
Dara dan Nia bergegas ke ruangan ICU yang berada di Lantai dua. Baru juga pintu lift di pantai itu terbuka, aura kultivator langsung menyeruak masuk ke indra Dara yang sangat peka. Dara langsung tahu jika kemungkinan besar pasiennya adalah seorang kultivator, dan tebakannya tidaklah salah.
Namun bukan hanya satu aura yang di rasakan Dara saat ini tapi ada tiga. Ya di sana ada tiga orang kultivator termasuk pasien yang ada di dalam ruangan ICU.
Yang buat Dara heran, kenapa seorang kultivator yang sedang terluka di bawa ke rumah sakit? Bukankah itu akan sia-sia? Karena bagaimana pun Dokter biasa tidak akan bisa menyembuhkannya.
Kalaupun bisa Dokter hanya mampu untuk mempertahankan nyawa selama beberapa saat dengan bantuan alat medis. Tapi tidak menjamin keadaannya dan juga kesembuhannya.
Saat Dara berada di depan ruangan ICU, selain dua orang kultivator yang ada di sana. Ada juga Dokter Kepala Alden dan juga Dokter Abraham yang tak lain adalah dokter senior di rumah sakit juga merupakan salah satu dokter terbaik di rumah sakit ini.
"Dokter Dara, akhirnya anda datang juga" ucap Alden dan Dokter Abraham.
Dokter Abraham merupakan teman Alden, jadi sedikit banyaknya Alden sudah pernah bercerita tentang betapa jeniusnya Dara di bidang kedokteran dan mendapatkan julukan sebagai Dokter Ajaib.
Dara mengangguk dengan sopan saat melihat keduanya.
"Ini Dokter yang anda maksud Tuan Alden?" tanya salah seorang pria yang terlihat berusia tiga puluhan. Namun Dara tahu jika usianya yang sebenarnya sudah di atas kepala lima.
"Benar tuan Sanjaya, Kenalkan, namanya Dokter Dara, ia merupakan Dokter terbaik di sini. Dia juga mendapat julukan sebagai Dokter Ajaib setelah berhasil menyembuhkan Tuan besar Rukmana dari Ibukota saat dalam keadaan sekarat. Juga menyembuhkan total tuan besar Gusti Adi Raharjo" ucap Alden menjelaskan.
"Oke, saya berusaha untuk percaya. Aku ingatkan jika penyakit ayahku sangat langka. Saya tidak menekan untuk bisa menyembuhkannya, tapi saya minta untuk membuat keadaannya stabil selama mungkin hingga aku berhasil menemukan solusi atau orang yang bisa menyembuhkannya" ucap Sanjaya.
Pria lain yang berdiri di belakang Sanjaya hanya terdiam sembari menatap Dara dengan intens. Ia terpesona melihat rupa Dara, selama ia hidup 27 tahun. Bisa ia pastikan selama ia hidup, Dara adalah wanita tercantik yang pernah ia lihat.
Meskipun begitu ia coba untuk tenang dan tidak menampakkan rasa tertariknya itu. Bagaimana pun ia tengah berada di rumah sakit dan kakeknya kini masih berbaring dalam kondisi kritis dan koma di dalam ruangan.
Dara hanya diam saja mendengar semua ucapan Sanjaya. Setelah beberapa saat, mereka berlima masuk ke dalam ruangan dengan menggunakan pakaian khusus yang sudah di steril.
Dara menaikan sebelah alisnya melihat aura yang cukup tebal di area dada pasien. Ia lalu mengulurkan tangannya hendak memegang pasien.
"Jangan di sentuh! Kau bisa terluka!!" ucap pria yang memang tertarik dengan Dara itu.
"Daniel..." ucap Sanjaya
Ia terkejut saat anaknya yang tidak suka bicara, justru menghalangi Dara menyentuh ayahnya. Bukannya tidak suka, hanya saja Sanjaya terkejut melihat sikap tidak biasa Daniel.
Daniel yang sadar jika ia bersikap spontan terkejut dan kini hanya diam saja. Ia melakukan itu karena ia takut Dara terluka sama seperti dokter lainnya yang memeriksa kakeknya itu.
Dara tidak menggubris, ia tetap memegang dada pasien itu. Hal itu membuat semua orang kaget, terlebih saat melihat Dara biasa saja saat memeriksanya seperti tidak berefek pada Dara.
"Dokter Dara, apa tanganmu baik-baik saja?" tanya Alden.
"I'm Oke..." ucap Dara tanpa menoleh.
Mendengar suara Dara membuat jantung Daniel tiba-tiba berdegub kencang, sungguh suara yang sangat merdu meskipun hanya dua kata saja yang keluar dari bibir manis itu..
" Ini adalah Dark Fire... Lukanya sangat parah, meskipun belum sampai melumpuhkan organ vital. Itu cukup membahayakan bagi nyawanya, jika di biarkan terlalu lama" ucap Dara
"Dark Fire?" ucap Sanjaya terkejut, bukan hanya Sanjaya tapi juga Daniel.
Bagaimana tidak terkejut, tidak ada manusia biasa yang tahu tentang itu. Hanya kultivator yang tahu tentang apa itu Dari Fire. Lalu dari mana Dara tahu tentang luka yang di dapat pasien merupakan luka dari pukulan Dark Fire.
"Dari mana kamu...." ucap Sanjaya.
"Aku bisa menyembuhkannya" ucap Dara memotong ucapan Sanjaya, hingga membuat Sanjaya membolakan mata.
"Apa anda bercanda? Jika kau tahu ini di sebabkan oleh Dark Fire, harusnya kamu tahu sangat mustahil menemukan orang yang bisa menyembuhkan, bahkan untuk tetap hidup saja sulit...." ucap Sanjaya
"Kalau tidak percaya, tidak masalah. Coba cari saja yang menurutmu orang yang benar-benar bisa menyembuhkannya" ucap Dara mengangkat kedua bahunya, kemudian hendak berlalu.
"Ah, boleh aku kasih saran? Kalian bertiga salah dalam menerapkan teknik, jika tidak di perbaiki itu akan membuat kalian tertahan di tingkat True Element dan selamanya tidak akan bisa naik meskipun sekuat tenaga anda berlatih" ucap Dara.
Alden dan Dokter Abraham menggaruk kepalanya tidak mengerti apa yang tengah di bicarakan oleh Dara dan kedua orang dari keluarga pasien itu.
Hanya saja melihat dari respon Sanjaya dan Daniel, bisa di pastikan kalau ucapan Dara itu sangat hebat. Entah mengapa keduanya merasa seperti itu.
"Tunggu...!!!" ucap Sanjaya yang melihat Dara hendak keluar.
"Aku percaya padamu, tolong selamatkan ayahku" ucap Sanjaya.
Entah mengapa perasaannya mengatakan jika ia harus percaya dengan Dara, jika tidak ia akan menyesal seumur hidup. Meskipun sedikit ragu melihat Dara hanya seorang manusia yang masih sangat muda, biasa bisa menyembuhkan luka ayahnya.
"Keuntungan apa yang bisa aku dapat?" ucap Dara menghentikan langkahnya tanpa menoleh.
"Apapun, aku memiliki perusahan cukup besar di kota S dan kota M. Aku akan memberikan apapun, bahkan jika kau meminta seluruh harta keluargaku. Aku akan memberikannya, asal Ayah ku selamat" ucap Sanjaya membuat Alden dan Dokter Abraham terkejut.
Sanjaya Suprapto, adalah seorang pebisnis sukses di kota S dan kota M. Setidaknya kekayaannya berada di tingkat atas keluarga super kaya.
"Aku tidak butuh hartamu. Tapi aku menginginkan yang ada di kantong celana sebelah kanan kamu" ucap Dara.
Ya itu salah satu alasan Dara ingin menolong orang itu, alasan lainnya karena ia merasa mereka adalah orang baik. Jadi tidak ada salahnya ia menolong orang yang membutuhkan.
Mendengar itu Sanjaya terkejut, ia memang memiliki sebuah batu berwarna hijau kebiruan di kantong celananya. Hanya saja ia tidak tahu kegunaannya dari batu yang ia temukan itu. Ia hanya merasa karena baru itu indah jadi ia mengambilnya saat bepergian di salah satu gunung di kota M.
"Tentu, aku akan memberikannya jika ayahku benar-benar sudah sembuh" ucap Sanjaya berjanji
"Hmm...." Dara langsung berbalik dan mengeluarkan jarum perak miliknya dan langsung merendamnya dalam alkohol.
"Tolong buka pakaiannya!" ucap Dara
"Semua?" tanya Sanjaya
"Bagian atas saja" ucap Dara
Sanjaya di bantu Daniel langsung menurut dan membuka pakaian pasien yang bernama Dharma.
Dara langsung melakukan apukuntur dengan jarum tiga belas elements. Alden yang pernah melihatnya hanya terdiam tidak aneh, meskipun masih saja sedikit terkejut. Namun berbeda dengan yang lain yang sangat terkejut.
"Apa dia kultivator? Kenapa aura kekuatannya tidak bisa di rasakan? Tapi...." ucap Sanjaya dan Daniel.
Wuushhh!!!!
Dara mengeluarkan sedikit Chi miliknya, untuk menyembuhkannya. Hal itu membuat Daniel dan Sanjaya merasakan Aura kultivator sekilas saat Dara mengeluarkan Chi nya sepersekian detik.
"Dia kultivator??? Bagaimana bisa???" gumam keduanya sangat pelan.
...••••••••...
Maaf guys, Author lagi sakit dan drop banget, jadi lama update🙏 Minta do'anya biar cepat pulih ya guys☺️ dan terimakasih udah dukung dan support author.