
keesokan harinya, semua anggota keluarga Narendra sudah berkumpul di aula kampus Harvard di negara A itu. Lingga kini sudah rapih dengan pakaian tuxedo di balut dengan jubah dan topi toganya.
Ia berkumpul bersama beberapa mahasiswa dan mahasiswi lain yang juga akan segera di wisuda. Terlihat banyak sekali para gadis-gadis yang mencoba untuk mendekati Lingga. Namun Lingga terus menghindar dan memilih duduk di apit oleh dua mahasiswa laki-laki.
Saat nama Lingga Raka Narendra di sebut, sorak Sorai memenuhi ruangan. Lingga memang merupakan mahasiswa idola di sana, ketampanan juga kejeniusannya membuat semua orang menyukainya.
Meskipun sifatnya sangat dingin dan tidak suka berbicara panjang lebar. Bukan hanya pada perempuan tapi juga laki-laki, ia lebih sering memusatkan fokusnya untuk menyelesaikan kuliahnya.
Tapi tetap saja banyak yang menyukainya. Lingga juga masih memiliki dua orang teman di sana, mereka adalah Andra dan Tyson. Keduanya berasal dari negara I dan Negara A, mereka juga di wisuda hari ini dan duduk di kanan kiri Lingga.
"Wah, calon suamimu sangat hebat Flo, dia bahkan lulus dengan nilai terbaik di angkatannya" ucap Dara berbisik ke arah Flo.
"Aku tahu dia yang terbaik" ucap Flo tersenyum dan juga merasa bangga. Saat kekasihnya berhasil menyabet gelar MBA nya dengan Cumlaude.
Tak lama setelahnya acara pun selesai, semua keluarga para mahasiswa mahasiswi yang di wisuda pun menghampiri dan memberikan buket bunga, mengucapkan selamat dan juga melakukan sessi foto.
"Kakak ipar jaga baik-baik kakakku, jangan jauh-jauh darinya" bisik Ajeng.
Flo mengernyitkan dahinya tidak mengerti, namun setelahnya ia tahu apa maksud dari calon adik iparnya itu.
Seorang wanita cantik berwajah oriental dengan mengenakan Dress selutut berwarna dusty pink dengan motif bunga mengelilingi pinggangnya. Tersenyum dan berjalan mengarah ke arah mereka berada.
Flo hanya diam saja, ia tidak tahu siapa wanita itu. Namun ia ingin melihat dulu bagaimana respon Lingga terhadap gadis itu dan hanya menyimak saja.
"Hai Ga, selamat ya sudah lulus dengan nilai terbaik" ucap Wanita itu dengan tersenyum manis dan juga menyodorkan tangannya.
Terlihat dari ia menggunakan bahasa yang sama, wanita itu ternyata adalah seorang blasteran negara I dan Negara C.
Respon Lingga hanya diam, tidak menggubris kedatangan wanita itu. Flo pun mengulum senyum saat melihat Lingga tidak merespon wanita itu. Justru Lingga tengah asik memainkan jemari tangannya.
Wanita itu terlihat menarik kembali tangannya, senyumnya yang tadi mengembang tergantikan dengan senyuman kikuk yang di paksakan.
"Lingga, yang mana orang tuamu, boleh aku berkenalan dengan mereka?" ucap wanita itu.
Lingga menoleh ke arah wanita itu dengan tatapan tajamnya.
"Lu siapa mau kenal sama bokap nyokap gue?" ucap Lingga
"K-kok kamu ngomongnya gitu" ucap Wanita itu sudah mulai berkaca-kaca.
Keluarga Narendra hanya diam menyimak, mereka tidak mau terlibat dengan urusan anak muda. Kecuali masalah yang mereka hadapi sudah melebar dan besar, baru mereka ikut campur.
"Lu nggak denger kakak gue ngomong apa, ngapain lu kemari? Mau caper? Mana sok-sok an pasang muka sedih, nggak bakal mempan" ucap Ajeng menimpali dengan sinis.
Ajeng mengenal wanita bernama Mawar, karena dirinya juga kuliah di kampus yang sama, meskipun berbeda jurusan.
"Ajeng kok kamu ngomong gitu, bagaimanapun aku dan Lingga pernah pacaran dan dekat" ucap mawar
Flo sedikit terkejut saat tahu Mawar adalah mantan Lingga. Karena seingat Flo, Lingga pernah mengatakan jika dirinya adalah cinta pertamanya dan wanita pertama, terakhir dan satu-satunya yang akan di cintainya.
Apa Lingga berbohong padanya? Begitu pikir Flo, hanya saja ia tetap diam saja tidak berkomentar.
"Mantan doang bangga, Lagian lu cuman jadi pacar kakak gue seminggu doang. Itu pun karena kamu terus-terusan mepet kakak gue. Terus lu mantan terbuang ngapain datang kemari? Mau ngemis cinta kakak gue? Pergi jauh lu, level lu kalah jauh sama kakak ipar gue" ucap Ajeng.
"Ka-kakak ipar? Kamu udah nikah Ga? Kok nggak bilang-bilang" ucap Mawar dengan suara bergetar.
"Kalau iya emang kenapa, emang ku siapa gue Njir, sampe harus laporan segala" ucap Lingga tajam dan dingin
"Awwwsss, sayang sakit, jangan di cubit mending di sun aja" ucap Lingga lembut saat mendapat cubitan di pinggangnya.
"Ngomong apaan sih, malu ada keluarga kamu. Kamu juga jangan kasar-kasar ngomongnya" ucap Flo
"Aku nggak kasar sayang, nih aku selalu lembut kalau ngomong sama kamu. Tapi kalau sama orang yang nggak penting, apalagi yang nggak tahu malu. Saringan aku lepas gitu aja, jadi ya gitu deh" ucap Lingga sembari mencuri kecupan di pipi Flo, membuat si empunya melotot tajam dan Lingga terkekeh.
Sedangkan Mawar merasa geram melihat keduanya yang bermesraan tanpa peduli dengan dirinya di sana. Saat hendak pergi sebuah suara membuatnya mengurungkan niatnya.
"Loh udah selesai acaranya?" sebuah suara yang familiar di telinga mereka, hingga membuat mereka semua menoleh.
Flo mendengus kesal karena orang itu membuat perhatian semua orang mengarah padanya. Terutama Mawar yang juga ikut oleng ke arah orang itu, dengan tatapan terpesona nya.
"Kalau Dateng bisa nggak jangan tebar pesona dulu, mana itu pesona kamu itu awur-awuran tersebar kemana-mana" ucap Dara cemberut dan mengomel sembari menggandeng lembut orang itu yang tak lain adalah Kai.
Kai mengulum senyum dan memeluk pinggang Dara. Melihat calon istrinya cemburu.
"Aku nggak tebar pesona, sumpah" ucap Kai.
"Udah ayo kasih selamat dulu pada adikmu, kamu nggak bilang kalau udah sampai" ucap Dara cemberut.
"Ponselku kehabisan daya, jadi aku langsung datang ke sini begitu turun dari pesawat" ucap Kai
Di depan Lingga Kai mengucapkan selamat, ia juga berjanji akan mengabulkan permintaan lingga. Tentu Lingga senang dan mengucapkan terimakasih pada kakak sepupunya itu.
"Napa lu masih di sini!" ucap Ajeng sinis pada Mawar yang masih diam di tempatnya, justru kini pandangan nya beralih dari Lingga ke arah Kai.
"Jaga matamu nona, atau akan ku buat matamu berpindah ke perut saat ini juga" ucap Dara dengan dingin dan tatapan tajamnya. Membuat Mawar susah payah menelan salivanya.
Ia menoleh ke arah Kai, namun Kai tidak meliriknya sama sekali. Malah terfokus ke arah wajah Dara, yang jujur saja Mawar sendiri merasa insecure melihat Dara dan Flo yang sangat cantik.
Akhirnya dengan kesal juga malu, Mawar pergi dari sana. Meskipun sesekali pandangannya tidak lepas dari Kai maupun Lingga, meskipun dari jauh.
"Dia mantan kamu Ga? Kok kamu mau sama modelan begitu?" tanya Dara
"Kelilipan mobil molen dia sayang" yang jawab bukan Lingga melainkan Kai. Seketika semuanya pun tertawa mendengar ucapan Kai.
"Aku cuman penasaran, kata orang pacaran itu enak. Jadi aku coba terima tuh cewek, kebetulan tuh cewek deketin mulu. Sebenarnya mau putusin pas sejam pacaran, karena aku ngerasa nggak nyaman. Ternyata tuh cewek ngeselin, suka pamer kesana kemari dan semakin mepet buat risih. Tapi saya aku minta putus ,dia mohon buat jangan putus. Akhirnya aku tahan-tahan in sampe seminggu, eh udah nggak kuat, ya udah bye" ucap Lingga
"Kamu pernah suka sama dia?" tanya Dara mewakili Flo, karena ia tahu Flo tidak akan menanyakan hal itu meskipun ia penasaran, terlebih di sana masih banyak orang.
"Nggak lah! Gila aja... Aku cuma pernah dua kali jatuh cinta seumur hidup. Yang pertama sama Flo, yang kedua aku jatuh cinta kedua kalinya pada orang yang sama saat bertemu lagi dengannya, setelah sekian lama tidak bertemu" ucap Lingga
Flo memerah wajahnya, ia tahu maksud dari cinta pertamanya itu saat Flo yang hampir membunuh Lingga saat itu. Namun Flo justru melepaskan Lingga dan tidak jadi membunuh nya
...••••••...