The Greatest Female Soul

The Greatest Female Soul
124. Menjemput Dara di Bandara



Beberapa hari di kota S, keluarga Adi Raharjo terus menemani kemanapun Dara maupun yang lainnya pergi. Meskipun Adnan, Revan dan Jefrey harus bekerja, namun setelah mereka selesai bekerja mereka juga ikut bergabung bersama yang lain untuk berkumpul.


Bahkan sebutan untuk Dara pun berubah menjadi princess, karena Dara merupakan satu-satunya anak perempuan di keluarga mereka. Jadi sudah sewajarnya mereka memanjakan putri mereka satu-satunya itu.


Dara tentu saja hanya bisa pasrah, namun dalam hati ia merasa senang karena belum pernah di perlakukan seperti ini sebelumnya.


Dan hari ini Dara, Dimas dan yang lain harus kembali ke ibukota. Karena Lusa Dimas dan Ryan sudah mulai masuk ke sekolah kembali dengan materi semester yang baru. Sedangkan Dara dan Alan masih ada beberapa hari lagi untuk berlibur sebelum mulai kuliah dan pendidikan akademi.


"Kenapa nggak pulang besok aja sih sayang? Kan Dimas dan Ryan juga sekolahnya masih lusa" tanya Ellena, sedih karena ia dan anak-anaknya harus berpisah.


"Aku sudah pesan tiket pesawat mah, kalau sampe besok, kasihan Ryan dan Alan yang tidak punya cukup waktu untuk bersama keluarga kandungnya. Mereka juga ingin mengunjungi makam ibunya sebelum mulai sekolah" ucap Dara


"Begitu, maaf ya sayang mama egois dan melupakan kalau kalian masih memiliki keluarga" ucap Ellena memeluk Ryan dan Alan bergantian.


"Nggak apa-apa mah, Ryan ngerti. Nanti kan kalau ada libur lagi kami pasti pulang ke sini" ucap Ryan merasa hangat di peluk oleh seorang ibu, begitu pun dengan Alan.


"Ryan bener mah, jangan sedih nanti kami ke sini lagi saat ada libur" ucap Alan


"Hmm, anak mama yang sehat-sehat ya di sana. Jangan sungkan mengubungi mama papa, atau kakak-kakak kalian di sini saat ada masalah atau saat merindukan kita. Apalagi kamu Alan, jaga kesehatan kamu saat di akademi" ucap Ellena yang di angguki oleh Alan


Ellena memeluk dan mencium kening anak-anaknya satu persatu, termasuk Flo.


Semuanya juga melakukan yang sama mereka memeluk anak, cucu dan adik-adik mereka kecuali Flo. Karena merasa tidak sopan karena Flo adalah seorang perempuan, Jadi mereka hanya mengusap kepala Flo dengan sayang. Flo juga senang di perlakukan seperti keluarga juga di sana.


Kalau Dara beda lagi karena ia adalah keluarga mereka dan princess mereka di rumah ini.


"Flo tolong jaga mereka" ucap Ellena


"Tentu nyonya, itu sudah kewajiban saya" ucap Flo tersenyum hangat.


Kemudian mereka mengantar semuanya ke bandara kota S. Kali ini tidak ada kejadian yang buruk lagi seperti kemarin. Baik itu ada buronan ataupun orang aneh yang mengancam mereka.


Untuk keluarga Kurniawan yang pernah menyinggung Flo, keluarga itu tiba-tiba bangkrut dan semua keluarganya tidak di temukan di kota S. Publik pun di buat heran mengapa Keluarga kelas dua itu tiba-tiba tidak ada di kota S seperti menghilang, namun banyak dari mereka senang karena mereka tidak ada lagi di kota mereka.


Tentu saja itu di karenakan sifat Keluarga Kurniawan terkenal buruk terlebih pada orang yang kekayaannya tidak lebih kaya dari mereka.


....


Kai sudah standby di bandara untuk menjemput kekasih tercintanya, tak jauh darinya Sandi juga datang untuk menjemput nona dan tuan mudanya, namun mereka tidak saling bertemu karena tidak melihat satu sama lain.


Para wanita yang melihat Kai merasa terpesona karena ketampanan Kai yang luar biasa. Jangan lupakan bahu lebar yang sangat pelukable itu membuat para wanita itu ingin sekali menghamburkan diri ke pelukan Sanga pria tampan itu.



Ketampanan Kai memang membuat orang-orang mengira jika ia adalah seorang aktor, mereka tidak akan menyangka jika Kai adalah seorang tentara bahkan dengan pangkat yang sangat tinggi.


Dengan aura dingin yang menguar membuat wanita enggan untuk mendekat ke arahnya. Ada beberapa yang hendak mendekat namun tatapan tajam Kai membuat orang tidak sadar melangkah mundur.


Setelah pengumuman pesawat dari kota S mendarat, tak lama kemudian penumpang keluar. Namun kelompok Dara membuat fokus mereka sedikit oleng.


Bagaimana tidak, paras kelima orang itu tidak ada yang biasa saja, semuanya sangat tampan dan cantik. Dara tidak memakai masker, namun ia memakai kacamata hitam dan topi untuk menutupi wajahnya.


Meskipun orang melihatnya sangat cantik, namun mereka tidak sampai terkejut dan mimisan karena sebagian wajah Dara tertutup.



Melihat Kekasihnya datang menjemput, Dara langsung menghampirinya dan memeluk Kai yang di sambut pelukan hangat dari kekasihnya itu.


"Merindukanku hmm?" tanya Kai


"Hmm" Dalam pelukan Kai, ia mengangguk. Membuat Senyum Kai tidak bisa ia tahan karena rasa bahagianya.


"Ekhhmmm, kak tolong ada yang di bawah umur ini" ucap Dimas menutup wajahnya dengan tangannya namun jari-jari tangannya di renggangkan hingga ia masih bisa melihat adegan itu. Mendrngar suara Dimas sontak pelukan itu terlepas.


"Hallo kakak ipar" sapa yang lain kecuali Flo


"Hallo tuan muda" sapa Flo.


"Hai semuanya..." ucap Kai dengan senyum tipisnya.


"Kakak ipar pasti ke sini jemput kakak, kan?" tanya Dimas.


"Ya, apa kamu keberatan?" tanya Kai mengelus kepala calon adik iparnya itu dengan sayang saya seperti mengelus Ajeng, lingga, Alice atau adiknya yang lain.


"Tidak, bukankah wajar menjemput kekasih sendiri. Lagian kami sudah di jemput kak Sandi" ucap Dimas kemudian memanggil Sandi untuk mendekat.


"Kalian pulanglah dengan Sandi, kakak akan pulang dengan kak Kai" ucap Dara


"Apa kalian tidak ingin makan siang dulu?" tanya Kai.


"Tidak perlu kak, ayah sudah menyiapkan makan siang di mansion jadi kami ingin makan bersama di sana" ucap Alan


"Apa tidak apa-apa Dara pulang sedikit telat?" tanya Kai


Dara mengerutkan keningnya, dia tidak tahu ingin di ajak kemana karena Kai belum membicarakannya. Ia pikir akan langsung pulang, namun ternyata Kai ingin mengajaknya keluar dulu.


"Kakak ipar mau ajak kak Dara sekalian keluar?" tanya Dimas dan di angguki oleh Kai.


"Boleh, tapi tolong jaga kakakku ya" ucap Dimas dengan polosnya.


"Tentu boy, jangan khawatir" ucap Kai yang di angguki ketiga adik Dara itu.


Setelahnya mereka keluar dengan kendaraan yang berbeda dan tujuan yang berbeda. Di dalam mobil Dara tidak bisa diam saja dan bertanya tujuan mereka kemana.


"Kita mau kemana?" tanya Dara


"Makan siang bersama yang lain" ucap Kai


"Yang lain?" tanya Dara bingung


"Ya, Nathan dan Rafael mengajakku berkumpul dan makan siang bersama. Alice juga ikut" ucap Kai


"Hmm" ucap Dara mengangguk


"Apa kamu keberatan?" tanya Kai


"Tidak, Bukannya mereka sahabatmu dan Alice sepupumu?" ucap Dara


"Hmm, dia sepupuku anak dari adiknya mama. Tapi sepertinya Alice juga membawa sepupunya yang lain" ucap Kai.


"Tidak masalah, bukannya itu berarti sepupumu juga" ucap Dara, namun Kai menggelengkan kepalanya.


"Bukan, itu sepupu Alice dari pihak ibunya, sedangkan aku sepupu dari pihak ayahnya" ucap Kai


"Aku mengerti, apa dia perempuan? Pasti salah satu pengejarmu?" tebak Dara


"Kau selalu peka sayang. Aku tidak tahu pasti, tapi dia sangat menempel dan menganggu. Meskipun aku selalu menghindar dan bersikap dingin sepertinya dia sama sekali tidak tahu malu dan bermuka tebal" ucap Kai apa adanya.


"Menarik!" ucap Dara tersenyum miring.


"Apa kamu tidak cemburu atau marah?" tanya Kai yang justru melihat Dara masih bisa santai saat ia mengatakannya.


"Tidak! Untuk apa? Apa kamu juga menyukainya?" tanya Dara


"Tentu saja tidak! Aku hanya menyukaimu, aku hanya mencintaimu seorang, bukan yang lain" ucap Kai langsung, ia tidak ingin kekasih nya salah paham.


"Ha-ha..." Dara tertawa renyah mendengar jawaban Kai.


"Itu saja sudah cukup, yang penting bagaimana kamu menanggapinya. Kalau ada wanita yang menyukaimu itu hak mereka, mereka juga punya perasaan dan rasa cinta yang bisa mereka berikan pada siapa saja yang mereka mau. Tapi yang paling penting bagiku adalah bagaimana sikap dan respon kamu, terutama perasaan kamu dan lagi aku mempercayaimu" ucap Dara


"Terimakasih sayang, kamu memang yang terbaik, cup!" ucap Kai sembari mencium punggung tangan kekasihnya.


"Tapi aku penasaran, apa kamu sering bertemu dengannya?" tanya Dara


"Tidak, kau tahu jika aku sangat sibuk. Apalagi sekarang jika aku ada waktu, aku selalu menghabiskannya denganmu. Aku hanya bertemu dia dua kali, itu pun di acara keluarga mama. Aku bahkan tidak pernah mengobrol dengannya, tapi ia selalu berusaha mendekat dan menempel.


Beberapa kali ia terus memaksa Alice untuk ikut bergabung saat berkumpul untuk bertemu denganku, tapi aku memilih untuk tidak ikut bergabung dan beristirahat di apartement saat aku tahu ia ikut" jawab Dara.


"Sepertinya dia sangat menyukaimu" ucap Dara


"Aku tidak tahu dan tidak mau tahu, aku juga tidak peduli dengan itu. Yang aku pedulikan hanya kamu dan yang aku tahu aku sangat mencintaimu, jadi jangan ragukan aku Oke" ucap Kai


"Baiklah, aku mempercayaimu. Terimakasih sudah memilihku tuan jendral tampan-ku, aku juga mencintaimu" ucap Dara tersenyum dan mengedipkan mata saat Kai menoleh ke arahnya.


Jangan di tanya bagaimana jantungnya, itu sajgat berdetak dengan kencang. Bahkan wajah Kai memerah sampai telinga, karena ungkapan Dara yang tiba-tiba padanya.


Kalau saja bukan sedang di jalan raya yang padat dan tengah menyetir, Kai mungkin akan langsung memeluk dan mencium Dara untuk meluapkan rasa gembira di hatinya.


...••••••...


Hai guys, sudah author panjangin ya🤭 sebenarnya biasa author update antara 1.150 atau lebih kata per bab. Sekarang lebih dari 1.400 kata. semoga kalian semangat bacanya☺️🤗