang memang ikut duduk di sana dan kebetulan Shine duduk di sampingnya tengah menggendong Baby Langit.
Nathan yang mendengar itu hendak bilang jika tuh anak adalah anaknya, namun tidak jadi karena di bawah meja Manda menghentikannya dengan menggenggam tangan dan mengkode agar Nathan diam.
Ia kemudian minta maaf dengan berbisik pelan dan hanya keduanya yang dengar, hampir saja dirinya membongkar identitas Baby Langit.
"Aamiin..." justru ucapan Rafael barusan di Amini oleh Bara baru saja, hal itu membuat Flo dan Manda yang paham terkekeh. Sedangkan Shine hanya diam dengan jurus dingin seperti biasanya.
"Shine itu salah satu orang kepercayaan Dara, dia juga merawat anak Dara dan Kai" ucap Flo
"Ini anak Kai? Kapan kau buatnya udah lahir gini? Gue juga nggak lihat Dara hamil" ucap Rafael dengan pelan, takut orang lain curi dengar.
"Namanya Langit, wah dede sangat menggemaskan" ucap Rafael menganggukkan kepalanya.
Tanpa di jelaskan lebih rinci, ia bisa tahu jika Baby Langit adalah anak angkat Kai dan Dara. Meskipun penasaran, Rafael tidak menanyakan asal usul Baby Langit. Yang harus ia tahu hanya Baby Langit adalah putra sulung Dara dan Kai.
"Nanti bulan depan kalian semua harus Dateng ke nikahan gue pokoknya" ucap Nathan.
"Kemungkinan dua atau tiga bulan lagi, kita juga akan nikah" ucap Lingga
"Kalian married? Gila, gue kalah start sama yang baru pacaran seumur jagung" ucap Rafael.
"Makanya cepet nikahin Alice, kalian tunangan udah lama kah" celetuk Ajeng
"Gue juga maunya gitu" ucap Rafael menoleh ke arah tunangannya Alice yang duduk di sampingnya.
"Gue belum siap, setidaknya sampai gue lulus tahun depan" ucap Alice yang sejak tadi hanya menyimak.
"Noh dengerin, tahun depan gue bakal nikahin Alice" ucap Rafael tak mau kalah.
Mereka semua pun mengobrol dengan riang, banyak yang mereka bahas. Bahkan hadiah untuk kedua mempelai juga mereka bahas di sana.
....
Di dalam kamar pengantin, lebih tepatnya di kamar mandi. Dara yang baru saja selesai melakukan ritual mandi dan menatap tidak percaya ke arah koper miliknya.
Di dalam sana ia hanya mendapati kado dari para sahabatnya dan tidak ada pakaian satupun di sana.
"Kemana pakaianku yang aku siapkan tidak ada" ucap Dara
Ia kemudian tertarik ingin membuka kado itu. Saat ia membuka kado dari mereka, wajah Dara memerah. Karena di sana hanya terdapat baju haram yang bahannya setipis tissue.
Bahkan hanya sekedar menutupi area pegunungan dan segitiga Bermuda yang terdapat palung mariana.
Barang lainnya adalah sebuah buku pedoman Kam*su*ra yang di dalamnya banyak gambar dan pose dengan berbagai gaya dan posisi.
"Kenapa mereka bisa kepikiran kasih aku beginian" ucap Dara malu sendiri.
Padahal bisa saja Dara sambil akan pakaian yang ia dapat dari ruang di dimensi, namun Dara memutuskan untuk ikuti saran dan permainan teman-teman nya itu.
.....
Di atas Ranjang, Kai baru saja melepaskan jasnya, ia membuka ponsel miliknya dan ternyata di sana teman-temannya mengirimkan pesan di chatnya.
Wajah Kai memerah saat melihat pesan apa yang di kirim teman-temannya itu.
🗨️ Pak Bos, selamat menempuh hidup baru. Nih aku kasih tutorial biar sukses unboxing. Di dalam sana, ada video lengkap dengan berbagai jenis gaya, dari gaya anjing, pasrah, ayam, kuda, kodok, buaya dan lain sebagainya. Semoga sukses dan mencetak banyak Kaisar junior bos jendral. Tautan Link @...... ~Nathan
Bukan hanya Nathan yang kirim, tapi semuanya juga mengirim hal yang sama. Jadi bagaimana Kai tidak memerah malu melihat tutorial yang di maksud. Namun dalam hatinya, mungkin ia akan memperagakan satu persatu nanti.
...••••••...
Hai menurut kalian capter berikutnya mau di cantumin MP tidak? Tulis di kolom komentar ya.
Mulai besok kalau tidak sibuk author juga bakal update dobel terus, tapi kalau nggak bentrok sama kerjaan ya. Tapi author usahakan demi kalian😁