
Kedatangan Dara, Kai dan yang lain di sambut hangat oleh keluarga Adi Raharjo, termasuk kedua kakak Dara yang sangat protektif terhadap adiknya itu.
Sungguh pemandangan yang langka mslihat dua keluarga terkaya dan terkuat di negeri ini tengah berkumpul bersama dalam satu ruangan.
"Waahhh kau masih terlihat muda dan energik Ja!" ucap Gusti begitu semangat sembari berpelukan dengan sahabat lamanya itu.
Memang keduanya hanya selisih dua atau tiga tahun. Tapi memang dasarnya Dierja seorang kultivator jadi dia terlihat lebih muda. Sedangkan Gusti hanya manusia biasa yang tentunya penuaan sangat mungkin terjadi.
"Ah itu harus! Ha-ha-ha.... kau juga masih terlihat muda di banding usiamu, badanmu masih tegap saja Gus" ucap Dierja tersenyum.
"Aku menjaga pola hidup sehat, aku ingin tetap hidup sampai punya cicit dan cicitku beranak Pinak lagi. Ini juga karena cucu kesayangan ku yang mengobati penyakitku dan aku merasa lebih energik setelah sehat" ucap Gusti terkekeh.
Gusti meskipun sudah tua, ia selalu rajin berolah raga dan menjaga pola makannya, tidak heran tubuhnya masih tegap di usianya yang sekarang. Jadi ia sangat sehat, terlebih Dara sudah memberikan perawatan terbaik untuknya.
"Dara yang mengobatimu?" tanya Gusti
"Ya siapa lagi, kalau bukan cucu perempuan ku yang sangat berharga" ucap Gusti terkekeh
"Kau benar, Dara harta yang paling berharga, dia seperti berlian yang tidak akan kehilangan kilaunya. Kau sangat beruntung memiliki cucu yang sangat luar biasa Gus" ucap Dierja dengan tulus.
"Ha-ha itu pasti, bukannya kamu juga akan menjadi opah nya juga? Tidak menyangka kita akan berbesanan" ucap Gusti.
"Benar!" gelak tawa dua orang sesepuh itu memenuhi ruangan.
Ellena meminta pelayan menyuguhkan minuman dan camilan untuk tamu mereka. Mereka terlihat seperti reuni dua keluarga yang lama tidak bertemu.
Kai senang kedua keluarga nya akrab, namun ia tidak berhenti gugup karena kedatangan mereka adalah untuk melamar Dara sebagai istrinya.
Mereka kemudian makan siang bersama, hidangan lezat sudah tersaji di atas meja. Membuat siapapun yang melihatnya akan tergiur untuk memakannya.
Makanan itu di masak oleh Ellena, Rose dan di bantu salah seorang pembantu. Rose juga ikut dalam perjamuan itu, tidak ada yang melarangnya untuk ikut. Karena bagaimana pun Rose sudah seperti bagian dari keluarga Adi Raharjo.
Ellena memperkenalkan Rose pada Hesti dan juga Sarah. Mereka sangat mudah bersosialisasi, meskipun baru pertama kali bertemu mereka sudah terlihat sangat akrab. Kecuali Sarah dan Ellena, yang memang sudah beberapa kali bertemu saat ada acara Perusahaan.
Rose ikut bahagia namun ia juga sedih teringat sahabat baiknya yang tidak bisa menyaksikan anak gadisnya di lamar seorang pria tampan dan juga luar biasa. Ia berdoa semoga sahabatnya itu bisa bahagia melihat Dara bahagia dari atas sana.
Mereka semua menikmati makan siang itu dengan khidmat, tanpa ada suara saat mereka makan. Selesai makan, mereka berkumpul kembali di ruang keluarga untuk membahas perihal lamaran Kai untuk Dara.
....
"Tuan besar Gusti, tuan Adnan dan Nyonya Ellena, seperti yang sudah anda tahu. Kedatangan kami kemari untuk melamar cucu perempuan dan putri perempuan kalian satu-satunya, Addara Azalea Adi Raharjo untuk putra sulung kami Kaisar Raka Narendra. Mohon maaf sebelumnya karena kedatangan kami yang mendadak, mengejutkan kalian semua" ucap Galuh dengan sopan.
Sungguh hal yang tidak biasa bagi seorang Galuh yang dingin dan datarnya yang tidak bisa di lawan kecuali oleh putranya sendiri. Bisa bicara dengan kalimat sedemikian panjangnya.
Baginya ini adalah hal yang bisa ia lakukan untuk putra semata wayangnya itu.
"Tuan Galuh dan semuanya, kami menerima kedatangan kalian dengan tangan terbuka. Namun untuk hal melamar kami tidak bisa memberikan jawaban, kecuali putri kami Dara yang menjawabnya sendiri. Sebagai seorang orang tua, saya sepenuhnya menyerahkan semuanya pada anak dan mendukung mereka dari belakang. Karena sesungguhnya kebahagiaan anak-anak adalah kebahagiaan kami juga sekeluarga" ucap Adnan yang di angguki oleh keluarga Narendra.
"Jadi Nak Dara, apa kamu menerima lamaran cucuku?" tanya Dian dengan lembut pada calon cucu menantu nya.
"Ya" ucap Dara dan mengangguk, hal itu membuat senyum di wajah Kai mengembang seketika. Jika tidak orang lain ia akan berteriak kencang, memeluk dan menciumi gadisnya itu.
Jujur saja sebenarnya Dara juga gugup, ia sudah memikirkan hal itu sejak lama. Keputusan nya sekarang akan menentukan masa depannya kelak dan ia yakin bersama Kai, Ia bisa menjalani itu semua. Baik suka dan duka, baik dan buruknya, mereka akan menjalaninya bersama dengan cinta.
....
Sedangkan untuk pernikahan mereka akan di bicarakan kembali setelah Dara lulus kuliah.
"Berarti pernikahan akan di lakukan dua atau tiga tahun lagi?" tanya Ellena pada yang lain
"Tidak, mungkin tahun ini mereka menikah" jawab Hesti
"Tapi bukannya Dara baru semester empat? Butuh waktu yang lama untuk lulus dan mendapatkan gelar Dokter nya setidaknya dua tahun setengah lagi paling cepa" ucap Ellena
"Besok, Dara akan ajukan judul skripsi mah" ucap Dara yang membuat semua orang di keluarga Adi Raharjo terkejut.
"Secepat itu?" tanya Revan, Dara mengangguk.
"Aku rasa untuk dasar kedokteran aku sudah mengingatnya di luar kepala. Untuk penanganan pasien dan lain-lain, aku bahkan bisa di bilang cukup bagus. Aku sedikit bosan, lebih baik aku langsung terjun ke masyarakat" ucap Dara
"Cukup bagus apanya? Kamu itu sangat-sangat bagus, keterampilan kedokteran dan juga meracik obat. Kamu tidak ada lawan sayang. Bahkan dokter terkenal dan terhebat saja harus lepas topi dan hormat dengan keterampilan kamu" ucap Ellena yang memang basic keluarga Prayoga adalah di bidang kesehatan.
Bahkan keluarga Prayoga adalah Keluarga yang merajai ilmu kedokteran dalam Beberapa generasi. Ayah Ellena saat ini adalah seorang kepala kedokteran Nasional.
"Mamah terlalu berlebihan" ucap Dara
"Tidak berlebihan nak, kamu memang sangat menonjol dan hebat. Benar kata mama kamu, meskipun kamu masih sangat muda, tapi keterampilan kedokteran yang kamu miliki, belum ada yang bisa menyaingi nya" ucap Dierja, karena dia sudah membuktikannya. Bahkan luka dalam miliknya sembuh sepenuhnya, bahkan meridian yang tertutup terbuka kembali dan dirinya bisa melanjutkan kultivasinya.
Pertemuan itupun akhirnya selesai, mereka tidak menginap karena besok mereka harus melakukan kegiatan mereka.
Tapi sebelum mereka kembali ke ibukota, mereka sempat mengobrol. Kai yang akan di interogasi oleh kedua kakak Dara. Dara yang duduk bersama para mom dan yang lain berkumpul bersama di ruang tamu. Sedangkan Dimas dan Ryan di ajak Bara jalan-jalan sembari menunggu waktu sore sebelum mereka kembali ke ibukota.
"Aku memiliki hadiah untuk Mama Ellena, mama Hesti, Tante Sarah dan Tante Rose" ucap Dara memberikan masing-masing dua botol porselen.
"Apa ini Ra?" tanya mereka kompak.
"Pil kecantikan dan pil penyembuh level rendah. Pil kecantikan mungkin mama Ellena sudah tahu khasiat nya, dan yang lain bisa melihat betapa mudanya mama Ellena bukan?" ucap Dara
"Ini buatan kamu?" tanya Rose Dara hanya mengangguk
"Jadi jeng Ellena terlihat seperti wanita akhir dua puluhan itu karena obat buatan Dara? Luar biasa, awalnya aku ingin tanya sama jeng Ellena loh, kok bisa terlihat sangat muda di banding terakhir kali kita bertemu saat acara ulang tahun Eka group di kota P waktu itu. Wah kalau begitu makasih banyak ya Ra, ini hadiah yang sangat berharga" ucap Sarah dengan antusias.
"Jadi beneran kamu kembali muda karena obatnya Dara, Lena?" tanya Rose tidak percaya.
Ia pikir Ellena kembali muda karena membeli obat di master yang membuat obat yang di jual di lelang waktu itu. Ternyata master yang di maksud adalah Dara.
"Hmm, tapi kalian jangan menyebarkannya. Aku khawatir Dara kenapa-kenapa nantinya karena di incar oleh orang-orang yang jahat" ucap Ellena
"Maksud mama?" tanya Dara tidak mengerti
"Obat yang di pelelangan itu kamu yang buat kan?" tanya Ellena, Dara mengangguk tidak menyembunyikannya dari keluarga, karena ia yakin Keluarga nya tidak akan menyebar luaskan nya.
"Banyak orang yang mencari tahu identitas dan keberadaan dari Grand master yang membuat obat itu, yang tak lain adalah kamu. Makanya mama tidak pernah mengatakannya pada siapapun sampai hari ini" ucap Ellena
Dara terkejut mendengarnya, namun ia tidak masalah dengan hal itu. Ia yakin identitas nya tidak akan di ketahui oleh publik kecuali Dara sendiri yang ingin mengekspos nya.
...••••••...