
Dimas mendengar dan meresapi apa yang di ucapkan kakaknya, ia tahu jika kakaknya mengatakan yang sebenarnya mengenai orang itu. Perihal kakaknya mengetahui keberadaan ayah kandung mereka itu dan juga mengawasinya.
Terlebih saat Dara mengatakan jika Agung sama sekali tidak berubah, dan tetap bertingkah seperti dulu. Dimas tetap percaya sepenuhnya dengan Dara
"Lalu kita harus apa kak?" tanya Dimas pada kakaknya
"Apa Dimas mau bertemu dengannya atau ingin dia kembali tinggal bersama kamu?" tanya balik Dara.
Dimas langsung menggelengkan kepalanya dengan keras.
"Nggak kak, Dimas percaya seratus persen dengan ucapan kakak. Dimas nggak mau terlihat dengan orang itu lagi" ucap Dimas
"Kamu yakin? Tidak akan menyesal? Kamu bisa memikirkannya dengan baik lebih dulu, kakak akan memberikan kamu waktu untuk berpikir. Kamu bisa memikirkan dan juga kamu punya hak untuk mengambil keputusan" ucap Dara lagi
"Dimas tidak lagi membutuhkan orang itu, Dimas yakin dengan keputusan Dimas. Lagian aku harus lebih bersyukur, Tuhan sudah sangat baik memberikan seorang kakak yang sempurna seperti kak Dara. Mama Ellena, Papa Adnan, Kakek Gusti, Kak Kaisar, Kak Alan, Ryan, Pak Agam dan yang lainnya juga melimpahkan kasih sayangnya padaku.
Aku tidak menginginkan kasih sayang lainnya, bahkan aku yakin jika orang itu tidak akan menyayangi ku dengan tulus meskipun ia adalah ayah kandung kita" ucap Dimas yakin.
"Anak pintar, kamu istirahat saja sekarang, biar masalah orang itu kakak yang urus. Kalau kamu berubah pikiran dari yang kamu ucapkan tadi, kamu bisa bilang sama kakak. Jangan ragu atau pun sungkan" ucap Dara.
"Iya kak, makasih selalu meminta pendapatku dan menghargai semua yang aku ucapkan. Dimas sayang kakak, makasih sudah menjadi kakak yang baik untuk Dimas selama ini" ucap Dimas.
"Kakak juga berterimakasih padamu, karena dengan adanya kamu. Kakak sanggup menjalani kehidupan berat di masa lalu, kakak harap kamu selalu bahagia. Kamu akan selalu menjadi adik yang paling kakak sayangi" ucap Dara mencium kepala Dimas.
Setelahnya Dara keluar dari kamar adiknya dan berjalan keluar.
....
Di ruang keluarga, Dara hanya melihat Suami, mama dan Shine di sana.
"Di mana yang lain?" tanya Dara
"Di lantai dua, Ryan dan Ezio mengajak Langit bermain di sana" ucap Kai, Dara mengangguk.
"Bagaimana keadaan Dimas, Ra?" tanya Ellena.
"Dimas baik-baik saja mah, ia hanya terkejut karena sesuatu yang mengguncang hatinya sejenak" ucap Dara
"Ada apa? Apa yang terjadi?" tanya Ellena khawatir.
"Dimas bertemu orang itu, orang itu berhasil menemukan kami yang tinggal di ibukota dan dia menghampiri sekolah Dimas tadi" ucap Dara, tidak menutupi hal itu pada mama-nya.
"Kurang ajar, beraninya dia. Papah dan kakek mu harus tahu ini!" ucap Ellena marah, ia tahu orang yang di maksud adalah Agung.
Seluruh anggota keluarga Adi Raharjo tahu apa yang terjadi di masa lalu Dara dan Dimas. Mereka sangat membenci agung sampai ke tulang-tulang, mengingat apa yang sudah di lakukan pria bajingan itu pada putri juga Adik kesayangan keluarga Adi Raharjo.
"Mah, tenanglah. Jangan gegabah, biarkan saja orang itu melakukan apa yang ia mau, toh ia tidak akan bisa berbuat apa-apa dan Dara tidak akan mengakuinya" ucap Dara
"Mah, itu nggak mungkin" ucap Dara
"Nggak mungkin gimana? Kamu masih mengharapkan bajingan itu? Kamu nggak ingat betapa tersiksanya Kamu, Dimas dan ibumu dulu? Nayla adalah adikku dan Adrian, dia menderita selama belasan tahun. Itu membuat kami merasa tersiksa dan merasa teramat sangat bersalah karena terlambat menemukan kalian" ucap Ellena meluapkan semua yang ia rasakan.
"Mah, buka itu maksud Dara" ucap Kai
"Lalu apa?" tanya Ellena
"Dengarkan dulu mah, jangan terbawa emosi. Kai mengerti perasaan mama dan yang lain akan merasa panas jika membahas hal yang menyangkut orang itu. Tapi di sini Dara dan Dimas yang lebih berhak memutuskan, dan juga Dara tengah hamil mah. Tolong pelankan suara mama, jangan buat Dara kepikiran. Itu tidak baik untuk kandungannya" ucap Kai menengahi
Ellena sadar jika ucapannya terlalu berlebihan, ia tidak sadar jika ucapannya membuat Dara tertekan.
"Maafkan mama, mama..." ucap Ellena
"Dara tahu mah, memang membicarakan orang itu sangat sensitif. Dafa paham, tapi Dara memiliki alasan tidak menghabisi orang itu, meskipun itu sangat mudah bagi Dara melakukannya" ucap Dara
"Bagaimana pun Dara dan Dimas adalah anak kandung orang itu, terlepas baik dan buruknya orang itu. Dara tidak mungkin membunuhnya meskipun kebencian Dara padanya sangatlah besar. Jika Dara melakukannya, itu akan membuat luka besar dan juga penyesalan yang tidak berujung di hidup Dara dan Dimas. Bagaimana pun di tubuh kami mengalir darahnya, itu tidak bisa di pungkiri.
Segala hal di dunia ini ada karmanya, maka dari itu. Biarkan orang itu merasakan karena dari perbuatannya di masa lalu. Lagian tidak akan ada yang percaya kalau dia adalah ayah kandung kamu berdua" ucap Dara
"Lalu bagaimana kalau dia melakukan test DNA di masa depan untuk membuktikannya?" tanya Ellena
"Apa itu mungkin? Bahkan untuk makan dan tidur saja akan sangat sulit" ucap Dara
"Bisa jadi, karena segala kemungkinan bisa saja terjadi tanpa kita duga. Apalagi saingan bisnis keluarga kita sangat banyak, bisa saja ini di manfaatkan oleh oknum tertentu" ucap Ellena.q
"Mama tidak perlu khawatir tentang hal itu, Dara sudah mengantisipasinya. Dara bisa memanipulasi jika test mau tidak mau di lakukan" ucap Dara.
"Bagaimana caranya, kalau di rumah sakit milikmu atau Keluarga Prayoga, hal itu bisa di urus dengan mudah. Bagaimana kalau di rumah sakit yang lain?" tanya Ellena
"Hasilnya akan sama saja, mama tenang saja" ucap Dara
"Kok bisa?" tanya Ellena.
"Aku bisa membuat hubungan darah yang mengalir di tubuhku, terputus dalam kurun waktu enam bulan" ucap Dara
"Caranya?" tanya Ellena dan Kai bersamaan, sedangkan Shine hanya menyimak sejak tadi.
"Dara membuat pil arteri, pil ini akan membuat darah orang yang mengkonsumsinya mengalami perubahan selama kurun enam bulan. Ada pengaruh genetik yang mengubah sususan Sel dalam darah, hingga jika di lakukan uji tes darah akan mengalami kesulitan untuk pencocokan. Data. Tenang, Dara juga sudah membuat penawarnya juga" ucap Dara.
"Ada yang begitu? Luar biasa!" ucap Ellena dan Kai, bahkan Shine juga tercengang.
Pil Arteri adalah pil terobosan terbaru, setelah melakukan pengujian beberapa kali. Dara melakukan hal ini untuk mengantisipasi hal yang tidak di inginkan.
...••••••...