The Greatest Female Soul

The Greatest Female Soul
351.



"Yang di ucapkan Shine ada benarnya. Saking paniknya, aku sampai tidak menyadari hal ini. Kemungkinan orang yang di hadapi Shine adalah Ki Rawa dan anak buahnya, bukankah hari ini jadwal ia datang ke ibukota?" ucap Dara.


"Lebih baik kita kembali ke markas kuning, untuk membahas ini. Kita tidak boleh gegabah dan memikirkan masalah ini dengan matang" ucap Kai


"Apa Abang punya ide?" tanya Dara pada suaminya itu.


"Ya, jadi lebih baik kita ke markas sekarang untuk membahas detail tentang rencana kita" ucap Kai tersenyum lembut dan menggenggam tangan Dara.


"Baiklah, ayo kita ke markas sekarang!" ucap Dara


"Tunggu sebentar!" ucap Kai kemudian, membuat ketiganya tidak jadi beranjak dari tempat duduk mereka.


"Ada apa?" tanya mereka bertiga


"Flo sebaiknya kamu hubungi Theo untuk melacak keberadaan orang yang bernama Bisma yang kemungkinan Ki Rawa itu! Kita membutuhkan informasi itu untuk rencana yang akan kita bahas" ucap Kai


"Ya, aku hubungi sekarang" jawab Flo


"Sayang, sebaiknya kamu juga telepon mama Ellena, bukannya saat ini mama sudah sampai di ibukota" ucap Kai mengingatkan sang istri.


"Astaga, aku melupakan itu" ucap Dara baru teringat tentang kedatangan mama-nya.


"Jangan sampai kejadian Langit hilang tersebar, cukup kita dan anggota GOD saja yang tahu. Aku takut akan menimbulkan kehebohan dan akan menghambat rencana kita untuk menyelamatkan Langit dan menggagalkan ritual mereka" ucap Kai lagi


"Ya!" mereka bertiga kompak menjawab.


Dara dan Flo kemudian sibuk menelepon, Dara mengatakan pada mama-nya. Jika ia memiliki hal lain dan Langit ikut dengannya ke luar kota selama beberapa hari, Dara juga meminta maaf pada mama-nya itu.


Untungnya Ellena mengerti itu dan memilih menghabiskan waktunya bersama putranya tak lain adalah Dimas dan Ryan.


Flo juga menghubungi Theo untuk melacak keberadaan Bisma Andrigo. Flo tidak memberitahu untuk apa ia meminta Theo melacak orang itu.


Karena itu akan sangat lama, mengingat rasa kepo Theo sangat besar. Jadi lebih baik Flo Cut dengan mengatakan jika itu perintah Dara, hal itu sukses membuatnya bungkam tak berani bertanya.


Setelahnya mereka berempat pun kembali ke markas kuning untuk melakukan rapat lanjutan, mengenai rencana menyelamatkan Langit.


.....


Di tempat lain, tepatnya di sebuah Mansion yang cukup besar di daerah pusat ibukota. Ada tiga orang dewasa yang baru saja masuk ke dalam mansion itu dengan membawa seorang bayi laki-laki di tangannya.


Orang yang sudah berada di dalam mansion itu terkejut melihat bayi laki-laki menggemaskan itu. Bagaimana pun tidak biasanya Tuannya membawa anak-anak secara langsung.


Biasanya Tuannya itu hanya menyuruh anak buahnya untuk mencari anak-anak, atau gadis muda yang masih perawan.


"Tuanku, ini..." ucap orang itu


"Bawa anak ini ke kamar, suruh pembantu untuk mengurusnya dengan baik" ucap pria paruh baya yang ia panggil tuan.


Membuat orang itu bingung, kenapa bayi itu di minta tinggal di sini. Bukannya langsung di bawa ke tempat semua anak-anak di kumpulkan.


"Tuan apa ini anak untuk persembahan? Kenapa tidak di gabung dengan anak-anak lainnya?" ucap orang itu


"Jangan lancang Yongki, kamu hanya perlu menuruti ucapan tuanku dan tidak boleh membantahnya" ucap salah seorang di belakang pria paruh baya itu.


"Maafkan aku tuan, aku akan melakukannya" ucap pria bernama Yongki dengan keringat menetes di keningnya, yang tak lain adalah Yongki Damian.


Bayi yang tak lain adalah Langit itu hanya diam sepanjang perjalanan, ia sangat anteng seperti bayi pada umumnya. Hanya saat di bawa saja ia menangis karena tidak mengenali orang yang membawa nya secara paksa.


Di usianya yang baru 6 bulan itu, ia sudah bisa menangkap ucapan Shine saat melawan tiga orang itu.


Ia tahu tiga orang yang membawanya bukanlah orang baik, jadi ia cosplay menjadi anak-anak pada umumnya. Dia hanya diam anteng, menangis saat lapar, minum susu dan tidur.


Ia tidak ingin memperlihatkan jika ia adalah bayi yang sangat pintar dan juga mengejutkan banyak orang, karena sudah lancar berbicara meskipun masih tidak jelas. Di tambah ia juga Suga mulai belajar berjalan, meskipun hanya bisa berdiri lalu terduduk lagi.


Jika ada penghargaan aktor bayi terbaik dan bayi ajaib, mungkin jatuh padanya. Sungguh bayi kesayangan kita ini sangat pintar.


Di ruang tamu, empat orang tengah duduk di sana termasuk Yongki. Ia sudah kembali setelah menyerahkan Langit pada pembantu yang akan mengurusnya.


"Guru, apa ada yang spesial dari anak itu?" tanya salah satu pria yang kekuatannya mengimbangi Shine, namanya adalah Tobby.


"Apa yang tidak kamu lihat, belum tentu tidak ada" ucap Orang yang di panggil guru dan tuan oleh Yongki itu.


"Maksud Guru?" tanya Tobby.


"Dia sama dengan anak-anak lain, tapi entah mengapa aku merasa dia berbeda secara bersamaan" ucap Orang itu, seperti sedang menelaah sesuatu.


"Apa Guru merasakan sesuatu dari anak itu?" tanya orang lainnya yang bernama Radit.


"Aku merasakan ada tanda yang di tinggalkan kultivator padanya saat tidak sengaja melintas, lalu aku memutuskan mengambilnya. Aku juga sudah menghilangkan tandanya, agar ia tidak bisa di lacak keberadaan nya. Selain itu aku tidak merasakan apa-apa, tapi aku yakin ada yang spesial dengan anak itu" ucap orang yang di panggil guru itu, bernama Bisma Andrigo.


Ya, memang benar jika Bisma Andrigo berhubungan dengan Yongki Damian, dan ia tidak lain adalah Birawa Datu Sena atau Ki Rawa. Dia memiliki banyak identitas di berbagai negara.


"Mungkin itu tanda dari kultivator yang kita bunuh tadi" ucap Radit.


"Tidak, tanda ini bukan dari kultivator itu, karena tanda ini lebih kuat" ucap Bisma.


"Kemungkinan bayi ini adalah keturunan dari seorang kultivator" ucap Bisma lagi, setidaknya tebakan ini yang paling masuk akal baginya.


"Bukankah itu bagus guru? Darah bayi dari keturunan kultivator memiliki 100 kali lipat manfaatnya dari bayi biasanya, bagi kita. Itu akan menaikkan kultivasi kita dengan cepat, apalagi di bantu dengan ritual pengorbanan saat malam gerhana bulan. Guru memiliki kemungkinan yang lebih besar untuk menerobos ke ranah emperor" ucap Radit semangat, membuat Yongki terkejut karena baru mendengar hal ini.


Bisma pun tersenyum mendengar ucapan muridnya yang lebih muda itu. Ia juga tidak sabar bisa menjadi seorang yang paling kuat di dunia ini.


"Yongki!" panggil Bisma


"Ya Tuan" ucap Bisma


"Bagaimana dengan tugasmu? Apa kau sudah menyiapkan semua yang aku minta?" tanya Bisma


"Sudah Tuan, saya sudah menyewa satu pulau penuh selama dua hari. Itu merupakan pulau yang paling strategis saat terjadinya gerhana bulan. Saya juga sudah menyiapkan seratus bayi, seratus balita dan seratus gadis perawan untuk persembahan ritual" ucap Yongki.


"Kerja bagus Yongki, saat aku sudah menerobos ke ranah selanjutnya. Apapun yang kamu inginkan akan aku penuhi, uang, kekuasaan dan lainnya akan berada di genggamanku" ucap Bisma tersenyum penuh makna.


"Terimakasih tuan, aku akan senantiasa mendukung segala sesuatu yang tuan perlukan" ucap Yongki, ia merasa senang karena sebentar lagi keinginannya akan segera terwujud.


Keinginan terbesarnya adalah menjadi orang terkaya dan berkuasa di negaranya, menyingkirkan Keluarga Narendra yang tak lain pilar negara yang tengah ia pijak saat ini. Dan menggantinya dengan keluarga Damian yang ia pimpin.


Meskipun kepala keluarga saat ini masihlah ayahnya, namun jika nanti tuannya berhasil menerobos. Ia akan mengambil alih tanduk kekuasaan keluarga dan negara ini.


...•••••••...