
Hari pertunangan pun tiba, Dara duduk dan tengah di rias oleh MUA. Meskipun make up itu sangat tipis namun membuat pesona seorang Dara yang sudah luar biasa makin kuat.
Perjuangan seorang MUA tidak mudah, itu sangat berat, kerena wajah Dara sudah sangat sempurna. Jangankan ingin merias, baru melihat gadis yang harus ia harus menahan menahan diri untuk tidak mimisan. Bahkan ia sangat kesulitan, untuk memolesnya saja ia tak tahu harus bagaimana.
Flo yang di sebelah Dara hanya diam dan melihat nonanya dengan terpesona. Andai saja dirinya laki-laki, sudah pasti ia akan jatuh cinta berkali-kali dengan Dara.
Ia membayangkan bagaimana reaksi Kai dan tamu undangan lain melihat Dara yang kecantikannya di luar nalar itu. Pasti sangat membangongkan!
"Nona anda sangat cantik, bahkan sebelum aku meriasnya saya insecure duluan. Saya yang perempuan saja sampai mimisan di buatnya, bagaimana nanti tamu undangan melihat nona" ucap MUA, Dara hanya tersenyum saja menanggapi itu.
"Tenang saja, saya sudah menyiapkan banyak tissu di setiap meja" ucap Flo
"Wahhh, nona cantik anda sudah terpikir sampai ke sana dan mengantisipasi nya" ucap MUA terkekeh
Setelah Dara telah siap, Ellena masuk bersama dengan Rose. Keduanya tertegun melihat kecantikan paripurna Dara yang luar biasa.
"Sayang, kamu cantik banget" ucap Ellena
"Waaahh, ini mah bisa-bisa di kurung sama calon suami nggak boleh keluar. Cantik gini kan takut di culik neng" ucap Rose terkekeh
"Mama dan tante bisa saja" ucap Dara ikut terkekeh.
"Sayang banget Arvin kalah cepet sama Kaisar. Tapi apapun itu, Tante do'akan yang terbaik untuk kebahagiaan kamu" ucap Rose
"Aku juga mengharapkan demikian untuk Arvin" ucap Data tersenyum.
"Flo Woowww, kamu juga terlihat sangat cantik, ternyata kamu cocok pakai Dress. Kan biasanya mama lihat kamu selalu pakai celana terus" ucap Ellena memuji penampilan Flo yang tak kalah cantik.
"Terimakasih nyonya" ucap Flo
"Mama Flo, jangan nyonya. Kamu ini bikin gemes suka lupa mulu kalau manggil mama" ucap Ellena cemberut.
"Iya Mah, maaf Flo lupa" ucap Flo terkekeh
"Eh jeng, kan Dara udah dapet jodohnya nih. Boleh ngga Flo buat anak laki-laki saya" ucap Rose berharap sembari memandang Flo penuh minat ingin menjadikannya menantu.
"Eits, aku juga mau Flo sama salah salah satu anakku jeng" ucap Ellena nggak mau kalah
"Kan anak kamu udah sama anak perempuan ku jeng" ucap Rose mengerutkan keningnya
"Itu kan Revan Jeng, kalau Jefrey sama Bara kan masih jomblo akut" ucap Ellena
"Emang Kak Revan beneran sama Arra Mah?" tanya Dara
"Mama denger sih gitu, Revan pernah bilang kalau ia ingin membuka hati dan menerima Arra" ucap Ellena
"Dan sepertinya Revan sudah mulai menyukai putriku. Sepertinya cinta putriku tidak bertepuk sebelah tangan" ucap Rose
"Syukurlah, aku harap yang terbaik untuk keduanya" ucap Dara.
"Nak Flo, mau kan jadi menantu Tante" ucap Rose kembali fokus ke Flo
"Jadi mantu mama aja Flo, di jamin sejahtera sudah pasti mama sayang sama kamu" ucap Ellena
"Jadi mantu Tante juga sejahtera kok Flo, pasti Tante sayangi kamu seperti anak sendiri" ucap Rose tidak mau kalah.
Flo yang sedang di perebutkan dua emak-emak itu hanya diam dan menggaruk kepalanya yang tidak gatal. Sedangkan hanya Dara tertawa melihat asistennya terlihat bingung di perebutkan oleh Ellena dan Rosa.
.....
Benar saja tebakan Flo dan MUA. Sekarang lihatlah reaksi semua orang saat melihat Dara masuk dan berdiri di samping Kai sebagai calon tunangannya.
Untung saja Flo sudah antisipasi dengan menyiapkan tissu banyak di masing-masing meja. Setelah semua orang sadar, mereka bisa langsung menyeka darah di hidung mereka.
Semuanya tamu undangan menatap penuh kagum dan juga memuji kedua pasangan yang bertunangan hari ini. Termasuk Alice dan keluarga Bright yang baru saja datang, ada Arvin juga yang hadir dan juga Samuel beserta keluarga Rukmana.
Sudah di pastikan setelah acara ini, berita pertunangan dua keluarga besar akan menggema ke seluruh negeri. Meskipun acara pertunangan mereka tertutup dan tidak mengundang wartawan. Namun berita dari mulut ke mulut tidak bisa di hindari.
"Sayang, kamu cantik banget, aku kesal karena banyak orang yang melihatmu seperti itu" ucap KAI pelan.
Dara hanya terkekeh dan menggenggam tangan Kai dan menatapnya sejenak.
.....
"Sebelumnya pada semua tamu undangan, saya ucapkan terimakasih sudah datang di acara keluarga kami. Hari ini adalah hari yang berbahagia bagi kedua keluarga. Karena cucu perempuanku Addara Azalea Adi Raharjo akan bertunangan dengan cucu pertama dari sahabat lamaku, Kaisar Raka Narendra. Cucu dari keluarga Narendra di ibukota" ucap Gusti membuka acara itu.
Setelah serangkaian acara, kedua pasangan itu saling menyematkan cincin sebagai simbol pertunangan mereka, dan mulai saat ini keduanya resmi bertunangan.
Suara tepuk tangan pun menggema di seluruh Ballroom, saat keduanya menyematkan cincin.
Samuel dan Arvin menatap kedua pasangan yang tengah berbahagia itu dengan senyum sendu. Namun mereka sudah mengikhlaskan Dara dengan pilihannya.
....
Flo menoleh ke setiap sudut dengan waspada, karena ia merasakan aura seorang kultivator di sana. Flo tidak ingin acara nonanya terjadi sesuatu yang tidak di inginkan, jadi ia selalu waspada.
Namun ia juga melihat laki-laki yang bertemu di bandara, yang tak lain anak dari ibu yang ia tolong. Flo mengepalkan tangannya melihat laki-laki itu.
Dara dan kultivator yang berada di sisinya seperti Kai, Tirta dan Dierja juga merasakan aura kultivator itu. Namun mereka bersikap tenang dan seolah biasa saja tanpa gangguan. Mereka tidak terganggu sama sekali.
Karena kemungkinan adanya kultivator di tengah masyarakat sangat mungkin terjadi. Tirta dan Dierja tenang, karena aura yang mereka rasakan tidak lebih dari tingkat Tiga.
"Hai...." sapa seseorang pada Flo.
Flo berbalik untuk melihat siapa yang menyapanya.
Ia terkejut melihat adik sepupu tuan mudanya yakni Lingga, berada di depannya dan juga menyapanya.
"Hallo tuan muda" ucap Flo dengan mengangguk sopan.
"Lingga! Panggil aku lingga. Boleh aku tahu siapa namamu?" tanya Lingga memberanikan diri, meskipun ia sangat gugup sekarang. Lihat saja telapak tangannya begitu dingin.
"Saya Flower, anda bisa memanggil saya Flo" ucap Flo
"Jangan terlalu formal Flo. Salam kenal" ucap Lingga tersenyum.
"Ah, ya salam kenal tuan m..." ucap Flo
"Lingga" ucap Lingga tegas.
"Hmm baik Lingga" ucap Flo mengangguk.
Lingga bingung sendiri sekarang, ia ingin menanyakan apa lagi. Padahal tadi dia sudah menyusun kalimat percakapan, namun entah mengapa sekarang ia ngeblank.
Karena tidak ada yang ingin di bicarakan lagi, Flo pamit untuk memantau keadaan. Lingga juga tidak bisa berbuat apa-apa, karena ia bingung ingin mengatakan apa.
BRAK!!!
"Ah, maafkan aku nona, saya tidak sengaja" ucap seorang laki-laki menabrak Flo
"Tidak apa-apa" ucap Flo datar dan dingin. Ia berusaha menekan emosinya saat berhadapan dengan Laki-laki di depannya dan hendak pergi.
"Tunggu nona" ucap laki-laki itu.
"Nama saya Zayn" ucap Laki-laki itu mengulurkan tangannya.
Flo menghela nafasnya menekan emosinya, ia tidak ingin berbuat keributan di acara nonanya dan menghancurkan acaranya. Tidak sopan juga jika ia tidak menjawabnya, tapi ia tidak ingin menjawabnya.
"Lingga" sebelum Flo menjawab, Lingga datang dan menyambut uluran tangannya.
Laki-laki bernama Zayn itu pun mengangkat sebelah alisnya. Lingga paham dengan tatapan itu yang seolah mengatakan siapa dirinya.
Flo seperti tersengat listrik saat ia mendapati lengan kokoh Lingga melingkar di perutnya.
"Sayang, aku laper. Ayo ambil makan" ucap Lingga merengek manja.
Flo terkesiap dengan tingkah Lingga, namun sedetik kemudian ia tahu kenapa Lingga seperti ini. Dan ia menyimpulkan jika Lingga bermaksud menolongnya dari sosok Zayn.
...•••••••...