The Greatest Female Soul

The Greatest Female Soul
327. Memory Sardi



Setelah pulang dari acara pernikahan Manda dan Nathan. Dara, Kai dan Flo bergegas ke markas kuning, sedangkan baby Langit di bawa oleh Shine dan Bara ke Star mansion.


Ketiganya kini sudah sampai di markas kuning, tepatnya di sebuah ruangan kosong di bagian belakang markas. Yang memang biasa di gunakan untuk melakukan eksekusi atau interogasi.


"Tadi siapa yang buat ulah di acara pernikahan Manda, Flo?" tanya Dara saat ketiganya berada di ruangan itu.


"Riki mantannya Manda, Ra" ucap Flo.


"Loh, bukannya bajingan itu dan keluarga nya mendekam di penjara?" tanya Dara menaikan sebelah alisnya.


"Dia kabur melalui salah satu opsir di penjara yang ia suap, saat ia tahu kalau Flo akan menikah dengan anak sulung keluarga Horison yang merupakan keluarga kelas atas.


Ia berniat ingin menggunakan Manda agar dirinya terbebas dari penjara, dengan cara mengancam akan membongkar tentang masa lalu Manda, yang pernah hamil anaknya dan juga aborsi pada suami dan keluarga besarnya.


Tapi sebelum ia masuk dan melakukan hal yang tidak di inginkan, anggota GOD bertindak cepat dengan menangkapnya. Karena memang sebelumnya ia sudah di awasi sejak kabur dari penjara" ucap Flo.


"Lalu di mana dia?" tanya Dara.


"Aku meminta Ditto melemparnya ke Zeta hidup-hidup" ucap Flo menyeringai dan berucap dengan sinis.


Ditto adalah anggota GOD yang menyamar sebagai pelayan dan memberi tahu Flo di pesta tadi.


Sedangkan Zeta merupakan hewan reptil terbesar di dunia yakni 'Saltwater Crocodile' atau biasa di sebut buaya air asin. Dia memiliki panjang 8 meter atau 20 kaki.


"Wow, kamu memberikan gizi yang baik untuk peliharaanmu itu Flo" ucap Dara.


"Ya, mungkin dia akan lebih bermanfaat jika menjadi santapan Zeta, dari pada berbuat buruk di luaran dan membuat Manda susah" ucap Flo.


"Ya, itu terserah padamu. Lagian orang seperti dia tidak pantas untuk hidup, karena percuma hidup jika terus membuat susah orang lain" ucap Dara


"Lalu bagaimana dengan opsir itu?" tanya Dara


"Opsir itu tengah menjalani hukuman sesuai undang-undang yang berlaku, kami sudah menyerahkan semua bukti ke pihak berwenang. Anda tenang saja, mereka tidak akan berani macam-macam. Karena laporan ini atas nama organisasi GOD dan mereka tidak akan mungkin mengambil resiko besar dengan menyelamatkan opsir itu dan berurusan dengan kita" ucap Flo, Dara mengangguk setuju


"Kalau tugas dari Abang Kai, bagaimana?" tanya Dara lagi


"Tugas dari Abang masih dalam pemantauan, sejauh ini tidak ada aktivitas mencurigakan di sana. Hanya saja ada dua orang lainnya yang memasuki tempat itu lalu keluar lagi, Mike turun tangan dengan anak buahnya mengawasi langsung dan mengikuti dua orang itu.


Masih belum ada kabar dari Mike sejak sejam yang lalu, terakhir dia bilang jika kemungkinan akan ada ritual malam ini di tempat yang sudah Mike kirim lokasinya" ucap Flo.


"Dark!" panggil Flo


"Saya Nona..." ucap Dark yang tiba-tiba sudah berada di antara mereka. Karena memang Dari sudah kembali menjadi pengawal bayangan Dara.


"Awasi Mike dan yang lain, bantu dia jika kesulitan dan bawa ini untuk jaga-jaga. Kamu bisa hancurkan batu ini jika terjadi hal genting" ucap Dara menyerahkan batu seukuran seperempat kepalan tangan.


"Siap laksanakan" ucap Dark tiba-tiba menghilang lagi.


"Apa kamu merasa lawannya kuat, sayang?" tanya Kai dan di balas gelengan kepala oleh Dara.


"Kamu benar sayang" ucap Kai mengangguk.


"Keluarkan orang itu sekarang, abang" ucap Dara yang di balas anggukan kepala.


Tak lama Kai pun mengeluarkan Sardi dari cincin ruang miliknya. Terlihat Sardi begitu linglung saat mendapati dirinya berada di tempat yang tidak ia kenali, dan ia yakin jika tepat itu adalah tempat yang berbahaya.


"K-kamu... Ke-kenapa tiba-tiba aku ada di sini? Juga si-siapa kalian?" ucap Sardi saat melihat Dara dan Flo yang tampak asing.


Meskipun dirinya sedikit terpesona dengan kecantikan keduanya, namun perasaan bahaya yang ia rasakan saat ini. Membuatnya takut sesuatu buruk akan terjadi padanya dan ia langsung waspada.


"Sayang, bagaimana? Apa mau di interogasi langsung?" tanya Kai


"Akan buang-buang waktu jika interogasi, mari persingkat saja jika bisa" ucap Dara terkekeh.


Dara kemudian melangkah mendekati Sardi yang memundurkan tubuhnya, namun tubuhnya tiba-tiba saja kaku dan sulit untuk di gerakkan.


Tubuhnya menggigil kala jari telunjuk Dara hampir menyentuh dahinya. Entah mengapa Sardi merasa jika kini hidup dia sudah berakhir saat jari Dara berhasil menyentuh di tengah dahinya.


"Aaakkhhhhh..... Ampuuunnn sakiiittt, lepaaaaassss" ucap Sardi merasakan sakit luar biasa di kepalanya yang serasa mau meledak. Saat Dara mengambil kepingan demi kepingan memori milik Sardi.


BRUK!!!


Dara melepaskan jari telunjuknya dan membuat Sardi jatuh tidak sadarkan diri setelahnya.


"Minta yang lain bawa dia, dia akan menjadi santapan lezat Zeta saat ia lapar nanti" ucap Dara pada Flo.


"Baik" ucap Flo kemudian memanggil anggota GOD dan tak lama ia keluar membawa tubuh Sardi yang tidak sadarkan diri.


Dara, Flo dan Kai kini sudah berada di ruang kerja Dara, mereka tengah membahas apa yang Dara ketahui dari memori Sardi. Terlihat ia beberapa kali menghela nafas panjang, membuat Kai mendekat dan menyodorkan segelas air putih untuk istri nya itu.


"Apa sudah lebih baik?" tanya Kai penuh perhatian saat istrinya selesai meneguk air putih itu hingga tandas.


"Hmm... Makasih abang" ucap Dara tersenyum dan Kai pun mengangguk.


"Ada beberapa hal penting yang harus aku sampaikan" ucap Dara. Baik Kai maupun Flo hanya diam menunggu Dara menyelesaikan ucapannya.


"Nama orang tadi Sardi dan dia adalah salah seorang pengikut Birawa Datu Sena, alias Ki Rawa Guru dari King Lintang Braja. Malam ini ada ritual bulan purnama dengan cara bersetubuh dan meminum darah anak-anak dan gadis perawan, untuk meningkatkan kekuatan mereka.


Tapi tidak banyak kultivator jahat yang ada di ibukota sepengetahuan Sardi, dan hanya ada lima orang termasuk Sardi sendiri. Jadi sudah pasti Mike dan lain bisa mengurusnya, karena dari mereka berlima yang paling tinggi adalah di tingkat 4 level menengah" ucap Dara


"Tapi, ada informasi simpang siur yang di terima Sardi. Jika kemungkinan dalam waktu dekat, Ki Birawa akan datang ke negara ini. Daerah mana dan juga kapan pastinya ia datang belum di ketahui pasti. Dan menurut ingatannya, Ki Rawa merupakan kultivator tingkat tinggi yang belum di ketahui levelnya, mungkin karena kekuatan Sardi masih jauh di bawahnya jadi ia tidak bisa merasakan tingkatannya" ucap Dara menghela nafas.


"Lebih baik kita antisipasi dengan perbanyak latihan dan juga meningkatkan kekuatan di pihak kita" ucap Kai


"Abang benar, Flo kumpulkan semua pemimpin divisi GOD besok. Kita akan melakukan rapat intern untuk membahas hal ini" ucap Dara yang di angguki oleh Flo.


...••••••...