The Greatest Female Soul

The Greatest Female Soul
174. Bertemu dengan Anggota keluarga Xing



Setelah melakukan latihan fisik dengan Kai, Dara kini sudah kembali ke mansion. Ia dan Flo bersiap untuk acara makan malam bersama perwakilan dari perusahan Xing.


Entah motif apa yang membuat perusahan dari negara tirai bambu itu ingin mengakuisisi perusahaan kecil miliknya. Meskipun Dara sudah memiliki tebakan di dalam pikirannya, setalah membaca rincian data yang di kirim oleh Theo, namun ia tidak yakin apakah tebakannya itu benar.


Pasalnya A.A Entertainment adalah perusahaan memiliki kemajuan yang sangat pesat di banding Perusahaan entertainment di ibukota khususnya. Walaupun hampir menyaingi perusahan besar lain, perusahaan masih start-up karena kurang dari satu tahun di didirikan dan masih banyak yang harus di tingkatkan dan di perbaiki agar semakin maju dan besar.


Memang perkembangan perusahaan yang signifikan tidak lepas karena peran Dara yang selalu mendukung semuanya, Baik itu lewat ide atau dukungan finansial dan kontrol langsung dari Wakilnya di perusahaan yakni Ferdi yang sangat kompeten. Tapi itu semua juga tidak lepas dari effort kerja Lucas beserta timnya yang sangat solid.


Yang tidak di ketuahui orang banyak, Dara memiliki intuisi yang sangat akurat. Ia bisa dengan cepat menilai seseorang hanya dalam sekali lihat. Itu juga yang membuatnya memilih Lucas sebagai orang kepercayaan nya di A.A Entertainment.


Bagi Dara, Lucas akan sangat berperan besar terhadap perkembangan A.A Entertainment di masa depan jika di berikan peluang dan kesempatan.


Itulah mengapa Dara lebih mempercayakan Perusahaan entertainment itu di kelola oleh Lucas, bahkan ia tidak segan memberikan Lucas sebagian saham di sana untuk mengikatnya.


Sedangkan tugasnya hanya mengontrol dan orang yang terakhir mengambil keputusan jika ada problem yang Krisis.


....


Tok! Tok! Tok!


Pintu kamar Dara di ketuk. Dara yang sudah bersiap pun langsung menyambar tas kecil miliknya dan membuka pintu kamarnya.


Di sana terlihat Flo yang sudah siap dengan stelan pakaian yang sederhana namun tetap mengusung mode wanita karir yang mempesona. Ia menggunakan celana bahan kulot, blouse, blazer, High Heels tujuh centi dan juga tas selempang kecil.


Jangan lupakan rambut panjang yang ia kuncir kuda, sungguh Flo terlihat sangat cantik sekali dan dewasa sekaligus imut di saat bersamaan. Tidak akan ada yang menyangka jika gadis cantik itu adalah mantan seorang pembunuh.


Sedangkan Dara saat ini menggunakan Dress model cheongsam berwarna merah cerah. Rambutnya ia gulung ke atas menyisakan beberapa helai saja. Dara sama sekali tidak memakai make up, namun kecantikan dan keanggunannya bisa membius siapa saja yang melihatnya.


Bahkan Aura Dara sangat kental dengan aura putri bangsawan dari jaman kuno. Wajahnya yang oriental juga membuatnya terlihat seperti orang yang keluar dari lukisan.


"Nona, apa anda sudah siap?" tanya Flo


"Sudah, ayo berangkat" ucap Dara


"Baik" ucap Flo.


Keduanya pun bergegas keluar dari mansion dan membelah jalanan padat di ibukota. Flo mengenakan Lamborghini Veneno milik nonanya itu.


Meskipun awalnya ia merasa sedikit minder membawa mobil bernilai puluhan milyar itu, namun ia mencoba terbiasa. Karena sebagai seorang asisten pribadi nona nya yang harus senantiasa berada di dekat Dara, ia juga di tuntut untuk tidak mengenal takut. Toh Dara kaya, tunangannya pun sultan. Jika pun mobilnya rusak tinggal perbaiki, atau beli lagi.


.....


Hampir empat puluh menit, keduanya baru sampai di salah satu restoran Chinese food terkenal di ibukota. Setelah mengatakan nama reservasi pada resepsionis, keduanya di antar ke ruangan pribadi di lantai tiga.


Saat akan membuka pintu, Dara dan Flo sontak menoleh dan saling berhadapan. Itu karena mereka merasakan kekuatan yang besar ada di dalam ruangan. Jika Dara tidak salah, aura kekuatan ini sama dengan kekuatan seseorang yang sudah berada di level empat atau True Element level puncak dan True Element level menengah.


Tatapan Dara dan Flo seakan menyiratkan ungkapan yang sama yaitu 'Kultivator!'


Pelayan pun mengetuk pintu, kemudian Dara dan Flo masuk.


"Wǎnshàng hǎo Addarā xiǎojiě hé Flowěr xiǎojiě. Liǎng wèi nǚshì dōu fēicháng piàoliang" sapa Ming Hao dan memuji Dara juga Flo.


"Selamat malam nona Addara dan nona Flower, Tuan Ming memuji anda berdua sangat cantik" ucap Mo Xiao yang sudah fasih berbicara menggunakan Bahasa dan ia di sini sebagai asisten Ming Hao merangkap sebagai penerjemah.


Memang keduanya sangat takjub melihat penampilan keduanya yang sangat cantik. Terutama Dara yang sangat sangat cantik dengan cheongsam yang ia pakai, bahkan memiliki aura bangsawan yang sangat kuat dan murni.


Terutama Ming Hao yang menatap lekat ke arah Dara. Pandangannya menyiratkan akan sesuatu yang menganggu pikirannya, bahkan ia sampai mengerutkan kening.


Meskipun takjub, keduanya bisa mengalihkan rasa takjub itu hingga tidak terbengong atau bahkan mimisan. Mungkin karena keduanya adalah seorang kultivator.


"Terimakasih atas pujiannya tuan..." jawab Flower


"Maafkan saya yang sudah memesan makanan tadi untuk kita berempat, jika ada yang ingin anda pesan, anda bisa menambahkannya" ucap Mo Xiao merasa tidak enak.


"Tidak masalah, terimakasih sudah memesannya" ucap Dara


Setelahnya mereka berempat menikmati makanan yang sudah di pesan terlebih dulu oleh Mo Xiao. Baik Dara maupun Flo tidak masalah dengan makanan apapun, terlebih mereka bisa yakin jika makanan itu sangat aman.


Setelah selesai makan malam, mereka pun mulai berbicara dengan serius. Tentu saja ini mengenai akuisisi perusahaan milik Dara, yang bahakn sudah dua kali Dara menolak untuk menjualnya. Tapi sepertinya merrka tidak oantang menyerah.


"Nona Addarā, niat kedatangan kami tentunya anda sudah mengetahuinya bukan?" tanya Mo Xiao


"Ya" ucap Dara tidak menyangkalnya dan mengakuinya. Bukankah akan terlihat memalukan jika ia menyangkal sesuatu yang bisa dengan mudah di tebak.


"Nona Addarā, saya berharap anda bisa melihat ketulusan kami. Kami berharap anda tidak keberatan untuk akuisisi ini, kami berjanji akan membayar Perusahaan anda dengan biaya yang sangat mahal, kalau perlu anda bisa menentukan sendiri harganya. Saya tidak keberatan dengan berapa pun harga yang anda tawarkan" ucap Ming Hao dengan bahasa Mandarin tradisional tentu saja.


Saat Mo Xiao ingin menerjemahkannya, Dara langsung menjawabnya menggunakan bahasa yang sama. Hal itu membuat Ming Hao dan Mo Xiao terkejut, karena pengucapan dan logat Dara sama persis yang di gunakan oleh Ming Xiao.


Padahal itu adalah bahasa baku, jika di bahasa Jawa bukan bahasa Ngoko tapi bahasa kromonya atau bahasa halusnya.


"Maaf Tuan Ming, saya tidak kekurangan uang dan saya tetap tidak akan menjual perusahan milikku pada orang lain termasuk Perusahaan anda" ucap Dara tegas dengan bahasa kunonya itu.


"Kenapa anda tidak ingin menjualnya? Padahal anda bisa mendapatkan keuntungan berapapun dan pastinya sangat besar dari sana. Jikapun tidak di jual, keuntungan yang akan kalian dapatkan juga akan sangat lama, anda dapatkan membandingkannya dengan menjualnya padaku" ucap Ming Hao


"Kalau begitu saya akan bertanya, Kenapa anda ingin membelinya?" tanya Dara, membuat Ming Hao terdiam sejenak karena terkejut sebelum menjawab nya.


"Aku hanya menginginkannya, Aku ingin membuka Perusahaan entertainment di sini. Hanya saja aku tidak ingin membangunnya dari awal, itu terlalu merepotkan" ucap Ming Hao


"Oh ya? Bukankah Perusahaan anda bergerak di bidang manufaktur dan juga merintis di bidang perhotelan? Kenapa ingin merambah ke dunia entertainment? Maka carilah alasan yang lebih baik, karena aku tidak sebodoh itu mempercayai ucapan anda tuan Ming Hao! Ah atau aku harus memanggil anda Steve Liu?" ucap Dara membuat Ming Hao atau bernama Asli Steve Liu itu terkejut, bukan hanya Steve tapi juga Mo Xiao..


Pasalnya, tidak ada yang tahu jika Ming Hao atau Steve Liu adalah orang yang sama. Marga Liu di negaranya memiliki pengaruh yang sangat besar, terutama garis keturunan nya yang merupakan garis keturunan kekaisaran jaman dulu.


Tidak seorangpun bisa dan berani membobol data siapa saja Anggota keluarga Liu, baik di Negara C ataupun negara lainnya. Namun sekarang Dara dengan ringan mengatakan ia tahu identitasnya.


Wuusshhh!!!!


...•••••••...