The Greatest Female Soul

The Greatest Female Soul
296. Menyelamatkan Flo



Dara melihat ada beberapa orang yang berada di depan sebuah kamar yang Dara yakini sebagai kamar rawat Flo. Di sana juga ada beberapa perempuan mengenakan pakaian pelayan dan juga seorang laki-laki tua yang Dara tebak adalah seorang tabib.


Kedatangan Syam dan Dara membuat semua pelayan menunduk saat melihat bawahan setia Raja mereka itu datang. Bagaimana pun Syam adalah orang kedua yang paling berpengaruh di kerajaan ini.


"Tuan Syam..." sapa Tabib itu menunduk hormat.


"Bagaimana keadaan Paranoni?" tanya Syam pada Tabib yang bertanggung jawab merawat Flo.


Dara yang mendengarnya berusaha tenang, meskipun di hati ia memaki bawahan Raja Tonaga itu menyebut Flo sebagai Paranoni.


"Luka yang ia alami sangat parah yang saya tebak kerena sebuah ledakan, tapi Paranoni sudah lebih baik. Mungkin butuh beberapa hari sampai Paranoni sadar dan melakukan pemulihan secara bertahap" ucap Tabib.


Syam mengangguk mendengarkan penjelasan tabib terbaik di negaranya itu.


"Nona anda bisa masuk" ucap Syam mempersilahkan Dara masuk


"Terimakasih tuan Syam" ucap Dara kemudian langsung masuk, Syam pun mengikutinya dari belakang.


Dara terkejut melihat keadaan Flo, Luka di sekujur tubuhnya sangat banyak. Meskipun begitu wajahnya hanya terdapat luka gores, jadi wajah cantiknya masih terlihat jelas. Flo memejamkan matanya sebentar menahan air mata yang ingin turun.


"Maaf, maafkan aku tidak bisa menyelamatkan tepat waktu" ucap Dara memegang tangan Flo.


Kondisi Flo jauh dari kata baik-baik saja, ia tahu kecelakaan pesawat itu pastinya membuat tubuh dan mungkin organ Vital Flo luka parah. Beruntung Flo adalah kultivator, itu membuat Flo masih bisa selamat. Dan kecelakaan itu tidak mengakibatkan pusat energinya rusak.


Melihat Dara yang menangis dan merasa Dara tidak akan membuat masalah. Syam pun keluar untuk memberikan waktu dua gadis itu waktu. Namun ia tetap waspada dan berdiri di depan pintu untuk mengawasi di sana.


Dara memusatkan Chi miliknya begitu tipis dan cepat untuk membuat Barier di kamar Flo, hingga tidak terdeteksi oleh Syam.


Setelahnya ia mengeluarkan pil penyembuh dan langsung meminumkannya dan juga mengambil satu jarum yang ia tusuk pada bagian dahi Flo.


Wuusshhh....!!!!


Energi yang begitu kuat mengumpul dan meliputi tubuh Flo hingga melayang setinggi satu kaki dari tempat tidur.


Hanya butuh waktu sekitar satu menit, Flo kembali turun ke ranjang dan Dara mengambil jarum itu. Cahaya biru keluar dari tubuh Flo, memperbaiki cedera Flo kembali pulih, beberapa detik kemudian Mata Flo terlihat bergetar dan perlahan terbuka.


Apa Syam mendengar sesuatu dan merasakan sesuatu yang terjadi di dalam kamar? Jawabannya adalah TIDAK!


Karena Barier yang di buat Dara mengunci semua suara yang bersumber dari dalam kamar. Justru Dara membuat suara ilusi yang di dengar Syam, seolah dirinya tengah bersedih dan menangis.


"Dara...." ucap Flo lirih melihat Dara berdiri di sampingnya.


Dara tersenyum kemudian memeluk Flo dan menepuk nya dengan lembut.


"Maaf aku terlambat menyelamatkanmu Flo" ucap Dara membuat Flo tersenyum.


"Kamu tidak terlambat, buktinya aku masih hidup sekarang. Terimakasih sudah menyelamatkan aku Ra" ucap Flo membalas memeluk Dara erat.


"Apa tubuhmu sudah pulih sekarang?" tanya Dara


"Hmm, hanya sedikit kurang nyaman. Mungkin karena terlalu banyak minum air laut jadi kembung" ucap Flo terkekeh.


"Kau ini.... Ini minum agar kau langsung pulih" ucap Dara


"Baiklah" Flo menerima dan langsung meminumnya tanpa ragu.


Beberapa saat kemudian Flo sudah dalam kondisi terbaiknya, ia tidak lagi merasakan sakit. Kejadian beberapa jam lalu membuatnya sedikit trauma, namun ia bersyukur masih di berikan usia yang panjang dan merasakan menghirup segarnya udara dunia.


"Ra, bagaimana ceritanya aku bisa selamat? Dan ini kita ada di mana? Tanya Flo melihat sekeliling yang tampak asing.


"Jadi begini..." Dara pun mulai menceritakan semuanya secara Detail. Di mulai dari cerita yang di sampaikan Banyu padanya dan tentang dirinya yang akan di jadikan Selir oleh Raja Tonaga.


Flo yang mendengar itu pun terkejut, marah, kesal, pokoknya campur aduk nano nano rasanya. Namun ia masih bersyukur masih hidup dan berterima kasih, karena bagaimana pun mereka menolongnya dari maut.


"Jadi apa rencanamu sekarang?" tanya Flo


"Justru aku yang tanya sama kamu, kamu mau tetap di sini dan jadi selir ke 96 kalau nggak salah, atau mau pulang denganku?" ucap Dara terkekeh saat mengajukan pertanyaan absurd itu.


"Ya pulanglah, gila aja! Ada Lingga yang tampannya udah mau nyaingin siapa tuh boy band yang sedang naik daun? Dan mau jadiin aku satu-satunya ratunya. Ngapain aku pilih tuh tua Bangka jadi yang ke sembilan enam lagi, iiihhhh nggak banget Ra, ogah!!!" ucap Flo bergidik.


"Ha-ha-ha, tapi kamu bisa jadi selir seorang raja loh Flo" ucap Dara lagi menahan tawanya


"Bodo ah, mau Raja kek, Presiden kek, nggak peduli. Biarin aku di bilang egois dan tidak tahu terimakasih, aku bukan orang yang baik yang mau aja mengorbankan kebahagiaan diri sendiri untuk orang lain bertopeng balasan rasa terima kasih, cih apaan itu" ucap Flo.


"Emak bangga padamu Nak, lanjutkan!!!" ucap Dara mengepalkan tangannya ke atas.


"Lanjutkan Mak, merdeka!!!" ucap Flo bersemangat membuat Dara terkekeh.


....


Syam terkejut mendapati Raja Tonaga datang, ia menyambutnya di depan pintu. Di dalam kamar Dara yang merasakan kehadiran Raja tengik itu langsung membuka bariernya dan bersikap biasa saja.


Ia dan Flo sepakat untuk tidak akan berpura-pura, ia akan menunjukan semuanya. Mereka akan melawan jika Raja Tonaga tidak mau melepaskannya.


KRIET!!!


Pintu terbuka, Raja dan yang lain terkejut melihat yang ada di dalam kamar. Dua orang wanita yang tengah menatap mereka semua dengan tatapan tenang seperti tidak terjadi apa-apa.


Terlebih mereka terkejut melihat Flo sudah sadar, padahal beberapa saat lalu kondisi Flo masih di nyatakan kritis.


"Kau sudah sadar? Kau baik-baik saja?" ucap Raja Tonaga dengan sumringah dan berjalan mendekat ke arah Flo.


"Dia Raja Tonaga" ucap Dara berbisik.


Flo yang mendengarnya hanya menaikan sebelah alisnya. Pria yang bernama Tonaga itu terlihat seperti pria berusia 30 tahun dengan tampang sangat biasa, tidak ada yang menarik. Hanya saja usia sebenarnya sudah hampir seratus tahun.


Dia mau di jadikan selir oleh pria tua? Yang benar saja!!! Flo bergidik memikirkan itu. Terlebih mengingat ia akan di jadikan selir yang ke sembilan enam? Astaga sungguh gila!!!!


Saat Raja itu ingin menyentuh Flo, tentu saja Flo langsung menghindar. Membuat Raja itu terkejut juga menahan amarahnya, karena Flo begitu berani menghindar darinya.


Dara di samping hanya diam saja dan berusaha menahan tawanya, ia membiarkan Flo yang mengatasinya. Jika Flo tidak bisa maka dara yang akan turun tangan menyelesaikan semuanya.


"Lancang! Dasar perempuan tidak tahu terimakasih! Kau harus sadar di...." ucapan Syam terpotong saat melihat Raja Tonaga mengangkat sebelah tangannya.


"Maaf aku hampir menyentuhmu tanpa izin. Apa keadaan mu sudah lebih baik?" Ucap Raja Tonaga berusaha untuk tidak terpancing emosi, bagaimana pun ia ingin mengambil hati gadis cantik di depannya itu.


"Baik, sangat baik malah. Dan terimakasih sudah menyelamatkan aku, meskipun yang sebenarnya menyembuhkanku tak lain adalah sahabatku" ucap Flo


Raja Tonaga mengernyitkan keningnya, ia kemudian menoleh ke arah Flo. Apa benar gadis tadi bisa menyembuhkan Flo yang bahkan Tabib hebat di kerajaannya saja tidak bisa menyembuhkannya dengan waktu singkat.


"Ya itu benar, aku mengobatinya dan membuatnya langsung sembuh seperti yang anda lihat. Tidak heran aku bisa di juluki sebagai Dokter ajaib. Jika anda ragu, anda bisa tanya pada tabib kerajaan anda, dia mengatakan jika kondisi Flo masih kritis dan belum sadar karena lukanya yang sangat parah. Tapi ternyata aku langsung bisa menyembuhkannya tuh" ucap Dara sedikit menyombongkan diri.


Perkataannya itu membuat orang yang ada di sana terkejut dan tidak percaya, tapi bukti sudah ada di depan mata jadi tidak bisa di sangkal. Karena ucapannya adalah Real.


"Terimakasih nona Azalea, sudah menyelamatkannya. Aku tidak tahu harus berbuat apa untuk membalas kebaikanmu" ucap Raja Tonaga yang masih belum mengetahui nama Flo.


"Tidak perlu berterima kasih Yang mulia, itu sudah menjadi tugasku sebagai sahabatnya. Tidak mungkin aku membiarkan sahabatku dalam keadaan seperti itu, hari ku sakit untuknya. Hmmm... Jika yang mulia ingin membalas kebaikanku, bagaimana jika membiarkan aku dan sahabatku pulang, kami ingin pamit pulang sekarang" ucap Dara.


"TIDAK BISA!!!" ucap Raja Tonaga spontan dengan keras.


"Kenapa?" tanya Dara tenang seperti sudah bisa menebaknya.


"Karena dia adalah calon istriku, aku akan menjadikannya selir ah tidak. Aku akan menjadikannya Ratu di kerajaanku" ucap Raja Tonaga dengan percaya dirinya yang sangat tinggi itu.


"Tapi saya MENOLAK!! Saya sudah memiliki calon suami dan tidak berminat menambah calon apalagi menjadi RATU anda yang mulia" ucap Flo sinis


"Tidak ada yang bisa menolak titahku! Atau kau menerima akibatnya" ucap Raja Tonaga


"Aku tidak takut" ucap Flo.


"Kau bisa menolaknya, maka sahabatmu akan mati tidak lama lagi" ucap Raja Tonaga


Dara mengeryitkan keningnya dan menoleh ke Dara, Dara hanya mengangkat kedua bahunya dan terkekeh geli.


"Apa maksudmu minuman teh yang mengandung Racun itu? Ah tidak perlu khawatir, aku sudah menetralisir itu dan tidak akan terjadi apa-apa" ucap Dara terkekeh.


"Kau salah memilih lawan Yang Mu-Lia" ucap Flo mencibir.


"Syam!!!!" ucap Raja Tonaga menggeram marah.


"Baik yang mulia" ucap Syam mengerti langsung bergegas ingin menangkap Flo dan Dara.


Wuuuussshhhh


BUGH!!!!


Syam terdorong ke samping saat hampir menyentuh Flo.


Bukan Dara maupun Flo yang menyerang Syam, melainkan Banyu yang keluar dari persembunyiannya.


"Nona cepat kabur!!!" ucap Banyu berteriak


Dara yang melihat banyu tidak terkejut, karena ia sudah tahu jika laki-laki itu menyusup ke istana. Dara juga bisa merasakan aura bangsawan dari dalam tubuhnya, tidak seperti Raja Tonaga yang justru tidak memilikinya.


Jadi sudah bisa di tebak jika Banyu adalah keturunan asli dari Raja di pulau ini. Tapi Dara pura-pura tidak mengetahuinya. Karena itu pula Dara tidak meninggalkan pulau itu saat ini juga.


Selain ingin mengadili Raja mesum itu, Dara juga tidak bisa membuat formasi sembarangan hingga membuat kemungkinan buruk terjadi.


BUUAAKKK!!!!


"Arrrgghhhh!!!!" teriak Banyu yang kini terkena serangan yang cukup fatal yang di lancarkan oleh Raja Tonaga.


"Tidak ada yang bisa pergi dari sini!!! Kau beraninya menghalangiku!!!" ucap Raja Tonaga dengan marah.


Syam yang sudah bangun melakukan tugasnya yang tertunda, ia langsung beranjak menuju Flo. Ia akan memaksa siapapun untuk tetap tinggal dan mau tidak mau menuruti keinginan Raja Tonaga.


KREK!!!!


"Aaaarrrggghhhh!!!!" teriak Syam yang merasa sakit dan terkejut saat tangannya di remas kuat Flo, saat ia hampir menyentuh Flo.


BLAM!!!!


BRAK!!!!


Flo menendang keras tubuh Syam hingga melayang melewati pintu.


Terkejut??? Pastinya!!!


Bagaimana bisa seorang manusia biasa memiliki tenaga yang begitu kuat seperti itu?


"Jangan berani menyentuhku dengan tangan menjijikan dan juga penuh bakteri itu!!! Dan tidak akan ada yang bisa menghalangi kami untuk kembali, termasuk kamu Raja Ca*ul!!!" ucap Flo menatap tajam ke arah Syam lalu berbalik menatap tajam ke arah Raja Tonaga.


"Aku tidak Sudi menjadi istrimu, Raja tua ca*ul, brengsek!!!" ucap Flo lagi dengan pedas.


"Kau!!!" geram Raja Tonaga marah karena merasa di hina dan di rendahkan.


Ia memang menyukai wanita cantik, namun ia juga tidak menerima jika dirinya di hina.


"Kalau begitu, lebih baik kau mati dasar perempuan ja*ang!!!" teriak Raja Tonaga mengeluarkan Chi miliknya yang begitu kuat mengarah ke Flo.


BLAM!!!!


DUUAAAARRR!!!!


Ledakan yang luar biasa kencang terjadi, yang membuat ruangan paviliun itu runtuh seketika rata dengan tanah.


...•••••••...