
Setelah menghukum para bajingan, Dara memutuskan untuk kembali ke Star Mansion sebentar untuk bertemu dengan kedua adiknya.
Meskipun ia selalu memantau adik-adiknya dengan komunikasi rutin setiap hari, tapi tetap saja dirinya rindu. Terlebih ini kali pertama Dara meninggalkan Dimas dalam waktu yang cukup lama.
Kai meminta maaf karena ia tidak bisa ikut mengantar Dara ke Star Mansion, kerena ia harus membicarakan tentang hukuman yang sudah ia bicarakan dengan Dara pada Galuh, untuk meminta izin menggunakan cara Dara.
Bagaimana pun, ayahnya memiliki wewenang yang sangat tinggi di militer. Dan tidak ada yang berani melawan Galuh, terlebih melihat latar belakang keluarga Narendra yang sangat kuat.
Bahkan jika ada anggota keluarga Narendra mencoba mencalonkan diri sebagai presiden, akan di pastikan itu akan menang. Sayangnya tidak ada satupun dari anggota keluarga Narendra yang berminat masuk ke dunia politik.
Dara yang pulang sendiri menggunakan Taksi kini sampai di depan sebuah gerbang menjulang tinggi Mansion miliknya. Setelah supir taxi membunyikan klakson, salah satu security pun menghampiri taksi berwarna biru itu.
"Maaf, dengan siapa dan ada keperluan apa datang kemari Pak?" tanya security sopan pada supir taksi.
Dara yang mendengar itu langsung membuka kaca mobilnya, membuat security terkejut atas kedatangan nona muda mereka secara mendadak itu. Pasalnya yang ia dengar nonanya itu sedang berada di kota S untuk melakukan Koas di sana.
"Nona Muda" ucap Security mengangguk menyapanya dengan sopan.
"Bisa minta tolong buka gerbangnya pak Supri" ucap Dara tak kalah lembut.
Bagaimana pun semua orang yang berada di ruang lingkup Star Mansion, sudah Dara anggap sebagai keluarganya sendiri. Termasuk Pak Supri yang kebetulan menjadi salah satu security di kediaman miliknya itu.
"Tentu, silahkan masuk Nona dan selamat datang kembali di Star Mansion" ucap Supri dengan hormat ala pengawal kerajaan menyambut anggota kerajaan yang datang.
"Terimakasih Pak" ucap Dara terkekeh melihat tindakan pegawainya yang saat lucu itu.
"Sama-sama nona" ucap Supri dengan semangat, bagaimana pun ia salah satu fans garis keras Dara.
Sejak pengalamannya menjadi security selama belasan tahun. Baru kali ini ia mempunyai sebuah bos sangat baik dan juga tidak pernah semena-mena pada pekerja di rumahnya.
Meskipun mereka tahu Nonanya itu adalah anak dan cucu Keluarga Adi Raharjo yang paling berpengaruh di kota S. Tapi mereka sangat hormat dan kagum karena kepribadian Dara yang sangat baik itu.
....
"Nona...." sambut Agam terkejut sekaligus senang saat melihat nonanya pulang ke Star Mansion.
"Pak Agam, bagaimana kabar bapak?" ucap Dara tersenyum melihat kepala pelayannya itu
"Kabar saya baik Non, Bagaimana dengan Anda? Apa anda sedang ada libur nona?" tanya Agam
"Dara sehat pak juga memang sedang libur, tapi nanti malam aku harus kembali lagi ke sana. Anak-anak mana? Apa semuanya baik-baik saja dan tidak ada masalah dengan mereka berdua?" Tanya Dara
"Anda tidak perlu khawatir nona, Ryan dan tuan muda Dimas sangat disiplin dan juga tidak pernah berbuat masalah di rumah, di sekolah atau di luar. Sekarang mereka sedang ada di mansion milik Ezio, mengerjakan tugas kelompok, mungkin sebentar lagi pulang" ucap Agam.
"Ah iya, Nona, ingin Orange Juice, atau teh nona?" tanya Agam yang sudah duduk di sofa tamu.
"Jangan berdiri aja pak, ayo duduk di sini. Bukankah pak Agam sudah seperti orang tua bagiku. Minta yang lain saja bawakan teh kesukaan ku" ucap Dara
Agam yang mendengar itu terkejut juga terharu. Karena tahu sifat nona mudanya yang tidak ingin di bantah, Agam pun menurut dan duduk di sofa tamu lainnya setelah ia memanggil pelayan untuk membuat minuman untuk Dara.
"Apa ada masalah Pak Agam?" tanya melihat ada sesuatu yang ingin di sampaikan Agam
"Tidak ada nona, hanya saja beberapa hari yang lalu ada orang yang datang ke mansion. Mereka datang untuk melamar anda nona" ucap Agam.
"Melamar?" beo Dara mengangkat sebelah alisnya bingung. Melamar dalam arti apa? Apa melamar pekerjaan atau yang lain? Begitu pikirnya
"Ya nona, kalau tidak salah. Mereka dari keluarga Nugraha nona, mereka datang ke sini untuk melamar anda sebagai istri untuk putranya yang tak lain seorang bintang muda di dunia entertainment" ucap Agam lagi
Mendengar itu Dara cukup terkejut meskipun masih dengan raut wajah datar nya. Ia sudah bisa menebak siapa yang di maksud Agam yang melamar dirinya dan menghela nafas.
"Lalu?" tanya Dara ingin tahu apa yang di lakukan Xavier dan keluarganya di kediamannya itu.
Ya, Keluarga yang di maksud Agam dan seorang bintang itu adalah Xavier.
Entah apa yang ada di dalam kepala Xavier, hingga tidak pernah menyerah mengejarnya.
"Saya sudah menjelaskan kalau anda tidak ada di sini karena sedang melakukan koas di kota lain. Maafkan saya sudah lancang nona, saya juga mengatakan pada mereka kenyataannya kalau anda sudah memiliki tunangan dan akan menikah tahun ini" ucap Agam menatap Dara dengan takut.
"Mereka terkejut mendengar apa yang saya ucapkan nona, terutama si bintang itu, ah ya namanya Xavier kalau tidak salah. Dia tidak percaya sebelumnya dengan pernyataan saya yang mengatakan anda memiliki tunangan dan mengira saya berbohong.
Saat saya ingin kembali menjelaskan, kebetulan tuan muda datang dan menanyakan tentang kedatangan tamu itu. s
Saya juga memberi tahu tuan muda dengan cerita garis besarnya mengapa mereka datang. Lalu saya melihat tuan muda beranjak mendekati mereka lalu duduk di sofa tunggal dan duduk dengan tegas menatap mereka semua dengan tatapan tajam" ucap Agam menghela nafas sejenak
"Jujur nona, saya baru kali ini melihat aura yang berbeda di dalam diri tuan muda. Dia terlihat sangat dingin tiba-tiba dan juga raut wajahnya menjadi tegas, menatap orang-orang dari keluarga yang memiliki pengaruh cukup besar di ibukota. Ia mengatakan dengan lantang jika ia adalah adik kandung Nona dan membenarkan ucapan saya jika anda sudah memiliki tunangan. Dia juga mengatakan jika mereka tidak percaya, mereka bisa membuktikan nya dengan menanyakannya secara langsung pada keluarga Adi Raharjo atau Keluarga Narendra yang merupakan keluarga dari tunangan Anda nona" lanjut Agam lagi.
Dara menahan senyumnya mendengar keberanian dari adiknya itu. Dari mana Adiknya belajar bertindak seperti itu?
"Kenapa tidak segera melapor?" tanya Dara pada Agam
"Maafkan saya nona, waktu itu tuan muda melarang saya mengatakannya pada anda. Tuan muda bilang akan mengurusnya dan mengatakan jika sampai kapan pun kakak iparnya hanya Tuan muda Kaisar dan tidak akan membiarkan pria lain mendekati kakak perempuan nya" ucap Agam dengan sedikit nada bangga di dalamnya.
Dara hanya mengangguk paham, ia tahu di balik sifat manja, penurut, dan ceria Dimas. Ia memiliki otak yang sama cerdasnya dengan dirinya, Dara juga tahu jika Dimas lebih dewasa di banding umurnya karena keadaan, meskipun kadang ia bersikap kekanakkan.
Ia pikir pasti Kai mengajarinya satu dua hal pada Dimas. Dan Dimas yang memang cepat tanggap, pasti mengingatnya dengan sekali di ajarkan.
Dimas yang Dara tahu adalah adik yang ingin membanggakan kakaknya. Mungkin waktu itu Dimas percaya diri bisa mengurus masalah yang ada tanpa melibatkan dirinya.
Dara juga tidak mempermasalahkannya, roh yang di lakukan Agam dan adiknya benar adanya dan sudah tepat. Ia sekarang tidak peduli jika identitasnya kemungkinan besar akan terekspos dalam waktu dekat.
Setelah mengobrol sebentar dan menikmati Teh segar terbaik yang pelayan buat untuk Dara, Dara kemudian beranjak ke halaman belakang dan berkata pada Agam. Agar setelah kedua adiknya pulang, meminta mereka untuk menemuinya ke halaman belakang.
....
White yang sudah cukup lama tidak bertemu dengan junjungannya mengaum dengan keras, seolah mengatakan kerinduannya pada Dara.
Dara dengan tersenyum mengelus kepala White, yang tiba-tiba berlari dan menerkamnya. Dalam artian memenerkam sebagai pelukan dan tidak berniat melukai Dara.
"Sudah lama White" ucap Dara tersenyum manis.
"Sudah lama yang mulia, bagaimana keadaan anda?" tanya White menggosokkan kepalanya ke tangan Dara.
"Aku baik, bagaimana dengan keadaan mu dan juga peningkatan kekuatan mu?" tanya Dara
"Hamba sudah berada di tahap delapan sekarang yang mulia" ucap White bangga dengan pencapaian dirinya.
Karena pada dasarnya, Hewan illahi memiliki kesulitan untuk berkultivasi dari pada manusia atau kultivator. Terlebih hewan illahi yang termasuk hewan legenda macam White, membutuhkan waktu yang sangat banyak. Selain menyerap Chi/Qi atau Mana untuk meningkatkan kultivasi. Mereka juga membutuhkan bantuan seperti pil juga senjata illahi untuk mereka serap, agar kolam di lautan pusat energi penuh dan segera menerobos.
Meskipun binatang ilahi lebih sulit untuk naik, tapi jika di bandingkan dengan kultivator dengan tingkatan sama. Tetap saja pertahanan dan perlawanan akan lebih unggul hewan illahi, apalagi itu adalah hewan legenda yang berkali-kali lipat sangat sulit di kalahkan. Meskipun kekuatan mereka berada jauh di bawah kekuatan lawan, mereka sanggup untuk mengalahkannya.
"Kerja bagus White, teruslah berjuang. Aku akan membuat pil revitalisasi super untuk membuatmu lebih cepat menerobos." ucap Dara
"Terima yang mulia" ucap White.
Keduanya kemudian melakukan latihan tanding seperti biasanya saat mereka bertemu, terutama Dara yang ingin melihat kemajuan dari kekuatan milik White.
Mereka sangat asik bertanding, membuat pakaian Dara sedikit kotak. Namun Dara merasa senang karena ia juga bisa mendapatkan lawan yang baik untuk bertanding.
"Kakaaaaakkkk" teriakan Dimas yang berlari dari kejauhan mendekat ke arahnya. Membuat Dara yang masih berlatih tanding langsung menghentikan latihannya, begitu pula White yang menghentikan serangannya.
"Jangan lari Dimas, nanti kamu bisa jatuh" ucap Dara
BRUK!!!!
Dimas langsung menubruk memeluk Dara dengan erat, tanpa menyadari jika dirinya kini berada di kandang. Namun Mana Dimas peduli? Ia benar-benar merindukan sang kakak.
"Dimas kangen kakak, kapan pulang? Kenapa nggak kabarin Dimas? Kalau tahu, Dimas akan pulang lebih cepat" ucap Dimas.
Dara hanya memeluk balik dan menepuk pundak Dimas, ia juga melambaikan tangan pada Ryan yang juga kini memeluknya. Jadilah ketiganya saling berpelukan, kurang satu anggota lagi agar pelukan mereka sebagai pelukan Teletubbies.
...••••••••...