The Greatest Female Soul

The Greatest Female Soul
356. Kai terluka



Saat Radit akan pergi untuk memanggil gurunya, entah sejak kapan Flo sudah berhenti di depan menghalangi jalannya.


"Menyingkir kau dasar ja*ang!!" pekik Radit merasa kesal dan mengarahkan kekuatannya pada Flo agar Flo menyingkir.


BOOOM!!!!


"Aaaaakkkkhhh!!!" teriak Radit terdorong oleh kekuatan besar dan menabrak meja di belakangnya.


Flo tidak sungkan memberikan pukulan kuat pada Radit hingga pria itu memekik kesakitan. Serangan Flo barusan nyaris mengenai pusat energi milik Radit.


"Kalian mencari kematian!" ucap Tobby marah saat melihat Radit di serang dan terluka.


Ia bergerak untuk menyerang Flo, tentu saja Dark tidak tinggal diam. Ia memblokir serangan itu terlebih dulu, namun ternyata ia sedikit meremehkan lawan yang ia hadapi saat ini.


Tobby tidak sama seperti lawan-lawan sebelumnya, biasanya Dark bisa dengan mudah mengalahkan lawan yang tingkat kultivasinya lebih tinggi darinya.


Namun Tobby di sini yang memiliki tingkat kultivasi lebih tinggi darinya satu tingkat, bukanlah lawannya. Saat Shine melawan Tobby, Tobby hanya menggunakan setengah kekuatannya saja.


Jika ia mau, ia bisa membunuh Shine saat itu, sayangnya gurunya menyerang Shine lebih dulu.


"Dasar bocah!" ucap Tobby berdecih meremehkan Dark yang kini justru terluka meskipun tidak parah.


"Mundur Dark!" ucap Flo, Dark pun mengangguk lalu berjalan mundur.


"Kau pikir bisa mengalahkanku? Kau terlalu percaya diri nona" ucap Tobby.


"Nafas mu bau tanah kuburan pak tua" ucap Flo menjepit hidungnya dengan kedua jarinya.


"Beraninya kau" ucap Tobby marah mendengar itu kemudian langsung menyerang Flo.


Flo mengangkat sebelah sudut bibirnya, ia ingin mencoba menggunakan kekuatan fisiknya melawan Tobby. Mengingat kultivasi keduanya berada di tingkat yang sama, ia ingin mengukur kekuatannya saat mendapat lawan sepadan.


Wuuusshh....


BUGH!!!


Flo menghindar dari serangan Tobby da berhasil mendarat kan Bogeman mentah nya ke wajah Tobby.


"****!!!" pekik Toby merasakan sakit di pipi kirinya dan juga merasa terhina di kalahkan oleh seorang wanita.


Ia tidak menyangka jika pukulan Flo sangat menyakitkan, meskipun tanpa di aliri Chi sekalipun. Ia kembali menyerang Flo dengan kekuatan yang ia miliki.


Syuuuttt...


Wuushhh...


Tobby merasa geram karena serangannya selalu bisa di hindari. Ia pun merasa kesal mengumpulkan kekuatan penuhnya dan menembakkannya langsung ke arah Flo.


"Hais, dasar banci!" ucap Flo menangkis serangan itu dengan Barier Chi miliknya. Karena ia merasa pukulan itu sangat kuat dan itu akan bahaya jika ia menahannya dengan fisik secara langsung.


"Tarik kembali ucapanmu, wanita Ja*ang!!" ucap Tobby


"Kau tidak punya cermin di mansion sebesar ini, banci tua?? Pantas saja!" ucap Flo mengejek Tobby


Ia sama sekali tidak terpancing ucapan Tobby yang mengatainya ja*ang. Justru ia mempermainkan emosi lawannya balik.


"Ku bunuh kau!!!" ucap Tobby marah hingga menyerang Flo dengan membabi buta.


"Dapat!" ucap Flo senang karena mendapat celah untuk melayangkan pukulan.


BUGH!!!


KRAK!!!


"Akkhhh...." teriak Tobby saat ia terkena pukulan keras tepat mengenai dadanya, hingga tulang rusuknya patah dan organ vitalnya kini terluka parah.


"Ouuuppss.... Maaf pak tua, tanganku kepleset dan tidak sengaja mengenai tulang tua mu yang gemulai itu" ucap Flo dengan wajah menyebalkan.


"Uhuuuukkk.... Huugghhhh!!! Kau..." Tobby memuntahkan seteguk darah dan menatap tajam ke arah Flo.


"Matamu minta di colok pak tua!" ucap Flo saat melihat Tobby melotot padanya. Flo kini sudah mengambil ancang-ancang untuk menendang kepala Tobby.


Namun teriakan Flo menghentikan gerakan Yang akan ia lakukan.


"Abang!!" teriak Dara.


Flo menoleh dan melihat Kai tengah berlari dan menangkap seseorang yang di jatuhkan dari lantai dua. Lalu Flo menatap seseorang yang berdiri di atas pagar pembatas lantai dua.


Kembali pandangannya ke seseorang yang tak lain adalah Doni yang berada di pangkuan Kai. Ya, yang di lempar ke bawah adalah Doni dan yang lebih mengejutkannya lagi Doni saat ini mengalami luka yang cukup parah.


Flo menatap tidak percaya, karena Doni adalah kultivator senior yang berada di tingkat Dao, namun di kalahkan dengan mudah oleh orang yang kini berada di lantai dua yang tengah menatap tajam ke bawah.


"Sangat berani! Sangat berani! Memiliki kepercayaan diri mana kalian berani menerobos ke tempatku!.." ucap orang itu dengan suara menggeram marah


Yang tak lain adalah Bisma dan mengeluarkan aura kultivasi miliknya dan menekan semua orang di sana kecuali Dara yang tidak tergoyah.


"Sangat kuat...." lirih Flo merasakan tubuhnya sangat berat saat ini karena tekanan Bisma.


"Kalian menganggu kesenanganku malam ini" ucap Bisma lagi.


Ia langsung menyerang orang yang tak lain adalah Doni yang tengah mengintainya dan membuatnya kesal. Setelahnya ia menyadari ada yang tidak beres terjadi di luar kamar dan menyaksikan kalau kedua muridnya hampir saja terbunuh.


Bisma melompat dari lantai dua, melayang tepat dua meter dari permukaan. Matanya membola melihat kecantikan Flo, terlebih kecantikan Dara yang membuat jantungnya berdebar kencang.


Emosinya tiba-tiba mereda, sudut bibirnya terangkat seperti ia mendapatkan harta Karun.


"Guru...." ucap Tobby dengan lirih dan menahan sakit.


"Mundurlah!" ucap Bisma.


Tobby mengangguk dan merangkak mundur, menjauh dari Flo dan yang lainnya.


"Aku tidak menyangka, dua wanita cantik mendatangiku dengan suka rela. Kemarilah sayang, aku tidak akan menyakiti kalian berdua. Justru aku akan memberikan kenikmatan untuk kalian berdua, bagaimana kalau kita bermain bersama setelah ini" ucap Bisma menatap Dara dan Flo dengan tatapan Ca*ul yang menjijikan itu.


"Tutup mulutmu tua Bangka!!" teriak Kai marah saat istri dan juga adik iparnya di lecehkan tepat di depan matanya.


"Wooooh ingin menjadi pahlawan untuk wanita cantik rupanya, pergilah selagi aku berbaik hati padamu. Tinggalkan dua wanita cantik dan mengg*irahkan ini di sini sebagai kompensasi atas apa yang kalian lakukan di kediamanku!" ucap Bisma menatap Dara dan Flo bergantian dengan senyum me*umnya


"Kurang ajar!!!" ucap Kai. Mencoba lepas dari aura kekuatan Bisma yang membuatnya tertekan.


Wuushhhh....


Kai melayang di udara dan menyerang Bisma, namun Bisma hanya tersenyum dengan tatapan mengejeknya.


Slashhhh...


wuusshhh....


Kai menyerang Bisma dan bisa di hindari dengan mudah oleh Bisma, Kai terus menyerang Bisma.


"Tekan emosimu bang..." ucap Dara sedikit berteriak saat melihat pertarungan itu.


Kai mencoba mengatur kembali emosinya dan kembali menyerang Bisma. Istrinya benar, ia tidak bisa terpancing saat bertarung, terlebih lawannya sangat kuat.


Bisma merasa kesal, meskipun Kai lebih lemah darinya namun beberapa kali ia sempat terkena pukulannya meskipun tidak berefek banyak padanya, tapi ia merasa marah karena sebelumnya belum pernah ada yang bisa menyentuhnya.


BOOMMM!!!


Ledakan terjadi saat dua kekuatan dari dua orang itu bertabrakan.


"uugghhh..." Kai terpukul mundur karena serangan Bisma dan merasa cukup sakit di dadanya yang terkena pukulan yang sangat kuat.


Wuusshhh....


BLAM!!!


Serangan Bisma kembali dan Kai menghindar hingga mengenai lemari pajangan yang langsung hancur lebur.


Pertarungan keduanya kembali terjadi, benturan kekuatan keduanya membuat mansion dalam keadaan berantakan.


BAK!!! BUK!!! BAK!!! BUK!!!


Kai sedikit kualahan, karena kekuatan Bisma tidak bisa di anggap remeh sama sekali.


DUARRR!!!!


Kai terdorong dan menghantam tembok hingga tembok itu hancur.


"Abang!!!" teriak Dara


"Kakak!!!" teriak Flo bersamaan.


"Ha-ha-ha... Kau sama sekali bukan lawanku, anak kecil" ucap Bisma tertawa.


"Berani ya kau!!!" Flo mencoba menghilangkan tekanan dan menyerang Bisma, namun Bisma justru melayangkan kekuatannya pada Flo hingga ia terdorong.


"Aaaaakkhhh!!!!" teriak Flo dan mengeluarkan seteguk darah.


"Flo...!!!" teriak Dara dan Kai.


Dara merasa amarahnya berkobar, ia ingin ikut maju, namun Kai menggelengkan pelan kepalanya. Kai tidak ingin istrinya juga terluka, apalagi saat ini Dara tengah hamil.


"Aku hanya memberikan pelajaran dan pukulan kecil itu untukmu cantik, diamlah dan jangan ikut campur! Jadilah wanita baik dan penurut, aku tidak janji untuk tidak membunuhmu jika kau berani mengacau lagi" ucap Bisma pada Flo.


Lalu Bisma dengan cepat menghampiri Kai dan memberikan pukulan lainnya. Ia ingin sekali membunuh pria tampan di depannya itu, sebagai laki-laki ia sangat tidak suka melihat laki-laki tampan di depannya.


Terlebih Pria itu bersama para perempuan cantik dan Bisma akan melenyapkan Kai. Dengan begitu ia bisa menikmati dua keindahan yang ada di dalam kediamannya itu.


BLAM!!!!


Syuuutttt!!!


Bisma mengeluarkan kekuatan besar untuk membunuh Kai dalam satu serangan. Hingga terdengar ledakan karena benturan kekuatan yang sangat keras di sana.


Bisma mengerutkan kening tidak suka saat ia justru terdorong mundur dan tangannya merasa kebas karena nya.


...••••••...