The Greatest Female Soul

The Greatest Female Soul
315. Dara Wisuda



Acara peresmian Perusahaan milik Dara membuat banyak kehebohan, di antaranya adalah berita tentang Dara yang ternyata pemilik perusahaan besar dan menjadi salah satu orang terkaya tingkat pertama di ibukota.


Apa lagi mengenai identitas Dara yang merupakan cucu dan anak perempuan satu-satunya keluarga Adi Raharjo.


Kini Dara mendapat gelar sebagai nona pertama Adi Raharjo, yang dalam kurun waktu tiga Minggu kedepan akan beralih gelar menjadi nyonya muda pertama Keluarga Narendra.


Sungguh sebuah title yang sangat luar Sungguh sebuah kemiskinan membatasi imajinasi.


Banyak sekali para penggemar Dara di seluruh penjuru negeri merasa patah hati mereka bukan hanya di gampar dengan kenyataan jika Dewi mereka memiliki kekasih.


Namun sekarang Dewi mereka secara terang-terangan mengatakan jika dirinya akan menikah kurang dari sebulan lagi.


Bahkan kini di halaman gedung perusahaan A.A Entertainment di penuhi dengan para wartawan. Mereka ingin menggali informasi lebih lagi untuk sebuah berita tentang Dara dan calon suami. Apalagi Kai di kenal sebagai laki-laki paling di cari, paling berpengaruh, paling kuat dan paling di inginkan oleh seluruh wanita di ibukota bahkan di negara ini.


"Apa wartawan masih berada di depan?" tanya Lucas.


"Hmm, bukannya berkurang malah terus bertambah sejak pagi tadi" ucap Feli tenang


"Hah, aku tidak menyangka jika pengaruh bos sangat luar biasa seperti ini. Bahkan ketika Xavier mengatakan jika ia memutuskan kontrak dan keluar dari dunia hiburan, itu tidak seramai ini" ucap Lucas menggaruk kepalanya.


"Ya, memang bos sangat luar biasa" ucap Feli terkekeh.


"Jangan di pikirkan, nanti juga mereka akan lelah sendiri. Cepat atau lambat mereka juga bubar, kamu hanya perlu membuat sebuah artikel atau postingan tentang hubungan bos. Tapi pastikan mendapat izin lebih dulu dari bos" ucap Feli mwmbefikan solusi dan memijat Lucas dengan cara memukul ringan di bahu Lucas.


Tidak banyak yang tahu, jika keduanya kini justru mengubah ikatan persahabatan mereka menjadi hubungan lebih serius. Ya, Feli dan Lucas saat ini adalah sepasang kekasih. Bahkan Lucas sudah melamar Feli dan menjadikannya satu-satunya wanita yang ia cintai.


Cinta memang tidak bisa di tebak datangnya dari mana, mungkin semua orang yang tahu tidak menyangka keduanya akan terlibat dalam hubungan percintaan.


Memang persahabatan antara laki-laki dan perempuan, sangat mungkin terlibat cinta di dalamnya. Jika bukan salah satunya, maka itu keduanya yang jatuh cinta.


Beruntung perasaan keduanya berbalas, hingga tidak ada kecanggungan apalagi tercerai berai ya sebuah ikatan hubungan baik yang mereka jalin sejak masa kanak-kanak.


Keduanya tidak go publik setidaknya untuk kurun waktu satu atau dua tahun ini, karena karir Feli sedang meroket dan berada di puncak karier. Hanya ada beberapa yang tahu kedekatan mereka, termasuk Dara dan semuanya mendukung hubungan mereka.


Dara sendiri tidak mempermasalahkan hubungan percintaan orang lain. Ia percaya keduanya bisa bertindak dengan profesional saat dalam waktu bekerja.


Meskipun tidak di pungkiri, sesekali keduanya yang di mabuk asmara itu mengumbar kemesraan jika sedang berdua.


...


Pagi hari saat wisuda, semua orang termasuk Dimas dan Ryan yang sengaja meliburkan diri setelah libur sekolah setengah bulan lamanya dan baru masuk seminggu itu.


Tentu Dimas juga tidak ingin melewatkan moment istimewa sang kakak mendapatkan gelarnya di bidang kedokteran.


Bukan hanya Dimas, tapi juga dua keluarga juga hadir, yakni Adi Raharjo dan Narendra. Untuk memberikan selamat pada Dara yang telah membanggakan mereka.


"Selamat sayang, mama bangga padamu" ucap Ellena memeluk Dara


"Terimakasih mah" ucap Dara tersenyum


"Selamat sayang, papa bangga padamu" ucap Adnan yang juga memeluk sang putri


"Terimakasih Pah" balas Dara tersenyum


"Kak, Dimas bangga sama kakak. Selamat ya kak sudah lulus dengan nilai luar biasa. Doakan Dimas juga bisa sesukses dan sehebat kakak" ucap Dimas memeluk sang kakak


Begitu pun yang lainnya juga, saling bergantian mengucapkan selamat. Termasuk Kai, ia menatap lembut calon istri yang tiga hari kedepan akan Sah menjadi istrinya itu.


Ia sungguh sangat merindukan Dara yang sudah seminggu tidak bertemu. Selain karena tugas di kemiliteran, mereka juga tengah di pingit dan tidak boleh bertemu walau sebentar saja.


Kebetulan ia di perbolehkan datang dan memberikan selamat pada Dara saat acara wisuda nya.


"Aku juga merindukanmu Abang" ucap Dara membalas pelukan Kai


"Setelah ini malu jadi menjemput Baby Langit?" tanya Kai


"Hmm, aku akan menjemputnya dan membawanya ke mansion, karena Manda akan kembali bekerja awal pekan depan" ucap Dara


"Apa tidak merepotkanmu? Sebentar lagi pasti kamu harus menjalani rangkaian perawatan dan persiapan untuk pernikahan kita" ucap Kai


"Tidak sama sekali, lagian ada Shine nanti yang membantuku menjadi baby Langit. Malah pernikahan sudah ada WO, dan juga mama Hesti juga sudah membuat gaun yang sangat indah untukku, aku lebih banyak bersyukur sekarang" ucap Dara.


"Jangan terlalu lelah, aku tidak bisa menemanimu dan mengawasi mu sampai hari pernikahan kita tiba. Jadi jaga kesehatan dan jangan sampai sakit apalagi terluka" ucap Kai


"Jangan khawatir, aku tahu batasannya. Kamu kapan mulai cuti bekerja?" tanya Dara.


"Besok masih ada pekerjaan, lusa aku sudah mulai libur. Ah jadi tidak sabar nunggu tiga hari lagi" ucap Kai membuat Dara terkekeh.


"Sabar ih, kan bentar lagi kita Sah" ucap Dara dengan wajah memerah.


"Aku nggak sabar Yang, kau tahu sudah berapa lama aku menunggu momen tiga hari kedepan" ucap Kai


"Aku paham" ucap Dara yang mengambil jemari Kai dan menggenggamnya.


Ia sangat merindukan sentuhan Kai, begitu pun Kai. Jika saja mereka tidak berada di tempat umum dan bersama dua keluarga besar. Ingin sekali Kai mencium bibir ranum milik calon istrinya itu.


Mereka pun kemudian mengobrol ringan sebelum bersiap untuk pulang, Dara juga sudah kembali ke sebuah ruangan dan Menganti pakaiannya.


Saat ia ingin menghampiri keluarganya yang berada di tempat parkir, matanya tidak sengaja melihat seseorang dengan kondisi tubuh Kumal tengah menatapnya dari kejauhan.


Deg!


Dara terkejut, namun ekspresi wajahnya terlihat biasa saja seolah tidak ada hal penting yang ia lihat barusan.


Dara bergegas beranjak ke tempat mobil keluarganya berada. Dara juga meminta mereka untuk bergegas pergi dan makan siang bersama di restoran milik ya.


"Kamu kenapa sayang?" tanya Ellena yang melihat putrinya itu hanya diam saja sejak masuk mobil.


"Tidak ada apa-apa mah" ucap Dara dan tersenyum simpul.


"Aku tahu dia datang, tapi aku harap kakak tidak luluh dan tidak membiarkan bajingan itu masuk ke keluarga kita. Aku belum memaafkannya kak, aku sangat benci dengan nya" ucap Dimas berbisik sangat pelan ke telinga sang kakak yang memang posisi duduk mereka di mobil adalah Dimas-Dada-Ellena.


Dara yang mendengar itu terkejut saat mengetahui jika Adiknya juga tahu, ia kemudian tersenyum dan mengelus kepala Dimas dengan sayang.


"Jangan khawatir, itu tidak akan terjadi. Kakak janji" ucap Dara tersenyum.


Dimas pun memeluk kakaknya dengan erat, membuat Ellena dan yang duduk di belakang bingung dengan tingkah Dimas tiba-tiba.


"Dimas hanya ingin manja padaku sebelum aku menikah" ucap Dara yang tahu jika semuanya penasaran dan menatapnya, dan Dara memberikan alasan yang masuk akal membuat mereka mau tidak mau percaya.


"Banyak luka yang kau berikan pada kami terutama Dimas yang tidak pernah merasakan apa itu kasih sayang dari sosok orang seperti mu. Jadi jangan salahkan kami, jika kami masih belum membuka pintu maaf itu" ucap Dara dalam hati dan sembari mengecup kepala sang adik.


...•••••••...