The Greatest Female Soul

The Greatest Female Soul
59. Cucu keluarga Adi Raharjo



Lucas terkejut saat tahu jika Xavier, aktor terkemuka itu ingin mengajukan kontrak dengan agensinya. Lucas tahu Xavier merupakan aktor yang sangat keras kepala, namun ia merupakan aktor yang sangat berkomitmen saat bekerja.


Ia terkenal dengan kemampuannya yang mumpuni saat berakting. Dan ia tidak pernah mendapat skandal apapun selama ia berkarir.


Xavier menoleh ke kanan dan ke kiri, ia mencari sosok wanita yang mampu membuatnya terpikat itu. Namun ia tidak melihatnya.


"Tuan Lucas, di mana ketua?" tanya Xavier


"Ketua? Ah, maksudmu pemilik perusahaan-? Kebetulan ketua sedang bersama dengan Feli, apa kau mengenal ketua?" tanya Lucas balik.


"Tidak, aku hanya penasaran saja dengan ketua misterius agensi ini. Tadi anda mengatakan ketua sedang bersama Feli, maksud anda artis wanita populer Felicia?" tanya Xavier, Lucas mengangguk.


"Kelihatannya ketua perusahaan sangat dekat dengan para artisnya" ucap Xavier tersenyum.


"Ketua memang sangat baik, tapi Feli sedikit spesial. Bukan karena dia sedang naik daun, tapi karena Feli aku mengenal ketua. Mungkin kau sudah pernah mendengarnya jika perusahaanku hampir gulung tikar. Kalau tidak ada ketua, aku mungkin tidak akan berada di industri ini lagi" ucap Lucas, Xavier mengangguk paham.


Lucas tidak memikirkan yang jauh, ia mengira Xavier hanya ingin mengetahui siapa Ketua sama seperti orang lain. Namun tidak dengan Enda, ia paham dengan artisnya. Ia tahu jika Xavier tertarik dengan ketua dari A.A Entertainment itu.


Xavier tidak banyak menuntut atas pengaturan dari A.A Entertainment, ia segera menandatangani kontrak. Lucas sedikit bingung karena Xavier sama sekali tidak keberatan atau mengajukan pengaturan lain untuk kontrak kerjanya.


Kontrak itu selesai dengan cepat, Xavier ingin berkeliling di gedung perusahaan yang baru. Jadi Lucas mengantarnya berkeliling.


Saat sampai di area lantai 5, mata Xavier berbinar saat ia melihat gadis yang ia cari tengah duduk mengobrol dengan Feli. Lucas dengan sopan menyapa Dara saat ia melihatnya.


"Ketua..." sapa Lucas dengan sopan


"Hai Lucas" ucap Dara membalas sapaan Lucas.


Feli ingin menyapa Lucas juga, namun ia terkejut karena melihat Lucas berjalan bersama dengan Xavier dan Enda.


"Luc, ini..." ucap Feli


"Ah ya Ketua, Feli, perkenalkan ini Xavier. Dia mulai hari ini bergabung dengan perusahaan dan menjadi artis di bawah A.A Entertainment" ucap Lucas mwmbuat Feli terkejut dan tidak percaya.


"Hallo salam kenal nona Feli, Ketua. Perkenalkan saya Xavier atau bisa panggil Vier saja agar lebih akrab" ucap Xavier tersenyum manis.


"Salam kenal, aku Feli" ucap Feli dengan antusias.


"Salam kenal" ucap Dara datar saja namun ia mengangguk sebentar sopan.


"Boleh saya tahu nama ketua? Jika kita tidak sengaja bertemu di luar, saya tidak mungkin memanggil anda tanpa tahu nama anda" ucap Xavier tersenyum


"Addara, panggil saja Dara" ucap Dara.


"Addara yang berarti kecantikan yang abadi, nama yang cantik seperti orangnya" ucap Xavier.


Enda yang mendengarnya mengerutkan alis. Ia tahu jika Dara terlihat cantik meskipun tertutup masker. Namun ia tidak tahu wajah aslinya. Dia berpikir, apakah Xavier pernah melihat wajah Ketua? pikirnya.


Dara tidak menyangkal ucapan Xavier, karena memang namanya berarti demikian. Sama dengan arti nama Annchi yang memiliki arti yang sama yakni kecantikan yang abadi.


Dara tidak lama di sana, ia memutuskan untuk pulang. Ia menolak makan bersama sebagai acara penyambutan Xavier yang bergabung di perusahaan. Ia tidak ingin menyebabkan keributan lain, jadi ia memilih makan bersama dengan Adiknya di mansion.


Xavier terlihat kecewa, namun ia tidak bisa berbuat apa-apa.


Di kediaman Cabang keluarga Pramana, Robert sangat marah saat mengetahui anaknya masuk ke rumah sakit. Robert tidak langsung menghubungi keluarga induk Pramana dan memilih menghubungi pihak universitas.


Namun ia lebih marah karena pihak universitas justru memihak Dara. Jadi ia tidak memiliki pilihan lain selain memberi tahu ayahnya.


Ayah Robert atau kakek dari Romeo bernama Hendarto Permana. Hendarto adalah keponakan dari ayah kepala keluarga Pramana saat ini.


Kepala keluarga Pramana bernama Bhanu Pramana, yang sudah berumur 66 tahun selisih 3 tahun dengan Hendarto.


Hendarto menghubungi Bhanu menceritakan apa yang terjadi pada cucunya. Bhanu mengerutkan keningnya saat mendengar itu. Meskipun ia tahu jika Romeo yang salah, namun ini melibatkan nama baik keluarga mereka. Jadi Bhanu menelepon Emir setelahnya.


"Hallo, tuan besar Pramana" ucap Emir dengan sopan, ia tidak menyangka jika kepala keluarga Pramana yang langsung menelepon dirinya.


"Aku tidak ingin basa-basi. Apa penjelasan kamu mengenai masalah Romeo. Mengapa kamu lebih memihak Gadis itu dan mempermalukan keluargaku?" ucap Bhanu dengan tidak sabar.


"Saya tidak berniat mempermalukan keluarga Pramana tuan besar. Namun hal ini bermula karena Romeo sendiri yang melakukan perundungan terlebih dulu, dengan menyuruh teman-temannya menulis ucapan kotor di meja dan juga merusak motor nona Dara, bahkan menghinanya secara verbal" ucap Emir


"Tapi itu tidak berarti kamu membelanya, dia juga memukuli anggota keluargaku. Aku bisa saja menutup universitas milikmu dan juga semua bisnis keluargamu!" ucap Bhanu mengancam.


"Aku tetap memihak yang benar tuan besar, maafkan aku" ucap Emir


"Kau.... Apa kau ingin ingin menghancurkan keluargamu dengan tanganmu sendiri?" ucap Bhanu dengan marah.


"Tuan besar, aku memiliki alasan kuat melakukan ini" ucap Emir tanpa takut.


"Alasan? Aku tidak butuh alasanmu! Kau pikir keluargaku bisa kau permainkan hanya kerena keluargamu kelas satu di ibukota?" ucap Bhanu dengan nada tinggi


"Tuan besar jangan marah dulu, anda tidak tahu siapa yang sudah Romeo singgung kali ini!" ucap Emir.


"Siapa Memangnya?" ucap Bhanu mengerutkan keningnya, ia jadi bertanya-tanya siapa yang Romeo singgung.


"Cucu perempuan satu-satunya tuan besar Gusti Adi Raharjo dari kota S. Anda pasti tahu dengan jelas keluarga Adi Raharjo. Bahkan identitas Nona Dara bukan hanya sebagai cucu perempuan keluarga Adi Raharjo, tapi dia juga seorang pembisnis muda dan juga seorang dokter jenius. Dia bahkan menyelamatkan ayahku yang tengah di ambang kematian" ucap Emir.


Mendengar itu Bhanu terdiam, ia terkejut mendengarnya. Ia belum pernah mendengar Adi Raharjo memiliki cucu perempuan. Ia sedikit ragu, jadi ia menanyakan pagi untuk memastikan.


"Apa kamu mencoba menipuku? Gusti Adi Raharjo hanya memiliki dua cucu dan semuanya laki-laki" ucap Bhanu tidak percaya


"Anda salah tuan besar. Tuan besar Gusti Adi Raharjo memang punya dua cucu dari anak laki-lakinya Tuan Adnan. Tapi apa anda lupa jika Tuan besar Gusti memiliki dua anak yang satunya adalah anak perempuan? Dari anak perempuannya ia memiliki satu cucu perempuan dan satu laki-laki. Bahkan Tuan Adnan sangat menyayangi keponakannha itu seperti putri kandungnya sendiri" ucap Emir


"Apa itu benar?" tanya Bhanu terkejut lagi mendengar itu.


"Anda bisa menanyakannya langsung ke tuan Adnan atau tuan besar Gusti untuk memastikannya. Saya tidak berani membohongi anda" ucap Emir.


Bhanu terdiam cukup lama, ia tidak bisa mengganggu keluarga besar di kota S itu. Meskipun keluarga Pramana memiliki sejarah keluarga panjang dan termasuk tiga keluarga besar.


Tapi Keluarga Adi Raharjo memiliki kekuasaan yang lebih tinggi darinya dan merupakan keluarga terbesar kedua di negara ini.


"Aku akan membicarakan hal ini dengan Robert. Aku akan memastikan Romeo menerima hukuman dan minta maaf pada nona itu" ucap Bhanu final.


"Baik, terimakasih tuan besar Pramana atas pengertiannya" ucap Emir


...••••••...